Romansa Nakal

Romansa Nakal
END (bagian 2)


__ADS_3

Saga akhirnya tiba setelah 30 menit menempuh perjalanan. Pemadam kebakaran telah tiba dan mencoba memadamkan api. "Dengan api sebesar ini mustahil jika ada orang yang selamat!" seru salah seorang anggota pemadam kebakaran.


"Padamkan apinya cepat, setidaknya ruangan depan haruslah padam supaya kita bisa masuk."


Saga berjalan melewati anggota pemadam kebakaran. Dia gusar tapi berusaha untuk tetap tenang setidaknya sampai bertemu dengan sopirnya. Menyusuri beberapa orang yang sedang memperhatikan pemadam kebakaran, sampailah dia menemukan supirnya dan Ade.


Tampak wajah kalut sedang Ade tertunduk lesu dengan mata sembab. "Apa Lizzy sudah ditemukan?" tanya Saga cemas.


Ade menggeleng pelan. "Tuan, banyak orang yang keluar dari pintu tapi sepertinya nyonya terjebak karena orang-orang berdesakan."


Saga makin panik. Dia berusaha menerobos kumpulan orang termasuk beberapa polisi yang berjaga. Sontak mereka langsung menahan pria itu sebab berbahaya.


"Lepaskan! istri saya ada di dalam!" teriak Saga frustasi. Dia memberontak hebat tapi kalah jumlah dengan beberapa polisi yang menahannya.


"Bahaya Pak, tolong ikuti perintah kami!" sahut seorang polisi dengan tegas.


"Tapi bagaimana dengan istri saya? Dia masih bisa terjebak di dalam sana...." Saga memberi jeda, air matanya kini turun tanpa henti mengingat dia belum jujur kepada Lizzy. "Saya takut pak," sambungnya. Tubuhnya bergetar menahan tangis hingga kakinya tak kuat menompang tubuh sendiri. Beruntung polisi itu tersebut dengan cepat menahan Saga lalu membuatnya duduk tepat di samping Ade.


Wajah Saga tampak lemas tatapannya berubah kosong. "Sabar ya pak petugas pemadam kebakaran sedang berusaha, semoga istri anda baik-baik saja." Setelahnya polisi tersebut berjalan menjauh


"Semua akan baik-baik saja," ucap Ade tiba-tiba.


Saga menggeleng, "Aku tak bisa berpikir jernih sekarang. Seharusnya aku bersikeras mengajaknya makan siang kalau aku tahu semuanya begini...." Saga tidak bisa berkata apapun selain isakan pelan terdengar dari mulutnya.


"Aku juga seharusnya tidak meninggalkan kakak di sana sendirian. Aku harusnya memaksa pergi tapi aku tidak melakukannya." Ade pun ikut menyesal akan pertengkaran kecil di antara mereka. "Tapi aku yakin, kakak pasti akan selamat."


"Kau tak lihat apinya besar tidak ada jalan lain untuk keluar baik pintu masuk ataupun belakang, semuanya lenyap!" ujar Saga dengan kesal.


"Aku yakin kakak pasti baik-baik saja. Firasatku mengatakan seperti itu, setelah apinya padam mereka akan masuk semoga saja mereka menemukan kakak."

__ADS_1


Masih terduduk lemas keduanya memperhatikan beberapa pemadam berusaha memadamkan api. Sementara yang lain sudah mulai masuk dan mengevakuasi korban dari tempat makan.


Beberapa kantong mayat berisi jenazah korban yang tidak selamat diletakkan satu baris. Saga menatap miris satu per satu mayat yang dibopong keluar. Berharap bahwa salah satu dari mereka bukanlah Lizzy.


Segera dia bangkit menghampiri kapten pemadam kebakaran. "Pak saya mohon tolong izinkan saya masuk ke dalam. Saya ingin melihat istri saya."


Kapten pemadam kebakaran mengembuskan napas kasar, "Maaf pak tapi akan sangat berbahaya untuk masuk ke dalam, saya baru menerima laporan bangunan ini bisa saja ambruk karena pondasinya tidak kuat. Saya juga tidak bisa mengutus sembarangan orang untuk masuk."


"Tapi pak saya hanya ingin ketemu istri saya. Saya bakal keluar kalau saya bertemu dengan dia, hanya sekali ini pak." Saga memohon dengan nada minta dikasihani. Bersujud akan dia lakukan demi bertemu Lizzy.


Tampak kapten pemadam kebakaran bimbang apalagi saat melihat Saga tertekan. "Baiklah saya akan membuat pengecualian asal Bapak bisa bekerja sama dengan kami, patuhi juga peraturan yang ada."


"Terima kasih Pak." Saga kemudian berdiri sembari menjabat tangan lalu menuju mobil pemadam untuk memakai baju pelindung.


"Hubungi keluarga Paman, aku akan hubungi keluarga kakak Lizzy." Ade memerintah langsung kepada sopir. Kekhawatirannya makin menjadi-jadi apalagi saat melihat Saga sudah siap masuk ke dalam bangunan.


Bersama beberapa anggota anggota pemadam, Saga masuk ke dalam menemukan dua orang masih sibuk mematikan api di bagian dapur. "Semua sudah terkontrol ayo cepat cari korban, cari di setiap ruangan yang ada. Empat orang akan ke lantai atas yang lain sisanya bantu orang evakuasi."


