Rintik Dan Garis Takdir

Rintik Dan Garis Takdir
Rintik Dan Garis Takdir - 13. Luna Berulah Lagi?!


__ADS_3

...Hallo guys?...


...Happy reading. Semoga suka....


...*...


...*...


...*...


...Rintik Dan Garis Takdir - Luna Berulah Lagi?!...


Rintik dan kedua sahabatnya pun memasuki kelas mereka.


"Tumben masih sepi?" ucap Embun saat melihat kondisi kelas masih kosong melompong.


"Iya nih, padahal udah siang loh," ucap Mentari memasuki kelasnya.


"Rintik!" seru semua teman-temannya yang ternyata pada sembunyi dibawah meja.


"Astaghfirullah!" ucap Rintik dan kedua sahabatnya kaget.


"Ada apa ini?" tanya Rintik binggung.


"Rin, kita semua minta maaf karena udah ikut-ikutan salahin lo kemarin," ucap Naufal, ketua kelas.


"Iya Rin, maafin kita ya? Janji deh gak salahin lo lagi kalau ada apa-apa sama si tukang tipu itu!" ucap Tyo, wakil ketua kelas.


"Maafin kita ya Rin," seru teman-temannya memohon.


"Ini ada bunga dari kita semua sebagai permintaan maaf kita," ucap Dita, sekretaris kelas.


"So sweet. Makasih ya? Jadi makin sayang deh sama kalian semua," ucap Rintik.


"Aaa...kita juga sayang sama lo Rin," ucap teman-temannya.


"Pokoknya kedepannya kita gak boleh kaya gini lagi! Sama temen sekelas harus saling dukung dan kompak selalu!" ucap Naufal.


"Siap!!"


"Jangan gampang percaya sama akun lambhe dhower lagi!" seru Tyo.


"Jangan gitu dong Yo! Gak semua berita lambhe dhower gak bisa di percaya! Gue selalu admin nya jadi gak enak nih!" ucap Sari, admin lambhe dhower.


"Oh, jadi lo yang upload berita itu!?" ucap Embun murka.


"Eh, bukan gue Mbun. Tapi di Talitha anak IPS 3 tuh," ucap Sari.


"Oh, si Talitha. Awas aja tuh anak ya!!" ucap Embun penuh tekat.


"Jangan lo apa-apain Mbun. Kita kan cuma disuruh post aja kalau ada berita hot!" ucap Sari.


"Siapa yang kirim berita itu?" tanya Embun.


"Gue gak tau nama aslinya tapi akun dia namanya mawar bulan 67," ucap Sari.


"Wah, harus dicari nih yang namanya mawar bulan 67 ini! Meresahkan orang!" seru Tyo.


"Harus itu!" seru mereka setuju.


Sedetik kemudian suasana yang tadinya haru menjadi senyap seketika saat mereka mendengar suara high heels milik Bu Zura yang semakin mendekati kelas mereka.


"Ada Bu Zura! Amankan diri masing-masing!" seru Tyo membuat teman-temannya duduk di kursi masing-masing termasuk Rintik dkk.

__ADS_1


...***...


Kini Rintik dan kedua sahabatnya sudah bisa bernapas lega setelah jam pelajaran Bu Zura selesai. Mereka saat ini mereka tengah berada di kantin.


"Akhirnya pelajaran yang sangat mematikan berakhir juga! Mana tadi waktu kerja ulangan dilihatin mulu sama Bu Zura!" ucap Embun meminum es teh miliknya.


"Gak akan pernah berakhir Mbun! Besok aja kita masih ada matematika!" ucap Rintik.


"Matematika tuh aslinya seru banget tau!" ucap Mentari.


"Iya seru kalau tau rumus-rumus nya. Kalau enggak kan ya sama aja susah!" ucap Embun.


"Bener itu kata Embun! Susah kalau gak tau rumusnya!" ucap Rintik.


"Ya makanya kalian belajar sambil hafalin rumusnya! Jangan waktu mau ulangan sama tes aja yang di hafalin nya!" ucap Mentari.


"Iya Mentari ku," ucap Rintik.


"Aku kan Mentarinya dia, bukan kamu Rin!" ucap Mentari.


"Halah, dia siapa sih? Kaya punya aja lo Tar-Tar," ucap Embun.


"Emangnya punya! Baru tau ya?" ucap Mentari.


"Siapa?" tanya kedua sahabatnya kompak.


"Kepo kalian!" ucap Mentari lalu senyum-senyum sendiri.


"Dih, malah senyum-senyum gak jelas!" kesal Embun.


"Tau nih si Tari main rahasia-rahasiaan deh!" ucap Rintik.


"Hehehe... nanti kalau kalian tau malah gawat! Mulut kalian kan gak bisa di jaga!" ucap Mentari.


"Ish, Tari mah..suka bener kalau ngomong deh," ucap Rintik.


