
Ekspresi Alisson saat ini sungguh terkejut.
Meskipun Alisson sudah menebak hasilnya akan seperti ini, saat dia mendapat konfirmasi langsung dari mulut Leighton, tak dapat dipungkiri dia tetap terkejut dan tidak bisa berkata-kata.
"Menyesal?" Leighton bertanya lagi.
"Kau pikir bahwa dirimu telah meninggalkan orang yang miskin dan telah mengikuti anak orang kaya. Itu sungguh pilihan yang tepat. Pada akhirnya, orang miskin itu adalah anak orang yang kaya, dan anak orang kaya yang telah kamu pilih, sesungguhnya adalah benar-benar anak dari orang yang sangat kaya dari dulu, dan itu semua bukanlah isapan jempol belaka." Leighton tersenyum menghina, membuat perbandingan antara dirinya dan Dickson McClain.
Wajah Alisson menunjukkan penyesalan seperti yang diharapkan, tapi sudah terlambat.
"Kebangkrutan perusahaan McClain Grup memang disebabkan oleh tangan ayahku sendiri. Tujuannya adalah untuk membalaskan dendamku." Leighton mengakui dengan jujur.
"Dapat dikatakan bahwa selain kematian Flyn Walker, segala sesuatu yang lainnya ini ada kaitannya dengan aku, "kata Leighton ringan.
Alisson mengangkat kepalanya dan melirik Leighton, merasa bahwa Leighton yang saat ini di depannya sungguh aneh dan menakutkan.
"Hanya karena Dickson, kamu benar-benar menghancurkan perusahaan McClain Grup?" Alisson tersentak.
"Aku mengerti dengan apa yang kamu maksud. Apa yang ingin aku ungkapkan adalah bahwa ayahmu dan kamu sangat kejam. Namun, sebuah perusahaan sebesar McClain Grup memiliki ratusan karyawan. Jika kalian melakukan ini, kalian tentu akan membunuh ratusan keluarga."
Leighton tersenyum dan berkata, "Sebenarnya, karyawan lama yang dulu bekerja pada McClain Grup, mereka yang memiliki beberapa kemampuan, tentu akan ditarik oleh ayahku."
"Aku tarik kata-kataku itu bukan kejam, hanya sedikit mengerikan." Alisson mengoreksi.
Alisson yang merasa tidak enak, apakah memang seperti ini anak orang yang benar-benar kaya? Perusahaan yang begitu besar akan hancur jika dia mengatakan hancur!
Alisson bahkan tidak bisa bermimpi, bahwa pria yang ditinggalkannya berubah menjadi putra seorang miliarder.
Leighton terkekeh, "Apanya yang mengerikan, aku katakan padamu yah, jika Dickson ada di depanku, dia bukanlah apa-apa."
"Mengapa kamu menyembunyikan identitasmu?" Alisson bertanya.
"Aku juga baru tahu beberapa hari yang lalu bahwa keluargaku sangat kaya. Suatu pagi, ayahku tiba-tiba memberiku uang 1 juta, ayah mengatakan itu untuk uang saku, dan juga bercerita bahwa kakekku adalah orang terkaya di Dubai, hehe, pada saat itu aku benar-benar berpikir diriku sedang bermimpi."
"Sampai akhirnya aku mengeluarkan 20 ribu dolar dari ATM, aku masih tidak menyangka bahwa ini benar. Leighton adalah anak orang yang kaya raya."
"Ini adalah hari dimana aku mengundangmu untuk makan malam. Jika pada hari itu aku memberitahumu, bahwa diriku adalah anak orang kaya, apakah kamu akan
percaya?"
Leighton berkata, menggelengkan kepalanya, "Kamu bukan hanya tidak percaya, kamu bahkan akan memperlakukanku sebagai orang gila?"
Jadi aku berbohong dan mengatakan bahwa aku memenangkan lotre undian, tetapi aku telah menghabiskan lebih banyak uang setelah itu. Tentu citra tentang Lotre tidak lagi dapat menyembunyikan identitasku. Aku pun membuat kebohongan lain, yaitu menjual tanah."
