
...Hallo guys?...
...Happy reading. Semoga suka....
...*...
...*...
...*...
...Rintik Dan Garis Takdir - Kebenaran Yang Sesungguhnya...
Hari ini Rintik bangun pagi-pagi sekali karena suara notifikasi ponselnya yang terus menganggu tidurnya.
"Apa sih? Pagi-pagi udah berisik aja nih hp!" kesal Rintik terbangun dari tidur dan mematikan alarm yang tak sengaja ia pasang semalam.
"Rin, hp lo tuh geter mulu!" ucap Embun masih memejamkan matanya.
"Udah aku matiin kok Mbun. Hp kamu tuh yang geter sekarang!" ucap Rintik.
"Aish, ganggu orang lagi mimpi indah aja tuh hp!" kesal Embun lalu terbangun dan mengecek ponselnya.
Embun yang tadinya masih mengantuk kini menjadi segar seketika setelah membaca berita terbaru dari lambhe dhower smapan.
"Demi apa? Ini gak salah lihat kan?" tanya Embun mengusap wajahnya agar sadar.
"Apa sih Mbun? Pagi-pagi udah ribut aja!" protes Mentari.
"Cek tweet terbaru lambhe dhower smapan deh! Buruan pokoknya!" suruh Embun.
Rintik dan Mentari pun buru-buru membuka ponsel mereka betapa terkejutnya mereka saat melihat berita di lambhe dhower smapan.
"Mbun...? Ini rencana yang kamu bilang itu?" tanya Rintik.
"Ih, Mbun, kejam banget tau harusnya cukup Luna aja yang lihat jangan semua orang!" ucap Mentari.
"Bukan gue! Ini bukan rencana gue!" ucap Embun.
"Ya memang sih sempet terfikir buat kasih rekaman itu ke admin lambhe dhower smapan tapi gak jadi karena nanti kita bisa kena getahnya!" ucap Embun.
"Terus siapa dong kalau bukan kamu?" tanya Rintik.
"Yang jelas bukan aku sih Rin," ucap Mentari.
"Apa jangan-jangan ada yang lihat itu juga? Tapi siapa ya?" tanya Rintik.
"Gue gak tau Rin, tapi kayaknya orang yang kirim rekaman itu pasti kenal juga sama Luna kalau gak dia musuh Luna mungkin," ucap Embun.
"Tapi mau siapapun yang kirim rekaman ini kita harus bilang makasih sama orang yang kirim," ucap Mentari.
"Iya loh Rin! Pokoknya kalau kita tau orangnya kita bilang makasih sama dia! Gara-gara dia nama lo jadi bersih lagi nih!" ucap Embun.
"Tapi aku jadi kasian sama Luna. Dia sekarang jadi di hujat sama temen-temen," ucap Rintik sedih.
"Gue heran deh sama lo! Udah tau Luna emang salah tapi kenapa lo malah kasihani dia?" tanya Embun.
"Aku tau rasanya di hujat tuh gak enak Mbun. Makanya aku gak mau orang lain rasain itu juga!" ucap Rintik membuat Mentari dan Embun bangga terhadap Rintik.
Sudah di fitnah tapi mau memaafkan orang yang memfitnah nya bahkan merasa kasian juga.
"Lo emang beda Rin!" ucap Embun.
"Beda dari siapa?" tanya Rintik.
__ADS_1
"Lupakan! Mending kita buru-buru mandi terus berangkat ke sekolah! Udah gak sabar gue lihat muka orang-orang yang udah ikut-ikutan salahin lo!" ucap Embun.
...***...
Heboh, itulah kondisi SMAPAN sekarang, mereka merasa tertipu dengan tingkah Luna kemarin.
Rintik dan kedua sahabatnya turun dari mobil yang dikendarai Rintik. Sontak membuat mereka menjadi pusat perhatian.
"Pasti mereka lagi ngomongin berita tadi tuh!" ucap Embun.
"Pasti sih Mbun! Soalnya masih panas-panas jadi masih enak di bahas!" ucap Mentari.
"Masih panas-panas kaya gorengan aja tuh!" ucap Rintik.
"Gue gak nyangka deh ternyata Luna selicik itu! Dia rela palsuin hasil lab dan pura-pura sakit demi Langit aja!" ucap salah satu siswi yang melewati mereka.
"Iya sama gue juga gak nyangka! Mana pake sebut-sebut kalau Langit itu pacarnya lagi!" ucap teman siswi itu.
"Untung aja dari awal gue gak terlalu percaya! Coba kalau gue percaya udah malu gue!" ucap salah satu temannya siswi itu lagi.
Bisik-bisik para siswa-siswi semakin menjadi saat Luna datang dengan dibonceng Langit.
"Eh, itu orangnya dateng tuh!" ucap Mentari.
"Santai banget tuh orang kaya gak punya beban!" ucap Embun.
"Mungkin dia belum tau soal rekaman itu," ucap Rintik.
Luna berjalan berdampingan dengan Langit memasuki koridor SMAPAN. Disepanjang koridor siswa-siswi berbisik-bisik soal Luna.