"Iya Tar, kita janji gak cepu," ucap Rintik bersungguh-sungguh.


"Oke, aku bakal kasih tau tapi gak disini dan sekarang!" ucap Mentari.


"Yah, ya udah deh gapapa, kita tunggu kejujuran kamu Tar!" ucap Rintik.


"Iya-iya. Udah tuh makan! Keburu gak enak!" ucap Embun.


Suasana kantin menjadi ricuh ketika Luna datang ke sana. Dengan tanpa rasa bersalah Luna menghampiri meja Rintik dan sahabat-sahabatnya.


Brak!


"Uhukk! Uhukk!" Rintik dan kedua sahabatnya kaget karena suara gebrakan itu.


"Lo semua kan yang udah sebarin video itu?!" tanya Luna to the point.


Embun mengebrak meja marah, karena Luna kegiatan mengisi perutnya menjadi terusik.


"Heh, dateng-dateng main tuduh-tuduh aja lo!" marah Embun.


"Gimana gue gak marah?! Gara-gara lo semua Langit jadi marah sama gue!" kesal Luna.


"Itu salah kamu sendiri! Ngapain pake palsuin hasil lab segala hanya demi Langit aja!" ucap Rintik.


"Kalau mau caper masih ada cara lain. Jangan pake cara kotor dong!" ucap Mentari.


"Kehabisan ide ya buat caper sama Langit? Sampai tega-teganya fitnah sahabat gue?!" sindir Embun.

__ADS_1


"Lo!!!" geram Luna marah.


Namun sesaat kemudian wajahnya berubah memelas kepada mereka.


"Aku kesini kan cuma mau minta maaf sama kalian kenapa kalian malah marahin aku," ucap Luna berhasil membuat Rintik dan kedua sahabatnya melotot kaget.


Langit yang sedang berjalan menuju kantin bersama sahabat-sahabatnya memilih abai dan pura-pura tak melihat saat melewati meja Rintik.


Sialan! Kenapa Langit malah diem aja sih?! Mana yang lain juga pura-pura gak lihat! batin Luna.


Rintik dan kedua sahabatnya tau maksud Luna pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang balik Luna.


"Aduh Luna, kita bukannya marah-marah tapi ngasih tau kamu. Supaya kamu gak kaya gitu lagi! Yang rugi bukan hanya kamu loh! Tapi Rintik juga!" ucap Mentari.


"Iya loh, semuanya juga tau kok kalau kita gak marah-marah sama lo! Iya kan semuanya?" tanya Embun kepada seluruh siswa-siswi yang berada di kantin.


"IYA BENER TUH!" seru mereka setuju.


Sialan! Kenapa jadi gini sih?! Gak bisa dibiarin ini! Aku harus pergi dari sini sebelum mereka hujat aku! batin Luna.


Luna pun langsung pergi dari sana sebelum dirinya dihujat habis-habisan oleh teman-temannya yang kini membela Rintik.


"Huuu!!!"


"Langsung pergi orangnya," ucap Rintik.


"Iya lah udah kalah terus pergi deh!" ucap Embun lalu duduk kembali.


"Takut sama kamu juga tuh Mbun!" ucap Mentari.


Tak sengaja tatapan Rintik dan Langit bertemu ketika Rintik akan duduk kembali. Langit menatapnya sampai tak berkedip membuat Rintik binggung mengartikan tatapan Langit untuk nya.


Langit kenapa ya lihatin aku gitu banget? Apa ada yang aneh sama aku? batin Rintik.


Rintik melihat dirinya sendiri dan tak ada yang aneh pada dirinya. Gak ada yang aneh kok! pikirnya.


"Eh, Rin lihatin apa sih?" tanya Embun.


"Hah? Enggak kok gak lihatin apa-apa," jawab Rintik.


"Oh, ya udah makan tuh!" ucap Embun.


Langit terus memandangi Rintik yang sedang makan mie pedas Mang Salim.


"Udah gak usah dilihatin mulu! Nanti bola mata lo lepas yang ada!" ucap Cakrawala.


"Gue gak lagi lihatin dia!" ucap Langit.


"Tatapan lo gak bisa bohongi itu!" ucap Haekal.


Alam tersenyum miring. "Lo, lihat sendiri kan sekarang. Siapa yang baik dan siapa yang jahat sebenarnya?!"


"Dua-duanya sama jahat! Gak ada bedanya!" ucap Langit.


"Ya, terserah lo! Nanti tau sendiri nyesel lo!" ucap Alam.


"Gak ada kata penyesalan dalam hidup gue!" tegas Langit lalu beranjak pergi.


"Penyesalan pasti akan ada! Sekarang aja lo belum nyesel makanya gak ada rasa penyesalan dalam hidup lo!" ucap Alam.


...To be continued....


...Terima kasih sudah membaca....

__ADS_1


...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...


...See you di next chapter....


__ADS_2