Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter End. Sinetron.


__ADS_3

"Bro, Brody" Panggil Joni.


"Ada apa Jon?" Respon Brody.


"Kamu menyadari sesuatu gak?"


"Iya, Aku juga menyadarinya"


"Tak kukira waktu yang paling kita takuti tiba juga"


"Iya, tak ku sangka bisa secepat ini"


"Ya, kalian ngobrol saja sendirian, aku tidak diajak nih ya" kata Leo.


"Memangnya kamu paham dengan pembahasan ini?" tanya Joni.


"Kalo tidak tau, Ya dikasih tau lah Jon..." ucap Leo.


Brody dan Leo berbalik badan "Gimana ini bro, kasih tau gak ya?" Bisikan Joni.


"Hem, meskipun kasih tau, apakah dia bisa mengikutinya?" Pendapat Brody.


"Lebih baik langsung saja biar kita kasih lihat" Kata Joni sambil mengeluarkan smartphonenya.


Joni menunjukkan Video sinetron tadi malam kenapa Leo. Sinetron tersebut menceritakan tentang.


"Ti-tidak mungkin ... Kamu bukan ibu ku, Ini bohong kan!?" Kata Yumi (Karakter dalam sinetron).


"Maaf, tapi ini kenyataan ... Maaf!" Kata Yuko sambil lari (Karakter dalam sinetron).


"Tunggu ibu! Bukan, Ayah...! Bukan masalah kamu bukan ibu ku, tapi aku mengakui mu sebagai Ayah!" Terikan Yumi.


"Eh?" Leo kebingungan.


"Sial, kenapa secepat itu dia memberitahunya" kata Joni.


"Sial, padahal episode sebelumnya mereka sudah bahagia sebagai keluarga" kata Brody.


Joni dan Brody terlihat sangat menikmati sinetron tersebut, tapi Leo.


Ada-ada aja sinetron zaman sekarang ... Tapi ini masih mending lah dari pada sinetron Azab batin Leo.


Ada bocah SMP yang lewat begitu saja didepan tiga sahabat. Dia terlihat hanya ingin berbelanja di minimarket, tapi ada sesuatu yang aneh di bocah tersebut. Yap, gantungan rasanya adalah tulisan, SMA.


"Oh ya Leo, Biasanya kamu nonton apa sih kalo malem?" tanya Joni.


Saat ini tiga sahabat sudah berpisah. Brody sudah pulang duluan, sedangkan Leo dan Joni sedang berkendara berenang. motor Supra Joni masih belum selesai diperbaiki dan di masih bonceng Leo saat pulang sekolah.


"Hem... Aku tidak nonton apa-apa sih, palingan main gema ... Eh, ada lah, kadang kalo ada pertandingan Game, aku nonton dari YouTube" Jawab Leo yang lagi setir motor.


"Dasar otak-otak game"


"Dari pada lu, otak sinetron, jadi ibu-ibu aja sana"


"Gak Kamu bisa berkesimpulan seperti itu dari mana?"


"Lah tadi, kamu menunjukkan aku sinetron gak jelas seperti itu"


"Loh-loh-loh, kamu gak tau saat episode awal-awal, Saat awal-awal tuh sinetron bagus banget sumpah ... Tapi, akhir-akhir ini agak jelek, seperti yang aku tunjukkan kepada kamu barusan ... Setelah kejadian seperti itu, Kayaknya aku tidak bakalan nonton lagi dah itu sinetron"

__ADS_1


"Bukannya sama saja seperti nih novel ... Sudah jarang update, Chapter akhir-akhir gak makin gak jelas pula"


"Benar juga, Apakah ini akan menjadi akhir untuk SMA?"


Saat hampir sampai di rumahnya Joni, mereka berdua berhenti karena ada banyak kerumuman orang ditengah jalan.


"Jon, kayaknya ada orang kecelakaan jon" Kata Leo.


"Kayaknya iya sih ... yuk-yuk, kesana yuk" balas Joni.


Meka berdua pun menghampiri kerumunan tersebut. Yang mereka kira kecelakaan ternyata.


"Ayo-ayo, Jangan Sampai kalah Ayo!"


"Kamu kalah, ku bongkar motor kamu"


Disini bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi? Yap, bukan kecelakaan melainkan, balap liar.


Joni menelpon 122, yaitu nomor polisi Indonesia. Tanpa waktu lama, polisi pun datang dan balap liar tersebut pun bubar. Tapi di salah satu motor balap tersebut, ada sebuah stiker yang bertuliskan, SMA.


Malam pun tiba, yang biasanya Leo bermain game didalam kamar, tiba-tiba dia punya niat untuk kumpul keluarga di ruangan TV. Disana sudah ada Lia Ayah ibunya.


"Loh, Tumben ... Kesurupan apa ini?" Kata Lia.


"Sekali-kali kek gini gak boleh apa?" Kata Leo sambil duduk di sofa sampingnya Lia.


