Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 137 Leighton Kesal


__ADS_3

Percakapan antara ibu Alisson dan Alisson barusan, dapat dikatakan bahwa itu terdengar jelas oleh Leighton di dalam mobil.


"Alisson, bagaimana bisa Leighton yang berada di dalam mobil, bukankah dia itu pacarmu?" Sambil memutar kepalanya, ibu Allison bertanya dengan marah.


"Bu, bukankah aku sudah memberitahumu barusan, bahwa orang di dalam mobil itu bukanlah pacarku." Alisson menjawab dengan suara rendah.


"Sungguh cari mati, siapa yang menyuruhmu pergi dengan putra keluarga Peltz dan kembali semobil dengannya, apakah kamu ingin berkelahi?" Wajah ayah Alisson tiba tiba berubah, menunjukkan amarah yang kuat.


Ibu Alisson memandang Leighton dengan curiga," Leighton, apakah kamu meminjam mobil temanmu?"


Leighton menggelengkan kepalanya, "Ini mobilku sendiri, aku membelinya."


"Kamu membelinya? Kamu kan masih muda, dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli mobil!" Ibu Alisson jelas tidak percaya.


Ayah Alisson mendengus dan berkata, "Ini paling-paling hanya mobil bekas yang rusak. Lihat lampu depannya ini telah rusak. Lalu apa bedanya antara bentuk mobil ini dan traktor? Ini tentu mobil bekas. Adapun logonya, pasti hanya dipasang sendiri."


"Anak muda ini hanya ingin menyombongkan diri, sehingga membeli mobil bekas yang rusak, dan memasang logo Mercedes-Benz di atasnya." Cibir ayah Alisson.


"Aku baru saja melihat berita beberapa waktu yang lalu. Ada seorang pemuda yang diam-diam menjual ginjalnya untuk membeli ponsel Apple." Ayah Alisson memandang Leighton dan bertanya, "Leighton, bukankah kamu akan menjual milikmu juga? Ginjal untuk membeli mobil rusak ini?"


"Ayah, bisakah kamu berhenti bicara?" Selesai mendengar hal itu, Alisson pun berbicara dengan ekspresi jengkel, dengan ekspresi wajahnya terlihat panas.


Ini adalah Mercedes-Benz G, bernilai lebih dari 2 juta dolar, bagaimana bisa ayah Alisson benar-benar membandingkan mobil mewah seharga 2 juta lebih dengan traktor di desa!


Dan juga perihal jual ginjal untuk beli mobil ini, ginjal siapa coba yang bisa senilai itu?


Alisson tidak bisa mendengarnya lagi, ayahnya telah membuat malu dirinya sendiri, dia bahkan tidak paham mengenai mobil itu sedikit pun, dan juga mengatakan bahwa logo mobil Leighton diganti oleh dirinya sendiri.


Ayah Alisson memelototi putrinya, "Ayah katakan, yah? Untuk anak muda seperti dia, bisa dikatakan, demi penampilan, tentu akan melakukan semua hal."


"Apakah penampilan begitu sangat berharga? Selain itu, apa dengan membeli mobil rusak seperti ini bisa merubah penampilanmu? Bukankah uang ini tentunya dapat digunakan untuk merenovasi rumah reyot kalian yang ada di kampung halaman kan?" Ayah Alisson memandang Leighton menghina, dan berkata dengan mengejek, "Kalau model begini sih, juga banyak di luar sana.


"Tuan Peltz sungguh tidak bisa diandalkan. Setelah menghilang selama tiga tahun, jelas pasti terjun ke bisnis MLM tipu-tipu...." Ayah Alisson menghela napas, "Orang tuanya melakukan bisnis MLM tipu- tipu, dan putranya menjual ginjal demi membeli mobil. Mereka benar-benar ayah dan anak yang hebat."


Leighton mengernyit, tentu sedikit kesal, dan ini tidak berhenti-henti!


Pada saat ini, Alisson sungguh sangat kehilangan muka hingga dia ingin mencari tempat untuk bersembunyi.


"Ayah, mobil Leighton tidaklah dibeli dengan menjual ginjal." Alisson menjelaskan dengan cemas.


"Tidak dengan menjual ginjal?" Ayah Alisson terkejut sejenak, dan kemudian berkata, "Jelas itu dari mencuri atau menipu!"


Bagaimanapun, sampai ayah Alisson mati pun, ayahnya tidak akan percaya bahwa Leighton membeli mobil dengan uangnya sendiri.


Leighton menjadi semakin tidak bisa berkata-kata, "Ayah, jangan katakan apa-apa lagi, bisakah kita masuk ke dalam rumah?"


