Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 25. Sebuah tantangan 2


__ADS_3

Joni kembali maju kedepan sambil tersenyum sendiri. Tidak hanya Joni, Mila pun ikutan tersenyum tanpa alesan.


"Apa, sudah selesai berundingnya?" tanya Mila.


"Oke, kamu dan aku, One by one" Kata Joni.


Ucapan Joni membuat semua orang yang ada di sini pada terkejut. Genk SMA khusus laki-laki terkejut karena Joni mau melawan seorang cewek, sedangkan SMK negeri terkejut karena Joni berani menantang Mila.


Sedikit info, meskipun Mila seorang cewek, dia pernah juara satu beladiri silat tingkat provinsi. Jadi bisa dibilang, keahliannya dalam berkelahi, sangat lah luar biasa.


"Hem, nyali mu boleh juga ya" kata Mila.


"Apakah kamu sudah tidak punya harga diri Jon, dia itu cewek loh" Kata Leo.


"Mau cewek atau cowok, dalam pertarungan bebas, tidak ada hubungannya dengan hal sepele seperti itu ... Yang namanya pertarungan bebas tetaplah bebas, tidak terikat peraturan apa pun" penjelasan Joni.


"Tadi kamu ngomong, nama kamu Joni kan?" tanya Mila.


"Ya benar, terimakasih kamu telah mengingatnya"


"Kamu orang yang menarik ya, tapi!" Mila tiba-tiba berlari dan ingin memukul Joni dengan kecepatan, sekejap mata.


Joni menghindari pukulan Mila seperti menghindari lemparan bola yang pelan.


"Apa?!" terikan para penonton.


"Tidak boleh begitu loh, memukul secara tiba-tiba" kata Joni.


"Katanya pertarungan bebas itu, tidak ada peraturannya!" Mila mengayunkan kakinya keatas dan berniat menendang dagu Joni.


Tapi sekali lagi, Joni menghindari serangan Mila. Seolah-olah pergerakan Mila itu lambat dan mudah untuk dihindari. Tapi yang sebenarnya, gerakan Mila itu, terbilang lumayan cepat.


Joni melompat-lompat mundur "Iya emang bebas, tapi yang aku maksud itu... serangan secara tiba-tiba itu, akan membuka banyak celah pada diri mu" penjelasan Joni.


"Bac*t! Jangan sok pinter!" Kata Mila sambil melakukan tendangan memutar (Cari di google). CC


Kali ini Joni tidak menghindari tendangan Mila, tapi dia menangkap kaki Mila. Joni berniat memberi pengalaman pada Mila, kalo Sragen secara mendadak itu adalah tidak yang bodoh.


Joni mengangkat lebih tinggi kaki Mila "Tu- Apa yang kamu lakukan!" terikan Mila.


"Hem-hem, Merah mudah, lumayan juga" kata Joni.


Joni melepas kaki Mila yang dan Mila bergerak dengan cepat memukul Joni. Tapi lagi-lagi, Joni menghindarinya dengan sangat cepat. Setelah itu, Mila berusaha berulang kali memukul Joni.


Sedangkan Joni menghindari serangannya Mila sambil berbuat cabul dengan Mila. Dengan kata lain, Joni melakukan serangan dengan langsung ke mentalnya Mila.


"Kya...! Apa yang kamu pegang!" Terikan Mila sambil ingin memukul Joni yang ada di belakang.

__ADS_1


Joni mundur sebelum kena serangan Mila "Hem, sudah lima kali ku sentuh, memang dada mu sangat kenyal ya" Kata Joni sambil menggerak-gerakkan jarinya.


Mila sudah tidak kuat dengan perilaku Joni pada dirinya. Mata Mila pun berkaca-kaca.


"Eh? Mi-Mila? Eh, Lah kok?" Joni merasa tidak enak kepada Mila.


"Dasar mesum...!" Terikan Mila sambil berlari dengan nangis.


"Eh! Bu-bukan begitu maksud ku!" Terikan Joni.


Para kerumunan orang-orang di Genk SMK negeri terlihat sangat merah kepada Joni. Kemarahan mereka sudah jelas, karena perilaku Joni ke Mila sampai membuat Mila menangis.


"Hehe, Teman-teman! sudah tidak ada ceweknya lagi! Sekarang kita bisa berkelahi dengan leluasa!" Terikan Joni, tapi tidak ada jawaban dari belakangnya.


