Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 27. Hari Valentin 2


__ADS_3

"Hem... Tadi filmnya seru juga ... Apa lagi tuh hantu dan MC, seperti musuh bebuyutan" kata Joni.


Seru dari mantannya yang seru, suram iya ... Mana ada kencan malah nonton film horor, seharusnya kan ..., Ah, sudah lah batin Xin-chi.


"Sekarang mau kemana kita?" tanya Joni.


"Seharusnya kamu kan yang memikirkan idenya" jawab Xin-chi.


"Makan udah, nonton film udah ... Apa ya? Butuh otak ku"


Ha... Sudah kuduga dia tidak memiliki pengalaman dalam berkencan, lagian saat ini apa dia menganggapnya kencan? Kelihatannya tidak sih, ini kan Joni batin Xin-chi sambil tersenyum.


Sambil Joni berfikir, dia pun langsung mendapatkan ide. Karena didepan bioskop, ada tempat pusat permainan.


"Kita pergi kesana gimana?" tanya Joni.


"Pusat permainan? Aku belum pernah kesana" kata Xin-chi.


"Nah, kalo gitu ayo!" kata Joni sambil menarik tangan Xin-chi.


"Eh? Tu-tunggu"


Joni berhenti "Ada apa? Apakah ada yang ketinggalan di bioskop?"


"Hem, maaf, aku cuma ingin terlihat imut"


Dipinggir jalan, terdapat penjual es sari tebu. Sang penjual terlihat agak tua tapi dia masih sangat semangat seperti anak, SMA.


Joni dan Xin-chi, sudah sampai di sebrang jalan. Saat mereka sampai didepan pusat permainan, mereka diam berdiri didepan pintunya.


"Hehe, Sebenarnya aku juga sudah lama sih, tidak ke pusat permainan" Kata Joni.


"Memangnya kapan kamu terakhir kali ke puaat permainan?" tanya Xin-chi.


"Gak tau lupa, Aku terakhir ke pusat permainan bersama kedua sahabat ku" Paham lah ya yang dimaksud Joni.


Tapi Xin-chi salah paham, karena Xin-chi belum pernah bertemu dengan Brody dan Leo. Xin-chi malah berfikiran.


Dua sahabat? Mamanya Joni punya teman? Orang konyol seperti Joni bisa dapat teman? Batin Xin-chi.


"Yok masuk! ... Dikira aneh-aneh kalo hanya diam didepan pintu" ajakan Joni.


Joni dan Xin-chi pun masuk kedalam pusat permainan. Saat baru saja masuk, Mata Xin-chi langsung berpusat ke permainan capit boneka.


Capit boneka, atau bahasa nasionalnya Claw Machine. Permainan ini tidak hanya untuk boneka. Zaman sekarang, sudah banyak jenis Claw Machine. Yang belum tau, Cari sendiri aja di google.


"Jon, Kesana yuk" Kata Xin-chi dan menunjuk.


"Capit boneka? Aku tidak begitu Jogi sih memainkannya" kata Joni sambil berjalan mendekati capit boneka bersama Xin-chi.


Saat sudah sampai di depan capit boneka, Xin-chi langsung menempelkan mukanya di kaca capit boneka.


"Apakah ada boneka yang kamu inginkan?" tanya Joni.


"Iya!" Xin-chi Menjawab dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Biar aku ambilkan untuk mu" kata Joni.


"Eh? Mamanya ini tidak dijual?" tanya Xin-chi.


"Ya... Dijual sih tapi, kita harus memainkannya dulu untuk mendapatkan boneka ... Tapi kalo tidak jago memainkannya, kita tidak bisa mendapatkan boneka, permainan ini lumayan sulit" penjelasan Joni.


"Heh, Gak usah ah kalo gitu"


"Gak papa, Lagian aku juga lagi ingin memainkannya" Joni langsung memasukan Uang Rp5.000 miliknya.


"Loh, Cuma lima ribu? Murah banget, tidak rugi harga boneka semurah itu?" ucap Xin-chi.


Kalo beli biasa menang rugi, tapi permainan ini bisa bikin untung besar batin Joni.


"Yang mana? Yang ini?" tanya Joni yang lagi bermain.


"Kiri lagi kiri-kiri" Xin-chi mengarahkan Joni.


"Yang ini?"


"Ya yang itu!"


"Tinggal tekan tombol oke!" Joni menekan tombol oke.


Capitnya oun turun dan beruntungnya, Sang capit mengenai boneka yang dinginkan Xin-chi. Saat capitnya naik, capitnya tidak membawa apa-apa.


"Lah? Kok gitu sih! Bukanya tadi sudah kena?!" Xin-chi mulai agak kesal.


