Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 16. Gara-gara ngantuk


__ADS_3

Ngantuk ... Ini jam istirahatnya tinggal berapa menit sih? Batin Joni.


Joni melihat jam tangannya.


Baru jam delapan! Hehe, aku masih kuat, tinggal dua jam lagi waktunya istirahat batin Joni.


Saat ini Joni dalam masalah, dia semalaman bergadang untuk menamatkan game android yang tidak jelas. Saat dia sadar waktu, ternyata sudah jam setengah tujuh pagi.


Tidak ada waktu untuk bersantai-santai, dia langsung bergegas mandi dan langsung pergi ke sekolah. Untungnya, sesampainya disekolah, gerbang baru mau ditutup. Joni pun tidak jadi terlambat.


Meskipun tidak terlambat, malahan saat ini dia sedang menghadapi situasi yang jauh lebih buruk. Yap, menahan untuk tidak tidur saat pelajaran berlangsung. Karena, saat ini yang mengajar adalah Bu Salsa.


Jangan pejamkan mata, **S**ekali aku pejamkan mata, aku pasti akan tertidur ... oh ya, lihat sekeliling, pasti akan membantu meskipun sedikit batin Joni.


Pasti kalian bingung dimana tempat duduk Joni ya. Bayangkan tatanan tempat duduk didalam kelas, seluruh kelas ada 35 murid, tentu saja ada 35 tempat duduk.


Susunan tempat duduknya, lima kesamping tujuh kebelakang, paham kan? Tempat duduk Joni berada diurutan nomor tiga paling belakang.


Sedangkan Leo berada di urutan nomor dua dari kiri dan urutan nomor lima dari depan. Kalo Brody, diurutan nomor lima dari kiri, dekat pintu kelas dan urutan nomor dua dari depan.


Joni melihat sekeliling, dia mulai dari kiri ke kanan. Joni pun kaget saat melihat Leo, karena Leo sedang.


Makan mie gelas!? Hebat juga dia makan dengan santainya ... Dari pada itu, dari mana dia dapat itu gelas? Bawah dari rumah kah? Sudah lah, semoga saja kamu tidak ketahuan kawan batin Joni.


Joni melanjutkan untuk melihat sekeliling, Joni matanya mulai segar gara-gara melihat Leo. Saat melihat teman-temannya yang lain, ternyata tidak hanya dia yang mengantuk, ada beberapa orang yang mengantuk juga. Sampai juga Joni melihat Brody dan ternyata Brody sedang.


Tidur di atas meja!? Kenapa aku terkejut, Brody kan biasa seperti itu ... Tinggal tunggu waktu saja dan Bu Salsa akan... Batin Joni.


Tak lama, Bu Salsa pun melempar penghapus papa tulis dan mengenai kepala Brody.


"Aduh! Sakit Bu" Kata Brody sambil memegangi kepalanya.


"Makanya jangan tidur saat pelajaran!"


"Tapi lama-lama kalo dilempar penghapus papan tulis terus-terusan ... Aku jadi bodoh loh Bu"


"Memangnya kepala mu itu ada isinya?" kata Bu Salsa.


Hem, sekarang kalian taukan, kenapa aku sangat berjuang agar tidak tidur saat pelajaran ... Terimakasih Leo Brody, berkat kalian mata ku benar-benar segera sekarang batin Joni.


"Yang di belakang, kenapa senyam-senyum sendiri? Ibu bawakan obat ya?"


Salah satu murid mengambil penghapus papan tulis dan langsung diberikan lagi ke Bu Salsa. Ternyata, penghapus itu bermerek, SMA.


Jam istirahat pertama pun dimulai, Joni terlihat berhasil tidak tertidur sampai saat ini. Matanya sudah berwarna sangat merah dan kelopak matanya berwarna hitam pekat.


Leo dan Brody sedang menghampiri Joni, mereka berdua bingung, karena Joni tidak bereaksi apa pun saat mereka datang. Joni hanya duduk dan matanya hanya melihat kedepan.


"Wooi! Joni" kata Leo sambil melambaikan tangannya didepan mata Joni.

__ADS_1


"Dia tidak kedip sama sekali" Kata Brody.


"Jangan-jangan"


"Dia abis kejatuhan gajah kemarin!"


"Ya, mungkin saja itu ... Ya mana mungkin lah!" terikan Leo sampai membuat Joni terbangun.


"Hah, Apa?" Joni melihat Brody dan Leo.


"Kamu... Tadi tertidur?" tanya Leo.


"Hah? Ah... Ujung-ujungnya tertidur toh aku" kata Joni.


"Kalo beneran tertidur, tapi kenapa mata kamu masih terbuka?" Tanya Brody.


