Sahabat Mencari Asmara (SMA)

Sahabat Mencari Asmara (SMA)
Chapter 20. Lomba 2


__ADS_3

"Chapter Akhir-akhir ini tidak menarik" kata Brody.


"Benar-benar tidak menarik" jawab Leo.


"Iya kan, Aku sangat menyadari hal tersebut"


"Kalo kamu memang benar-benar menyadarinya ... Kalo gitu cepat bantu kita menarik! Mau sampai kapan kamu hanya berdiri dan melihat!"


"Oh ya, kita lagi bermain tarik tambang ya?"


"Bukan! Kita lagi berenang!"


Saat ini Brody dan Leo sedang bermain terbaik tambang. Mereka sedang melawan tim hitam, Yap timnya Joni. Kalian pikir ini pertarungan antara tim merah dan tim hitam, kalian salah. Faktanya, pasti yang kalian hanya membayangkan pertandingan Joni melawan Brody dan Leo, Karena hanya tiga karakter ini yang kita tau namanya.


"Ayo tarik...!" Terikan Leo.


"Tunggu, Rasanya kita sedang menarik batu raksasa" kata Brody.


"Bagus kalo kamu membayangkannya seperti itu ... Pokonya jangan melihat muka lawan"


"Hah, memangnya ada apa dengan muka lawan?" -Brody melihat kedepan- "Ih...! Seram ... Seram woi! Tatapan mata mereka sangat serius, justru itu lah yang terlihat seram"


"Apakah ini sebuah strategi mereka?"


"Entahlah, yang membuat aku heran ... Kenapa mereka bisa seserius itu?"


Sebelum lomba tarik tambang dimulai, Joni melakukan pidato di depan seluruh anggota timnya.


"Merdeka!" Terikan Joni sambil mengayunkan tangannya.


"Merdeka!" Teriakan semua orang tim hitam.


"Merdeka!"


"Merdeka!"


"Wahai saudara-saudaraku tim hitam ... Yakin lah! Kita adalah tim yang kuat!"


"Ya...!*


"Apakah kalian tau maksudku?"


"Tidak...!"


"Apakah kalian ingin tau!?"


"Ya...!"


"Tim yang kuat itu!"

__ADS_1


"Ya...!!"


"Bukan lah tim yang lemah!"


"Semua orang juga tau Jon"


"Emang"


Pidato Joni tersebut, membuat tim hitam mulai sangat bersemangat dan karena itu lah, tim hitam menjadi sangat serius dalam tarik tambang.


"Jangan pedulikan tatapan mata mereka, yang penting tarik...! terus tarik...!" teriakan Leo.


"Kita pasti bisa...!" teriakan Brody.


Tanpa tim merah sadari, sebenarnya yang paling belakang barisan tim hitam ada seorang cewek yang sangat gemuk dan hampir 50% kekuatan tim hitam bertumpu ke cewek tersebut.


"Sekarang!" teriakan Joni.


Dari aba-aba Joni, cewek tersebut menarik talinya seperti menarik benang dan tim merah pun tidak dapat menahannya. Kemenangan untuk tim hitam. Setelah itu.


"Pemenangnya adalah tim hijau...!" kata komentator


Tim hitam dikalahkan oleh tim hijau. Meskipun tim hitam sangat serius, masih tidak ada apa-apanya sama Gin.


Poin sementara tim hitam menjadi 534. Kalo kalian jeli dan banyak pengetahuan, poin tim hitam tersebut, bisa membentuk tulisan, SMA.


Karena pertandingan udah sangat panas, sekarang diadakan pertandingan untuk mendinginkan kepala. Yap, pertandingan permainan catur. Disini harus mengunakan kepala dingin untuk menemukan strategi yang ampuh.


Sekarang, tim hitam melawan tim putih. Tim hitam diwakili oleh Xin-chi dan tim putih diwakili oleh Silvia.


Aduh... bagaimana ini? Aku kehilangan kuda ku yang asal aku maju kan tadi ... Sekarang harus bagaimana? Bidak ku tinggal 3 pion, satu benteng, dan satu gajah ... Jika saja aku masih punya menteri, ini pasti akan lebih mudah batin Xin-chi.


Kalo dilihat oleh penonton, ini adalah pertandingan yang seri dari jumlah bidak yang tersisa. Tapi yang sebenarnya, Silvia lebih unggul dalam permainan.


Hahaha, Bagaimana hah? jika kamu memajukan benteng mu itu, aku akan langsung majikan menteri ku dan pasti skak! Hem, kamu memang keturunan China, tapi jangan remehkan orang Indonesia asli batin Silvia.


"Woi! Cepetan jalan, mau sampai kapan kamu mikir" kata Xin-chi.


"Oh giliran ku ya?" kata Silvia


Tunggu, Heh? Tu-tu-tunggu dulu! Sejak kapan dua pion nya berada di situ? Aku tidak sadar karena aku terlalu fokus ke bidak utamanya ... Tidak-tidak, aku haru mengatasinya ... Kalo tidak, dia akan punya dua Mentri! Batin Silvia.