Joni menyadari sesuatu dan dia pun menoleh kebelakang. Yap, semua para teman-temannya sudah tidak ada, hanya Joni yang masih ada disana.


Perilaku Joni kepada Mila membuat mereka malu dan Mereka pun pergi meninggalkan Joni dari pada merasa malu terus menumpuk.


Dasar sialan... Apa kah ini yang disebut teman? batin Joni.


Joni kembali melihat kedepan, Amarah Genk SMK negeri sudah tidak sekedar marah biasa, mereka ingin membunuh Joni.


"Hehe, santai-santai" Joni berbalik badan dan langsung berlari dengan kencang.


"Woi! mau kemana kau!" Seluruh genk SMK negeri mengejar Joni.


Keesokan harinya, setelah pulang sekolah dia kembali lagi ke jembatan bersama Leo untuk mengambil motornya Joni. Untungnya, motor Supra Joni, masih baik-baik saja.


"Mantap, kukira sudah dirusak lebur nih motor" kata Joni.


"Untung saja ya, Yuk gas pulang" kata Leo yang masih diatas motornya.


Joni berusaha menyampaikan motornya, mulai dari starter dan di engkol masih tetap tidak bisa nyala.


"Aduh, kok gak nyala ya?" Kate Joni.


"Bensinnya habis kali" kata Leo.


"Gak mungkin lah, kemarin sudah aku isi full"


"Sudah lah, coba cek dulu" Kata Leo sambil turun dari motornya dan berjalan menghampiri Joni.


Joni pun memeriksa Tangki bengisnya dan ternyata.


"Isinya air mana bisa nyala" ucapan Leo.


"Hem, bagian luar motor ku baik-baik saja, tapi bagian dalamnya sudah dirusak para" ucapan Joni.

__ADS_1


"Sabar Jon ... Ingat, ini SMA"


",SMA!"


Joni pun mendorong motornya sambil dibantu oleh Leo dari belakang. Mereka berdua sudah membuang air didalam tangki. Meskipun begitu, Joni masih ingin membawanya ke bengkel terdekat.


Mereka berdua sudah sampai di bengkel, tapi Leo harus pergi karena punya urusan di rumah. Joni pun menunggu motor sendirian di bengkel.


"Masalahnya apa mas?" tanya sang mekanik 1.


"Anu mas, kalo saya omongin, mas percaya gak?" Kata Joni.


"Ya tetep omongin lah, kalo tidak dikasi tau mana tau" Kata sang mekanik 1.


Joni pun menjelaskan masalah pada motornya dan seng mekanik pun memeriksa apa yang dikatakan oleh Joni.


Selang beberapa menit kemudian.


"Mas!" panggil sang mekanik 1.


"Ya ada apa mas? Apakah bisa diperbaiki?" Joni pun datang.


"Dari pada di perbaiki, Nih motor lebih baik tukarkan rosok aja dah"


"Kenapa coba!"


"Ya... Sebenarnya tidak hanya satu masalahnya, Ini hampir seluruh komponen motor sudah pada rusak semua dan hampir tidak bisa diperbaiki"


"Kalo gitu komponen-komponen yang tidak bisa diperbaiki, ganti aja yang baru mas"


"Masalahnya itu, seluruh komponennya harganya hampir sama dengan beli motor baru ... Saran ku ya, Dari pada membeli komen yang baru untuk motor tua kek gini.


"Lebih baik nih motor jual aja dan beli motor baru yang lebih bergengsi"


"Terimakasih kasih atas sarannya mas, tapi ucapan mu sangat menyindir ku ... Kepala mekanik! mana sang kepala mekanik!?" terikan panggilan Joni.


Sang kepala mekanik pun sampai "Iya, ada keluhan apa mas?"


"Nih anak buah mu pecat saja dah, masa aku naik memperbaiki disini malah disuruh jual nih motor dan beli yang baru" keluhan Joni.


Sang Kepala mekanik pun memeriksa motornya Joni. Tak lama kemudian.


"Mas" Panggil sang kepala mekanik.


"Iya ada apa pak?"" Joni pun datang.


"Anak buah ku benar, lebih Baik jual aja dah nih motor dan beli yang baru"

__ADS_1


__ADS_2