Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 17. Salah paham


__ADS_3

"Anda tau Leo?" tanya Joni.


"Ada apa? Kenapa pakek kata baku segala?" respon Leo.


"Anda tau kagak?"


"Terserah lah ... Memangnya apa?"


"Anda tau?"


"Gak!"


"Biar aku kasih tau ... Ternyata, aku adalah orang paling ganteng sedunia"


"Kayaknya sebentar lagi dunia ini akan kiamat dah"


Kesalahpahaman adalah, suatu pemahaman yang salah. Salah dan keliru dalam memahami pembicaraan, pernyataan, sikap orang lain. Biasanya menimbulkan reaksi dari yang bersangkutan atau salah tangkap.


Setelah ngobrol dengan Joni beberapa jam yang lalu, saat ini Leo sedang bersama dengan Brody. Mereka berdua sedang diminta tolong untuk merapikan buku di perpustakaan.


Oh ya, dari pada diam kek gini, pakek topinya Joni ah batin Leo.


"Brody, apakah anda tau?"


"tunggu, kenapa pakek kata batu ... Sudah lah, memangnya apa?" tanya Brody.


"Hem, apakah anda tau?"


"Sudah dibilang ap- oh... tau-tau"


"Eh? A-apa? Mamanya kamu tua apa?"


"Tau bacem, tau pentol, tau pong ... "


"Itu tahu! Tahu, bukan tau! Tidak ada H nya!"


"Kamu ngomong apa sih?"


"Dah lah"


Seseorang masuk perpustakaan, dia ingin mengambilkan buku yang berjudul, Sosial Media Ampuh. Kalo di singkat, SMA.


"Gimana rencana nanti malam? Jadi gak?' tanya Joni.


Saat ini Brody, Joni, dan Leo, berada di depan minimarket. Mereka sedang nongkrong seperti biasanya.


"Ke pasar malam kah... Oh ya, nanti malam, malam Minggu ya?" kata Brody sambil merokok.


"Ya karena itu, pergi apa kagak?" tanya Joni.


"Aku sih bisa aja, tapi kelihatannya banyak orang yang akan datang" kata Leo.


"Gak papa, ini kesempatan kita" kata Joni.


"Maksudnya?"tanya Brody.

__ADS_1


"Ya kesempatan cari cewek lah ... Judul novelnya aja Sahabat mencari asmara (SMA) Masak ceritanya akan gini-gini aja gak ada kemajuan" penjelasan Joni.


"Lah, benar juga, tapi ... " kata Leo.


"Tapi apa lagi?" tanya Joni.


"Tapi mana mungkin aku tidak mau datang! Hahaha"


"Leo, jujur itu tidak lucu" kata Joni.


"Kalo tidak bisa buat lelucon, biar kita berdua saja yang buat ... Kamu tinggal luruskan saja lelucon kita seperti biasanya" kata Brody.


Malamnya, dirumahnya Joni, dia sedang dikamar untuk siap-siap pergi ke pasar malam. Akan tetapi, Silvia iseng-iseng membuka pintu kamar Joni dan bertanya.


"Kak ngapain?" tanya Silvia.


"Lah kamu lah ngapain?" tanya Joni balik.


"Iseng-iseng buka pintu kakak, Oh" -Silvia melihat ****** ***** Joni- "Lain kali kalo ganti baju pake celana dulu kak ... Kalo tiba-tiba ada orang yang masuk kek gini, kakak pasti malu kan?"


"Gak ada orang yang asal masuk seperti kamu! Keluar! Dasar mesum!"


"Siapa yang mesum?!"


Selagi Joni sedang bertengkar dengan adiknya, mari kita lihat Leo yang lagi siap-siap juga untuk pergi ke pasar malam. Kalo informasi tentang rumah Leo, dia dari keluarga berkecukupan.


Rumahnya bagus tapi tidak punya lantai dua, susunan ruangannya cukup unik, memiliki empat ruang kamar karena dia tinggal bersama neneknya dan kamar Leo sama Lia bersebelahan, meskipun mereka saudara kembar, tapi mereka kan laki-laki dan perempuan.


Kasusnya sama seperti Joni, Lia tiba-tiba masuk ke kamar Leo hanya sekedar iseng belaka.


"Aku tidak tau maksud perkataan mu yang belakangan, tapi aku memang sedang ganti baju"


"Mau kemana?"


"Aku diajak sahabat ku untuk pergi ke pasar malam"


"Hee... Bersama Brody?"


