
Sebentar lagi akan ada hari valentine. Siapa sih orang di dunia ini yang tidak tau hari valentine, kecuali anak kecil ya, Hem.
Hari valentine atau ada yang menyebutnya juga dengan hari Love. Hari valentine adalah, saling bertukar hadiah. Umumnya, sang cowok akan memberi hadiah bunga mawar merah kepada yang dia cintai, sendang kan para cewek akan memberikan sebuah coklat kepada seseorang yang dia cintai.
Meskipun itu adalah hari saling tukar hadiah, tapi tetep aja ada beberapa orang yang membenci adanya hari valentine. Contohnya.
"Hari valentine kah... Kenapa harus dihari Minggu?" kata Joni.
"Benar, kek gini caranya kita tidak bisa keluar dihari Minggu" Kata Leo.
"Aku sih, tidak terlalu mikirin, palingan juga aku disuruh bantu-bantu di toko ... Kalo kalian tidak ingin keluar saat hari valentine, bermain game aja dirumah, enak kan?" saran Brody.
"Hem, sebelum kamu ngomong, Aku sudah kepikiran hal itu berulang kali" ucap Leo sambil tersenyum.
"Lah terus kenapa masih bingung?" tanya Brody.
"Brody, Coba lihat ke Joni sebentar" Kata Leo sambil menepuk pundaknya Brody.
Brody pun melihat ke Joni.
"Main game aja di rumah enak kali ya ... Tidak! Kalo aku berada di rumah saat hari valentine, Kak Nia pasti 'Loh, Kok dirumah? Oh ya, kan tidak punya pacar untuk diajak kencan di hari valentine! Hahahaha! kasian...' Pasti dia akan berkata seperti itu!" Joni berbicara sendiri.
"Maaf, Aku tidak tau kerena tidak punya saudara" ucap Brody
"Gak masalah, Syukurlah kalo kamu sudah paham" jawab Leo.
"Kenapa dunia ini kejam kepada ku...! Dasar dunia SMA!" Joni masih dalam mode bicara sendiri.
Sepulang sekolah kalian ini, mereka bisa nongkrong seperti biasanya. Mereka membeli minuman di sebuah minimarket dan langsung meminumnya didepan minimarket tersebut sambil berbincang-bincang.
"Oh ya Jon, Gimana motor mu? Udah kena?" tanya Leo.
"Dilihat sendiri juga paham kan ... Lagian, aku tadi goncang kamu kan!" kata Joni.
"Hehe, bercanda-bercanda" ucapan Leo.
"Oh ya, kalo masih rusak, tadi kamu pergi sekolah gimana? bonceng leo juga?" Tanya Brody sambil merokok.
"Tidak lah, aku tadi pendek motor adek ku, Silvia ... Pertama aku yang setir ke sekolah ku dulu, baru di setir sendiri menuju ke sekolahnya" jawab Joni.
"Lah terus, kapan kamu akan dijemput adik mu?" Brody bertanya lagi.
"Sebenarnya sudah dari tadi aku dijemput, tapi aku suruh dia untuk pulang duluan" jawab Joni.
"Lah sekarang pulang mu gimana?" Brody bertanya lagi.
Joni melihat kearah Leo "Leo, Antarkan aku pulang"
"Emangnya aku supir mu?! Tapi oke lah"
Didepan minimarket, ada sebuah poster yang tertempel di dinding sebrang jalan. Poster tersebut mengiklankan sebuah jasa dan jasa tersebut adalah, Joki tulis SMA.
__ADS_1
Malam harinya, saat Joni mau pakai pakaian setelah selesai mandi. Tiba-tiba, Ada sebuah telepon.
*Auh! I fine good ~ * suara nada dering Joni.
Hem, Xin-chi? Batin Joni.
Joni mengangkat telepon Xin-chi "halo, ada apa Xin-chi?" tanya Joni.
"Ah, Joni... Selamat malam" kata Xin-chi.
"Iya selamat malam, ada apa?"
"Bagaimana kabar mu?"
"Baik-baik saja, ada apa?"
"Oh, gitu ya ... Emm... Lagi apa?"
"Baru selesai mandi dan mau ganti pakaian ... Ada apa?"
"Hahaha, baru mandi ya... Udah makan belum?"
"Sudah lah langsung aja ke intinya! Tanya Mulu, kayak interogasi maling"
"Lah, kamu kan memang maling"
"Lah kok bisa? Emangnya maling apa?"
