
Sipak bola, siapa sih yang tidak mengenal sepak bola. Ya, permainan bola besar yang dimainkan dengan kaki, satu bola direbut oleh 22 orang. Permainan bola yang sangat terkenal di seluruh dunia.
Kali ini, SMA khusus laki-laki melawan SMK negeri, sedang bermain Sepak bola, dalam rangka pertandingan persahabatan.
Meskipun namanya persahabatan, bagi yang ikut bermain sepak bola, ini adalah pertandingan harga diri. Yang kalah adalah pecundang, yang kalah adalah raja.
"Hem, bodoh sekali mereka ... Menantang SMA khusus laki-laki, mereka kira mereka siapa?" kata Brody.
"Maaf kalo membuat mood mu rusak, tapi yang nantang adalah kita" kata Leo.
"Tidak peduli siapa yang nantang! Tapi berani juga mereka menantang kita"
"Sudah dibilang yang nantang adalah kita ... Jangan buat aku emosi sebelum pertandingan dimulai"
Leo, bermain sebagai seorang kiper. Joni seorang back atau pemain bertahan, Gin bermain sebagai back seperti Joni, dan Brody bermain sebagai gelandang inti sekaligus kapten.
Untuk yang kurang paham dengan gelandang inti adalah, pemain di posisi tengah yang benar-benar berada ditengah. Sebenarnya ada banyak strategi dalam sepak bola, tapi SMA khusus laki-laki memakai formasi 5-3-2. Yang dimana, inti pertahanan, menyerang, dan operan, berpusat kepada gelandangan inti.
Sedangkan formasi lawan, mereka mengunakan formasi 4-3-2-1. Yang dimana formasi ini memakai strategi pertahanan kuat dan menyerang berpusat pada gelandang sayap penyerangan.
Untuk menggali perbandingan, masing-masing kapten tim melakukan undian koin, siapa yang akan melakukan operan bola atau siapa yang mendapatkan bola duluan.
Karena sangat ribet kalo selalu ngetik nama sekolah. Maka dari itu, Kita sebut Tim Singa dan Tim naga. Tim Singa adalah SMA khusus laki-laki dan Tim naga adalah SMK negeri.
Tim naga mendapatkan bola pertama. Mereka melakukan operan, baru digiring kedepan sebentar, Brody dengan sigap langsung mengambil bolanya. Brody Melakukan operan pada pemain yang lain, akan tetapi saat melakukan tembakan ke gawang, usahanya kurang maksimal. Bola melambung mengenai penonton yang membawa tulisan, SMA.
Pertarungan saling menyerang dilakukan masing-masing tim, sampai 30 menit kemudian. pertandingan masih imbang dengan skor 0-0.
"Hem, bagus ... Bagus! Hahahaha! Jin, lakukan pemanasan, menit ke 40 nanti kamu masuk" kata pelatih tim naga.
Rencana berjalan lancar. Awal-awal permainan fokus terhadap pertahanan dan buat skor tetap imbang ... Kalo musuh bermain menyerang sejak awal, mereka hanya akan membuang tenaga mereka ... Setelah mereka kelelahan dan panik, baru gantian kita bermain menyerang diikuti dengan mengeluarkan kartu As Batin pelatih tim naga.
Pada menit 40, pergantian pemain dilakukan oleh tim naga, mereka mengemukakan kartu As mereka tak nih, Jin.
"Mereka sudah melakukan pergantian pemain kah" kata Joni.
"Terus yang diganti adalah pemain striker (penyerangan) Mereka pasti memiliki suatu rencana" Jawab Gin.
"Meskipun aku pemain belakang, tapi sudah sangat capek selalu merebut bola dari tim lawan ... Aku juga ingin diganti lah... Lagi pula sejak awal aku tidak jago bermain sepak bola"
__ADS_1
"Mustahil lah"
"Hah? Apanya yang mustahil?"
"Tim kita akan tetap seperti ini sampai pertandingan Selesai"
"Oh ya, kita tidak punya pemain cadangan ya ... Pelatihan kita aja Duke" -Duke melambaikan tangan ke Joni- "Sudah pasti kalah dah ini"
"Satu pemikiran"
Pertandingan masih berlangsung sampai menit ke 44. Jin menerima operan dan dia sangat lihat mengiring bola. Tapi Joni tidak tinggal diam, dia berdiri tepat didepan Jin. Joni berlari dan dengan sebisanya dia bisa merebut bolanya.
Akan tetapi, hal tersebut dimanfaatkan oleh Jin, padahal Joni saat merebut bola sama sekali tidak mengenai kakinya Jin, tapi Jin pura-pura terjatuh, atau melakukan driving.
