Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 24. Sebuah tentangan


__ADS_3

Uang dan kekuatan, mungkin kalian kira dua hal ini memiliki arti yang berbeda. Akan tetapi, dua hal ini memiliki arti yang sama.


Uang adalah kekuatan dan kekuatan adalah uang. Itu lah kata para orang investor. Aku setuju dengan mereka, karena menurut ku, di dunia ini uang adalah segalanya.


"Kalian punya tipe cewek gak?" tanya Brody.


"Apa ini? Bahasa cewek? Hem, boleh juga, kelihatannya menarik" kata Joni.


"Tumben kalian mau diajak membahas hal yang normal" kata Leo.


"Loh-loh-loh ... Biasanya juga kita bahas yang normal-normal, ya kan Jon" kata Brody.


"Ya kah? Kok aku gak ingat?"


Mereka bertiga sedang nongkrong di dalam kelas. Kali ini ada jam kos lagi di kelas 2D atau kelasnya tiga sahabat.


"Cewek kah... Gak tau ah, sudah punya pacar aja, sudah seneng banget aku" kata Joni.


"Sudah lah, kali-kali kita bahas seperti ini" Kata Brody.


"Meskipun kamu bilang seperti itu, Tapi apa ya? Ah, tanya Leo dulu aja" ucap Joni.


Brody melihat Leo dan memberikan kode kepala kepada Leo.


"Kalo aku, mungkin cewek keturunan Arab , berkacamata, dan ya... tentu saja dada yang agak besar lah ya" jawab Leo.


"Mia Khalifa dah tuh ... Kebanyakan nonton Mia Khalifa dah ini orang" kata Brody.


"Dia kan fansnya Mia Khalifa Bro" kata Joni.


"Mana ada! Oke akan aku ganti, akan aku ganti aja kalo gitu!"


Bagi yang penasaran dan tidak tau siapa itu Mia Khalifa, caria aja di google ada kok. Akan sangat berbahaya kalo aku basah di, SMA.


"Tunggu biar aku berimajinasi ... Oh, kayaknya aku tau tipe cewek ku" kata Joni.


"Seperti apa itu?" tanya Brody.


"Mungkin yang rambut hitam, orangnya lebih pendek dari aku, dan tentunya mukanya kalo bisa yang imut" kata Joni dan tampan disadari oleh Joni, tipe cewek itu mengarah ke Xin-chi.


"Heh... Jadi cewek-cewek cindo ya" kata Leo.


",Apa itu cindo?" tanya Brody.


"Cina Indonesia, biasa disingkat dengan cindo" jawab Leo.


"Lah kamu sendiri bro, Cewek tipe mu seperti apa?" Tanya Joni.

__ADS_1


"Ya... Kalo aku sih, cewek yang rambutnya panjang lurus, netral, tidak terobsesi dengan make up" jawab Brody.


"Mana ada cewek kek gitu" kata Leo.


"Ada Aru tidaknya, aku tetep yakin ... Di suatu penjuru dunia ini, pasti ada" kata Brody.


"Bermimpi lah kawan"


Jam pulang sekolah berbunyi dan tiga sahabat kembali ketempat nya masing-masing untuk rapi-rapi bukunya diatas meja" Setelah itu, mereka keluar kelas secara bersamaan.


Saat sampai diparkiran, mereka bertiga tidak sengaja mendengar para kakak kelas sedang berbincang-bincang.


"Aku tidak apa-apa, tapi pukulannya tidak bisa dianggap remeh" kata Roy.


Roy, umur 17 tahun kelas tiga SMA. tentu saja bersekolah disekolah khusus laki-laki. Dia adalah Ketua Genk di sekolah khusus laki-laki ini.


"Tapi bos, kamu babak belur seperti itu, mana mungkin baik-baik saja" kata anak buah 1.


"Kita tidak boleh tinggal diam saja seperti ini dengan Genk sekolah sebelah bos, ini menyangkut harga diri sekolah kita juga!" kata anak buah 2.


"Apa ini, menyangkut harga diri sekolah kita sebelah" kata Joni secara tiba-tiba mendekat.


"Woi! Tuh anak kapan kesannya" kata Leo.


"Leo, ngapain kamu disana?" tanya Brody yang juga sudah berada di sampingnya Joni.