Pasti mereka lagi ngomongin kehebatan aku karena berhasil buat Langit mau jalan bareng di koridor kaya gini! batin Luna.
"Lihat deh lihat! Si gak tau malu tuh!"
"Iyuh, jijik gue lihat penipu kaya dia!"
"Eh, itu yang lagi trending topik kan?"
"Iya. Mukanya polos banget padahal mah aslinya bikin orang mau mual aja!"
Apa-apaan nih?! Kenapa mereka malah tatap jijik gue sih?! batin Luna.
"Bilang apa barusan lo?!" tanya Langit yang merasa risih di dengan perkataan-perkataan yang mereka lontarkan.
"Gak bilang apa-apa kok," ucapnya lalu melenggang pergi.
"Lo belum tau beritanya ya?" tanya Haekal yang tiba-tiba muncul dari tangga bersama ketiga sahabatnya.
"Berita apa?" tanya Langit.
"Berita yang lagi heboh di Twitter lambhe turah smapan ngebuat lo sama Luna di omongin dari tadi!" ucap Alam.
Berita apa? Jangan-jangan tuh cewek ngomong ke orang-orang soal perjodohan itu?! batin Langit.
Dengan penasaran Langit membuka ponselnya dan menuju Twitter lambhe dhower smapan yang ramai mengetag nya di suatu posting.
Betapa terkejutnya Langit setelah melihat berita itu. Ingin rasanya Langit marah kepada Luna disini namun ia urungkan niat itu.
"Ada apa Langit?" tanya Luna yang penasaran karena wajah Langit langsung berubah dingin seperti dulu.
"Langit?" panggil Luna memegang tangga Langit namun dengan dinginnya Langit menepis tangan Luna.
"Jawab jujur yang di video ini bener?" tanya Langit dengan mata mengkilat marah.
__ADS_1
"Video apa?" tanya Luna tak tahu.
"Gak usah pura-pura gak tau lo! Lo kan yang bayar petugas lab buat palsuin hasil lab?!" murka Langit.
Sialan! Ternyata kemarin ada yang rekam pembicaraan gue sama petugas itu kemarin! batin Luna.
"Langit, aku bisa jelasin semuanya!" ucap Luna terpotong lantaran Langit langsung pergi meninggalkannya.
"Langit dengerin penjelasan aku dulu?!" teriak Luna mengejar Langit namun dicegah oleh Cakrawala.
"Biarin Langit sendiri. Dia lagi emosi bisa-bisa lo yang kenapa-kenapa," ucap Cakrawala.
Argh! Sialan! Siapa yang rekam itu?! Apa jangan-jangan mereka? batin Luna.
Rintik dan kedua sahabatnya hanya diam menonton perdebatan itu.
Sewaktu Langit melewati mereka sontak Embun tersenyum mengejek sedangkan Rintik diam dan merasa kasian terhadap Langit.
"Akhirnya si Langit-langit neraka itu tau juga kebenarannya!" ucap Embun senang.
"Iya, dan sekarang gak bakal ada yang hujat kamu lagi Rin," ucap Mentari.
"Tapi sekarang jadi Luna yang dihujat," ucap Rintik iba.
"Biarin lah! Salah dia sendiri cari masalah sama lo! Ya ini lah akibatnya!" ucap Embun.
"Karma buat Luna!" ucap Mentari.
"Sepandai-pandainya tupai melompat akan terjatuh juga nantinya!" ucap Alam lalu berjalan meninggalkan Luna.
"Sepandai-pandainya bangkai ditutupi akan tercium juga baunya!" ucap Lembayung lalu pergi meninggalkan Luna juga bersama kedua sahabatnya.
Sialan! Ini semua karena lo Rintik! batin Luna.
Luna yang tengah kesal pun ikut meninggalkan koridor dan berjalan menuju toilet.
"Kasian emangnya enak dihujat!!" ledek Embun saat Luna melewati mereka.
Luna terus berjalan tanpa memperdulikan omong Embun barusan.
Awas aja lo Mbun! Gue bales habis ini! batin Luna.
"Mbun! Jangan gitu! Kasian Luna!" ucap Rintik.
"Bodo amat! Gue gak kasian sama tuh cewek!" ucap Embun.
"Ih, dasar si Embun!" ucap Rintik lalu melenggang pergi.
"Lah, malah ditinggalin kita! Tunggu napa Rin!" ucap Embun mengejar Rintik begitupun dengan Mentari.
Di toilet, Luna menatap pantulannya di cermin. Matanya berubah menjadi merah karena terlalu kesalnya.
"Rintik! Gue pastiin lo bakal bernasib sama kaya dia!"
"Argh!" Luna meninju pantulan wajahnya di cermin beruntung cerminannya tak pecah hanya saja tangganya sedikit memerah.
"Gue gak akan biarin lo sentuh Rintik maupun sakiti Rintik kaya lo sakiti dia!" ucap seseorang yang daritadi mengawasi gerak-gerik Luna.
...To be continued....
...Terima kasih sudah membaca....
...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...
__ADS_1
...See you di next chapter....