Sampailah mereka di toilet wanita. "Hubungan darurat mengatakan mereka dihubungi oleh seorang wanita katanya ada yang terluka," ujar si pemadam kebakaran. "Semoga saja mereka masih selamat."


Diketuknya pintu sebentar namun tak ada jawaban dari dalam. Terpaksa ia harus mendobrak pintunya. Sekali, dua kali tidak berhasil barulah usaha ketiga pintu langsung terbuka lebar.


Keduanya terkejut mendapati banyak orang pingsan di tempat tersebut. Perhatian Saga langsung tertuju pada Lizzy yang juga pingsan. "Di sini banyak sekali orang yang selamat, bantuan medis dibutuhkan aku ulangi bantuan medis dibutuhkan!"


Setelah mendapat respon dari panggilan darurat, orang yang menemani Saga segera menuju ke toilet pria untuk melihat korban selamat. Bisa saja beberapa orang berlindung di sana juga.


Saga sendiri segera memeluk Lizzy. Dia sangat bersyukur istrinya tidak terluka. "Lizzy, bangunlah aku ada di sini."


Tidak ada respon bahkan saat Saga mengguncang tubuhnya. Dada pria itu bergemuruh. Segera dia mendekatkan telinganya ke arah hidung dan bibir. Sama sekali tidak terasa napas yang hangat keluar.

__ADS_1


Saga langsung meletakkan tangan di dadanya Lizzy kemudian memompa jantung dengan menekan tangan pada dada. "Ayo Lizzy bernapaslah aku mohon." Dia menghentikan aksinya sebentar guna memberikan napas buatan.


Dia lakukan itu terus menerus, berharap bahwa Lizzy akan sadar. "Jangan tinggalkan aku! Aku tidak bisa hidup tanpamu." Saga kembali dilanda gelisah terutama saat melihat tak ada respon dari Lizzy.


"Kita belum selesai, Lizzy. Aku belum tahu perasaanmu, aku juga belum memberitahumu soal Crystal hamil karena aku takut... aku takut kau akan meninggalkanku. Lizzy ayo bangun!"teriak Saga frustasi. Meski dalam tekanan yang berat Saga tetap memompa jantung Lizzy sekaligus memberikan napas buatan.


"Lizzy jangan pergi, aku mohon aku akan lakukan apa saja untukmu asal kau tidak seperti ini." Saga mulai menitikan air mata dan tetap berusaha memompa dada Lizzy.


Di sisi lain beberapa orang mulai masuk mengevakuasi korban selamat. "Kita butuh banyak orang di sini, segera hubungi rumah sakit akan ada banyak orang yang akan datang."


"Lalu bagaimana dengannya?" tanya salah seorang sambil menunjuk Saga.


"Bawa dia ke tempat aman." Tidak memiliki pilihan lain dua orang berjalan menghampiri Saga memintanya secara baik-baik untuk pergi.


"Pak biarkan para medis yang mengurus istri bapak."


"Tidak, istriku tidak bernapas aku harus membantunya dulu."


"Tapi Pak-" Suara gemuruh kembali terdengar, atap bangunan ambruk satu per satu. "Kita harus pergi dari tempat ini." Tiga pemadam kebakaran segera keluar dari toilet bersama dengan beberapa orang yang bisa mereka gapai tapi tidak dengan Saga.


Dia senantiasa berada di samping Lizzy hingga reruntuhan bangunan roboh menimpa mereka berdua. Dengan sekuat tenaga Saga menahan sebuah bongkahan dinding yang berat menggunakan tubuh guna melindungi istrinya.


Badan Saga mati rasa sekarang bahkan tak peduli jika kucuran darah mulai menetes dari kepalanya. Semua itu dilakukan demi Lizzy. "Kalau kau tidak bangun juga baiklah aku akan menyusulmu. Kemana pun kau pergi aku ikut."


Saga menunduk masih dengan posisi berada di atas Lizzy, dia kemudian memeluk tubuh yang lemas itu. "Sampai jumpa di kehidupan lain sayang, terima kasih sudah datang ke dalam kehidupanku dan maafkan aku atas kesalahabn yang aku perbuat. Aku mencintaimu Lizzy."


Perlahan tapi pasti bongkahan dinding menghimpit keduanya menjebak mereka berdua dalam kegelapan yang tak berujung. Pada akhirnya sesuai dengan janji pernikahan yang mereka katakan untuk sehidup semati, Saga dan Lizzy pergi bersama-sama menuju hidup baru yang bahagia..


...❤TAMAT❤...

__ADS_1


***Fyuhh .... akhirnya selesai juga cerita ini. jangan minta extra part sebab author tak kuasa dengan cerita sad ending. Terima kasih sudah membaca baik silent readers maupun yang vote serta komentar.


Terima kasih juga karena sudi membaca cerita yang absurd ini sebenarnya ada beberapa ekstra part lagi tapi ini akan ditambahkan setelah author revisi sekaligus terbit novel cetak ini. Bagi yang penasaran tolong tunggu yah mungkin akan sedikit lama karena nantinya author akan garap kelanjutan cerita Wenda dan Axton juga supaya sama-sama terbit. thank you ^^ salam dari author yang ceritanya ngawur***.


__ADS_2