"Seharusnya aku yang tanya seperti itu! Dan sejak kapan kamu ada disitu!" Leo benar-benar tidak sadar dengan Joni dan Brody.


"Gitu ya kak, kalian kalah dengan Genk sekolah sebelah ... Oke, ayo kita lawan balik!" kata Joni, dia sangat percaya diri kalo berhubungan dengan pertarungan.


"Tapi, lawan kita itu" kata Roy.


"Apanya yang itu, ini menyangkut harga diri sekolah kita kan? Aku akan ikut melawan! meskipun aku tidak anggota Genk kalian dan tidak akan pernah gabung sih" kata Joni.


"Yap, kayaknya kami juga tidak akan merekrut kamu sih" jawab Roy.


Perdebatan antara Joni dan Roy berlangsung selama setengah jam dan pada akhirnya, mereka pun menantang Genk SMK negeri pada esok harinya setelah pulang sekolah.


Mereka menunggu di sebuah jembatan yang tidak begitu ramai dilewati oleh kendaraan. Baru lima menit menunggu, Genk dari SMK negeri pun tiba di sana.


Seorang cewek dari SMK negeri maju kedepan.


"Eh... Kalian lebih banyak dari sebelumnya ya? Pantesan saja kalian berani menantang kami lagi" kata Meli.


"Tunggu, lagi?" tanya Joni ke Roy.


"Ku akui, sebelumnya aku dulu yang nantang" jawab Roy.

__ADS_1


Meli, umur 15 tahun kelas satu SMK. Dia bersekolah di SMK negeri dan dia salah satu lider dari Genk SMK negeri dan dia Lider yang paling kuat, malah jauh lebih kuat dari ketuanya sedari.


Joni maju kedepan "Ya... Sebenarnya cuma nambah tiga orang sih" kata Joni.


"Aku tau, kamu kira aku lupa jumlah kalian sebelumnya dan kamu, aku baru melihat mu" kata Mila.


"Lah aku juga baru lihat kamu, mau kenalan?" kata Joni sambil menjulurkan tangan kanannya.


"Eh? Nama ku Mila" sambil menerima jabatan tangan Joni.


"Aku Joni, salam kenal"


"Salam kenal ... Bukanya ini salah?! Kenapa kita harus saling kenal segala?!" Terikan Mila.


"Ya, katanya kamu baru lihat aku, bukanya baru ketemu harus kenalan kan? Apanya yang aneh?" kata Joni.


"Iya sih, tapi aneh lah, kita kan musuh"


"Kata pri bahasa ya 'Tak kenal mana tak musuh' "


"Woi! Bukanya yang benar itu 'tak kenal maka tak sayang' Dan juga, Mau sampai kapan kalian bersalaman!" teriakan Leo dari tengah kerumunan Genk SMA khusus laki-laki.


"Oh iya kah?" Mila percaya.


"Jangan malah percaya!" Terikan Leo.


Kalian penasaran Brody ada dimana? Yap, Brody sekarang ada di barisan depan Genk SMA khusus laki-laki dan sedang mengukir jalan aspal, dengan tulisan, Sejarah di SMA.


"Dimana ketua kalian?" Tanya Joni.


"Ada apa kamu bertanya tentang ketua kami?" tanya Mila.


"Aku ingin tau, Siapa yang telah memukuli bis ku sampai babak belur seperti ini?" Tanya Joni, dis serius dengan masalah yang menyangkut sekolahannya.


"Orang itu adalah aku, memangnya kenapa?" Kata Mila.


"Eh, Kamu bohong kan?"


"Siapa juga yang bohong, Tanya bos mu sendiri kalo tidak percaya"


Joni pun kembali mundur dan bertanya kepada Roy.


"Kak, yang serius kak?" tanya Joni.


"Aku malu mengakuinya, tapi ini beneran" jawab Roy.


"Dia cewek loh"

__ADS_1


"Jangan anggap remeh Mila, Aku bisa kalah dengan dia karena awalnya aku meremehkannya"


"Salah mu sendiri tidak menghargai orang ... Saat berjabat tangan dengan dia, aku langsung tau ... Tangannya sangat keras, pasti dia banyak latihan" kata Joni dan dia kembali maju.


__ADS_2