Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 164 Aku Punya Uang


__ADS_3

Apakah seorang Ryan Bailey masih bisa di percaya?


Jawabannya masih dapat dipercaya.


Pertama-tama, dia tahu tentang pertemanan rahasia antara Bolton dan Joan, tetapi dia tidak melaporkannya kepada Mark.


Kedua, dia dengan sengaja mengungkapkan informasi perintah Mark itu kepada Bolton dan meminta Joan untuk menyelamatkan dirinya.


Ini menunjukkan bahwa Kak Ryan tidak ada hubungan dengan perintah ini, dia hanya dipaksa untuk melakukannya.


Dia berkendara menuju ke pusat pemandian Air Panas Acana. Begitu dia masuk, Leighton melihat wajah yang dikenalnya, Kelly Lane.


Harus dia akui bahwa tubuh Kelly memang sangat bagus.


Pria biasa pasti tidak tahan melihatnya.


Leighton merasa kasihan, mengapa dia harus menjadi seorang pelacur?


Dengan sosok dan tinggi badannya itu, dia sudah lebih dari cukup untuk menjadi model, bukan?


Tidak peduli betapa sulitnya menjadi selebgram, yang jelas itu tidak akan menghasilkan lebih sedikit uang daripada menjadi seorang pelacur.


Leighton berpikir dalam hati bahwa ketika dia membuka perusahaan media, dia akan membawa Kelly ke perusahaannya sendiri dan menjadikannya artis paruh waktu.


"Mengapa kamu di sini?"


Kelly mengenali Leighton. Lagi pula, saat Leighton pergi menemuinya terakhir kali, itu sungguh meninggalkan banyak kesan padanya.


"Kau membawa seorang gadis?"


Kelly tersenyum rumit, ini adalah pertama kalinya dia melihat seorang pria datang ke tempat seperti itu dengan membawa seorang wanita.


"Aku mencari Kak Tommy." Leighton berkata langsung pada intinya.


"Kak Tommy?" Kelly melirik Leighton dan Joan dengan curiga, "Mengapa kamu mencari Kak Tommy?"


"Ada sesuatu hal."


Kelly yang ragu-ragu sejenak, lalu berkata, "Aku juga tidak tahu Kak Tommy ada dimana."


Melihat mata Kelly, dia tahu bahwa dia berbohong.


Hanya saja Leighton tidak mengerti, mengapa Kelly berbohong?


Pada saat ini, Joan berkata, Jangan khawatir, aku bukan orang jahat."


Kelly berpikir, 'Ya tentu saja, ancaman macam apa yang bisa diberikan seorang wanita, yang hanya anak buah kepada atasan seperti Tommy?'


Kemudian Kelly berkata, "Ayo jalan, aku akan mengantar kalian ke sana."


Mengikuti Kelly, Leighton dan Joan datang ke lantai empat pusat pemandian.


"Kak Tommy ada di dalam."


Mengarahkan ke sebuah ruang baca, tunjuk Kelly.


Leighton tersenyum bercanda, "Kalian memiliki ruang baca di pusat pemandian?!"


Kelly hanya tersenyum dan tidak menjawab, dia lalu mengambil dua buah buku di rak tua.


Pada saat ini, lubang seukuran kepalan tangan muncul di rak buku itu.


"Kak Tommy." Kelly berteriak di pintu masuk gua.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, rak buku mulai bergerak, dan Tommy muncul di depan Leighton.


Leighton berkata dengan terkejut, "Aku tidak menyangka ruang baca kecil ini memiliki ruangan yang tersembunyi."


"Tentulah, kami juga takut jika diserang atau ada pemeriksaan, kan? Setiap tempat seperti ini, pasti memiliki ruang yang tersembunyi. Jadi jika kami menghadapi inspeksi mendadak untuk hal berbau pornografi, kami tidak takut."


Tommy tersenyum bangga, "Tinggal sembunyi saja di ruangan rahasia."