“Demi menyembunyikan identitasku untuk seterusnya, aku pun tidak ragu mentransfer dua puluh juta untuk mobil sport yang diberikan orang tuaku padaku atas nama Peter.
"Aku menyembunyikan identitasku, tujuan utamanya adalah untuk melihat warna sebenarnya dari semua orang di sekitarku," kata Leighton.
Setelah selesai berbicara, Leighton menyalakan mobil," Sudah larut, aku akan mengantarmu kembali."
Alisson tidak bisa tenang untuk waktu yang lama, dia ingin kembali bersama Leighton.
Ketika mobil melewati sebuah hotel, Alisson tiba-tiba berkata, "Leighton, saat ini, orang tuaku mungkin sudah tidur."
"Atau, mari kita cari hotel untuk menginap." Alissonmengisyaratkan. Leighton tersenyum ringan di sudut mulutnya dan berkata, "Aku mengerti maksudmu."
"Alisson, izinkan aku memberitahumu, bahwa ketika aku putus asa dalam beberapa tahun itu, aku selalu membayangkan bahwa diriku dapat menggandeng tanganmu lagi, itu pasti sangat menyenangkan. Pada saat itu, untukku dapat memegang tanganmu dan datang kembali padaku, Itu semua adalah suatu kemewahan, dan jangan dikata lagi untuk hal menyewa kamar di hotel."
"Aku akui, aku menyukaimu."
Leighton menghela napas panjang, dan berkata, "Tapi kamu tidak menginginkanku. Andai saja saat itu kamu datang dan memberitahuku, Leighton, ayo pergi ke hotel dan sewa kamar. Aku pasti setuju denganmu, tanpa ragu ragu."
"Tapi sekarang, apakah kamu pikir kamu layak untukku?" Leighton tersenyum dingin.
Apakah kamu masih layak untukku?
Kata-kata ini bergema di benak Alisson beberapa kali.
Alisson tiba-tiba terbangun, Leighton pada saat ini, sudah memandang rendah dirinya.
Leighton yang hari ini bernilai miliaran, dan dia bukan lagi Leighton yang dulu.
Alisson benar-benar menyesal dan sudah terlambat.
Setelah setengah jam berkendara, Leighton pun tiba di sebuah perkampungan dengan mobil mercedesnya, lalu mengantar Alisson hingga ke depan pintu rumahnya.
Begitu mobil berhenti, ibu Alisson melihatnya dan menepuk pundak ayah Alisson.
Ada lampu jalan di pintu rumah Alisson, dan Leighton menghentikan mobilnya di bawah lampu jalan tersebut.
“Itu Mercedes-Benz, kan?" Ayah Alisson yang memiliki penglihatan yang bagus, dan dia melihat logo mobil di kejauhan.
Ayah Alisson menunjukkan kegembiraan di wajahnya, "Terakhir kali aku mendengar dari anak-anak lainnya, mengatakan bahwa Alisson telah menemukan pacar anak orang kaya. Tampaknya itu benar."
"Keluar, ayo kita pergi menemuinya."
Setelah mematikan televisi, orang tua Alisson pun berjalan keluar rumah.
Pada saat ini, Leighton memberi tahu Alisson, "Ngomong ngomong, jangan beri tahu siapa pun tentang apa yang terjadi malam ini. Juga, jangan beri tahu tentang diriku yang sebenarnya, termasuk pada orang tuamu, jangan beri tahu mereka. Paham?"
Alisson mengangguk dan berkata, "Aku mengerti."
Pada saat ini, orang tua Alisson datang menghampiri.
Melihat Alisson yang keluar dari mobil, ayah Alisson tersenyum dan berkata, "Akhirnya kau kembali juga, Nak."
Hari-hari sebelumnya jika Alisson kembali di jam seperti ini, ayahnya pasti sudah akan menampar wajahnya.
