Romansa Nakal

Romansa Nakal
Reuni (2)


__ADS_3

"Selamat pagi," ucap Yuna ketika melihat Saga membuka mata. Alis pria itu berkerut, dia tidak mengerti kenapa Ibu tersayangnya berada di rumah sakit.


"Bunda, di mana Lizzy?" tanya Saga sejurus kemudian.


"Oh dia sedang memiliki urusan makanya minta Bunda untuk merawatmu hari ini kau akan diperiksa," jelas Yuna.


"Ke mana? Kok aku tak diberi tahu." Saga berkata ketus.


"Dia bilang kau sudah memberitahunya semalam jadi Lizzy langsung pergi." Yuna kembali menjawab.


"Benarkah? Aku tak ingat itu."


"Jangan marah, lebih baik kau sarapan." Saga menghembuskan napas kasar seakan memprotes pinta dari Bundanya tapi karena tak mau mengecewakan Yuna dia menurut.


Di sisi lain, Lizzy berada di rumah Jasmine. Dia sedang sibuk membaca buku milik sahabatnya yang sejak SMA itu sementara tuan rumah datang sembari membawa makanan ringan.


"Aku senang kau mengubah keputusanmu. Reuni ini pasti akan menyenangkan," kata Jasmine bersemangat.


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Lizzy.


"Cuma firasat saja." Jasmine terkekeh. Dia lal duduk di samping sambil memberikan sekaleng minuman soda.


"Lizzy, kau yakin mau bertemu dengan dia?" Jasmine bertanya dengan serius.


"Aku khawatir denganmu," lanjutnya.


"Tidak apa-apa aku tidak takut bertemu dengan dia." Lizzy menjawab cepat.


"Bukan itu, kau dan dia memiliki permasalahan yang rumit kalau aku mengingatnya aku sangat kesal tapi kenapa tiba-tiba kau ingin bertemu?" Ekor mata Lizzy lalu melirik Jasmine sejenak.


"Dia berhutang maaf padaku."


❤❤❤❤


Malam tiba. Memakai baju berwarna navi dengan kardigan berwarna coklat muda, dipadukan celana denim Lizzy menghadiri acara reuni.


Jasmine memakai kemeja ungu muda ditambah rompi berwarna putih juga aksesoris tas kecil mendampingi sang sahabat agar membaur dalam kerumunan orang-orang yang ikut reuni.


Mereka lantas mendekati meja mengambil minuman untuk mereka minum. "Lizzy?" tanya seorang wanita setelah mendekati mereka berdua.

__ADS_1


"Ya," balas Lizzy singkat.


"Hai! apa kabar? Kau makin cantik saja." Lizzy tidak membalas, dia menatap wanita itu dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Kau tidak tahu siapa aku?" Ia menggeleng.


"Ini Putri Arum, ketua osis." Jasmine dan Lizzy sama-sama membentuk huruf o. Mereka tidak begitu mengenal dikarenakan perubahan yang besar.


Di SMA putri arum dikenal sebagai perempuan pintar, taat agama dan galak. Penampilannya saat itu selalu dengan jilbab, selalu sholat lima waktu tapi sekarang sangatlah berbeda. Jauh berbeda.


"Bagaimana kabar kalian? Lama sudah tak bertemu." ucap Putri sekali lagi.


"Kami baik. Kau juga berubah banyak begitu cantik." Jasmine memuji.


"Terima kasih, eh ayo berkumpul dengan yang lain mereka ada di sana." Lantas Lizzy dan Jasmine segera mengikuti Putri. Siapa tahu mereka bisa bertemu dengan mantan pacar Lizzy.


"Semuanya lihat siapa yang datang." sontak semua orang memandang ke arah Putri dan menampakkan ekspresi yang berbeda.


Wajah yang datar beserta mata memutar bosan adalah hal pertama yang dicermati oleh Lizzy namun dia juga tak ambil pusing.


"Lizzy, Jasmine, bagaimana kabar kalian? Lama tak berjumpa, ayo duduklah bersama kami," sapa seorang lelaki memakai jaket denim.


"Terima kasih, bagaimana kabar kalian?" tanya Jasmine.


"Baik. Jadi selama beberapa tahun ini kalian sudah melakukan apa saja? Kita sudah lama loh nggak ketemu." Sebagai seorang yang bisa akrab dengan siapa saja, Jasmine membuka suara bercerita tentang kehidupan dan pekerjaan yang dilalui.