"Ya, Brody dan Joni"


"Aku ikut" kata Lia dia pun langsung pergi ganti baju.


Tunggu, gak ada dialog untuk aku tolak gitu? Woi, SMA batin Leo.


Sedangkan Brody, dia hanya bersiap-siap dengan normal. Karena itu, kita langsung saja menuju ke pasar malamnya.


Di pasar malam saat ini, sangat lah ramai. Sebenarnya, ada banyak jenis permainannya, tapi saat ini tiap tempat permainan ada banyak orang yang antri. Begitu juga dengan wahananya, ada banyak jenis wahana tapi tiap wahana banyak banget orang antri.


Tiga sahabat sudah sampai di pasar malam, meskipun rencananya cuma tiga orang, tapi yang ikut menjadi, lima orang.


"Tunggu, Kalo dilihat oleh orang lain, aku doang yang jomblo disini" kata Brody.


Brody ngomong dengan apa adanya, 98% pengunjung pasar malam semuanya ada orang pacaran. Karena Leo membawa Lia, mereka seperti pasangan dan Joni membawa Silvia, mereka seperti pasangan. Sedangkan Brody, dia hanya membawa pompa angin, tentu saja tidak bisa disebut sebagai pasangan.


"Dah lah pulang aja" kata Brody.

__ADS_1


"Eh... jangan" kata Leo dan Joni.


"Kalian penghianat! Katanya kita pergi bertiga, tapi kenapa kalian malah mengajak saudara kalian!? Kalian ingin mengejek ku yang anak tunggal?" kata Brody.


"Tunggu, ada ke salah pahaman disini ... Aku tidak mengajak Silvia ku, tapi dia ikut dengan kesendiriannya" kata Joni.


"Lia juga, aku tidak mengajaknya, tapi dia ingin ikut" kata Leo.


"Dah lah pulang aja" Brody nasih ingin pulang dengan pompa anginnya.


"Kalo kamu pulang, aku juga ikut pulang bersama mu" kata Lia dengan blak-blakan.


"Eh?" respon Leo.


"Lah" Joni.


"Ah..." Silvia.


"Lah mahal desah" pendapat


"Itu tidak desah, kalo desah itu Ahh ~ " jawab Silvia.


"Gak usah di praktekan aku cuma bercanda!" kata Leo.


"Ja-jangan salah paham ... Aku merasa tidak enak, ini seharusnya adalah acara tiga sahabat ... Gara-gara aku ikut malah jadi" kata Lia.


"Aku sih gak peduli, lagian aku ikut hanya ingin melihat pasar malam" kata Silvia.


"Sip, mantap" Ucap Joni.


"Mantap dari mananya woi!" kata Leo.


Seorang sepasang kekasih sedang foto berdua didepan beberapa huruf dan huruf tersebut membentuk tulisan, SMA.


Karena kata Lia, Brody menjadi agak sadar deng apa yang telah dia lakukan.


Tunggu, kalo dipikir-pikir, gak kepikiran batin Brody.


"Maaf, aku marah-marah tidak jelas ... Kalo dipikir-pikir, aku seperti anak kecil yang ingin minta pompa angin" kata Brody.


"Mana ada anak kecil minta pompa angin!" kata Leo.


"Ada tuh" tunjuk Brody.


Didepan, ada anak kecil bersama ibunya "Ma-ma, minta pompa angin itu kalo tidak dibelikan, aku ingin pulang!" kata sang anak kecil.


"Oh, ada ya" terikan Leo.


Ujung-ujungnya, mereka semua menikmati pasar makanya. Gak peduli orang pacaran, gak peduli pandangan orang, Yang penting mereka bersenang-senang.


Meskipun antri, mereka menyerobot antrian dengan perasaan tidak bersalah. Karena kelakuan mereka yang seperti itu, Mereka pun diusir dari pasar malam dan tidak boleh kembali lagi.


Saat mereka sedang berada di parkiran, kembang api di pasar malam pun dinyalakan. Tanpa disengaja, mereka mendapatkan tempat yang enak untuk melihat kembang api. Yap, diparkiran.


"Ngomong-ngomong, kok rasanya seperti event festival kembang api di Jepang ya"

__ADS_1


"Sudah lah, ini pasar malam ... Sang penulis pusing untuk membuat event yang mirip dengan event festival kembang api di Jepang ... karena ini di Indonesia"


__ADS_2