Tapi kali ini Alisson kembali dengan Mercedes Benz. Bagi keluarganya, ini adalah hal yang sangat mengangkat derajat, jadi ayah Alisson tidak hanya tidak marah padanya, malah bahkan secara mental sangat bahagia.
__ADS_1
Pada saat ini, ayah Alisson ingin sekali ada seseorang yang keluar dan melihat semua ini.
"Apakah pacarmu ada di dalam mobil?" Ibu Alisson melirik Alisson dan berbisik, "Cepat minta pacarmu duduk di rumah dan minum teh."
Ibu Alisson adalah seorang yang cukup mata duitan, sudah membayangkan dia akan menjadi mertua dari anak orang kaya, ingin melihat menantu kayanya akan tinggal di rumah mereka malam ini.
"Bu, yang ada di dalam mobil itu bukanlah pacarku."
Alisson menjelaskan.
Ibu Alisson menatap Alisson dengan wajah pucat, " Baiklah, ayahmu dan ibu sudah mendengarnya sejak lama. Ibu dengar kamu telah berpacaran dengan anak orang kaya. Jadi apa yang kamu takutkan? Lagi pula kamu juga akan segera lulus dari perguruan tinggi. Sudah, jangan khawatir, kami akan merestuimu."
"Bukankah itu adalah hal yang baik jika kamu menemukan pacar lebih awal. Anak dari keluarga besar Peltz di ibu kota provinsi, katanya merindukanmu."
"Lihatlah kondisi rumah keluarga Peltz, sungguh tidak layak. Ibu dengar juga, saat ibu kembali terakhir kalinya, masih juga berutang." Ibu Alisson mendengus.
"Karena kamu sudah menemukan pacar, kamu harus menjauh dari anak keluarga Peltz tersebut. Ini akan menyebabkan kesalahpahaman, mengerti?" Desak ibu Alisson di telinga Alisson.
Setelah Alisson mendengarkan hal itu, wajahnya menjadi biru dan ungu. Dia benar-benar ingin memberi tahu ibunya, bahwa anak di mobil ini adalah anak dari keluarga Peltz, dan soal berutang itu hanyalah akting belaka, nyatanya mereka adalah seorang miliarder, oke?
Tapi ketika kata-kata hanya sampai di bibirnya, Alisson tidak mengatakannya, bagaimanapun juga, Leighton telah memintanya untuk tidak mengatakannya.
"Bu ayo kita masuk ke dalam." Kata Alisson sambil meraih lengan ibunya.
Ibu Alisson memelototinya dan berkata, "Anak ini yah, tidak perlu malu-malu kali!"
Setelah berkata, ibu Alisson pun datang ke mobil Mercedes-Benz tersebut dan mengetuk jendelanya.
Leighton yang hendak pulang, tetapi ketika dia melihat ibu Alisson yang mengetuk jendela mobil, dia ingin sekali menghiraukannya. Namun Leighton berpikir dalam hati, bagaimanapun, wanita tersebut adalah orang tua, jadi sebaiknya menyapa sebelum pergi.
Ibu Alisson memandang Leighton di dalam mobil, wajahnya langsung berubah, "Bagaimana bisa kamu?"
Ayah Alisson juga menunjukkan ekspresi terkejut," Leighton? Kenapa kamu duduk di dalam mobil!"
Sungguh seperti melihat hantu!
"Pa, apakah aku tidak salah lihat? Ini bukan anak dari keluarga besar Peltz kan?" tanya ibu Alisson, menoleh untuk melihat suaminya.
"Ini sungguhan, ini adalah anak dari keluarga Peltz, Leighton Peltz." Kata ayah Alisson dengan dingin.
Leighton tersenyum dan bertanya, "Paman, Bibi, apa kecewa melihatku?"
Kedua orang tua Alisson tercengang. Bagaimana mungkin menantu orang kaya yang mereka bayangkan adalah Leighton?
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen....