"Hahaha, inilah yang aku maksud agak sulit, kita harus punya taktik untuk mendapatkan hadiahnya" Penjelasan Joni.


Hem, Paham juga ternyata batin Joni.


"Biar ku coba sekali lagi" Kata Joni.


"Gak usah Jon, aku gak papa kok" ucap Xin-chi.


"Beneran?"


"Iya beneran, sudah terlihat mustahil juga"


Meskipun Xin-chi berkata seperti itu, tapi sebenarnya dia agak kecewa karena tidak mendapatkan bonekanya dan Joni sadar hanya dengan melihat senyuman palsu Xin-chi.


"Ya udah, Mau mau. permainan balapan?" tanya Joni.


"Apa itu? Kedengarannya seru" kata Xin-chi.


"Hem, Bukan seru lagi, ini sangat seru! Kamu pasti akan ketagihan setelah mencobanya"


Dibelakang Joni dan Xin-chi, ada seseorang laki-laki yang sedang duduk bermain game fighting. Dia sangat setuju hingga tidak sadar, kalo baju yang dia gunakan berlogo tulisan, SMA.


"Sedikit lagi, Yo...! Nomor satu!" Teri akan Joni.


"Ya, terakhir lagi ... Ah gak Setu ah, kamu curang" Xin-chi ngambek.


"Hahaha, Ngomong aja kalo kamu payah"

__ADS_1


"Ya payah lah, aku Jan baru coba! ... Seharusnya kamu harus sadar diri, merasa senang karena ngalahin orang amatiran ditambah cewek pula"


Jonk tiba-tiba membatu, karena terkena serangan yang cukup kuat. Setelah bermain game balapan, Jonk dan Xin-chi pun lanjut bermain game yang lainya.


Joni dan Xin-chi terlihat sangat menikmatinya, tidak ada ruang untuk orang lain masuk. Saking asiknya bermain, mereka lupa waktu dan bermain hingga mulai sore.


"Ha... Sudah puasa bangat rasanya" Kata Xin-chi.


"Hem-hem-hem. Untung aja aku aja kamu kesini" ucap Joni.


"Kalo gitu, Ayo pulang!" Ajak Xin-chi.


"Ayo"


"Oh, tunggu Jon"


"Ada apa?"


"Terlalu asik bermain sampai aku tidak sadar ... Aku sudah tidak kuat menahannya, Aku ke toilet dulu buang air kecil"


Xin-chi pun langsung berlari menuju ke toilet. Selagi Xin-chi,di toilet. Joni datang lagi ke permainan capit boneka.


Joni mempermainkan capit boneka lagi. Saat percobaan kedua kalinya ini, Joni berusaha sebisanya. Tapi ujung-ujungnya, boneka yang dia incar, tak dapat dia angkat, dengan kata lain, gagal.


"Ah! Sedikit lagi... Ha..." Perkataan Joni.


Orang yang lagi duduk bermain permainan dibelakang Joni, tiba-tiba berdiri dan menepuk pundak Joni. Joni pun agak terkejut.


"Apakah kamu mau menang Di permainan ini?" Tanya orang misteri.


"Siapa kamu?" tanya Joni.


"Aku tidak penting, yang lebih penting ... Kamu ingin mendapatkan boneka ini untuk pacar mu kan?"


"Heh? Pa-pacar!?"


"Hem, aku memang benci dengan orang pacaran, tapi aku melihat kamu berusaha, membuat aku tersentuh dan ingin membantu mu"


Setelah itu, orang misterius tersebut mengajarkan Joni berbagai trik dan berbagai cara curang untuk menang di permainan capit boneka.


"Oke, ke kiri sedikit, Yap! Turunkan!" Terikan orang misterius.


Joni menekan tombol oke dan sang capit pun turun, perlahan tapi pasti, capitnya berhasil mengangkat salah satu boneka.


Untuk pertama kalinya, Joni menang dalam permainan capit boneka ini. Joni terlihat sangat gembira dan Xin-chi tiba-tiba ada di belakangnya.


"Wah... selamat! Kemu mendapat boneka!" Kata Xin-chi.


"Xin-chi!" terikan Joni yang terkejut melihat Xin-chi tiba-tiba dibelakang.


"Wow, kayaknya aku sudah tidak dibutuhkan" kata orang misterius sambil mundur kebelakang.


"Sejak kapan kamu ada disini?" tanya Joni.


"Hem... kapan ya... Hehehe, rahasia"

__ADS_1


Joni agak mau untuk memberikan bonekanya, tapi dia memberikan dirinya.


__ADS_2