Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 15. Belum pernah


__ADS_3

Kencan, adalah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih. Biasanya mereka hanya jalan-jalan berdua, makan dipinggir jalan berdua, nongkrong di kafe berdua, dan lain-lain. Pokoknya, dunia hanya milik mereka berdua.


Tapi apakah kalian tau dengan yang namanya kencan buta? Ini hampir sama dengan kencan biasa, tapi bedanya kedua belah pihak belum saling mengenal. Karena itu kencan ini dinamakan kencan buta. Bingung? Mari kita lihat dibawah ini.


"Woi, aku punya kabar bagus!" Terikan Brody sambil berlari menuju ke Joni dan Leo.


Mereka berada di dalam kelas "Memangnya kabar apa?" tanya Leo.


"Aku iseng aja kirim pesan ke salah satu artis Instragram, tanpa aku duga, pesan ku dibalas olehnya ... Kami saling balas pesan dan pada akhirnya, kami memutuskan untuk melakukan kencan buta" penjelasan Brody.


"Lah, beneran! Kamu gak bohong kan?" Tanya Joni.


"Beneran, sumpah ... ini masih ada pesantrennya"


"Jadi, mereka bawa berapa orang?" tanya Leo.


"Eh? Ya... satu eh dua eh ... Maksudnya?" Brody bingung.


"Tunggu, Jangan bilang Kamu tidak tau apa itu kencan buta" kata Leo.


"Memangnya kencang buta itu apa?" Brody benar-benar tidak tau.


"Yang ajak kencan buta duluan siapa?" tanya Leo.


"Aku" jawab Brody.


"Kalo tidak tau kencan buta, kenapa malah ngajak?!"


"Karena terdengar agak nakal!"


"Gak usah ikut teriak!"


"Kalo teriak SMA!?"


Brody pun dijelaskan maksud dari kencan buta. Setelah itu, Brody mengirim pesan lagi ke artis Instragram yang dia ajak kencan buta. Brody memberitahu, kalo Brody akan membawa dua teman dan arti Instragram itu pun menjawab, akan membawa dua teman juga.


Malam Minggu pun dimulai, mereka berjanjian untuk bertemu di Kafe 321 dan mereka semua, sudah sampai di Kafe 321.


"Na-nama ku Brody, Salam kenal"


"A-aku Leo, salam kenal"


"Joni, salam kenal juga"


Tu-tunggu, ini beneran kan? Ini bukan mimpi kan? Aku lagi melakukan kencan buta dengan tiga cewek super cantik ... Saat ini aku tidak bisa membedakan antara mimpi dan dunia nyata batin Leo.

__ADS_1


"Sekarang giliran kami ya, dimulai dari aku ... Nama ku Wulan, salam kenal"


"A-aku Angelina, salam kenal"


Ah... dia malu-malu, imut banget dah batin Brody.


"Kalo aku Rendy, nama ku memang terdengar seperti cowok, tapi aku cewek tulen, salam kenal ya"


Wow, dada macam apa itu? Baru kali ini aku lihat sebesar itu ... Hem-hem, seratus persen cewek tulen batin Leo.


"Kalian dari sekolah mana?" tanya Wulan.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Wulan, Leo sedang fokus melihat dada Rendy, Brody senyum-senyum sendiri melihat wajah malunya Angelina, dan sedangkan Joni, dia lagi sibuk makan karena lagi lapar.


"Anu... Apakah kalian mendengar pertanyaan ku?" kata Wulan lagi.


Joni melihat kearah Wulan, baru itu dia melihat Brody dan Leo. Joni pun sadar dengan keadaan saat ini. Joni berjalan dari belakang menuju ketengah antara Brody dan Leo. Setelah itu, Joni membentur kan kepala Brody dan Leo dengan keras keatas meja.


"Maaf anggap saja tidak terjadi apa-apa" kata Joni.


Mana bisa lah batin Wulan, Angelina dan Rendy.


Joni kembali ketempat duduknya "Oh ya, kamu tadi tanya sekolahan kami ya ...? Kami bertiga bersekolah di SMA khusus laki-laki ... Sedangkan kalian?" tanya Joni balik.


"Kalo kami bertiga sudah berkuliah" Jawab Rendy.