Terima kasih
Ekspresi Alisson saat ini sungguh terkejut.
Meskipun Alisson sudah menebak hasilnya akan seperti ini, saat dia mendapat konfirmasi langsung dari mulut Leighton, tak dapat dipungkiri dia tetap terkejut dan tidak bisa berkata-kata.
"Menyesal?" Leighton bertanya lagi.
"Kau pikir bahwa dirimu telah meninggalkan orang yang miskin dan telah mengikuti anak orang kaya. Itu sungguh pilihan yang tepat. Pada akhirnya, orang miskin itu adalah anak orang yang kaya, dan anak orang kaya yang telah kamu pilih, sesungguhnya adalah benar-benar anak dari orang yang sangat kaya dari dulu, dan itu semua bukanlah isapan jempol belaka." Leighton tersenyum menghina, membuat perbandingan antara dirinya dan Dickson McClain.
Wajah Alisson menunjukkan penyesalan seperti yang diharapkan, tapi sudah terlambat.
"Kebangkrutan perusahaan McClain Grup memang disebabkan oleh tangan ayahku sendiri. Tujuannya adalah untuk membalaskan dendamku." Leighton mengakui dengan jujur.
"Dapat dikatakan bahwa selain kematian Flyn Walker, segala sesuatu yang lainnya ini ada kaitannya dengan aku, "kata Leighton ringan.
Alisson mengangkat kepalanya dan melirik Leighton, merasa bahwa Leighton yang saat ini di depannya sungguh aneh dan menakutkan.
"Hanya karena Dickson, kamu benar-benar menghancurkan perusahaan McClain Grup?" Alisson tersentak.
"Aku mengerti dengan apa yang kamu maksud. Apa yang ingin aku ungkapkan adalah bahwa ayahmu dan kamu sangat kejam. Namun, sebuah perusahaan sebesar McClain Grup memiliki ratusan karyawan. Jika kalian melakukan ini, kalian tentu akan membunuh ratusan keluarga."
Leighton tersenyum dan berkata, "Sebenarnya, karyawan lama yang dulu bekerja pada McClain Grup, mereka yang memiliki beberapa kemampuan, tentu akan ditarik oleh ayahku."
"Aku tarik kata-kataku itu bukan kejam, hanya sedikit mengerikan." Alisson mengoreksi.
Alisson yang merasa tidak enak, apakah memang seperti ini anak orang yang benar-benar kaya? Perusahaan yang begitu besar akan hancur jika dia mengatakan hancur!
Alisson bahkan tidak bisa bermimpi, bahwa pria yang ditinggalkannya berubah menjadi putra seorang miliarder.
Leighton terkekeh, "Apanya yang mengerikan, aku katakan padamu yah, jika Dickson ada di depanku, dia bukanlah apa-apa."
"Mengapa kamu menyembunyikan identitasmu?" Alisson bertanya.
"Aku juga baru tahu beberapa hari yang lalu bahwa keluargaku sangat kaya. Suatu pagi, ayahku tiba-tiba memberiku uang 1 juta, ayah mengatakan itu untuk uang saku, dan juga bercerita bahwa kakekku adalah orang terkaya di Dubai, hehe, pada saat itu aku benar-benar berpikir diriku sedang bermimpi."
"Sampai akhirnya aku mengeluarkan 20 ribu dolar dari ATM, aku masih tidak menyangka bahwa ini benar. Leighton adalah anak orang yang kaya raya."
"Ini adalah hari dimana aku mengundangmu untuk makan malam. Jika pada hari itu aku memberitahumu, bahwa diriku adalah anak orang kaya, apakah kamu akan
percaya?"
Leighton berkata, menggelengkan kepalanya, "Kamu bukan hanya tidak percaya, kamu bahkan akan memperlakukanku sebagai orang gila?"
Jadi aku berbohong dan mengatakan bahwa aku memenangkan lotre undian, tetapi aku telah menghabiskan lebih banyak uang setelah itu. Tentu citra tentang Lotre tidak lagi dapat menyembunyikan identitasku. Aku pun membuat kebohongan lain, yaitu menjual tanah."
