Romansa Nakal

Romansa Nakal
Ayah Mertua Curiga


__ADS_3

Disinilah mereka berdua. Berada di taman belakang sambil disuguhi teh hangat tapi suasana di antara mereka sama sekali tak bersahabat. Mahendra menatap sinis ke arah Gail yang lebih memperhatikan sekeliling.


"Taman di rumah ini sangatlah indah," komentar pria itu jujur.


"Mau apa kau ke sini?" Mahendra bertanya dengan nada datar. Sebisa mungkin dia mencoba untuk tidak meluapkan emosi meski di dalam hati mulai panas.


Gail memberikan senyum tipis. "Bukankah saya sudah menjelaskannya pada anda? Saya temannya Lizzy, kami bertemu di sebuah acara. Waktu itu kami bertemu dan dia memberikan tupperware ini karena waktu itu Lizzy ingin aku menilai makanannya."


Pria itu sudah jelas berbohong. Gail langsung tahu tatapan Mahendra, mencurigainya sebagai seorang penghalang. "Aku tak percaya kalau kau cuma teman," ujar Mahendra sembrono.


"Jadi anda menganggap kalau menantu anda berselingkuh, begitu?" Gail menyahut mencoba memancing emosi Ayah Saga.


"Sembarangan!" hardik Mahendra. "Lizzy menantu kesayanganku tidak akan berbuat serendah itu! Dia baik dan penurut sama suaminya!"


Tawa Gail hampir saja meledak mendengar kalimat pujian yang terlontar dari mulut Mahendra. Baik dan penurut katanya? Dia belum melihat tampang Lizzy yang sebenarnya. Gail jadi kasihan pada pria di hadapannya sekarang.


"Dengar ya aku tidak tahu siapa kau dan hubungan apa kau dengan menantuku, tapi jangan coba kau menggoda Lizzy! Dia sudah punya suami. Jika kau melanggar batas yang ditentukan maka aku tak segan-segan melakukan sesuatu padamu, paham?!" bentak Mahendra. Suaranya lantang terdengar namun sekali lagi Gail tidak terintimidasi malah pria itu membalas dengan tatapan penuh emosi.


"Tuan dari pada anda membentak orang lain dan ngomong sesuatu yang tak jelas lebih baik anda harus mengawasi putra anda dulu. Apa dia baik kepada Lizzy? Apakah benar dia setia pada menantu kesayanganmu?" Mahendra mengkerutkan dahi.


"Apa maksudmu?"


Gail menyeringai. "Sepertinya anda sama sekali tidak tahu bagaimana putra anda sampai-sampai menutup mata karena kasih sayang yang berlebihan."


"Omong kosong! Aku tahu bagaimana putraku! Seluk beluknya hidup Saga aku sangat mengenalnya!"


"Kalau begitu anda tahu dong soal mantan kekasih Saga." Mahendra membeku sedang Gail tersenyum puas. Matanya lalu melihat sosok laki-laki yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Saya pamit dulu Tuan katakan pada Lizzy makanannya sangat enak." Gail lalu berdiri dan berjalan mendekat pada pria yang kini memandangnya tajam.


"Halo Tuan Saga kita bertemu lagi," sapa Gail kepada Saga.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa ada di sini? Dan kau bicara apa dengan Ayahku?" tanya Saga.


"Kenapa tidak kau tanyakan saja pada Ayahmu langsung?" Gail berbalik menantang. Emosi Saga mulai naik tiap kali bersua dengan Gail rasanya selalu saja panas bahkan ketika pria itu diam saja.


"Oh ya tolong titip salam pada Lizzy, aku sebenarnya ingin menunggu tapi karena tidak enak sama keluarga kamu jadi aku pergi saja." Belum sempat melangkah Saga langsung menarik Gail di bagian kerah.


"Ini adalah terakhir kalinya aku melihatmu ada di sini! Jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di rumahku!" ancam Saga. Matanya melotot marah ke arah pria itu.


"Menurutmu aku suka berada di sini? Tentu saja tidak! Lepaskan!" Sekali Gail meronta, tangan Saga terlepas begitu saja.


"Saya pamit dulu Tuan Saga." Kali ini Gail benar-benar pergi tanpa melihat ke belakang.


"Saga!" panggilan dari Ayahnya yang terdengar seperti bentakan membuat pria itu menoleh. Tatapan tajam dari Mahendra menciutkan nyali pria itu sampai-sampai dia tak mampu memandang balik.


