
...Hallo guys?...
...Happy reading. Semoga suka....
...*...
...*...
...*...
...Rintik Dan Garis Takdir - Butik...
Sudah setengah jam Rintik menunggu Langit di halte namun Langit tak kunjung datang juga.
"Langit pergi kemana sih? Tadi katanya suruh tunggu disini tapi sampai sekarang belum kesini juga!" monolog Rintik.
"Apa jangan-jangan Langit ada urusan osis ya?" tanyanya.
Rintik pun mengambil ponselnya dan bersiap untuk menelepon Langit namun suara klakson mobil membuat Rintik kaget.
"Buruan!" ucap Langit dari kaca mobilnya.
Rintik pun bergegas masuk. "Kok lama?"
"Ada urusan," jawab Langit singkat padat dan tak merasa bersalah sama sekali. Langit pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju butik.
Suasananya kok dingin gini ya? batin Rintik.
"Jangan sekali-kali berpikir buat kasih tau temen-temen lo soal pertunangan ini!" ucap Langit memecah keheningan.
"Kan emang udah pada tau dari berita itu," ucap Rintik.
"Tapi meraka masih pada ragu jadi tanya sama aku tapi aku suruh tanya kamu langsung aja," jujur Rintik.
"Ck. Jadi lo yang suruh si Ucup itu buat tanya ke gue tadi?" tanya Langit.
"Bukan! Itu emang disuruh Bu Zura karena kita lagi main truth or dare," ucap Rintik.
"Ck! Lain kali gak usah main truth or dare lagi! Bikin susah orang aja!" ucap Langit.
"Ya Langit bilang langsung aja sama Bu Zura. Kan Bu Zura yang ajak truth or dare," ucap Rintik.
"Hmm."
Semua orang jadi kepo sekarang! Ini semua gara-gara Bintang sialan! batin Langit.
...***...
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit akhirnya Langit dan Rintik sampai di butik Liana's Bridal Boutique.
Mungkin kalian tidak begitu asing dengan nama itu kan? Ya itu butik Mama Li yang khusus untuk pengantin.
Jadi collab nih Kak ceritanya? Iya. Tapi cuma collab butiknya aja gak dengan semua cerita Queen dan Arshaka oke! Jadi gak akan ada sangkut pautnya dengan kisah mereka.
"Bagus butiknya," guman Rintik menatap kagum bangunan di depannya.
"Buruan! Waktu kita gak banyak!" ucap Langit.
Rintik pun berlari mengejar Langit yang sudah sampai pintu masuk duluan.
"Kok waktu kita gak banyak? Emangnya kita mau kemana lagi?" tanya Rintik.
"Eo," jawab Langit singkat.
"Eo itu apa?" tanya Rintik tak tahu apa arti dari Eo.
"Event Organizer," jawab Langit.
"Buruan pilih bajunya!" perintah Langit.
__ADS_1
"Iya sabar," ucap Rintik lalu memasuki kedalam butik didalam butik kehadiran Rintik dan Langit sudah di sambut hangat oleh pemilik butiknya langsung yaitu Mama Li.
Sudah sepuluh menit Rintik mondar-mandir mencari gaun yang ia idam-idamkan untuk pertunangannya nanti namun ia belum mendapatkan gaun yang diinginkan.
"Lo tuh mau gaun yang kek apa sih?!" tanya Langit geram karena sedari tadi mondar-mandir tak karuan.
"Yang simpel tapi elegan tapi gak kebuka banget dan sesuai sama dekor nya nanti," ucap Rintik.
Langit pun binggung sendiri dengan keinginan Rintik ini.
Harusnya gue gak disini emang! Lebih baik di kantor seharian daripada disini sama cewek prik kek dia! batin Langit.
"Yang ada disini aja! Gak usah ribet-ribet!" ucap Langit.
"Kalau yang ada disini modelnya udah banyak yang pake!" ucap Rintik.
"Ck. Ribet!" kesal Langit.
"Emang ribet! Makanya bantuin dong!" ucap Rintik.
"Gak! Cari sendiri sana! Gue mau duduk!" ucap Langit lalu duduk di sofa yang sudah disediakan.
"Jadi gimana Rintik? Udah ada yang cocok belum?" tanya Tante Lia.
"Belum Tante. Ada model yang lainnya lagi gak?" tanya Rintik.
"Ada. Ayo ikut Tante keatas," ucap Tante Lia lalu mengajak Rintik ke atas.
"Wah, diatas ternyata lebih bagus-bagus lagi," ucap Rintik terkagum dengan banyak model gaun yang sangat indah.
