Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 8. Sok preman


__ADS_3

Hari Minggu, adalah hari libur. Dimana pun apa pun dan apapun itu jenis tanggalnya, hari Minggu seluruh berwarna merah. Entah kalo tanggalan kalian berwarna biru, yang aku tau, hari Minggu selalu tanggal merah.


"Leo" panggil Lia.


Lia, umur 16 tahun, kelas dua SMA. Bersekolah di sekolah selatan(campuran), yang isinya hanya khusus orang-orang pintar. Lia adalah saudara kembar Leo, namun tidak dengan otaknya. Lai orangnya sangat pintar, pintar banget. Sedangkan Leo, Biasa-biasa aja, Ya tidak terlalu bodoh lah. Meskipun begitu, Lia adalah cewek lumayan nakal.


"Apa?" jawab Leo sambil bermain game Online di Handphone.


"Tumben di rumah? Biasanya hari Minggu jalan-jalan sama Dua sahabatmu itu"


"Ah... Brody sedang membantu orang tuanya jualan daging di tokonya ... Sedangkan Joni, dia lagi latihan beladiri di gunung bersama ayahnya"


"Jadi karena itu kamu di rumah saja bermain game"


"Emangnya kenapa sih?"


"Ya... Ini hari Minggu, ibu dan ayah juga lagi keluar, jadinya ... Aku ingin nonton film Plus-plus dan melakukan ma-"


"Stop...! Jangan dilanjutkan, aku sudah paham dan itu terlalu berbahaya ... Bahaya banget kalo ada anak kecil yang baca!"


"Meskipun kita saudara, tapi kita seumuran dan laki-laki sama perempuan di satu atap ... A-ada kemungkinan kalo kita akan melakukannya" Lei mengatakannya dengan malu-malu.


"Hem, ya, santai aja, hal itu tidak akan pernah terjadi ... Selain itu, lebih baik kamu pergi saja jalan-jalan" ucapan Leo dengan muka datar


Dipojok kamar Leo, terdapat sarang laba-laba beserta laba-laba nya. Laba-laba tersebut, telah selesai membuat sarangnya dengan tulisan, SMA.


Lai pun pergi jalan-jalan keluar rumah, tapi dia tidak tau mau kemana.


Enaknya kemana ya? Ngomong-ngomong, kenapa aku nurut sama kata Leo? Yang lebih parahnya lagi, aku asal keluar dan lupa untuk ganti baju batin Lia.


Lia memakai celana shorts (cari aja di google) dan hanya menguntungkan kaos hitam polos. Dengan dadanya yang ideal dan kulitnya yang putih, Lia pun menarik banyak perhatian. Tentu saja, perhatian para orang-orang yang sok-sokan menjadi preman.


Lia melihat seekor kucing putih yang berada di antara gedung, atau bisa di sebut gang. Kucing itu sangat lucu dan imut, Lia tanpa pikir panjang, langsung masuk kedalam gang.


"Kemari... Aku tidak jahat kok ... pus, pus.... "


Kucing itu pun, perlahan menghampiri Lia "Ah... lucu banget... Ingin aku pelihara, tapi ayah elegi kucing" Kata Lia sambil mengelus-elus kucingnya.

__ADS_1


Saat Lia sedang sibuk mengelus-elus kucingnya, Lia tidak sadar kalo dia sudah di kepung beberapa cowok sok preman. Lia baru sadar, saat sang kucing tiba-tiba mencakar tangan kanannya dan langsung pergi.


"Aduh! Ah... Sakit banget..." kata Lia yang masih jongkok.


"Sakit ya? Sini ku sembukan, biar tidak sakit lagi" Kata Sok preman kesatu.


Lia langsung berdiri dan langsung berbalik badan juga. Didepannya, ada lima cowok yang sedang mengerubungi dirinya.


"Hem... Gak usah takut gitu dong, Kita kan cuma mau menyembuhkan luka mu" Kata sok preman kedua.


Sok preman ketiga, mencolok dagu Lia "Ih, Apaan sih!" Kata Lia sambil mengusap-usap dagunya.


Sekarang gantian sok preman empat, ikutan mencolek dagu Lia "Ih...! Maunya apa sih?"


"Prff, hahahaha!" Semua orang sok preman tertawa bersamaan.


"Hei, cantik ... Kita masuk lebih dalam yuk!" kata sok preman satu.


"Gak mau ah" Jawab Lia sambil memalingkan wajahnya.


"Udah lah... Aman-aman, kita kan cuma mau menyembuhkan luka kamu" Kata sok preman kelima sambil menarik lengan Lia.


