Rintik Dan Garis Takdir

Rintik Dan Garis Takdir
Rintik Dan Garis Takdir - 25. Event Organizer


__ADS_3

...Hallo guys?...


...Happy reading. Semoga suka....


...*...


...*...


...*...


...Rintik Dan Garis Takdir - Event Organizer...


Setelah menempuh perjalanan yang tak lama akhirnya Rintik dan Langit sampai di kantor event organizer pilihannya Mamanya.


"Mama ada dimana?" tanya Rintik saat berjalan di koridor.


"Private room," jawab Langit yang sibuk dengan pekerjaannya di ponsel.


Sebenarnya hari ini ada banyak pekerjaan yang harus ia urusan namun karena permintaan Mamanya untuk menemani Rintik ke butik jadi ia kesampingkan urusan pekerjaannya.


"Jalan jangan sambil main ponsel Langit. Nanti nabrak loh," peringat Rintik.


"Hmm." Langit hanya berdeham tanpa memperdulikan peringatan Rintik.


Sesaat kemudian Langit tak sengaja menabrak orang.


BRUK!


Gimana sih Mas?! Kalau jalan tuh yang bener dong! Jangan main ponsel mulu!" marah orang itu.


"Pacarnya tuh Mbak dibilangan dong! Jangan malah diem aja!" marah orang itu.


"Maaf saya yang salah. Pacar saya udah ingetin saya juga tadi," ucap Langit.


"Udah diingetin tuh nurut! Masih untung dapet cewek baik kek Mbaknya! Coba kalau dapet cewek jatah pasti udah di jahatin tuh!" ucap orang itu lalu melenggang pergi.


Rintik pun melongo baru kali ini ada orang yang marah-marah kepada Langit dan ia juga masih speechless karena Langit menyebutnya pacar.


"Gak usah kegeeran lo! Gue bilang itu tadi biar gak panjang urusannya!" ucap Langit karena dia tau Rintik akan kegeeran ia panggil pacarnya.


"Affah iya?!" tanya Rintik tak percaya.


"Rintik, Langit? Kalian ini kemana aja sih?! Mama udah tungguin dari tadi loh," ucap Raya yang datang bersama Rindu.


"Iya loh, udah satu jam Mama tunggu disini tapi kalian belum datang-datang," ucap Rindu.


'"Maaf Ma, tadi ada sedikit masalah," ucap Langit.


"Masalah apa? Tapi kalian gapapa kan?" tanya Raya.


"Gapapa kok Ma. Tadi cuma ada salah paham dikit," ucap Rintik.


"Oh, syukurlah."


"Ya udah kalau gitu kita langsung aja ke ruang privet room udah ditungguin sama team yang handle acara pertunangan kalian," ucap Raya.


"Oke, Ma."


Mereka semua pun pergi ke ruang privet room yang sudah dibooking oleh keluarga Langit sebelumnya.


Didalam sana Langit dan Rintik dijelaskan apa saja yang akan dibantu pihak event organizer untuk pertunangan mereka dan juga memberi beberapa dekor untuk mereka.


"Ini ada beberapa contoh dekor yang kita rekomendasikan," ucap ketua team event organizer.


"Wah, bagus-bagus ini mah!" ucap Raya.


"Iya ya. Dulu zaman kita mah yang simpel-simpel aja udah lebih dari cukup," ucap Rindu.


"Iya!"


"Sekarang kamu pilih deh Rin, mau yang mana dekor nya," ucap Raya.


"Emm...yang ini aja Ma. Sesuai sama baju yang kita beli tadi," ucap Rintik menunjukkan dekor yang berwarna biru seperti warna gaunnya dan jas milik Langit.


"Jadi gaun sama jasnya warna biru toh," ucap Raya.

__ADS_1


"Iya Ma," jawab Rintik.


"Bagus-bagus. Warnanya kalem dan kelihatan elegan," ucap Raya.


"Iya. Bakalan kelihatan mewah walaupun cuma sederhana," ucap Rindu.


Sederhana darimana coba Ma? Itu tuh mewah Ma! batin Rintik.


Sedangkan Langit dari tadi memilih acuh dan melanjutkan pekerjaannya yang sudah tak bisa ditunda lagi.


"Kamu gimana Langit?" tanya Raya.


"Iya bagus," ucap Langit yang masih fokus pada ponselnya.


"Mama lagi bicara loh sama kamu! Jangan main ponsel mulu deh!" ucap Raya.


"Iya Ma, maaf," ucap Langit menaruh ponselnya kembali dan melihat dekor yang dipilih Rintik.


"Jadi gimana bagus kan pilihannya Rintik?" tanya Raya.


"Iya Ma, bagus kok," ucap Langit.


"Nah, gitu dong! Lain kali jangan main ponsel kalau lagi bahas gini!" ucap Raya.


"Iya Ma, maaf."


"Urus kerjaan kan bisa nanti kalau udah pulang," ucap Raya.


"Iya Ma."


"Kamu ini dari tadi jawabannya iya Ma, iya Ma mulu deh!" kesal Raya.


