
"Ngomong-ngomong, sudah lama kita tidak nongkrong bertiga ... Lewat berapa chapter ya?" tanya Brody.
"Dua, tidak ... Tiga chapter mungkin" jawab Joni.
"Kalo kalian baca ulang, sejak chapter empat kita kita tidak nongkrong bareng" Jawab Leo.
"Jadi, sekarang kita ngapain?" tanya Brody.
"Gak ada topik, cerita random pun, dimulai" jawab joni.
"Tunggu, Pembukaan dulu" kata Leo.
Seperti yang kalian baca di judul, kali ini semuanya akan berhubungan dengan mitos. Mitos adalah, bagian dari suatu folklor yang berupa kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang punya cerita atau penganutnya.
Kalo masih belum paham, lebih jelasnya bisa kalian cari sendiri di google. Lagi pula penjelasan itu tadi juga aku sain dari google.
"Oh ya, kenapa ya kalo aku baru bangun tidur anu ku selalu berdiri" kata Brody.
"Eh, Random sih, tapi apakah aman bahasa itu?" kata Leo.
"Ah... Aku pernah mendengar sebuah mitos tentang itu ... Katanya, saat malam hari, Succubus selalu datang untuk membuat kamu mimpi basah ... karena dia gagal membuat kamu mimpi basah, jadi dia pergi saja sebelum kamu bangun ... Karena itu, Semua pra, anunya akan berdiri saat pagi hari" penjelasan Joni.
"Ya, kalo mitos siah gak pecah, tapi masuk akal juga" kata Leo.
" Succubus itu apa" tanya Brody.
"Lebih sedikit yang kamu tau, lebih baik" kata Leo.
"Succubus adalah, iblis wanita yang bisa membuat laki-laki mimpi basah"
"Woi...! Gak usah dijawab!" terikan Leo.
"Tujuannya apa?" tanya Brody.
"Succubus itu ya, membutuhkan se*** pria untuk diminum dan dia akan menjadi lebih kuat" penjelasan Joni.
"Sudah dibilang gak usah dijawab! dan kenapa ada bintang-bintang di perkataan mu itu!" terikan Leo.
"Ya, itu sensor lah"
"Gak usah dijawab! SMA!"
Selagi amarah Leo tak terkendali, maru kita beralih ke karakter lain. Di toile pria, Duke sedang baung air kecil dan Gin, sedang menunggu Duke didepan pintu toilet.
Saat lagi enak-enaknya buang air kecil, Duke dikejutkan dengan.
"Ah...!" Terikan Duke.
Gin yang mendengarnya, langsung masuk kedalam toilet "Bos, ada apa bos?" tanya Gin.
"Anu Gin ... "
"Anu kenapa bos?"
"dia membesar"
__ADS_1
"Woi...! Jangan bahas itu lagi!" terikan Leo yang berada didalam kelas.
"Leo, kamu baik-baik saja?" tanya Joni.
"Ya, aku baik-baik saja" jawab Leo.
"Leh terus?" tanya Brody.
"Aku merasakan, seratus meter dari sini, ada seseorang yang sedang membahas hal yang berbahaya" penjelasan Leo.
"Hem, aku tidak tau apa yang kamu maksud, tapi ... " kata Brody.
"Semangat" sambung Joni.
Duke dan Gin keluar dari toilet dan sedang berjalan kembali ke ruangan OSIS.
"Ada subuh mitos dikampung halamanku (Papua) tentang hal itu" kata Gin.
"Apa mitosnya?" tanya Duke.
"Kalo kita kencing terkena cacing meskipun itu tidak sengaja, anu kita akan membesar dan terus membesar"
"Hee... Ada mitos seperti itu ya ... Mitos itu bagus juga, mengajarkan kita biar tidak kencing di sembarangan tempat"
"Meskipun begitu, para anak muda yang mengetahui mitos tersebut malah menyalahgunakan mitosnya ... mereka maca cacing dan tersu ... Sampai sini sudah paham lah ya"
"Untung saja itu cuma mitos ya"
Leo datang ke toilet yang tadi digunakan Duke, namun dia sudah telat, yang ada hanyalah genangan air yang membentuk tulisan SMA.
"Hei, Silvia ... Sepulang sekolah mau mampir ke toko kue di blok S?" tanya Viona.