“Demi menyembunyikan identitasku untuk seterusnya, aku pun tidak ragu mentransfer dua puluh juta untuk mobil sport yang diberikan orang tuaku padaku atas nama Peter.
"Aku menyembunyikan identitasku, tujuan utamanya adalah untuk melihat warna sebenarnya dari semua orang di sekitarku," kata Leighton.
Setelah selesai berbicara, Leighton menyalakan mobil," Sudah larut, aku akan mengantarmu kembali."
__ADS_1
Alisson tidak bisa tenang untuk waktu yang lama, dia ingin kembali bersama Leighton.
Ketika mobil melewati sebuah hotel, Alisson tiba-tiba berkata, "Leighton, saat ini, orang tuaku mungkin sudah tidur."
"Atau, mari kita cari hotel untuk menginap." Alissonmengisyaratkan. Leighton tersenyum ringan di sudut mulutnya dan berkata, "Aku mengerti maksudmu."
"Alisson, izinkan aku memberitahumu, bahwa ketika aku putus asa dalam beberapa tahun itu, aku selalu membayangkan bahwa diriku dapat menggandeng tanganmu lagi, itu pasti sangat menyenangkan. Pada saat itu, untukku dapat memegang tanganmu dan datang kembali padaku, Itu semua adalah suatu kemewahan, dan jangan dikata lagi untuk hal menyewa kamar di hotel."
"Aku akui, aku menyukaimu."
Leighton menghela napas panjang, dan berkata, "Tapi kamu tidak menginginkanku. Andai saja saat itu kamu datang dan memberitahuku, Leighton, ayo pergi ke hotel dan sewa kamar. Aku pasti setuju denganmu, tanpa ragu ragu."
"Tapi sekarang, apakah kamu pikir kamu layak untukku?" Leighton tersenyum dingin.
Apakah kamu masih layak untukku?
Kata-kata ini bergema di benak Alisson beberapa kali.
Alisson tiba-tiba terbangun, Leighton pada saat ini, sudah memandang rendah dirinya.
Leighton yang hari ini bernilai miliaran, dan dia bukan lagi Leighton yang dulu.
Alisson benar-benar menyesal dan sudah terlambat.
Setelah setengah jam berkendara, Leighton pun tiba di sebuah perkampungan dengan mobil mercedesnya, lalu mengantar Alisson hingga ke depan pintu rumahnya.
Begitu mobil berhenti, ibu Alisson melihatnya dan menepuk pundak ayah Alisson.
Ada lampu jalan di pintu rumah Alisson, dan Leighton menghentikan mobilnya di bawah lampu jalan tersebut.
“Itu Mercedes-Benz, kan?" Ayah Alisson yang memiliki penglihatan yang bagus, dan dia melihat logo mobil di kejauhan.
Ayah Alisson menunjukkan kegembiraan di wajahnya, "Terakhir kali aku mendengar dari anak-anak lainnya, mengatakan bahwa Alisson telah menemukan pacar anak orang kaya. Tampaknya itu benar."
"Keluar, ayo kita pergi menemuinya."
Setelah mematikan televisi, orang tua Alisson pun berjalan keluar rumah.
Pada saat ini, Leighton memberi tahu Alisson, "Ngomong ngomong, jangan beri tahu siapa pun tentang apa yang terjadi malam ini. Juga, jangan beri tahu tentang diriku yang sebenarnya, termasuk pada orang tuamu, jangan beri tahu mereka. Paham?"
Alisson mengangguk dan berkata, "Aku mengerti."
Pada saat ini, orang tua Alisson datang menghampiri.
Melihat Alisson yang keluar dari mobil, ayah Alisson tersenyum dan berkata, "Akhirnya kau kembali juga, Nak."
Hari-hari sebelumnya jika Alisson kembali di jam seperti ini, ayahnya pasti sudah akan menampar wajahnya.