Lima orang sok preman itu pun, terus memaksa Lia. Ke cara kebetulan, Ada Brody dari sebrang Jalan, dia abis selesai mengantarkan pesanan. Brody berhenti di pertigaan dan menunggu lampu merah. Tanpa disengaja, Brody melihat.


Wah... Orang-orang sok preman, penampilan mereka sangat norak sekali ... Aku heran orang seperti mereka ada aja di dunia ini batin Brody.


Brody terus memandangi orang-orang sok preman. Semakin lama dilihat, Brody sesekali melihat tangan cewek yang sedang mereka tarik.


"Tunggu ... Woi-woi, beneran cewek dah tuh" Kata Brody dan dia langsung berlari menyebrang jalan, meskipun belum lampu merah.


Brody berlari dengan sangat kencang dan kencang pula dia memukul salah satu dari mereka. Yang dipukul Brody sok preman keempat dan yang lainnya kagak dan langsung menghadap ke Brody.


"Aku tidak kalian siapa, tapi aku sudah muak melihat kelakuan kalian dari tadi ... Apakah harga diri kalian serendah itu? Henya berani mengganggu seorang cewek, berlima pula" Ucapan Brody.


"Woi, Hati-hati kalo bicara!" Kata sok preman kesatu dan langsung menyerang Brody.


Brody kena pukul di pipi kanannya. Sebenarnya, Brody tidak pandai bertarung, dia hanya bisa bertahan dari pengalamannya yang pernah berkelahi beberapa kali dengan Joni.

__ADS_1


Tiga orang lainnya, ikutan menyerang Brody dan Brody hanya bertahan dan menghindar.


Sial, kalo Joni mah, ini akan selesai kurang dari satu menit ... Tunggu, Joni batin Brody dan dia mengingat sesuatu.


"Aku pernah diajarkan oleh ayah ku ... Kalo kita mendapatkan musuh yang lebih kuat dari kita, gunakan saja kecurangan, untuk bisa mengimbanginya ... Karena pada dasarnya, Bertarung itu hal yang salah, jadi kecurangan hal yang biasa" Perkataan Joni, dalam bayangan Brody.


Setelah mengingat perkataan Joni, Brody pun mendapat pencerahan. Yang awalnya dia mengira tak akan menang, sekarang dia percaya pasti bisa menang.


Brody dipukul di bagian dagu dari bawah keatas dan langsung di pukul lagi di bagian perutnya. Saat Brody memegangi perutnya, rambut Brody di Jambak dan langsung memukul pipi kanannya lagi.


Brody terjatuh tengkurap, tapi hal ini lah yang dia inginkan. Tangan kanan Brody menggenggam sejumlah pasir, Brody pun berdiri dan langsung berbalik badan sambil melempar pasirnya ke mata empat orang sok preman.


Empat orang tersebut pun langsung tidak bisa melihat dan matanya sangat perih. Brody menggunakan kesempatan tersebut untuk membalas pukulan yang dia terima.


Selama lima menit kemudian, Brody telah berhasil mengalahkan para sok preman, meskipun dengan cara curang, Brody tetap merasa senang. Disini Brody sedang duduk, mengatur pernafasannya. Sedangkan Lia.


Ya ampun dia keren banget, Apakah dia seorang pangeran? Pangeran dunia nyata? Batin Lia.


Brody mulai berdiri dan menghampiri Lia.


Ah... dia datang! Pasti dia akan bertanya, Apakah kamu baik-baik saja? Pastinya itu...! Enaknya jawab gimana ya? Batin Lia.


Brody mulai mendekati Lia dan hanya terus berjalan melewati Lia begitu saja.


"Woi! Kamu kemana kamu!?" teriakan pertanyaan Lia.


Brody kaget dan langsung berbalik badan "Ya, mau pulang lah" jawab Brody dengan muka datar.


Brody melihat sesuatu ditangan Lia, Brody pun menghampiri Lia lagi dan langsung mengangkat tangan kanan Lia.


"Kamu terluka ya?" tanya Brody.


*Ba-dum, ba-dum* suara detak Jantung Lia.


Dia sedang memegang tangan ku, dia benar-benar seperti seorang pangeran! Batin Lia.


"Ah... Ini mah luka cakar kucing, kukira luka dari orang-orang brengsek ... Yauda kalo gitu, Kalo kamu kayak tadi lagi, jangan malu untuk teriak, biar ada orang yang membantu mu" ucapan Brody sambil berbalik badan lagi.

__ADS_1


Lia berlari menuju kedepan Brody dan dia berhenti dengan kedua tangan membuka. Lia, menghalangi Brody untuk lewat


__ADS_2