"Anak kampus ya?" kata Leo.


"Berarti lebih tu-" Brody belum selesai ngomong, mulutnya di tutupi oleh Leo.


Sedikit info, tiga hal ini, jangan pernah kalian katakan ke cewek. Pertama tua, kedua gendut, dan yang ketiga berat. Seberat apa pun cinta seorang cewek kepada mu, kalo kamu mengucapkan salah-satu dari itu. Meskipun tidak mengunakan kata-kata, tapi di hati mereka sudah membenci kalian, tidak lagi cinta.


"Kalian tidak masalah nih, kita ... Baru SMA pula, haha" kata Leo.


"Jangan dipikirkan ... Kami juga tidak menyangka, Ada followers ku yang mengajak ku kencan" kata Rendy.


"Eh, Biasanya?" tanya Joni.


"Biasanya ya... Kalo kalian lihat sendiri pasti paham lah ya, hahaha" kata Wulan.


Joni dan Leo, melihat kearah Brody. Brody pun membuka handphonenya, dia melihat lagi akun Instagramnya Rendy. Mereka bertiga baru sadar setelah melihat Poto dan video yang diunggah.


Mereka memposting foto-foto seksi mereka. Sontak tiga sahabat ini merasa malu, karena mereka masih dibawah umur untuk melihat hal-hal seperti itu.


"Kebanyakan komentarnya berisi pelecehan seksual ... Lebih parahnya lagi, kami ditawari sejumlah uang ... Ya... Anak SMA pasti paham lah ya" kata Angelina.

__ADS_1


"O-ohh... Tapi kenapa kalian menerima kencan buta ini?" tanya Brody.


Nih anak gak punya urat malu atau gimana sih batin Leo.


Aku ingin pulang... Batin Joni.


"Banyak tulisan yang disingkat dan juga ada berapa yang Typo (Cari aja di google) jadi aku langsung paham, kalo ini pasti dari anak SMA" kata Rendy.


Suasana jadi hening lagi, karena tiga sahabat ini sengat malu untuk mengangkat kepala apa lagi haru ngomong.


"Oh ya, kalian tau gak suatu mitos" kata Joni, dia berusaha membuat topik baru biar tidak malu.


Aku hargai usaha mu Jon, tapi mana ada cewek tertarik tentang hal seperti itu batin Leo.


"Memangnya mitos tentang apa?" tanya Wulan.


Tertarik toh! Batin Leo.


"Katanya, kalo kalian mendengar suara orang nyapu didepan rumah atau kamar kalian, jangan dilihat ... Itu bukan manusia"


Karena ucapan Joni itu, suasana memegang berubah, tapi berubah menjadi menegangkan. Setelah itu, topik diganti lagi oleh Rendy dan mereka pun bisa saling ngobrol dengan santai.


di dapur seorang koki sedang membuat Latte art (di google) Cafe itu membuat tulisan, SMA.


"Terimakasih kasih telah mengajak kami" kata Angelina.


"Tidak, seharusnya kamu yang berterimakasih ... Baru kali ini kita merasakan kencan, kami benar-benar sangat berterima kasih, meskipun kencan buta" kata Leo.


"Hem... Jadi, baru pertama kali kencan ya?" Tanya Wulan.


"Ya... Begitulah, menyedihkan banget kan" jawab Brody.


Angelina, Rendy, dan Wulan, Tersenyum lebar-lebar.


"Bisa kami minta nomor WhatsApp kalian gak?" tanya Wulan.


"Eh, Eh...! " Leo terkejut.


Tanpa basa-basi, Brody dan Joni langsung memberikan nomer WhatsApp nya.


"Nih!" kata Brody dan Joni.


"Langsung blak-blakan?!"


Mereka semua pun saling tukar nomor WhatsApp, setelah itu mereka berpisah tepat didepan cafe 321.

__ADS_1


Selama perjalanan naik bus, Tiga sahabat itu bercerita jika mereka pacaran dengan salah satu dari Angelina, Wulan, dan Rendy.


Mereka berpisah setelah sampai di halte bisa yang agak dekat dengan rumah mereka. Mereka sengaja tidak mengunakan motor, karena saat ini musim-musimnya razia polisi.


__ADS_2