Silvia pun mengundurkan benteng nya sambil mentok belakang. Ini bertujuan, jika Silvia memajukan pion nya dan menjadi menteri, itu akan sia-sia, kerena pasti akan di makan oleh benteng.


"Bodoh benget" kata Xin-chi.


"Hah? Apa?" Silvia tidak begitu mendengar omongannya Xin-chi.


Xin-chi tetap memajukan pion nya dan pion nya menjadi menteri. Silvia pun langsung memakan menterinya Xin-chi. Tapi Xin-chi, memajukan satunya lagi poinnya dan berhasil lagi menjadi menteri. Akan tetapi, menterinya dimakan oleh benteng Silvia lagi.

__ADS_1


"Hahaha, kamu bodoh apa hah? Sudah tau sia-sia, masih diulangi kedua kalinya" kata Silvia.


"Tidak, Kamu lah yang bodoh!" Terikan Xin-chi Sambil memakan bentengnya Silvia.


Tanpa di sadari Silvia, dia telah masuk jebakan Xin-chi. Tidak hanya memakan benteng, Xin-chi pun juga berhasil membuat rajanya Silvia tidak bisa pergi kemana-kemana, dengan kata lain, sejak Maret. Pertandingan pun, dimenangkan oleh tim hitam.


Setelah itu, pertandingan catur terus berlanjut dan juara satu adalah tim hijau, dengan tiga kali berturut-turut kemenangan. juara dua tim putih, dengan dua kali kemenangan dan juara tiga, tim hitam, dengan satu kali kemenangan. Tim merah berada di terakhir, karena tidak ada satu pun Kemenangan.


Di salah satu bangunan terdekat, terdapat lukisan dari pilok. Lukisan tersebut sangat indah dan diberi tulisan, SMA.


Perlombaan pun masih terus berlanjut sampai sore, kira-kira sudah jam empat sore. Sekarang sudah masuk ke lomba paling terakhir dan juga sebagai perlombaan penutup acara lomba tujuh belasan.


Perlombaan tersebut adalah, lari estafet. Tim hitam di wakili oleh Joni, Xin-chi dan dua lainnya orang tanpa nama. Tim merah, sudah jelas Brody, Leo dan dua orang tanpa nama. Tim hijau Gin dan tiga orang tanpa nama. Yang terakhir, tim putih Viona dan tiga orang tanpa nama. Silvia tidak ikut, karena sudah ikut banyak lomba.


"Bersedia ... Siap ... Yak!"


*Duar* suara tembakan peluru.


Masing-masing tim diawali dengan orang tanpa nama dan di oper lagi ke orang tanpa nama. Baru itu, Dua karakter kita, yap Leo dan Xin-chi, dua lainnya masih orang tanpa nama.


Sedangkan Brody, Joni, Gin, Dan Viona, berada di bagian paling terakhir.


"Bro, mau bertanding?" Tanya Joni.


"Hah, Kita Sudah lagi bertanding kan?" kata Brody.


"Sudah lah, ini hanya untuk keseruan saja, pertandingan dalam pertandingan"


"Sudah lah terserah kamu ... Apa pertandingannya?"


"Sederhana, Siapa yang sampai di garis akhir dulu dia yang menang ... Biar adil, kita saling menunggu mendapatkan tingkatnya baru mulai pertandingannya" Penjelasan Joni.


"Bagus tuh, kelihatannya menyenangkan" Gin tiba-tiba ikut berbicara.


"Aku boleh iku gak kak? Kedengarannya rencana kakak-kakak menyenangkan" Viona juga tiba-tiba ikut berbicara.


"Oke, boleh ... Kalo begitu, ini hanya pertandingan kita berempat!" ucap Joni.


Ini masih termasuk lati estafet, akan tetapi, ini berubah menjadi lari cepat bagi Mereka berempat.


Tak lama kemudian, Gin mendapatkan tingkatnya, dia masih berdiri menunggu yang lainnya mendapatkan tingkatnya juga.


Semua sudah mendapatkan tingkatnya masing-masing dan pertandingan mereka berempat pun dimulai.


Gin memimpin duluan, dai berlari sangat cepat. Tapi dari sisi kiranya, dia pun di akhirnya di ungguli oleh Viona. Tapi itu masih belum selesai, dari paling kanan, Brody pun menambah kecepatannya dan dia jadi yang paling pertama.


Sedang Joni, dia masih berlari dengan santai, seolah-olah sudah menyerah dengan keadaan. Tapi kenyataannya, Joni memang sudah menyerah dengan keadaan.


Mereka kok bisa cepat benget ya ... meskipun aku ikutan mengeluarkan seluruh tenaga ku, aku tidak mungkin bisa mengejar mereka.

__ADS_1


__ADS_2