Romansa Nakal

Romansa Nakal
Menentukan


__ADS_3

"Bunda senang ada orang baik yang mau membantumu." Yuna menyahut setelah Lizzy bercerita tentang kejadian tadi.


"Iya Bunda, untung saja kalau tidak pasti aku jadi pusat perhatian," celetuk Lizzy seraya mengambil irisan buah apel. Rasa manis membuat wanita itu berlama-lama mengunyah.


"Oh ya sayang, hari ini Bunda akan pulang ke rumah." Tangan Lizzy berhenti bergerak. Tatapannya menatap lekat pada Ibu mertuanya.


"Loh kok tiba-tiba sih? Aku masih ingin Bunda ada -di sini buat teman ngobrol," protes Lizzy.


"Bunda minta maaf tapi ini keputusan Ayah. Bunda bisa apa?" jawab Yuna. "Tapi tenang saja Bunda akan sering berkunjung kalau punya waktu."


Lizzy awalnya merengus sebelum akhirnya menghembuskan napas panjang. "Baiklah tapi janji ya."


Yuna mengganggukan kepala senang. "Kalau begitu Bunda akan siap-siap dulu."


"Biar aku bantu Bunda," ujar Lizzy ikut berdiri ingin membantu Ibu mertua. Di sisi lain Saga terus disibukan dengan pekerjaannya, karena beberapa hari tidak pernah masuk kantor.


Awalnya ia mengira kakaknya yang baik hati dan tidak sombong akan memudahkan tugasnha namun sayang Ferdinan tidak terlalu ambil pusing. Mungkin karena melihat Saga dan Crystal berdua waktu itu.


Menghembuskan napas panjang Saga menyandarkan punggung ke kursi. Baru selesai setengah tapi tenaganya sudah terkuras habis. Bagaimana bisa Saga menyelesaikan semua ini sekarang?


Ketukan pintu membuyarkan lamunan. Sekretarisnya bernama Dian berjalan masuk dengan tampang ragu. "Pak, ada tamu." Dian berkata pelan.


"Bilang sama tamunya aku sedang sibuk, aku tak punya waktu!" balas Saga kesal.


"Tapi tamunya ingin ketemu sama Pak Saga, kalau tidak nanti dia buat keributan." Perhatian Saga kini teralihkan kepada Dian.


"Tamunya Nona Crystal," bisik Dian lagi.


Saga sontak berdiri. Buru-buru ia keluar dan menemukan kekasih gelapnya itu tengah berdiri di depan kantor membelakangi Saga.


Crystal membalikkan badan dan tersenyum saat Saga datang menghampiri. Sebelum sempat mengucap satu kata, wanita itu langsung ditarik menuju pintu keluar.


"Kau sedang apa di sini?" tanya Saga masam.


"Tentu menemuimu. Aku ingin tahu bagaimana keadaan kekasihku. Apa kau tidak merindukanku?" tanya Crystal manja. Dia berusaha mendekat dan mencoba melingkarkan lengan di pinggang Saga.

__ADS_1


Crystal meminta sebuah ciuman tetapi Saga memalingkan wajah. "Cepatlah pergi dari sini. Aku tidak mau kau dilihat oleh Ayah atau pun Kakakku," pinta pria itu.


"Tapi aku kangen!" tekan Crystal. "Sudah beberapa minggu kita tidak bertemu karena selalu ada saja yang menghalangi atau apa kau tak mencintaiku lagi?"


"Apa maksudmu?! Tentu aku mencintaimu!"


"Bohong!?" hardik Crystal. "Kamu pasti sudah diguna-guna sama perempuan itu, kan? Makanya sifat kamu berubah?!"


"Ok, ok maafkan aku. Aku yang salah ok? Kita nanti bertemu saat aku pulang kerja," pinta Saga. Crystal yang awalnya muka masam langsung manja.


"Sungguh?"


"Iya,"


"Kau akan bersamaku sampai besok?" tanya Crystal lagi. Saga tidak menjawab, berpikir untuk menjawab ya atau tidak.


"Kenapa diam? Kau tak mau menghabiskan waktu denganku?" Saga terhenyak. Dia langsung menggeleng.


"Bukan seperti itu, baiklah hari ini aku pulang bersamamu." jawab Saga. Crystal tersenyum, dipeluknya tubuh sang kekasih sekaligus mencium pipi.


"Terima kasih sayang. Kalau begitu aku tunggu kamu setelah pulang kerja."


❤❤❤❤


"Loh Ayah pulang sendiri. Mana Saga?" tanya Yuna.


