Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 10. Latihan naik motor


__ADS_3

"Pelan-pelan saja, gak usah Cepat-cepat ... Pelan saja dan nikmati, kalo sudah terbiasa pelan, baru tambah kecepatan" ucapan Joni.


"Se-seperti ini kak?" tanya Silvia.


"Ya... bagus, Apakah kamu menikmatinya? Rasanya nikmat banget kan?"


"Ahh ~ Sakit kak... sakit banget" Silvia hampir menangis, karena terjatuh dari motor.


Saat ini Joni sedang melatih Silvia untuk naik motor, ini baru hari pertama Silvia latihan dan Silvia sudah bisa mengendalikan keseimbangannya. Akan tetapi, saat mulai berjalan lima meter, dia pun mendadak kehilangan keseimbangan dan terus terjatuh.


"Kamu baik-baik saja, Silvia?" kata Joni sambil mendirikan membantu Silvia berdiri.


"Aduh... Siku ku berdarah kak, abis tergores dengan jalan aspal" kata Silvia sambil menunjuk sikunya kepada Joni.


"Hem... jalanan ini memang sepi, tapi... Yap, lebih baik latihan aja di hutan, disana kan jalan tanah, lebih aman kalo jatuh ... Ngomong-ngomong, aku dulu juga belajar di hutan"


"Kalo gitu dari tadi aja napa ... Jadi tunggu aku terluka dulu baru ngomong ya?"


Mereka pun berganti arah tempat latihan. Mereka pun pergi kehutan yang agak nyaman dan lumayan aman jika terjatuh. Tak lama kemudian, mereka pun menemukan tempat yang pas.


"Oke, kita latihan saja disini" kata Joni.


"Kak Joni" panggil Silvia.


"Ya, ada komentar tentang tempatnya?"


"Kakak punya dendam apa ya dengan aku ... ngomong aja kak gak papa"


"Enggak, siapa yang punya dendam dengan adek Kaka yang imut ini"


"Kalo gitu, kenapa kakak bawah aku jauh-jauh ke jelan sepi tadi, kalo ada tempat latihan dibelakang rumah kita!"


"Ya... Aku baru ingat tempat ingat tempat ayah melatih ku dulu ... Beneran, kakak gak bohong, apa lagi SMA"


Seperti yang pernah aku katakan di chapter pertama. Rumah Joni besar bergaya modern dan berlantai dua. Di belakang rumahnya, terdapat hutan lebat dan pohon-pohon terjaga dengan alami.


Didalam hutan tersebut, sudah dibangun beberapa fasilitas. Seperti camping, sport memancing di danau buatan, tempak khusus untuk latihan berkendara motor maupun mobil, dan masih ada banyak lagi lainnya.


"Lakukan seperti tadi! Seperti yang telah aku ajarkan di jalan beraspal!" Teriakan Joni.


"Iya...!"


Selama satu jam latihan, Silvia terus-terusan jatuh saat baru lima meter berjalan. Saat ini dia sedang meringkuk menangis.

__ADS_1


"Ah... sudah lah! Gak bisa naik motor juga gak papa ... Tau gini, tadi gak usah latihan" kata Silvia sambil menangis.


Joni datang menghampiri Silvia "Berdiri" kata Joni.


"Gak ah" jawab Silvia.


"Berdiri...! Terus berusaha! Dan jangan menyerah!"


Silvia berhenti menangis setelah di bentak Joni dengan sangat keras. Dia pun mulai menatap mata Joni. Joni berdiri dengan sangat tegak dan tersenyum.


" 'Jangan gampang menyerah selagi kamu masih muda' sudah berapa kali aku mendengar kata ini? ... Kamu pasti sudah pernah mendengarnya" kata Joni.


"Ya, guru ku pernah mengucapkan itu" jawab Silvia.


"Kata yang cocok buat motivasi, tapi menurut ku kata itu tidak memiliki maksud yang dan tujuan yang jelas"


"Maksud kakak?"


"Suatu saat kamu akan memahaminya, tapi yang jelas ... Menyerah hanya dilakukan seorang pecundang yang tidak tahan dengan sakitnya kegagalan ... Padahal, kegagalan adalah hal yang biasa di dunia ini.


