Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 23. Kencan aneh


__ADS_3

Joni sedang berada di kamarnya, dia sedang menggambar di tablet. Saat lagi dipuncak ide, tiba-tiba.


"Wih...! Bagus juga gambaran mu" kata Elina secara tiba-tiba.


"Ahh...!" Joni kaget dan dengan cepat menyembuhkan Tabletnya.


"Hem? Apakah itu tugas dari sekolahan mu kak?" tanya Elina.


"Y-ya... Gitu lah ... Ngomong-ngomong, kalo mau masuk kamar orang, ketuk pintu dulu" Kara Joni.


"Aku sudah melakukannya kok":


"Kapan kamu melakukannya?"


"Tadi pagi"


"Terus apa hubungannya dengan saat ini"


"Loh ada dong kak ... meskipun aku tidak tau, pokoknya ada"


Di pintu kamar Joni ada sesuatu di sana. meskipun terlihat sangat kecil, tapi ini penting bagi kita, Yap sesuatu itu adalah, Tulisan SMA.


"Jadi, ada urusan apa kesini" tanya Joni.


"Tadi disekolahan, aku diajak makan bareng bersama cowok" kata Elina.


"Lah kencan dong ... Tunggu, ceritanya sombong nih, baru SMP sudah kencan"


"Bukan itu maksud ku ... Masalahnya ini bukan satu cowok, tapi sepuluh cowok"


"Rame-rame mau ngapain woi!"


"Jangan salah paham ya Kak ... Awalnya aku diajak satu cowok dan aku terima ... ada yang lain mengajak, aku terima dan ada lagi, aku terima lagi, ada lagi terima lagi, ada lagi terima lagi ... terus seperti itu dan tau-tau sudah sepuluh orang yang mengajak ku makan bereng"


"Perasaan Silvia gak gini dah, pasti kak Rara dan Nia juga sama" kata Joni


"Lah kak Joni sendiri?" tanya Elina


"Aku laki-laki, bedah"


Elina duduk di atas kasur "Hah... Sekarang gimana dong kak"


"Batalin saja semuanya, gampang kan?"


"Gak mau, nanti aku tidak dapat semua hadiahnya"


"Kamu ini, benar-benar beruang ya?"


"Lah kok beruang?"


"Ber-uang, beruang"


"Kakak gak punya ide apa?"


"Gak punya, kamu kira Kakak mu ini pintar apa ...? Tunggu, kakak punya ide"


"Katanya tadi gak punya"


Handphone Joni sedang di charge, Joni belum membukanya selama satu jam karena asik menggambar. Namun, sebenarnya Brody sedang mengirim pesan kepada Joni dan pesannya berisi, SMA.


Hari ketemuan pun tibah, ketemuan pun di lakukan depan stasiun, keren mereka mau menuju ke taman hiburan. Elina sedang menuju menemui sepuluh cowok yang mengajaknya berkencan, sedangkan Joni, Leo, dan Brody melihat dari kejauhan. Yap, Joni meminta bantuan kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Kamu yakin ini akan baik-baik saja?" tanya Brody.


"Apa maksud mu? Kalo mereka macam-macam, kita langsung ajar mereka ... Lagi pula mereka masih SMP" kata Joni.


"Ngomong-ngomong, kalian sedang berpakaian macam apa?!" kata Leo.


Brody dan Joni, mengenakan sweater yang ada tudungnya ditambah topi dan berkacamata hitam.


"Yak, kita harus menyamar" kata Brody.


"Kalo kita berpakaian biasa terus mengikuti mereka, akan terlihat mencurigakan kan" kata Joni.


"Justru kalian malah terlihat mencurigakan!" terikan Leo.


*Iya kah? Bodoh amat lah"


"Cepat lepas"


Brody dan Joni pun, melepas sweater nya, topinya dan kacamata hitamnya. Setelah itu sweater dan yang lainnya, mereka berikan kepada orang random yang lewat.


Dari kejauhan, sepuluh cowok sedang mengelilingi Elina dan ini membuat Joni tiba-tiba naik pitam.


"Tunggu Jon, tunggu" kata Brody sambil memegangi Joni.


"Apa yang harus ditunggu, mereka sedang macam-macam dengan adil ku" kata Joni.


"Tunggu, kemungkinan Elina sedang dihujani pertanyaan oleh mereka" kata Leo.


"Hujan? Ah gak ah" kata Joni.


"Gak tau nih Leo ada-ada aja" kata Brody.


Entah bagaimana prosesnya, Elina terlihat sangat bahagia dan sepuluh cowok itu terlihat menjadi sangat dekat.


