
"Oke, kali ini aku akan berjuang" Kata Brody.
"Kamu ini ya, benar-benar cinta olahraga ya" Kata Leo.
"Bro-bro" panggil Joni.
Brody pun menoleh kearah Joni. "Cukup bah" Kata Joni.
"Hah... Kaget" Respon Brody.
Anak SD saja sudah malu melanjutkan itu! batin Leo.
"Leo, Cukup bah"
"Ayam-ayam, Kaget aku Jon"
Di langit ada sebuah pesawat terbang. Asap pesawat tersebut sangat tebal dengan tiupan angin, asap tersebut mulai membentuk tulisan SMA.
Hari kemerdekaan Indonesia, atau hari kelahiran bangsa Indonesia. Dulu, Indonesia di jajah oleh Belanda selam tiga setengah abad dan ditambah oleh Jepang selama tiga setengah tahun dan akhirnya Indonesia bisa merdeka dan menjadi negara mandiri.
Selama hari kemerdekaan Indonesia, biasanya di rayakan dengan adanya lomba-lomba, atau biasa dibilang lomba tujuh belasan. Kali ini SMA khusus laki-laki sedang bergabung dengan SMA khusus perempuan untuk merayakan hari kemerdekaan bersama.
Di tahun sebelumnya, SMA khusus laki-laki dan SMA khusus perempuan, merayakan hari kemerdekaan sendiri-sendiri. Karena tidak ada lawan jenis, mereka melakukan lomba tujuh belasan dengan sangat malas dan merasa sangat bosan.
Karena hal tersebut, Duke ketua OSIS tahun ini, Menggabungkan SMA khusus laki-laki dan SMA khusus perempuan untuk merayakan hari kemerdekaan bersama.
"Hem, kayaknya ini akan berjalan lancar dan menyenangkan" ucap Duke.
"Ini semua berkat kamu sayang ... Kamu pintar sekali mendapatkan ide seperti ini dan tidak takut kalo ada penolakan" Kata Elsa.
Elsa, umur 16 tahun kelas dua SMA, bersekolah di SMA khusus perempuan. Dia adalah ketua OSIS di SMA khusus perempuan. Orangnya berkacamata, rambut yang di ikal, dan jerawat di wajahnya kelihatan, karena dia hampir tidak pernah memakai bedak. Karena hal tersebut, dia malahan kelihatan sangat imut, dia berpacaran dengan Duke.
"Tidak-tidak, ini tidak akan berhasil kalo kamu tidak ikut membantu dan mendukung ku" kata Duke sambil mengelus-elus kepala Elsa.
"Kya, Aku Sangat mencintai mu sayang" kata Elsa
"Aku juga sangat mencintai mu" Kata Joni.
"Woi! kamu ngapain!" teriakan Duke.
Selagi Duke sedang berdebat dengan Joni, dari kejauhan, Brody dan Leo yang sedang mengawasi.
"Lihat Duke, dengan gigi tupainya dia bisa dapet pacar seimut itu" kata Brody.
"Dia kan sangat pintar, masih ingat dengan kriteria cowok idaman cewek yang pernah aku bicarakan?"
"Hah... Bikin iri saja"
"Oh ya Brody, kamu pernah pacaran?"
"Jangankan pacar, Ada yang suka saja aku kaget"
"Benar juga ya... SMA"
__ADS_1
Semua siswa cewek dan cowok di gabung dan baru di pecah menjadi empat tim. Yak nih tim merah, tim putih, tim hijau, dan tim hitam.
Joni di tim hitam bersama Xin-chi. Leo di tim merah bersama Brody. Silvia di tim putih bersama sahabatnya Viona. Tapi sayangnya ini lomba hanya diikuti oleh kelas satu dan dua, kelas tiga tiga diperbolehkan karena hari fokus ujian.
Ah... Aku satu tim dengan Joni ... Benar-benar takdir yang indah batin Xin-chi sambil menutupi mukanya yang sedang tersenyum sendiri.
"Ada apa Xin-chi? Kenapa kamu menutup muka mu?" Tanya Joni sambil membuka tangan Xin-chi.
"Eh?" Xin-chi terkejut dan mukanya mulai memerah.
"Loh, muka kamu merah, Apakah kamu sakit?" Joni menempelkan dahinya ke dahi Xin-chi.
Muka Xin-chi mulai memanas dan mukanya sangat merah. Tapi sayangnya, Joni tidak menyadari dengan apa yang dirasakan Xin-chi.
Terlalu dekat, ini malah hampir ciuman! ... Ah, mata kita saling bertatapan dan bibir kita hampir bersentuhan ... Tunggu batin Xin-chi.
"Mau sampai kapan kamu menempelkan dahi mu!" terikan Xin-chi sambil menendang ******** Joni.