"Kamu cari-cari aja dulu gaun yang kamu mau. Kalau masih belum ketemu nanti Tante ajak kamu ke lantai tiga," ucap Tante Lia.
"Iya Tante. Rintik cari-cari dulu," pamit Rintik lalu ia pergi mencari gaun-gaun.
Diset gaun yang pertama Rintik tak begitu suka karena modelnya hampir sama dengan yang dipilihkan Mamanya dan Mama Raya waktu itu.
Diset ketiga ada gaun yang berwarna putih tulang dan terlihat simpel di set ke empat ada gaun berwarna silver dengan payet bling-bling namun terbuka juga bagian dadanya.
Lalu di set terakhir semua gaun berwarna biru muda dan biru sedikit tua yang sangat indah.
"Ini bagus tapi desain nya simpel banget," ucap Rintik yang sedang memegang gaun berwarna biru muda.
Lalu Rintik pergi ke gaun-gaun yang lainnya.
"Kaya princess. Tapi kan ini cuma tunangan aja. Ini mah cocoknya buat nikah nanti," ucap Rintik melihat-lihat gaun seperti princess.
Rintik pun pergi ke gaun biru berikutnya. Gaun berikutnya menurut nya sangat cocok untuknya.
"Nah, ini baru cocok!" ucap Rintik mengambil gaun itu dan mencocokkan di badannya dan ternyata pas.
"Gimana Rintik?" tanya Tante Lia yang baru datang.
"Wah, pilihan yang bagus itu Rintik," ucap Tante Lia.
"Makasih Tante," ucap Rintik menjadi salting.
"Boleh Rintik coba?" tanya Rintik.
"Boleh dong. Ruang gantinya ada di lantai satu ya," ucap Tante Lia.
Rintik dan Tante Lia pun turun dan langsung menuju ruang ganti.
"Lama banget sih?!" kesal Langit yang belum melihat batang hidung Rintik saat saat ini.
"Langit," panggil Rintik dari arah belakang Langit.
Langit menoleh. "Lama banget sih lo?!"
Rintik datang mengenakan gaun yang dipilihnya tadi seketika Langit pun terbengong karena gaun yang dipakai Rintik sangat indah.
__ADS_1
"Cantik," lirihnya.
Sesaat kemudian Langit pun menggeleng. "Ck. Gue ngomong apa sih barusa?! Gila kali gue!"
Rintik yang melihat Langit hanya ngomong sendiri pun menjadi binggung.
"Kamu kenapa Langit?" tanya Rintik.
"Gapapa," jawabnya singkat.
"Udah ketemu kan?! Ya udah ayo buruan pergi!" ucap Langit.
"Dih, kok buru-buru sih?! Emangnya kamu gak mau coba jas yang kamu pilih itu?" tanya Rintik.
"Gak," ucap Langit.
"Ya udah kalau gak mau. Nanti kekecilan tau rasa!" ucap Rintik.
"Biarin!" ucap Langit cuek.
"Oh, ya Langit aku cantik gak?" tanya Rintik.
"Cantik."
"Gaunnya," sambung Langit membuat Rintik yang akan salting menjadi tak salting lagi.
"Ish, kok gaunnya sih?! Kan aku tanya aku cantik gak? Bukannya gaunnya!" kesal Rintik.
"Ck. Lo itu cewek udah pasti cantik! Gak mungkin ganteng!" ucap Langit.
"Aww...jadi malu deh!" ucap Rintik salbrut (salting brutal).
Kek gini aja udah salting?! Apalagi Langit ucap ijab kabul nanti! batinnya.
"Buruan ganti! Terus pergi!" ucap Langit.
"Iya-iya sabar!" ucap Rintik tersadar dan mengganti kembali bajunya.
"Terima kasih ya Rintik, Langit sudah mau beli gaun dan jas disini. Semoga pertunangan kalian berjalan dengan lancar," doa Tante Lia.
"Amin. Terima kasih doanya Tante," ucap Rintik.
Setelah selesai mengganti kembali bajunya dan membayar gaun serta jas itu Rintik dan Langit pergi ke event organizer pilihan orang tuanya.
Disana juga mereka sudah ditunggu oleh Mama Raya dan Mama Rindu yang sudah datang terlebih dahulu.
...To be continued....
...Terima kasih sudah membaca....
...(Gaun set ke 1)...
...(Gaun set ke 2)...
...(Gaun set ke 3, 4 dan 5)...
...(Final gaun dan jas mereka)...
...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...
...See you di next chapter....
__ADS_1