Kereta pun tiba, Elina dan sepuluh cowok masuk kedalam kereta. Sedangkan tiga sahabat juga ikut naik kereta tapi beda gerbong. Malahan, gerbong yang dinaiki tiga sahabat memiliki lukisan yang berbentuk, SMA.


45 menit perjalanan, mereka telah sampai di kota yang ada taman hiburannya. Dari stasiun, mereka pergi lagi ke halte bus untuk melanjutkan perjalanan mengunakan bus.


Mereka telah sampai di taman hiburan, entah bagaimana sejarahnya, ada halte bus tepat didepan taman hiburan.


"Gawat, ini luas banget!" Kata Leo.


"Tidak Hanya luas, tapi ... " kata Joni.


"Aku sudah kehilangan jejak Elina dan cowok-cowoknya karena sangat ramai" kata Brody.


"Gawat, ini luas banget" ucapan Leo.


Karena tiga sahabat kehilangan jejak Elina dan cowok-cowoknya, mereka pun pergi ke peta taman bermain.


"Emm... kita disini, eh bukan disitu, eh disini lah ... Tunggu, kita dimana sih?" kata Brody sambil menunjuk lokasi mereka sekarang.


"Hem... kayaknya disana dah" kata Joni.


"Bukan deh Jon, kayaknya benar disini dah ... Ya kan Leo?" kata Brody.


"Jangan tanya aku, aku juga lagi bingung" kata Leo.


"Kita memecahkan Rekor dunia" Kaka Joni.


"Kok bisa?"

__ADS_1


"Baru masuk sudah tersesat"


Karena tiga sahabat tersesat, dan akhirnya rencana mereka pun gagal. Yang awalnya mengikuti dan menjaga Elina, sekarang mereka berada di kafe didalam teman bermain.


"Hah... Benar-benar gak bisa tenang" kata Joni.


"Sudah lah, adik kamu baik-baik saja kok" kata Brody.


"Dari mana kamu bisa berkata seperti itu?!"


"Jangan marah-marah Jon, Brody hanya ingin menenangkan mu ... Dari pada marah-marah, kita berdoa saja yang terbaik kepada tuhan" kata Leo.


Joni merasa bersalah "Maaf Brody"


"Santai aja" jawab Brody.


"Hah... Gak bisa santai lah" kata Joni.


Hari sudah menjelang sore, tiga sahabat keluar dari taman bermain dan tanpa disengaja, mereka bertemu dengan Elina. Tapi anehnya, Dia sedang membawa banyak barang tapi tidak bersama dengan sepuluh cowok.


"Ah! Hei kak Joni...!" terikan Elina.


Joni pun langsung berlari menghampiri Elina "kamu baik-baik saja? Apakah mereka macam-macam dengan mu? Apakah mereka menyentuh mu di bagian yang berbahaya?" Joni mengeluarkan semua kekhawatirannya.


"Gak papa kok kak, aku baik-baik saja" kata Elina.


"Gak mungkin, pasti ada satu atau dua ... tunggu, dua kali sepuluh, Dua puluh! Mereka menyentuh mu dua puluh kali!"


Dia seperti ibu-ibu batin Brody dan Leo.


bus pun sampai dan kebetulan busnya sedang sepi.


"Ngomong-ngomong, kenapa kamu bisa berkencan dengan sepuluh orang?" tanya Leo.


"Itu idenya Kak Joni"


"Hah? Jon"


"Gini ceritanya ... nah, sekarang paham kan?" kata Joni.


"Hem, paham banget, saking pahamnya aku tidak tau kapan kamu mulai cerita"


Joni pun bercerita tentang apa yang sebelumnya terjadi dikamar nya mengapa dia memberikan ide langsung berkencan dengan sepuluh orang.


"Ehh... Bagus emang idenya, tapi kenapa saat menjelekkan kamu sangat khawatir d dengan ide yang kamu sendiri" kata Leo.


"Ya... kamu tau lah ... bayangkan saja kalo Lia didekat cowok yang belum kamu ketahui, apa lagi dengan banyak cowok ... Bagaimana reaksi mu?" tanya Joni.


"Ya, sangat mengkhawatirkan emang" kata Leo.


"Brody? Tumben diem aja ... Ada apa?" tanya Joni.


"Hem... aku sedang berfikir" jawab Brody.


"Berfikir? mikirin apa?"


"Merasa aneh gak ... padahal bus ini tidak ada supirnya, kok bisa jalan"


"Heh?" Elina, Joni, dan Leo sama-sama terkejut.


Yang dikatakan Brody benar. Bus ini, berjalan tanpa supir dan pergi entah kemana.

__ADS_1


__ADS_2