"Mata ku terbuka ya? Aku sendiri tidak tau, kalo aku tidur mata ku masih terbuka"


"Heh... tenyata beneran ada ya, orang tidur dengan mata terbuka, baru kali ini aku lihat" kata Brody.


"Ah... Pantesan saja ibu ku suruh aku harus mengunakan penutup mata saat mau tidur"


"Sudah-sudah, lebih baik kamu pergi saja ke UKS dan tidur disana ... Nanti biar aku izinkan kamu, dengan alesan sakit" ucap Leo.


Joni pun mengikuti arahan Leo, Meskipun sempoyongan, dia tetap berusaha menegakkan badannya untuk menuju ke UKS.


Sesampainya di sana, tidak ada satu pun orang di UKS maupun guru, Joni pun langsung berbaring di kasur. Dia menggunakan dasinya untuk menutupi matanya, biar tidak ada lagi orang yang tau kalo dia tidur dengan mata terbuka.


"Woi tukang tidur, waktunya pulang!" Kata Leo sambil membuka pintu, tapi disana tidak ada siapapun.


"Loh, Joni kemana ya? Apakah lagi di toilet?" tanya Brody.


"Biar aku telpon" Leo menelpon Joni.


Tak lama kemudian, Joni mengangkat telponnya Leo.


"Halo Joni, kamu dimana?" tanya Leo.


"Aku sudah pulang"


"Eh?"


"Aku tidak tau kapan, tapi saat ada Bu dokter, aku di periksa olehnya dan ditanyakan beberapa pertanyaan ... Aku pun disuruh pulang untuk istirahat saja di rumah bukan di UKS ... Karena di suruh, aku pun pulang deh" penjelasan Joni.


Bukanya Bu dokter itu sedang menyindir batin Leo.


"Oh ya, tas ku tolong bawa ya?" kata Joni.


"Tunggu, gimana dengan isi tas mu?" tanya Leo.

__ADS_1


"Em... Aku tadi terburu-buru karena hampir telat, aku langsung bawa aja tas ku, yang penting bawa tas ... Jadi, aku tidak tau ada apa aja di tas ku"


Leo langsung menutup teleponnya "Coba periksa tasnya Joni" perintah Leo ke Brody.


Brody memeriksa tas Joni dan dia hanya menemukan "Hanya ada satu buku"


"Sudah kuduga, kita bertiga tidak ada yang niat sekolah ... Ya ampun SMA"


Meskipun tadi Joni bilang pulang, tapi dia sedang berada di taman yang biasanya dikunjungi oleh Joni. Lagi-lagi, tak sengaja Xin-chi melihat Joni yang sedang duduk di bangku taman.


Xin-chi sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah dan abis berbelanja. Tapi karena melihat Joni, dia pun mampir sebentar ke taman.


Xin-chi perlahan mendekati Joni dari belakang, dia berniat untuk mengawetkan Joni. Akan tetapi, saat dia melihat gambaran Joni, dia pun.


"Cantik banget" ucap Xin-chi.


Joni pun kagak dan langsung menyembuhkan Tabletnya sambil menoleh kebelakang. Ngomong-ngomong, jadi Xin-chi ini berhasil ya, mengagetkan Joni.


"Ah, ma-maaf, aku tidak punya niat untuk membuat kamu kaget" Kata Xin-chi. Dia sebelumnya punya niat untuk mengagetkan Joni.


"Ah, gak papa ... Lagi apa kesini?" tanya Joni.


"A-ah... Aku abis pulang berbelanja dan hanya ingin mencari udara segar disini ... Tau-taunya malah lihat kamu" Xin-chi berkata jujur, tapi ada beberapa yang dibuat-buat.


"Begitu ya ... Kalo begitu aku pulang ya"


"Tunggu, bo-boleh aku lihat sekali lagi gambaran mu?"


Xin-chi melihat gambaran Joni dengan mata penuh dengan bintang, karena yang digambar Joni adalah langit malam yang penuh dengan bintang.



"Jelek ya?" Tanya Joni.


"Tidak! Ini benar-benar indah ... Dari mana kamu belajar menggambar seperti ini?"


"Aku hanya belajar dari internet"


"Apakah kamu ingin menjadi seorang seniman?"


"Maunya sih gitu, tapi ayah ku, menginginkan aku untuk jadi tentara ... Karena aku satunya anak laki-laki di keluarga ku"


Xin-chi pun terdiam untuk beberapa menit "Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan" kata Xin-chi.


"Hah?"


"Kamu suka menggambar kan? Teruskan!"


"Tapi ayah ku tidak akan senang"

__ADS_1


"Bodoh amat! Ini hidup mu! Lakukan saja apa yang kamu suka!"


Joni pun tersenyum "Terimakasih"


__ADS_2