"Ke ruang kerjamu sekarang!" perintah Mahendra segera dipatuhi. Saga berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Mahendra dari belakang.


Sampai di sana, Mahendra menutup pintu sekaligus menguncinya dari dalam. Saga lalu duduk berhadapan dengan Ayahnya dan keduanya cukup lama diam.


"Saga, dari tadi itu siapa? Kenapa dia diberikan Lizzy makanan segala?" tanya Mahendra menyelidik.


"Lihat Ayah!" Saga sontak mengangkat kepala. "Benar dia cuma teman?" tanya Mahendra sekali lagi.


"Benar!" jawab Saga spontan. Dia berusaha untuk memaksakan diri untuk menatap sang Ayah. Semua ini untuk kebaikan dirinya.


"Hmm, Ayah sama sekali tidak mengerti kenapa Lizzy membawakannya makanan? Ayah tak suka dengan dia! Mulai hari ini perhatikan istrimu dan dia juga, kau tak boleh membiarkan si Gail itu mendekati Lizzy bisa-bisa dia merayunya!" Dalam diam Saga bernapas lega. Setidaknya Ayahnya tidak menaruh curiga.


"Dari tadi Ayah juga sempat berbincang kepada dia. Dia bilang aku harus mengawasimu dulu sebelum curiga padanya. Dia juga menyebutkan tentang mantan pacarmu!" Degup jantung Saga kembali berpacu.


"Apakah kau masih berhubungan dengan perempuan itu?" tanya Mahendra dingin.


"Ee, Ayah itu--"

__ADS_1


"Ingat apa yang kita bicarakan sebelum kita menikah?" Mahendra memotong pembicaraan dan sebagai balasan Saga mengangguk.


"Aku tidak suka dengan sikap Crystal! Waktu itu aku mencoba mengerti tapi dia benar-benar tidak bisa aku toleransi! Dia tak pantas untuk jadi menantu di keluarga kita!" Saga diam saja mendengar ucapan Mahendra, tidak ada sanggahan yang keluar dari bibirnya.


Padahal di masa lalu Saga akan terus membantah perkataan Mahendra tentang Crystal. Hal ini juga disadari oleh Ayahnya. Tampaknya pernikahannya dengan Lizzy memberikan banyak dampak yang baik.


"Jika Ayah mendapat berita kau berselingkuh dengan Crystal dan menyakiti hati menantuku! Aku akan mencoretmu dari kartu keluarga. paham?!" Saga hanya menggumam ya sebagai jawaban.


"Sekarang di mana Lizzy? Dari pagi sampai sekarang Ayah belum melihatnya."


"Dia sedang ada di rumah orangtuanya. Kata Bunda mau minta maaf," jawab Saga sekenanya.


"Oh, baguslah kalau begitu mudah-mudahan hubungan Lizzy dengan keluarganya membaik." Baik Mahendra dan Saga sama-sama diam. Keduanya saling berpandangan dengan canggung.


"Kenapa kau masih diam di situ? Pergi ke kantor, pekerjaanmu menumpuk di sana!" Saga otomatis undur diri lalu bergegas keluar meninggalkan Mahendra sendirian.


Saat itulah pria paruh baya itu mengeluarkan ponsel, menekan beberapa tombol lalu mengarahkan ke telinga. "Halo dengan jasa Big D, ada yang bisa saya bantu?"


"Yah aku ingin jasa spesial." Mahendra menjawab lugas.


"Baik Tuan, bisa minta ID aplikasi anda?"


"CF2091768."


"Ok Tuan Mahendra selamat datang di jasa spesial Big D. Jasa apa yang anda inginkan?" tanya seorang costumer sevice dibalik telepon dengan nada sopan.


"Jasa pemberi informasi dan mata-mata."


"Baik Tuan. Kalau boleh tahu siapa saja target anda?"


"Putraku Saga dan istrinya Lizzy. Mantan pacar Saga, Crystal serta Gail, temannya menantuku," jawab Mahendra.

__ADS_1


"Baik kalau begitu kami akan secepatnya memproses. Untuk privasi kami tidak akan membocorkan data anda sebagai user kami dan pembayaran bisa dilakukan setelah anda mendapat informasi yang Tuan perlukan. Terima kasih sudah menggunakan jasa kami dan selamat pagi."


Mahendra menutup telepon dan menghembuskan napas panjang. Dalam hati dia menyesal karena sudah mencurigai Lizzy akan tetapi Mahendra harus tahu apa yang disembunyikan oleh menantunya itu.


__ADS_2