
...Hallo guys?...
...Happy reading. Semoga suka....
...*...
...*...
...*...
...Rintik Dan Garis Takdir - Cupcake For Langit...
Pagi yang cerah dengan senyum Rintik juga tak kalah cerah. Saat ini Rintik sudah bangun sejak subuh tadi karena dia ingin menyelesaikannya menghias cupcake buatannya.
"Akhirnya selesai juga," ucap Rintik menabur sparkle sebagai hiasannya.
"Astaghfirullah," pekik Rindu kaget.
"Ada apa Ma?" tanya Rintik tanpa dosa.
"Ternyata kamu toh! Mama kira siapa," ucap Rindu.
"Emang Mama kira siapa?" tanya Rintik yang kini sudah selesai menabur hiasan.
"Mama kira kamu tuh hantu. Soalnya kan Bi Siti masih sakit hari ini," ucap Rindu.
"Hantu mana sih yang cantik kaya Rintik gini sih Ma?" tanya Rintik.
"Iya-iya maaf, anak Mama ini emang cantik deh. Kaya Mamanya," ucap Rindu.
"Ya tentu dong anaknya Mama sama Papa gitu loh!" ucap Rintik.
"Kamu ini bisa aja deh!" ucap Rindu mengacak-acak rambut Rintik.
"Mama...jadi berantakan nih!" protes Rintik membenarkan rambutnya.
"Berantakan dikit juga! Nanti kan bisa dibenerin lagi!" ucap Rindu.
"Ya ampun, kamu buat apa aja sih Rain? Berantakan gini deh!" ucap Rindu saat melihat dapur yang berantakan.
"Hehehe...maaf Ma. Nanti Rain beresin kok," ucap Rintik.
"Harus dibersihin sampai kinclong pokoknya ya!" ucap Rindu.
"Siap Bu Boss," ucap Rintik memasukkan cupcake yang sudah ia buat ketempat nya yang sudah ia hias juga.
"Keknya enak tuh Rain. Mama boleh coba gak?" tanya Rindu yang melihat cupcake buatan sang anak.
"Boleh, Ma. Mama cobain aja tuh yang udah Rain pisah dari yang ini," ucap Rintik.
"Kenapa yang itu gak boleh Mama cobain juga?" tanya Rindu.
"Ini tuh, buat Langit Ma! Bukan buat Mama sama Papa!" ucap Rintik menyembunyikan cupcake yang sudah ia persiapkan khusus untuk Langit.
"Oh, buat Langit toh," ucap Rindu paham sekarang.
"Bentar deh kamu bisa bikin cupcake sejak kapan Rain?" tanya Rindu mengambil satu cupcake buatan sang anak.
"Sejak disana Ma," jawab Rintik memasukkan cupcake buatannya ke paper bag.
__ADS_1
"Oh, baguslah kalau selama kamu disana bisa bikin cupcake," ucap Rindu lalu memakan cupcake buatan Rintik.
"Gimana Ma rasanya?" tanya Rintik.
"Emm..." Rindu sedang berpikir sejenak.
"Enak banget Rain! Kamu hebat deh!" puji Rindu.
"Siapa dulu gitu dong! Rintik gitu loh!" ucap Rintik bangga pada dirinya sendiri.
"Udah sana buruan berangkat! Nanti telat lagi loh!" ucap Rindu.
"Iya-iya ini Rintik juga mau berangkat kok Ma," ucap Rintik memakai tasnya.
"Oh ya? Papa mana Ma?" tanya Rintik yang tak melihat sang Papa sejak tadi, biasanya Papanya itu akan keluar kamar kalau Mamanya keluar kamar juga. Tapi kali ini tidak.
"Masih tidur. Habis lembur semalem."
"Hari ini kamu naik ojek lagi ya Rain? Papa kan masih tidur," ucap Rindu.
"Iya Ma gapapa. Kasian Papa juga masa habis lembur suruh anterin Rintik ke sekolah sih?" ucap Rintik.
"Baguslah kalau kamu gak keberatan. Ojeknya juga udah dateng tuh," ucap Rindu.
"Kalau gitu Rintik berangkat dulu ya Ma. Assalamualaikum," pamit Rintik menyalami tangan Mamanya.
"Waalaikumsalam, hati-hati dijalan. Ingetin Abang ojeknya jangan ngebut-ngebut bawa motornya!" ucap Rindu.
"Iya Ma, siap!" ucap Rintik lalu melenggang pergi.
...***...
"Keknya kita kepagian deh Bang!" ucap Rintik kepada tukang ojek langganannya yang bernama Adit.
"Iya nih! Gue aja heran, bisa-bisanya seorang Rintik berangkat sepagi ini buat kasih cupcake aja!" ucap Adit.
Tadi sewaktu diperjalanan menuju SMAPAN Rintik bercerita alasannya bangun pagi-pagi dan berangkat sepagi ini juga. Tentu saja itu semua karena Langit.
