Rintik Dan Garis Takdir

Rintik Dan Garis Takdir
Rintik Dan Garis Takdir - 30. Pertemuan Keluarga Sebelum Acara?


__ADS_3

...Hallo Guys?...


...Happy Reading. Semoga Suka....


...*...


...*...


...*...


...Rintik Dan Garis Takdir - Pertemuan Keluarga Sebelum Acara?...


Setelah Rintik pulang mengecek gedung dirinya benar-benar sangat lelah bahkan sekarang ia masih tertidur pulas.


Rindu perlahan-lahan membuka pintu kamar Rintik dan menghampiri sang anak yang masih tidur pulas.


"Rain..."


"Bangun sayang..."


Dengan lembutnya Rindu membelai rambut Rintik seraya membangunkan Rintik.


"Eugh..." Tidur Rintik terusik dan perlahan-lahan ia membuka matanya memperlihatkan sang Mama yang sedang menatapnya.


"Mama?" Rintik terbangun dan menyadari ada Mamanya disana.


"Bangun sayang. Kita kan ada janji makan malam hari ini," ucap Rindu.


"Iya kah Ma?" tanya Rintik.


"Iya sayang. Buruan mandi gih, Mama siapin dulu baju kamu," ucap Rindu.


"Oke, Ma." Dengan muka bantal nya Rintik memasuki kamar mandi dan mandi agar wangi.


Setelah selesai mandi Rintik memakan baju yang sudah di pilihkan sang Mama. Dan mulai memoleskan make up tipis di wajahnya agar tak terlihat pucat dan fresh.


Rintik pun turun menuju ruang keluarga dan menunggu Mama dan Papanya selesai bersiap-siap.


Seraya menunggu Rintik memainkan ponselnya dan sebuah chat dari orang yang ia hindari saat ini pun muncul dan membuatnya menjadi was-was.


Jangan ganggu aku. Kamu sendiri yang minta itu dulu! tulis Rintik lalu mengirimkannya ke nomor orang yang ia hindari.


"Ada apa Rain? Kok tegang gitu?" tanya Samudra yang turun lebih dulu.


"Dia chat Rain Pa," ucap Rintik.


"Biarkan nanti Papa yang ngomong sama dia," ucap Samudra lalu tak lama Rindu pun turun dan menghampiri suami dan anaknya yang sedang tegang.


"Ada apa Rain, Pa?" tanya Rindu.


"Dia chat Rain Ma," ucap Samudra.


"Terus gimana? Dia mau balik kesini?" tanya Rindu.


"Gak tau Ma. Tapi bisa jadi iya sih," ucap Rintik.


"Mama tenang aja nanti Papa coba bicara sama dia," ucap Samudra.


"Bener ya Pa?" tanya Rindu.


"Mama gak mau ya dia bikin malu! Udah cukup dia buat Rain berkorban buat keluarga kita!" ucap Rindu.


"Iya Ma. Udah yuk kita berangkat aja," ucap Samudra.


...***...


Restoran milik keluarga Langit disinilah acara makan malam sekaligus membicarakan beberapa hal untuk acara pertunangan Rintik dan Langit.


Makan malam kali ini dihadiri juga oleh Opa Chandra selaku Opa dari Langit dan Bintang sepupu angkat Langit.

__ADS_1


"Langit, ingat ya pesan Mama. Jangan bikin Papa kamu marah lagi sama kamu!" pesan Raya sebelum mereka memasuki private room.


"Hmm."


"Jangan hmm, hmm, aja ya!" ucap Raya.


"Iya Mama yang cantik," ucap Langit.


"Mama emang cantik! Baru sadar kamu!" ucap Raya.


Langit memutar bola mata jengah dan masuk lebih dahulu ke private room. Didalam sana sudah ada Opa Chandra, Bintang dan sang Papa yang datang lebih dulu.


Sebenarnya Langit juga sudah di sana namun ia disuruh menjemput sang Mama yang ada di salon tadi.


Langit duduk di samping Angkasa yang membuat Raya langsung menegurnya. "Kamu samping Mama Langit!"


Langit mendengus kesal ketika ia harus duduk disamping Bintang.


"T-tapi..."


"Langit, ayo pindah. Apa salahnya duduk disamping Bintang sih? Dia kan sepupu kamu. Keluarga kita," ucap Opa Chandra lembut.


Langit menghela napas pasrah lalu pindah ke samping Mamanya.


"Nah, gitu kan enak dilihatnya," ucap Opa Chandra.


"Iya Opa."


"Langit inget ya pesan Mama tadi!" bisik Raya.


"Iya Ma, iya!"


Angkasa mengerutkan keningnya saat tak sengaja mendengar Raya berucap itu.


"Ada apa Ma?" tanya Angkasa.


Tak lama Rintik sekeluarga datang dan mereka memulai makan malam bersama lalu membahas acara pertunangan Langit dan Rintik yang tinggal menghitung hari saja.


Disela-sela kegiatan makan malam mereka Bintang yang baru kali ini merasakan hangatnya keluarga pun menjadi sedikit sedih.


Andai Papa sama Mama masih disini mungkin gue sebahagia ini! batinnya.


Kayaknya Bintang lagi sedih deh! Tapi sedih kenapa ya? batin Rintik yang melihat perubahan ekspresi Bintang.