Tiba-tiba percakapan pun berhenti. Joni menaruh gitu aja smartphonenya di atas kasur, dia lebih baik cepat berganti pakaian sebelum masuk angin. Sedangkan Xin-chi, Masih mengumpulkan keberaniannya.
"Halo Xin-chi, apakah kamu tidur?" tanya Joni.
"Hah! Tidak!" Xin-chi terkejut karena ngelamun.
"Eh?"
"Ah... maaf, Aku terkejut, bukan bermaksud un-"
"Hahahaha, Seharusnya aku yang minta maaf ... Maaf, telah mengejutkan mu"
Hah... Apa yang telah aku lakukan? Aku harus menggunakannya sekarang, kalo tidak batn Xin-chi.
"Oh ya Xin-chi, Besok kamu sibuk gak?"
"Heh? Ti-tidak"
Joni tersenyum lebar "Kalo gitu, besok bisa ikut aku gak?"
Xin-chi terkejut, Sampai-sampai Smartphone Xin-chi terjatuh. Untungnya dia berada di atas kasur, jadi smartphonenya Masih aman karena terjatuh diatas kasur.
"Halo, Xin-chi? Apakah kamu tertidur lagi?" tanya Joni.
__ADS_1
Xin-chi dengan cepat langsung mengambil smartphonenya dan langsung berteriak "Ya! Aku mau! Sampai jumpa besok!" Xin-chi langsung menutup teleponnya.
*Tut ~ Tut ~ Tut ~ * Suara smartphone Joni.
Tunggu, memangnya kita besok mau ngapain? Jam berada ketemuan? Dan ketemuan dimana? Batin. Joni.
Disisi lain, Xin-chi sedang berguling-guling kesana-kemari diatas kasur. Joni menelpon Xin-chi lagi, tapi Xin-chi tidak sadar karena terlalu bahagia. Saking bahagianya, Xin-chi tidak sadar kalo di langit-langit rumah ada tulisan, SMA.
Keesokan keesokan harinya, Joni dan Xin-chi pun bertemu di taman
Keesokan harinya, Joni dan Xin-chi, bertemu di taman kota. Joni datang lebih cepat sepuluh menit lebih cepat, Dia melakukannya bukan karena tidak sabar, tapi tidak sengaja kalo lebih cepat sepuluh menit.
Tapi ini adalah kesalahan besar bagi Joni, Sepuluh menit kemudian, Xin-chi masih belum ada di taman. Padahal mereka janjian ketemuannya pada jam pukul 10.00.
35 menit kemudian, dari kejauhan, Xin-chi berlari menghampiri Joni.
"Joni... Ha, ha... Maaf aku terlambat, Udah lama menunggu?" Tanya Xin-chi.
"Tidak kok, se...bentar banget! Kira-kira baru 45 menit, itu bisa dianggap satu jam gak ya?" Ucap Joni.
Dengan sepatu hak tinggi Xin-chi, dia menginjak kaki Joni dengan sangat kencang.
"Aduh! Sakit woi-woi! Gak-gak becanda, Baru lima menit kok! Ah...!"
Xin-chi mengangkat kakinya "Eh... Jadi aku tidak begitu terlambat ya, hahaha"
Terserah lah, dari pada kaki ku berlubang batin Joni sambil jongkok memegangi kakinya yang baru di injak.
Saat berdiri, Joni menyadari sesuatu terhadap Xin-chi. Yap, Xin-chi memakai pakaian yang imut atau lebih tempat pakaian one piece (cari di google) dengan mek up yang natural.
"Imut, kamu terlihat mempesona Xin-chi" ucapan Joni tanpa dia sadari.
"Eh! Y-ya... terimakasih, Kamu juga terlihat keren Joni" Xin-chi membalas pujian Joni.
"Oh, terimakasih"
Mereka berdua pun menjadi saling malu-malu singa. Kalo kucing udah biasa, Sama aja kan, singa kan kerabatnya.
Dari taman, mereka berjalan menuju ke bioskop untuk membeli tiket film yang ingin mereka tonton terlebih dahulu. Setelah itu sembari menunggu, mereka makan di restoran yang dekat dengan bioskop.
"Emm..." raungan Joni.
"Kenapa Joni? Bingung memilih menu makanan?" tanya Xin-chi.
"Bukan begitu, Perasaan semua menunya kok, gak ada nasinya ya?"
"Ini kan restoran, mana ada hal seperti itu"
"Hah! Gak kenyang Kelo kalo tidak ada nasi"
"Emangnya kamu ini ibu-ibu?"
__ADS_1