"Ini tuh cupcake bukan sembarang cupcake Bang! Ini tuh cupcake rasa cinta buatan Rintik!" ucap Rintik.
"Yakin enak tuh?" tanya Adit.
"Yakin lah! Mama aja bilang enak tadi!" ucap Rintik lalu turun dari motor.
"Nih Bang helmnya. Makasih ya. Ongkosnya udah dibayar kan sama Mama?" tanya Rintik.
"Iya udah. Lo gak ada niatan mau ngasih gue cupcake juga kah? Gue kan pengen cobain juga," ucap Adit.
"Ya, udah nih, Rintik kasih. Tapi ambil satu aja ya?!" ucap Rintik.
"Iya-iya." Adit lalu mengambil cupcake buatan Rintik dan betapa terkejutnya dia ternyata cupcake buatan Rintik ini tak kalah dengan cupcake yang sering di jual di toko-toko.
"Gimana? Enak kan?" tanya Rintik.
"Enak banget ini! Pasti cowok yang lo kasih ini langsung demen banget sama lo! Ini juga kalau di jual pasti laku keras!" puji Adit.
"Ah affah iya?" tanya Rintik tak percaya.
"Iya!"
__ADS_1
"Ya udah deh Rintik pergi dulu. Hati-hati Bang bawa motornya! Jangan ngebut-ngebut! Pesen Mama tuh!" ucap Rintik lalu melenggang pergi.
"Mumpung Langit belum dateng, mending aku langsung taruh cupcake ini di mejanya aja deh!" guman Rintik lalu pergi ke kelas Langit yaitu kelas XII IPA 2.
Tak lupa Rintik menuliskan secarik surat yang berisi "From Rintik to Langit. Jangan lupa dimakan ya? Semoga suka."
"Oke, selesai. Waktunya ke kantin!" ucapnya girang lalu pergi bahkan Rintik tak menyadari jika ada yang melihatnya menaruh sesuatu di meja Langit dan berniat buruk dengan hadiah Rintik untuk Langit.
Sosok berjubah hitam memasuki kelas Langit setelah Rintik keluar dari sana. Sosok itu menaburkan sesuatu di cupcake buatan Rintik.
"Rasain lo Rin! Sekarang udah gue kasih sesuatu yang akan buat lo di benci Langit lagi! Waktunya untuk berpura-pura!" ucapnya tersenyum puas.
...***...
Kantin, disini lah Rintik berada. Perut Rintik terasa lapar karena tadi lupa bersarapan. Beruntung pagi-pagi sekali sudah ada ibu kantin yang buka warungnya. Jika tidak Rintik pasti akan kelaparan.
"Misi Buk, mau pesen mie rebusannya satu. Rasa ayam bawang ya Buk," ucap Rintik.
"Siap Neng Rintik," ucap Bu Nia, pemilik warung indoyou yang sudah sangat kenal dengan Rintik.
Tak hanya Bu Nia saja yang mengenali Rintik, semua pedagang di kantin SMAPAN mengenali Rintik karena Rintik memiliki kepribadian yang ceria, humble, dan tak pantang menyerah membuat semua orang menyukainya kecuali Langit dan Luna.
"Tumben Neng pagi-pagi gini udah sampai sekolah aja? Biasanya gerbang udah ditutup baru sampai," ucap Bu Nia.
"Hehehe...iya Buk lagi pengen berangkat pagi aja. Soalnya mau kasih sesuatu buat Langit," ucap Rintik.
"Sesuatu apa tuh Neng? Surat cinta ya?" tebak Bu Nia.
"Gak lah Buk. Rintik tuh kasih cupcake buat Langit," ucap Rintik.
"Oh, Ibu kirain surat cinta Neng," ucap Bu Nia tertawa.
"Gak lah Buk. Lagian buat apa surat cinta kalau bisa bilang secara langsung?" tanya Rintik.
"Ya siapa tau Neng Rintik mau jadi pengemar rahasia kaya di drakor-drakor itu," ucap Bu Nia.
"Gak lah. Rintik mah maunya jadi penggemar secara langsung gak mau pake rahasia-rahasia segala!" ucap Rintik.
"Ya sudah kalau gitu ini mie pesanan Neng Rintik," ucap Bu Nia membawa pesanan Rintik yang sudah matang.
"Makasih Buk," ucap Rintik lalu melahap mie itu seperti orang kelaparan.
"Pelan-pelan Neng makannya! Nanti keselek loh!" peringat Bu Nia.
"Gak bisa Buk! Ini tuh terlalu nikmat untuk pelan-pelan makannya!" ucap Rintik.
Brak!
...To be continued....
...Terima kasih sudah membaca....
...Kira-kira siapa yang mengebrak meja di akhir chapter?...
...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...
...See you di next chapter....
__ADS_1