Sepulang sekolah, mereka berdua pun mampir ke toko kue yang berada di blok S. Toko kue ini bukan toko kue biasa, mereka menyajikan kue-kue dengan suasana kutub Utara. Atau suasana sangat dingin dengan suhu 20° Celcius.
"Hu... seperti biasa, dingin! banget" kata Silvia saat memasuki toko.
"Selamat datang, silakan ambil mantelnya" Kata si pelayan toko.
Di toko ini sudah disediakan mantel khusus, biar suasana benar-benar berada di kutub Utara.
Silvia dan Viona pun duduk di kursi paling belakang dari pintu masuk tokoh. Seorang pelayan pun datang dan menanyakan pesanannya.
"Mau pesan apa?" tanya si pelayan.
"Aku mau pesan kue kacang dengan es krim ... Oh, es krimnya coklat ya" kata Silvia.
"Aku kue jahe dengan kopi susu hangat" kata Viona.
"Terimakasih telah memesan" kata si pelayan dan dia pun pergi.
"Kamu seperti biasanya ya... Suasana dingin seperti ini, kenapa malah pesan yang hangat-hangat?" kata Silvia.
"Kamu ini yang kenapa, Udah dingin malah pesan yang dingin" Viona membalik keadaan.
"Ah, hahaha" Silvia tidak dapat berkata-kata.
__ADS_1
Tak lama pesanan mereka pun sampai. Dan Silvia memakan kue kacangnya dengan sangat senang.
"Silvia, kamu tau, ada mitos mengenai kacang loh" kata Viona.
"Hem, Apa mitosnya?" Tanya Silvia
"Kalo terlalu banyak makan kacang, jerawat di wajah mu akan semakin banyak loh"
Silvia Sangat terkejut dengan kue kacang yang masih dimuatnya "Heh? Yang benar? Kamu dengar itu dari mana?"
"Ya... Itu salah satu mitos yang terkenal, lagian ... Kamu baru keluar dari goa yang mana, Sampai tidak tau mitos tersebut"
"Terkenal kah, Berarti ini bukan mitos lagi dong"
"Tidak terbukti dalam sains ... Kacang mengandung Vitamin E, yang sangat dibutuhkan oleh kulit ... Bukan malah menimbulkan jerawat" penjelasan Viona.
"Em... Gitu" hati Silvia kembali tenang.
"Eh, kak tau mitos lain dari kacang? Katanya, kacang bisa berakibat timbulnya kangker"
Silvia mendadak tidak napsu makan kue kacangnya lagi.
"Hahaha, bercanda kok, mana ada mitos seperti itu"
Silvia Kembali nafsu lagi makan kue kacangnya.
"Eh tapi ini beneran, Ada sebuah mitos kalo makan kacang- "
"Sudah lah! Jangan basah mitos tentang kacang lagi!" terikan Silvia.
Karena terikan Silvia sangat kencang, ada seorang pelanggan yang lagi menggambar tercoreng dan malah membentuk tulisan, SMA.
Joni Saat ini sedang duduk di taman bersama dengan Xin-chi. Mereka berdua tidak sengaja bertemu di taman tersebut.
"Apa tujuan mu disini?" Tanya Joni.
Tapi Xin-chi diam tidak merespon pertanyaan Joni.
"Woi, Xin-chi ... Ceritanya lagi sok dingin nih?"
"Eh, Kamu bicara sama aku?"
"Tidak, aku bicara sama angin"
Ada seekor kucing hitam yang lewat didepan mereka. Tapi, Kucing hitam tersebut cuma lagi mengambil bola kecil, yang ingin dikembalikan ke pemiliknya.
"Ah, aku kesini hanya ingin mencari udara segar" kata.
"Sama aku juga" kata Joni.
Heh, tunggu ... Apa-apa dengan jawabannya itu...? Saat Aku tidak menjawab pertanyaan tadi, sebenarnya aku hanya bingung harus jawab apa ... Lagian aku mampir ke taman ini, karena milihat dirinya batin Silvia.
"Kamu tau ... Katanya kalo kita melihat kucing hitam, nanti akan datang kesialan" Kata Joni.
"Eh, Ah... Mitos kucing hitam ya... Aku tidak percaya dengan hal-hal yang berbau mitos" jawab Xin-chi.
__ADS_1
"Tapi kalo itu bukan mitos melainkan fakta ... Apakah ada kucing hitam di dunia ini?"
"Hehe, Aku tau maksud kamu ... Tapi itu terdengar sangat rasis"