*Prit-prit* suara peluit wasit.
"Pinalti ... Sudah jelas gak bisa dinego" kata sang wasit.
Joni datang untuk nego "Aku hanya mengambil bolanya sit! Aku tidak apa-apain dia sit!" kata Joni.
"Gak denger ya, gak bisa dinego ... oh ya, nih kartu kuning buat kamu"
"Sudah dibilang aku hanya mengambil bolanya!"
"Gak"
"Kenapa Gak?!"
"Emangnya ada var?"
Joni dan Leo pun tak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka menerima keadaan, meskipun hati mereka tidak bisa menerimanya.
Jin bersiap-siap untuk melakukan tendangan pinalti, Sedangkan Leo berusaha fokus untuk membaca arah tendangannya.
*Prit...!*
Suara peluit sudah berbunyi dan Jin langsung berlari menendang bolanya. Leo bisa membaca arah bolanya, Leo melompat untuk menghentikan bolanya. Akan tetapi, tendangan Jin sangat kencang, meskipun sudah ditangkap bola terus menerobos masuk kedalam gawang.
"Gol...! Gol gol gol...!" Terikan Jin.
__ADS_1
Skor manjadi 1-0 untuk tim naga. Seluruh pemain tim singa mendapatkan menjadi turun semangatnya. Sedangkan pemain tim naga, semangatnya menjadi jauh lebih semangat dan ini sudah direncanakan oleh pelatih tim naga.
Diluar lapangan ada penjual kaki lima yang tentunya sedang jualan. penjual tersebut sedang memakai jaket padahal lagi panas. Karena itu, dia mulai berhalusinasi dengan tulisan, SMA.
Suara peluit yang menutup pertandingan pertama pun berbunyi. Masing-masing tim diberi waktu 15 menit untuk istirahat.
Tim naga sangat senang dan mereka juga semakin bersemangat. Sedangkan tim singa, semua pemain sudah kelelahan, mulai dari kelelahan fisik dan mental.
"Ha... Sudahlah kita menyerah saja ... Lihat mereka, mereka punya seorang iblis pencetak gol, punya pelatih dan memiliki tujuh orang penganti, sedangkan kita" kata orang random 1.
"maaf teman-teman, ini salah ku dan Duke ... Kamu terpancing emosi saat mereka mengejek sekolah kita tidak punya pemain sepak bola ... Tapi kalo yang namanya kenyataan, tetep lah kenyataan ... Sekolah kita tidak memiliki pemain sepak bola" kata Tio, salah satu anggota OSIS.
"Baiklah, aku akan bicara sama mereka untuk menyerah" kata Duke.
"Kenapa haru menyerah kalo kita sudah sejauh ini" kata Brody.
"Sebelumnya aku tidak tau kalo kalian sangat pretasi seperti ini ... Tapi, lihat lah Joni" kata Leo.
"Aku sudah mendapat kartu kuning, apakah aku menyesal? Dan Leo, dia tidak sanggup menahan bolanya tadi, apakah Leo merasa bersalah?"
"Nikmati saja permainan ini sama halnya dengan para penonton" Brody.
"Para penonton disini, mereka tidak peduli dengan sekolah kita ... Mereka menonton hanya sekedar mencari hiburan" Leo.
"Menang atau kalah" Joni.
"Kita bermain hanya untuk bersenang-senang" ucapan Brody dan Leo.
"Kalian ... Benar-benar tiga sahabat ya" kata Duke.
Karena ucapan Brody, Leo, dan Joni. Tim Singa pun bermain dengan penuh kesenangan. karena itu, pelatih tim naga manjadi kacau rencananya.
Sampai menit ke 68, Brody mendapatkan peluang untuk melakukan tendangan bebas. Brody dengan lihainya, dia biasa mencetak gol. Skor menjadi 1-1.
Pertandingan pun berakhir dan skor masih 1-1. Karena ini pertandingan persahabatan, tidak ada babak tambahan maupun adu pinalti.
Bagi para penonton ini adalah pertandingan yang sangat kuar bisa meskipun skor seri. Tapi bagi tim naga ini adalah sebuah kekalahan.
Mereka yang memiliki pelatih dan pemain penganti, bisa seri sama SMA khusus laki-laki. Duke berjalan menghampiri pelatih SMK negeri.
__ADS_1
"Ini adalah pertandingan yang sangat luar biasa, Aku ucapan terimakasih karena mau menerima tantangan kami" kata Duke sambil menjulurkan tangan
"Hem, ku ucapan terimakasih juga buat kalian ... Kalian membuka mata kami, kalo sebenarnya kami masih payah, bukan tim yang hebat" kata sang pelatih dan dia menerima jabatan tangan Duke.