Langit yang melihat Rintik terus memperhatikan Bintang pun berdeham keras dan membuat semua orang menatap.


"Kenapa Langit?" tanya Raya.


"Gatel tenggorokannya," jawab Langit lalu berdeham lagi.


"Minum air putih makanya jangan minum es terus!" tegur Raya.


"Iya Ma." Langit pun meminum air putih dengan mata yang menatap tajam Rintik.


Langit kenapa tuh? Matanya kaya mau keluar, batin Rintik.


Awas lo ya! Berani-beraninya tatap gitu! Lihat aja nanti! batin Langit.


Setelah acara makan malam selesai kini waktunya membicarakan acara pertunangan Rintik dan Langit.


"Jadi akan ada beberapa hal yang harus kalian patuhi sebelum acara pertunangan itu," ucap Opa Chandra.


"Apa aja Opa Chan?" tanya Rintik membuat semua orang disana ketar-ketir karena Rintik menyebutkan Opa Chandra dengan sebutan Opa Chan saja.


Tak hanya itu Opa Chandra merupakan pemilik perusahaan raksasa yang disegani di seluruh dataran Asia dan Amerika.


"Jangan kaget. Saya yang mengizinkan Rintik untuk memanggil nama saya dengan nama itu," ucap Opa Chandra membuat semua orang bernapas lega.


Dasar cewek prik! Bisa-bisanya panggil Opa dengan sebutan itu! batin Langit.

__ADS_1


Lucu juga nama panggilan Rintik ke Opa Chandra! batin Bintang.


Anak satu ini bikin orang tuanya ketar-ketir saja! batin orang tua Rintik.


Memang tak salah menjodohkan mereka! Papa saja berhasil di taklukkan Rintik dan menyukainya! batin orang tua Langit.


Kenapa sih pada panik gitu? Orang Opa Chan aja ngizinin! batin Rintik.


"Beberapa hal yang harus kalian patuhi adalah tak boleh bertemu sampai nanti di acara pertunangan," ucap Opa Chandra membuat Rintik melotot terkejut sedangkan Langit sangat bahagia karena tak akan bertemu pengganggu seperti Rintik setidaknya dalam beberapa hari.


"Gak bisa di nego ya Opa Chan? Satu jam gak ketemu aja gimana? Itu pun udah sulit loh Opa Chan!" ucap Rintik membuat semuanya melonggo seketika memangnya ia pikir ini tawar-menawar apa?


"Gak bisa Rintik, itu memang sudah keputusan leluhur dari dulu," ucap Opa Chandra.


"Keputusan leluhur? Bukannya keputusan leluhur itu buat yang mau nikah ya?" tanya Rintik.


"Mau kalian menikah ataupun cuma bertunangan tetap seperti itu. Tujuannya agar nanti bertemu di hari pertunangan aura kalian terlihat berbeda," ucap Opa Chandra.


"Oh, gitu ya. Tapi kan bisa satu jam gak ketemu Opa. Itu aja auranya udah beda loh Opa Chan!" ucap Rintik masih berusaha menawar.


"Gak bisa Rintik. Semakin lama kalian gak bertemu auranya akan semakin berbeda," ucap Opa Chandra.


"Oh, berarti bisa tambah cinta ya Opa Chan?" tanya Rintik.


"Iya betul!" ucap Opa Chandra dengan senyumnya.


"Oke deh kalau gitu Rintik coba," ucap Rintik akhirnya menyetujui itu.


Opa Chandra tersenyum membuat semua orang bernapas lega.


Bisa-bisa anak ini menawar ucapan Pak Chandra! Beruntung Pak Chandra gak marah! Kalau marah bisa gawat ini! batin orang tua Rintik.


Benar kata orang sekeras-kerasnya Papa dulu. Akan luluh juga jika bertemu sosok seperti mendiang Mama! batin orang tua Langit.


Bisa-bisa gue punya calon tunangan sebego dia!! batin Langit.


Momen yang jarang dilihat! batin Bintang.


Setelah selesai berbincang-bincang mengenai peraturan yang harus dipatuhi sebelum pertunangan kini mereka juga membahas masalah bridesmaid dan grossman apakah akan ada baju seragamnya atau tidak.


"Ada Rintik. Besok kamu ajak sahabat atau teman kamu yang mau kamu udang ke butik untuk fitting baju mereka. Kamu juga ya Langi?" ucap Raya.


"Langit harus juga Ma?" tanya Langit.


"Harus dong! Masa kamu gak mau undang sahabat atau temen kamu gitu?!" tanya Raya.


"Emang enggak!" jawab Langit.


"Gak boleh gitu! Mereka harus kamu undang!" ucap Raya.


"Hmm."


"Tempatnya beda ya. Agar kalian gak bertemu!" ucap Raya.


"Iya Ma."


Setelah selesai membahas itu semua Rintik sekeluarga pamit pulang.


Sesampainya dirumah Rintik sudah mendapatkan sebuah paket yang sangat familiar untuknya.


"Paket ini lagi?!" guman Rintik lalu membuka paketnya di kamar agar tak diketahui Mamanya apalagi sang Papa.


...To be continued....


...Terima kasih sudah membaca....


...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...


...See you di next chapter....

__ADS_1


__ADS_2