"Kak Tommy, aku akan kembali untuk beristirahat dulu." Kata Kelly pada saat ini.


"Oke, kamu keluar dulu." Tommy mengangguk.


Setelah Kelly pergi, Tommy bertanya, "Mengapa kamu tiba tiba datang kepadaku? Apakah ada masalah?"


Joan mengangguk dan berkata, "Aku ingin berbicara denganmu tentang sesuatu."


Dari penyamaran Kelly barusan, Joan menebak, Sepertinya perkelahian di resto BBQ sehari sebelum kemarin akan menyebabkan banyak masalah bagimu."


"Ya aku tahu, sekarang geng harimau telah mencariku ke mana-mana. Aku telah memeras lebih dari 300 ribu dolar dari mereka. Sial, bisakah orang-orang ini tidak terburu buru?" Tommy tertawa.


"Apakah kamu kekurangan uang?" Joan bertanya.


"Sejujurnya, aku awalnya membuka pemandian ini bersama orang kepercayaanku, tetapi tiba-tiba dia ada suatu masalah dan melarikan diri."


"Aku memberikan semua emas yang ku ambil dari Tuan McClain kepada orang kepercayaanku itu. Sekarang pusat pemandianku memiliki masalah keuangan."


"Awalnya, aku berencana ingin meminjam beberapa uang ke rentenir, tetapi aku belum punya nama di ibu kota provinsi, jadi tidak ada yang akan meminjamkan ke diriku."


Tommy tersenyum pahit, "Jika bukan karena kekurangan uang, apakah aku akan memeras Scardov malam itu?"


"Berapa uang yang kau butuhkan?" Pada saat ini, Leighton bertanya.


"Aku bisa memberikannya padamu." Leighton tersenyum.


Leighton diam-diam sangat senang, kau kekurangan uang, dan aku punya uang, bukankah itu kebetulan.


Tommy melirik Leighton, mengira Leighton sedang bercanda dengannya.


"Memangnya anak muda seperti mu, punya berapa banyak uang?" Tommy berkata dengan jijik.


Leighton terkekeh, "Kalau begitu katakan padaku dulu, berapa yang kamu butuhkan?"


"2 juta dolar, apakah kamu punya?" Tommy melirik Leighton dan berkata dengan acuh tak acuh.


"2 juta, bukan?" Leighton terkekeh, "Kak Tommy, beri aku nomor rekening mu dan aku akan mentransfernya kepadamu sekarang."


"Apa kau bercanda? Kamu benar-benar punya 2 juta?" Tommy memandang Leighton dengan heran.


"Beri aku nomor rekeningmu." Leighton melanjutkan.


Dengan tampak tidak percaya, Tommy memberi tahu Leighton nomor rekeningnya.


Leighton mengeluarkan ponselnya, menekannya beberapa kali sesuka hati, dan berkata, "Sudah selesai, kau bisa memeriksanya."


Dengan suara ding, Tommy pun membaca pesan masuk dari bank.


Kemudian, Tommy melebarkan matanya dan menatap Leighton dengan tidak percaya, "Dari mana kamu mendapatkan begitu banyak uang?"


Leighton berpikir, 'Bahwa karena mereka bekerja sama, mereka harus jujur satu sama lain."


"Aku pikir kau pernah mendengar tentang desas-desus orang kaya misterius di Westville, kan?" Leighton bertanya.


Tommy mengangguk, "Ya, aku mendengarnya, ada apa?"

__ADS_1


"Sejujurnya, pria kaya misterius itu sebenarnya adalah ayahku." Leighton berkata sambil tersenyum.


"Apa?"


Ketika Tommy mendengar ini, dia tercengang, dia menatap Leighton seolah-olah sedang melihat monster.


"Kamu bilang ayahmu adalah orang kaya yang misterius itu?" Tommy menelan ludahnya dan tidak percaya.


"Ya." Leighton mengangguk.