Tapi kali ini Alisson kembali dengan Mercedes Benz. Bagi keluarganya, ini adalah hal yang sangat mengangkat derajat, jadi ayah Alisson tidak hanya tidak marah padanya, malah bahkan secara mental sangat bahagia.
Pada saat ini, ayah Alisson ingin sekali ada seseorang yang keluar dan melihat semua ini.
"Apakah pacarmu ada di dalam mobil?" Ibu Alisson melirik Alisson dan berbisik, "Cepat minta pacarmu duduk di rumah dan minum teh."
Ibu Alisson adalah seorang yang cukup mata duitan, sudah membayangkan dia akan menjadi mertua dari anak orang kaya, ingin melihat menantu kayanya akan tinggal di rumah mereka malam ini.
"Bu, yang ada di dalam mobil itu bukanlah pacarku."
Alisson menjelaskan.
Ibu Alisson menatap Alisson dengan wajah pucat, " Baiklah, ayahmu dan ibu sudah mendengarnya sejak lama. Ibu dengar kamu telah berpacaran dengan anak orang kaya. Jadi apa yang kamu takutkan? Lagi pula kamu juga akan segera lulus dari perguruan tinggi. Sudah, jangan khawatir, kami akan merestuimu."
"Bukankah itu adalah hal yang baik jika kamu menemukan pacar lebih awal. Anak dari keluarga besar Peltz di ibu kota provinsi, katanya merindukanmu."
"Lihatlah kondisi rumah keluarga Peltz, sungguh tidak layak. Ibu dengar juga, saat ibu kembali terakhir kalinya, masih juga berutang." Ibu Alisson mendengus.
"Karena kamu sudah menemukan pacar, kamu harus menjauh dari anak keluarga Peltz tersebut. Ini akan menyebabkan kesalahpahaman, mengerti?" Desak ibu Alisson di telinga Alisson.
Setelah Alisson mendengarkan hal itu, wajahnya menjadi biru dan ungu. Dia benar-benar ingin memberi tahu ibunya, bahwa anak di mobil ini adalah anak dari keluarga Peltz, dan soal berutang itu hanyalah akting belaka, nyatanya mereka adalah seorang miliarder, oke?
Tapi ketika kata-kata hanya sampai di bibirnya, Alisson tidak mengatakannya, bagaimanapun juga, Leighton telah memintanya untuk tidak mengatakannya.
"Bu ayo kita masuk ke dalam." Kata Alisson sambil meraih lengan ibunya.
Ibu Alisson memelototinya dan berkata, "Anak ini yah, tidak perlu malu-malu kali!"
Setelah berkata, ibu Alisson pun datang ke mobil Mercedes-Benz tersebut dan mengetuk jendelanya.
Leighton yang hendak pulang, tetapi ketika dia melihat ibu Alisson yang mengetuk jendela mobil, dia ingin sekali menghiraukannya. Namun Leighton berpikir dalam hati, bagaimanapun, wanita tersebut adalah orang tua, jadi sebaiknya menyapa sebelum pergi.
Ibu Alisson memandang Leighton di dalam mobil, wajahnya langsung berubah, "Bagaimana bisa kamu?"
Ayah Alisson juga menunjukkan ekspresi terkejut," Leighton? Kenapa kamu duduk di dalam mobil!"
Sungguh seperti melihat hantu!
"Pa, apakah aku tidak salah lihat? Ini bukan anak dari keluarga besar Peltz kan?" tanya ibu Alisson, menoleh untuk melihat suaminya.
"Ini sungguhan, ini adalah anak dari keluarga Peltz, Leighton Peltz." Kata ayah Alisson dengan dingin.
Leighton tersenyum dan bertanya, "Paman, Bibi, apa kecewa melihatku?"
Kedua orang tua Alisson tercengang. Bagaimana mungkin menantu orang kaya yang mereka bayangkan adalah Leighton?
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen....
Terima kasih
__ADS_1