Tapi tidak dengan Lizzy, wanita itu melihat ke sana kemari sambil mengecek ponselnya beberapa kali. "Lizzy kok diam saja? lagi cari siapa?" tanya putri.


"Kalian lihat Rama?" Lizzy balik bertanya dengan tenang. Seketika tatapan orang berubah tajam mengintimidasinya.


"Rama? Tentu dia ada di-"


"Kenapa kau tiba-tiba mau bertemu dengan dia? Mau rayu dia ya? Nggak tahu malu banget sih!" sinis seorang wanita.


"Jaga mulutmu!" tegur Jasmine. Ia tak terima dengan ucapan sembarangan seorang wanita yang tidak mengenal sahabatnya itu.


"Siapa tahu, kan? Padahal dia sudah melakukan perbuatan buruk kepada Rama tapi masih saja berusaha mengganggunya," ketus wanita itu lagi.


"Asal kau tahu saja Rama akan menikah dengan Anggun, pacarnya setelah putus darimu dan mereka sangat bahagia." seorang teman pria menambahkan.

__ADS_1


"Memangnya aku peduli?" sela Lizzy kesal.


"Mau Rama nikah sama Anggun atau sama yang lain bahkan dia mati itu juga bukan urusanku, kenapa kau yang sewot sih? Di mana Rama?" Lizzy mengulang pertanyaanya.


"Dia bergabung dengan teman-temannya. Di sana." Selekas putri menjawab, secepat itu pula Lizzy pergi.


"Kau keterlaluan sekali Nita, masalah itu sudah lama sekali selesainya dia juga yang minta maaf kepada Rama," protes Putri.


"Nita? Kau Nita Anulika?" tanya Jasmine tidak percaya.


"Wanita yang menikah dengan pejabat ya?!" lanjut wanita itu dengan sengaja ia meninggikan suara agar semua orang mendengar.


Nita membulatkan mata, tatapan matanya mengancam Jasmine tapi mulut cerewet perempuan yang berprofesi sebagai psikiater tersebut tidak bisa diam.


"Kenapa melotot begitu? Aku tidak salah, kan?" Jasmine lalu mengeluarkan ponsel. Mengambil foto dirinya sendiri lalu mendekat.


"Ayo kita berfoto, aku mau posting di instagram siapa tahu banyak like." Wanita itu mencoba merangkul Nita namun ditepis. Belum sempat membuka suara, Nita sudah pergi dulu sedang Jasmine tersenyum puas.


Pasalnya Nita sekarang diincar oleh wartawan dan netizen, bukan karena dia istri pejabat melainkan sebab menjadi orang ketiga dalam rumah tangga si pejabat dan mantan istri dari pejabat tersebut dengan kata lain ia adalah selingkuhan.


Bayangkan jika Nita diketahui keberadaannya maka sekolah ini pasti ramai. "Kenapa kau senyum seperti itu? Apa ada yang salah?"


"Ya, ada yang lucu." Jasmine kemudian menegak minuman sirup lalu beranjak pergi. Sedang dari balik pintu, muncul sosok seorang pria dengan plester di kepala. Kendati memakai kaus oblong dipadukan jacket berwarna coklat gelap dan celana denim dia terlihat keren.


Pandangan mata menelusuri orang-orang disekitar seperti mencari. Pria itu lalu mendecak sebal dan mendekat pada wanita yang tak jauh darinya. "Permisi mbak," ucap si pria.


Ia tak diberi perhatian namun melanjutkan. "Mbak kenal Lizzy?" wanita itu mendecak, dia memalingkan wajah agar bisa marah pada pria yang tak dikenal tapi ketika tahu jika pria itu tampan, kekesalannya langsung menguap berganti senyuman.


"Maaf saya nggak dengar, tanya apa dari tadi?"


"Apa mbak kenal Lizzy?" ulang si pria.


"Wah mas, yang namanya Lizzy itu banyak di sini." Pria itu bergumam sebentar.


"Nama lengkapnya Lizzy Grace." Nita---wanita yang ditanyai mendengus mendengar nama tersebut.


"Kalau boleh tahu anda siapanya Lizzy?" Pria asing itu tersenyum.


"Saya suaminya Lizzy."

__ADS_1


__ADS_2