"Resort, tempat hiburan, dan bar yang terkenal itu adalah milikmu?" Tommy bertanya.


"Itu benar, resort dan tempat hiburan itu dikembangkan oleh ayahku. Selain itu, bar yang terkenal itu, juga atas namaku, Leighton. Setiap bulan, puluhan juta keuntungan akan masuk ke akun bank ku." Kata Leighton.


Tommy menjadi sedikit gelisah, dia menuangkan segelas air untuk dirinya sendiri dan meminumnya dalam satu tegukan.


"Tidak peduli apa yang ingin kamu bicarakan denganku, biarkan aku tenang dulu." Kata Tommy dengan memandang Leighton.


Setelah dua atau tiga menit, suasana hati Tommy akhirnya tenang.


"Aku benar-benar tidak percaya bahwa dirimu sebenarnya adalah putra seorang miliarder. Tidak, aset ayahmu pasti bukan hanya puluhan miliar."


"Pertama kali investasi hampir 20 miliar dolar. Harta ayahmu setidaknya harus ratusan miliar dolar."


"Dengan ratusan miliar dolar kekayaan ayahmu, itu dapat masuk ke jajaran orang kaya versi Forbes negara ini."


Tommy berkata dengan sangat bersemangat.


"Kak Tommy, mari kita bicara tentang bisnis," kata Leighton sambil tersenyum.


"Dewa Kekayaan, apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" Mata Tommy cerah ketika dia melihat Leighton: "Begini saja, tidak peduli apa yang kamu ingin bicarakan denganku, aku tidak akan menolak."


Tommy merasa bahwa ini adalah kesempatan hidup baginya. Jika menangkapnya, tentu mungkin akan melayang ke langit.


Leighton terkekeh, "Aku bahkan belum mengatakannya, kamu sudah setuju?


"Aku baru saja meminta 2 juta dolar untuk memenuhi kebutuhan mendesakku. Apa alasanku harus menolakmu?" Tommy sambil tersenyum dan berkata, "Jika menolak, bukankah aku harus mengembalikanmu 2 juta?"


"Aku tidak sanggup," kata Tommy.


Wajah Leighton tiba-tiba menjadi serius, "Kak Tommy, aku datang kepadamu kali ini karena aku ingin kau membantuku menangani Ryan Bailey."


"Berurusan dengan Ryan Bailey?" Melihat Leighton, wajah Tommy menjadi sangat aneh.


Tommy pun menatap Joan, "Joan, bukankah Ryan adalah sepupumu?"


"Ya, meskipun Ryan adalah sepupuku, tetapi sekarang dia di pihak Mark, Mark memiliki dendam terhadapku, dan kemudian Mark meminta Ryan untuk berurusan denganku."


Leighton berkata, "Yah, kurang lebih seperti itu."


"Aku pikir, jika Mark dapat membantu keuangan Ryan, maka aku juga dapat membantu keuanganmu juga. Lagi pula, dalam hal latar belakang keluarga, aku tidak lebih buruk dari Mark,"


"Aku lebih buruk dari Mark, hanya karena pengaruh keluarga Mark di ibu kota provinsi, tapi kupikir, di dunia ini, tidak ada yang tidak bisa dikalahkan oleh uang. Jika kita tidak memiliki koneksi, kita bisa menggunakan uang untuk membuat koneksi."


Leighton memandang Tommy dan berkata, "Kak Tommy, mari bekerja sama, aku akan menjadi sponsormu, dan aku akan memberi dana untuk membantumu berkembang di ibu kota provinsi. Uang yang akan kau hasilkan nanti akan dibagi lima banding lima. bagaimana?"


Setelah mendengarkan Tommy pun tersenyum dan berkata, "Apakah kamu tidak takut? Aku adalah serigala bermata putih, ketika itu sudah berkembang, bisa jadi aku akan menendangmu dengan satu tendangan?"


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2