"Dia masih bekerja. Katanya mau lembur karena banyak sekali file yang tertunda karena kecelakaan waktu itu." Mahendra menjawab tenang.


"Yah Padahal Bunda mau pamitan sama Saga."


"Bunda bisa, kan telepon dia. Ayo kita pergi." Mahendra lalu beralih pada pelayan yang memasukkan kopernya di dalam bagasi mobil.


"Lizzy, Bunda pamit dulu ya," katanya pada Lizzy. Dia menarik wanita muda itu mendekat dan membisikkan sesuatu. "Jaga Saga baik-baik ya. Jangan sampai Crystal merebutnya darimu." Lizzy terperanjat namun dengan tenang ia mengangguk.


Mobil Mahendra kemudian pergi dari kediaman Saga. Bisa terlihat Yuna melambaikan tangan dari dalam mobil. Lizzy hanya memberikan senyuman sebagai balasan kemudian masuk ke rumah.

__ADS_1


"Nyonya makan malam sudah siap," ujar seorang pelayan kepada Lizzy.


"Nanti saya ke sana." Lizzy menyahut singkat. Ponsel segera diambil oleh Lizzy lalu mencari Saga dengan nama kontak Pria Mesum. Tidak butuh waktu untuk berpikir, dia segera menelepon.


Siapa tahu Saga butuh makanan di kantor. "Halo?" kening Lizzy terlipat. Ia tahu suara wanita di seberang telepon.


"Crystal? Kenapa kau yang mengangkat telepon?" tanya Lizzy. Crystal tertawa.


"Ya jelas, Saga bersamaku sekarang. Kenapa? Cemburu ya?"


Lizzy mendecih. Dari dulu sampai sekarang Lizzy tak pernah sekalipun cemburu pada pasangan yang tak tahu malu itu. "Aku mau bicara dengan Saga. Di mana dia?"


"Dia punya banyak urusan, tak usah ikut campur!" kata Crystal sinis.


"Ikut campur? Hei aku ini istrinya! Wajar kalau aku mau tahu apa yang dilakukan suamiku sekarang. Di mana dia?!"


"Kalau aku tak mau memberitahumu ya sudah jangan paksa!" Telepon ditutup membuat kekesalan Lizzy memuncak. Segera dia menelepon Ryan meminta agar mengecek di mana keberadaan Saga.


Lizzy pun segera bersiap untuk pergi. "Nyonya mau ke mana?" tanya seorang pelayan. "Bukannya dari tadi-"


"Aku harus menjemput suamiku. Dia rupanya tersesat di jalan."


❤❤❤❤


Di sebuah kompleks sederhana nan ramai Saga berada di sebuah rumah Bibi Crystal. Malam itu mereka bertiga sedang asyik berbicang di sebuah makan malam. "Aku rasa aku tahu kenapa Crystal mempertahankanmu terlepas dari kau suka bercinta dengan banyak wanita. Kau memang memiliki suatu pesona tersendiri."


Saga tertawa kecil. "Aku anggap itu sebagai pujian. Terima kasih!" Crystal mengembangkan senyuman. Tampaknya Bibi akan merestui hubungan dia dan Saga.


"Ah nasinya sudah habis. Aku akan mengambilnya lagi." Crystal bergegas berdiri menuju dapur. Ia berharap bahwa Saga serta Bibinya bisa lebih leluasa mengobrol.


"Jadi apa kau masih melakukannya?" tanya wanita paruh baya itu.


"Melakukan apa?" tanya Saga bingung.


"Pergi ke klub dan one night stand dengan wanita lain." Wanita bernama Veronica tersebut bisa melihat raut wajah Saga tak nyaman. "Saga, aku sadar sepenuhnya kalau Crystal bekerja sebagai PSK, kalian juga pertama kali bertemu di klub, kan?"

__ADS_1


Saga mengangguk sebagai jawaban. "Aku sangat menyayangi Crystal. Dia satu-satunya keluarga yang aku punya sekarang jadi aku tak mau dia terluka karena orang lain terutama kau Saga. Yah, dia memang memiliki perangai yang buruk tapi bagiku dia tetap keponakanku. Tak peduli bagaimana dengan sikap orang-orang melihat Crystal aku akan tetap berada di sampingnya."


Veronica lalu melipat kedua tangan di dada seraya menatap sinis ke arah Saga. "Jujur, aku tak suka padamu karena sifatmu itu. Kalau kamu masih mau dekat dengan Crystal maka rubahlah sikapmu."


__ADS_2