"Kegagalan adalah satu langkah menuju keberhasilan ... Jadi karena itu, Gagal, bangkit lagi ... Gagal, bangkit lagi, terus seperti itu, sampai-sampai kamu tidak tau sudah berapa kali kamu gagal dan sesakit apa kegagalan itu ... Itulah yang dinamakan jangan menyerah" penjelasan Joni.


Silvia pun berdiri dengan sendirinya setelah mendengar perkataan Joni tersebut.


Tanpa berkata-kata, Silvia dengan sendirinya mendirikan motornya dan langsung latihan lagi. Meskipun, Silvia sebenarnya sudah sangat lapar.


Setelah itu, Silvia terus-terusan berlatih dan terus berlatih, sampai-sampai mereka lupa akan waktu. Langit sudah mulai berwarna merah, matahari sudah mau tenggelam, dan cahaya matahari hanya melihat celah-celah barisan pohon.


"Ahh ~ " Silvia terjatuh.


Belum, ini masih belum apa-apa ... Sekali lagi, mumpung masih ada cahaya batin Silvia yang kembali berdiri.


Kedua tangan Silvia sudah sangat gemetaran dan masing-masing kedua kakinya sudah terkilir. Dia menyalakan lagi motornya saat dia mulai jalan, tiba-tiba keajaiban pun muncul. Dia bisa berputar-putar diarena latihan berulang kali.


"Kak! Lihat aku kak!" terikan Silvia.


"Bagus Silvia, Kamu berhasil!" kata Joni.


"Hahaha, Rasanya sangat menyenangkan dan entah mengapa, aku juga merasa sangat puas!"


"Silvia...! Woi, Silvia...!" Terikan Joni sambil berlari.


"Ada apa kak!"

__ADS_1


"Buka mata mu...! Lihat depan!"


"Hah?" Silvia baru membuka matanya dan dia sudah terjebur bersama motornya ke danau buatan.


Joni berhasil menyelesaikan Silvia, tapi tidak bisa menyelamatkan motornya. Sebenarnya dari tadi yang digunakan berlatih Silvia adalah, motornya Joni.


"Tidak bisa diselamatkan ya" kata Silvia.


"Sulit untuk diselamatkan" jawab Joni.


"Ma-maaf kak... Seharusnya aku tau berkendara dengan menutup mata itu berbahaya" permintaan maaf Silvia dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak usah minta maaf, seharusnya aku malah berterimakasih kepada mu"


"Eh? Lah kok?"


"Ya... sebenarnya aku ingin dibelikan motor baru, tapi aku tidak punya alesan untuk memintanya ... Karena sekarang sudah tercebur ke danau, aku memiliki alesan untuk meminta motor baru, hahahaha"


Jadi intinya, ambil saja positifnya, gitu kan? SMA. Batin Silvia.


Malamnya, Joni menceritakan kejadian mengapa motornya bisa tercebur kedalam danau buatan Dan dia juga meminta untuk dibelanjakan motor baru. Dua hari kemudian, Tiba-tiba ada satu motor yang terparkir tepat didepan rumahnya.


"Ayah" kata Joni.


"Maaf nak, saat ini ayah hanya bisa memberikan kamu Su-"


"Supra...! Mantap dah ... Makasih ayah ibu... Oke, aku berangkat sekolah!" Kata Joni dan langsung tancap gas dengan motor barunya.


"Sepertinya dia suka ya?" kata sang Ibu.


"Hem, Aku tidak tau kalo dia akan suka" kata sang Ayah.


"Aku bersyukur punya anak menerima apa adanya ... Ngomong-ngomong, Berapa harganya pa?" Taya sang Ibu.


"Cuma satu juta"


"Heh! Cuma satu juta? Malah lebih mahal harga handphone ... Apakah akan baik-baik saja tuh motor?"


"Jangan khawatir... Aku membelinya dari tempat pembuangan sampah"


"Aku malah tambah khawatir loh!"


Disini lain, Silvia lagi terbaring di atas kasurnya. Sudah dua hari dua sakit, semenjak Latihan naik motor. Dikamar Silvia, ada banyak boneka dan di boneka paling kecil, kutu sembari menunjuk tulisan, SMA.

__ADS_1


Jam pulang sekolah, kegiatan tiga sahabat biasanya adalah, Nongkrong dulu sepulang sekolah. Tapi terkadang mereka juga langsung pulang kerumah, kolo masing-masing dari mereka memiliki urusan. Karena itu, hari ini.


__ADS_2