"Ya Ampun sayang, Aku lupa kalo besok ada meeting penting mengenai produk baru" Kata sang Ayah.


"Oh, benar seperti itu sayang? Mau aku bantu menyiapkan proposal nya?" tawaran sang ibu.


"Iya, Aku sangat tertolong sayang"


"Kasian" bisik Lia.


"Apanya yang kasian?" tanya Leo.


"Hem, bukan apa-apa ... Mau nonton sinetron?" kata Lia sambil memegangi remote TV.


"Ada acara sepak bola gak?"


"Ada, sepak bola Indonesia, Liga 1"


"Ya udah sinetron aja*


Disisi lain, di jam yang sama, Brody sedang berada dikamar nya, Juga nonton Sinetron, bedanya dia dari smartphone.


Padahal aku sudah tau ini sinetron alur ceritanya sudah ampas, tapi entah mengapa, masih penasaran aja ya? Batin Joni.


"Brody, apakah kamu didalam?" Perkataan Emaknya Brody.


"Ya, tunggu Mak!" Jawab Brody sambil bangun dari tempat tidurnya.


Brody membuka pintu kamarnya "Ada apa ya Mak?"


"Di toko stok daging-daging sudah sampai ... Bantu bapak kamu sana angkat-angkat dagingnya" Kata sang emak.


"Oh... Tapi aku lagi nonton sinetron Mak"


"Sinetron yang 'Ibu ku ternyata ayah ku' urau ya?"

__ADS_1


"Lah kok Mak tau? Tv nya kan lagi rusak?"


"Cerita dari dari para ibu-ibu tetangga ... Mana-mana, biar ibu lihat?"


"Oh... Eh?"


"Cepat bantu ayah mu, biar ibu saja yang nonton ... Nanti saat sedang rumpi lagi dengan tetangga, emak bisa ikut cerita"


Eh... Dah gak paham lagi dah sama emak-emak ... Gak heran kalo di sebut ras terkuat sedunia Batin Brody.


Leo sudah, Brody juga sudah. Yap, Sekarang mari kita beralih ke Tokoh utama kita, yaitu Joni. Di Jam yang sama.


Joni sedang didalam kamarnya, dia sedang menggambar di tabletnya. Saat dia hampir selesai menggambar, dia melihat jam pada tabletnya.


Sudah jam segini toh, ketinggalan sinetron nih, tunggu Batin Joni dan langsung lanjut menggambar.


Lanjut gambar aja lah, alur cerita tuh sinetron juga sudah tidak jelas Batin Joni.


Tanpa disadari oleh Joni, dibawah kasur tempat tidurnya, terdapat banyak sekali semut. Semut tersebut menata telur-telurnya hingga membentuk tulisan, SMA.


Keesokan harinya, tiga sahabat bersekolah seperti biasanya, saat pulang sekolah Brody dan Leo mengantar Joni ke bengkel motornya diperbaiki. Karena WhatsApp dari pemilik bengkel, kalo motor Joni sudah selesai diperbaiki dan boleh dibawah pulang.


Untuk urusan pembayaran perbaikan, jangan ditanya lagi, dompet Joni lebih dari cukup untuk pembayarannya.


Setelah itu tiga sahabat pergi ke suatu tempat untuk jalan-jalan, karena besok adalah tanggal merah. Mereka pergi ke suatu taman yang lumayan jauh dan masih mengenakan seragam.


"Ha... Udah lumayan lama gak pakek nih Supra, setelah diperbaiki lumayan enak juga" ucap Joni yang masih diparkiran taman.


"Aku heran, suka banget kamu sama Supra" Kata Leo.


"Ya jelas lah, karena supra semakin didepan"


"Bukanya itu kata-kata mereka motor lain ya?"


"Sudah-sudah, kesana yuk?" Ajakan Brody.


Setelah itu, tiga sahabat pun pergi berkeliling taman sambil membeli jajanan dari pedang kaki lima dan melihat-lihat keindahan taman.


"Eh, tunggu-tunggu" Kata Joni dan tiba-tiba berhenti.


"Ada apa Jon?" tanya Brody.


Joni tidak langsung jawab tapi dia sedang melihat-lihat sekeliling.


"Tempat ini cocok nih" kata Joni.


"Cocok apanya?" tanya Leo.


"Kalian kepikiran gak untuk foto bareng, kalo diingat-ingat saat novel ini dimulai, kita sudah lama banget tidak foto bareng" penjelasan Joni sambil tersenyum ke Brody dan Leo.


"Benar juga ya, kita mengawali novel ini dengan dihukum membersihkan tempat pembakaran sampah" ucap Leo sambil menghampiri Joni.


"Meskipun cuma sedikit, tapi ini kenangan yang luar biasa" ucap Brody dan ikut menghampiri Joni.


Joni mengambil smartphonenya dan meminta orang lewat untuk memfoto mereka bertiga. Mereka bergaya sesuka mereka dan hasilnya.



"Ini bukan akhir kan?"

__ADS_1


__ADS_2