Langit memutar bola matanya jengah. "Terus Langit harus jawab apa Ma?"


"Ya jawab apa gitu," ucap Raya.


"Udah jeng jangan gitu kasian Langit loh, dia kan harus urus pekerjaan sama acara pertunangan nya juga," ucap Rindu.


"Iya Rin, habisnya anak ini susah di kasih taunya," ucap Raya.


Sedangkan Rintik dari tadi menahan tawanya saat melihat Langit di marahi Mama Raya dan dibela oleh Mama Rindu.


Langit yang melihat Rintik senyum-senyum sendiri pun menjadi kesal.


"Puas lo kan?!" bisik Langit.


Rintik tertawa pelan melihat ekspresi kesal Langit.


"Baik, jadi kita fix akan memakai dekor warna biru?" tanya ketua team event organizer.


"Iya Mas," ucap Mama Raya.


"Baik kalau begitu utuk makanannya mau Indonesian food, American food atau yang lainnya?" tanya team event organizer.


"Sebentar ya kita berunding dulu sama yang mau tunangan," ucap Mama Raya.


"Jadi kalian mau yang mana nih?" tanya Mama Rindu.


Rintik menoleh kepada Langit.


"Terserah lo aja," ucap Langit kepada Rintik.


"Terserah Mama aja deh. Kita ikut aja. Yang penting ada es krim cokelat," ucap Rintik.


"Oke. Kalau gitu Mama pilihin nih ya?" ucap Raya.


"Jadi bagaimana Bu?" tanya team event organizer.


"Jadi kita ambil American food buat desert aja," ucap Raya.


"Terus makanan utamanya mau Apa Rin?" tanya Raya kepada Rindu.


"Indonesian food aja kali ya? Biar tetep ada unsur Indonesianya gitu loh," ucap Rindu.


"Oke."

__ADS_1


"Jadi desert nya American food dan hidangan utamanya Indonesia food?" tanya team event organizer.


"Iya betul," ucap Raya.


"Baik kalau begitu nanti kami akan membuat sampel makannya dan mengirimkannya ke rumah Bu Raya," ucap team event organizer.


"Iya, makasih ya," ucap Raya.


"Sama-sama Bu."


"Untuk gedungnya sudah di atur kan?" tanya Raya.


"Sudah Bu. Sesuai dengan permintaan ibu tadi," ucap team event organizer.


"Kalian mau lihat gedungnya kapan?" tanya Raya.


Rintik menoleh kepada Langit untuk bertanya.


"Beberapa hari ini Langit sibuk rapat Ma. Jadi Rintik aja ya yang cek gedungnya," ucap Langit.


"Gak bisa gitu di sempetin dulu lihat gedungnya sebentar?" tanya Raya.


"Gak bisa Ma," ucap Langit.


"Ya sudah lah kalau begitu nanti Mama suruh Bintang aja yang anterin Rintik," ucap Raya.


"Kok Bintang sih Ma?" tanya Langit tak setuju.


"Loh, memangnya kenapa? Kamu kan sibuk. Supir Mama juga kan lagi cuti jadi gak bisa anterin. Supirnya Rintik juga mau anterin Mama sama Mamanya Rintik ke butik," ucap Raya.


"Kan bisa naik taksi Ma. Gak usah lah suruh si Bintang!" ucap Langit.


"Ya gapapa dong. Lagian Bintang kayaknya lagi gak sibuk tuh jadi gak ada salahnya dong!" ucap Raya.


"Lagian Rintik pasti gak keberatan kan?" tanya Raya.


"Enggak kok Ma," jawab Rintik.


"Tuh, Rintik aja gak keberatan kamu malah komplen aja! Makanya mau anterin Rintik!" ucap Raya.


Langit mendengus kesal. Kenapa sih harus Bintang sialan itu?! batin Langit kesal.


"Iya maaf," ucap Langit.


"Ini udah selesai kan Ma?" tanya Langit.


"Udah," jawab Raya.


"Ya udah pulang yuk. Langit mau rapat," ucap Langit.


"Iya. Mama ikut kalian ya? Soalnya mobilnya lagi di servis," ucap Raya.


"Hmm."


Mereka pun mengantar Rintik dan Mamanya dulu ke rumahnya lalu mereka pulang ke rumah.


"Langit?" panggil Raya. Saat ini mereka sedang berada di mobil untuk perjalanan pulang.


"Iya Ma, ada apa?" tanya Langit.


"Mama pesen sama kamu. Baik-baik terus sama Rintik. Jangan kasar-kasar sama dia! Dia gadis baik," pesan Raya.


"Baik menurut Mama bukan menurut Langit!" ucap Langit.


"Langit!! Mama gak suka ya kamu ngomong gitu!" marah Raya.


"Nanti juga Mama bakal tau mana yang baik dan mana yang cuma pura-pura baik!" ucap Langit.


Anak ini memang keras kepala kalau dibilangin! batin Raya.


...To be continued....


...Terima kasih sudah membaca....


...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...

__ADS_1


...See you di next chapter....


__ADS_2