Xin-chi pun berlari menjauh, Joni tumbang sambil memegangi *********** dan untuk sementara ini, Joni tidak biasa bergerak.
Selagi Joni lagi sekarat, mari kita lihat tim lain. Mari kita lihat tim putih.
"Hah... Dasar kak Joni" keluhan Silvia, dia melihat dari kejauhan.
"Hem, ada apa dengan kakak mu?" tanya Viona yang baru datang membeli minuman.
"Lihat tuh, orang yang lagi sekarat disana" kata Silvia sambil menunjuk Joni.
"Ouh, Apakah itu kakak mu Joni?!"
"Eh, Kukira dia lagi masturbasi ditengah lapangan"
"Kamu ngomong apa barusan?"
"Ya, kukira dia lagi mas-"
"Gak usah diulang!"
Sekarang kita lihat tim merah. Brody dan Leo. Mereka sedang, Melakukan pemanasan.
"Hu... Kayaknya kita sudah cukup pemanasan nya" kata Leo.
"Pemanasan apanya, dari tadi kamu hanya melihat ku melakukan pemanasan" kata Brody
"Haha, Maaf-maaf ... Kamu tau lah ya, Kayaknya kita tidak mungkin menang"
"Kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu?"
"Ya... Kita satu tim dengan orang-orang culun semu cui, dengan orang-orang kutu buku" Kata Leo adalah fakta.
"Kayaknya kata mu tadi bukalah mustahil"
Seorang dalam tim merah penuh dengan orang-orang kutu buku, atau bisa dibilang orang-orang culun. Meskipun begitu, ada seseorang dari tim merah yang sedang mengikuti sepatunya yang bermerek, SMA.
__ADS_1
Lomba tujuh belasan pun dimulai dan lomba pertama untuk pembukaan adalah lomba makan kerupuk. Silvia berpatisipasi dalam lomba ini untuk perwakilan tim putih.
Brody, Joni, dan Leo kumpul meskipun mereka berdua tim.
"Jon-jon, Adek kamu tuh" Kata Leo.
"Iya, emang Kanapa?" tanya Joni.
"Gak kamu dukungan apa?" Kata Brody.
"Ngapain didukung, palingan juga dia pasti menang" jawab Joni.
"Wow, pertandingannya berlangsung sengat cepat! Juara pertama untuk tim merah, juara kedua tim hijau, juara ketiga untuk tim hitam, dan tim putih kayaknya masih berjuang ... Ayo, semangat tim putih" kata komentar.
"Tuh kan memang, menangis maksudnya" kata Joni.
Lomba berikutnya adalah pensil dalam botol, yang berpartisipasi adalah Viona, perwakilan untuk tim putih dan Gin, perwakilan untuk tim hijau. Tiga sahabat masih berkumpul.
"Hohoho, Semuanya terlihat kesulitan untuk memasukkan pensilnya ya, kayaknya pertandingan ini akan berlangsung agak lama" kata komentator.
"Lihat-lihat, tuh cewek siapa ya, imut bangat ... Selain itu, dia pendek tapi pantatnya sangat menggoda" Kata Leo, dia sedang memandangi Viona.
Akan tetapi, Brody dan Joni tidak mendengar perkataan Leo, mereka berdua sedang fokus dengan hal lain.
"Woi, Kalian dengar gak sih?" Tanya Leo.
Tapi masih tidak ada respon dari Brody dan Joni. Leo pun kesal dan berdiri menghalangi pandangan Brody dan Joni.
"Woi! Apa yang kamu lakukan? Minggir!" Teriakan Brody.
"Kalian sedang lihat apa sih? Sampai tidak mendengar kan ku?" tanya Leo.
"Lihat tuh Gin" jawab Joni.
"Emangnya ada apa dengan Gin?" Tanya Leo.
"Sudah lah lihat saja"
Tubuh Gin sangat besar dan berotot. Tapi karena hal itu lah, dia sangat kesulitan untuk jongkok dan itu membuat Brody dan Joni.
"Ayo jatuh, ayo jatuh, Ayo jatuh" Ucapan Brody dan Joni.
Gin pun beneran terjatuh tersungkur kebelakang.
"Terjatuh...! Hahaha!" Tawa Brody dan Joni sambil berpelukan.
"Ha... senang banget melihatnya" kata Joni.
"Dengan tubuhnya yang seperti itu, dia pasti sangat malu" kata Brody.
"Hahahaha!" Brody dan Joni tertawa bersamaan.
"Dari mana asiknya melihat orang terjatuh? Kalian tidak punya hati apa?" Leo tidak tau keasikan Brody dan Joni rasakan.
__ADS_1
Karena sudah segini, mari kita lanjut di chapter berikutnya. Masih ada banyak lomba lainya loh.