Ayah Alisson akhirnya berhenti berbicara, dan datanglah ibu Alisson lagi berkata kepada Leighton, "Leighton, tante tahu kamu menyukai Alisson kami, tetapi kamu harus melihat kondisimu sendiri, kamu pikir dengan membeli mobil yang rusak ini akan layak bersanding dengan Alisson kami?"


Ibu Alisson hampir meminta Leighton untuk kencing dan memotret dirinya sendiri.

__ADS_1


"Alisson kami memang terlihat menawan, pintar, dan orang yang akan menikahinya di masa depan tentunya adalah orang yang terpandang."


"Ngomong-ngomong, Leighton, dan dengar-dengar kalau kamu hanya mendapat nilai 400 poin dalam ujian kali ini .... universitas macam apa yang bisa kamu masuki dengan poin 400 lebih itu?"


"Alisson kami mendapat nilai lebih dari 600 poin dalam ujian. Dia telah diterima di universitas besar."


"Leighton, saya katakan padamu yah, untuk jangan dekat dekat dengan Allison kami. Kalian tidaklah berada di dunia yang sama," cibir ibu Allison.


"Ya, menjauhlah dari Alisson kami." Kata ayah Alisson dengan keras.


"Alisson, mulai hari ini, jangan berhubungan dengan Leighton lagi, apa kau dengar?" kata ayah Alisson sambil menatap tajam putrinya.


"Yang ayah tanyakan tadi, apa kau dengar?" Ayah Alisson mengulangi perkataannya, saat Alisson hanya terdiam.


"Ayah, kenapa ayah melarangku berteman dengan Leighton?" kata Alisson yang hampir menangis dengan marah. Dia baru saja memutuskan dalam hatinya untuk membuat Leighton jatuh cinta lagi padanya, tetapi orang tuanya telah bergiliran mengejek dan menolak Leighton.


"Kau... beraninya kamu tidak mendengarkan perkataan orang tua!" Ayah Alisson langsung murka mendengar jawaban putrinya.


"Ayah, berapa umurku, kenapa aku harus berada di bawah kendalimu ketika aku ingin berteman? Kenapa!" Alisson terus membantah.


Ayah Alisson menghela napas, lalu mengulurkan tangannya, dan menampar wajah putrinya.


Ibu Alisson pun memeluk putrinya dengan sedih, "Apa yang kamu lakukan, mengapa kamu memukul Alisson."


"Alisson adalah putrimu, jika kamu ada masalah, kamu bisa pukul Leighton!"


Ayah Alisson yang mendengar kata- kata istrinya, dan dia pun berjalan ke arah Leighton dan hendak melakukan seperti yang diharapkan, "Bocah tengik, tidak peduli hal apa yang telah kau janjikan kepada putriku. Dengar ini! Jika dirimu masih berani menghubungi putriku di masa depan, aku akan mematahkan kakimu!"


Leighton tersenyum menghina, menginjak pedal gas, dan berjalan pergi.


Leighton akhirnya melihat cukup jelas watak keluarga itu.


Saat kembali ke rumah, Leighton duduk di sofa dengan penuh amarah.


"Ada apa, Nak." Melihat ekspresi Leighton seperti ada sesuatu yang salah, Milla pun berjalan mendekat dan bertanya.


Leighton tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu, hanya berkata, "Ma, aku ingin mengadakan pesta syukuran masuk perguruan tinggi."


Milla terkekeh, "Saat kamu diterima di universitas, pesta syukuran masuk perguruan tinggi sudah pasti akan diadakan."


Leighton berkata lagi, "Ma, maksudku adalah membuat pesta perjamuan, yang besar dan megah."


"Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?" Milla sungguh tidak masalah dengan ini, bagaimanapun, keluarganya tidaklah kekurangan uang, dan dia rela untuk merogoh kocek setinggi mungkin.


Leighton ragu-ragu dan berkata, "Ma, aku akan memberitahumu besok. Aku akan memikirkannya baik baik malam ini."


"Oke." Milla mengangguk.


Leighton kembali ke kamarnya dan mulai merencanakan pesta perjamuan masuk perguruan tinggi.

__ADS_1


Milla mendatangi Jorah dan menggelengkan kepalanya, bertanya, "Ada apa dengan Leighton hari ini? Bukankah dia suka selalu bersikap rendah hati? Mengapa dia tiba tiba ingin mengadakan pesta mewah untuk perjamuan masuk perguruan tinggi, dan dia memikirkannya matang matang untuk itu?"


"Sudah pasti ada sesuatu yang mengganggunya." Jorah melihat sekilas apa yang sedang dipikirkan Leighton.


"Biarkan dia melakukannya dengan sesukanya, kita telah berutang padanya, apa yang ingin dia lakukan, lakukan saja." Jorah ingat, bahwa dia telah menghilang selama tiga tahun, membuat Leighton menanggung penderitaan yang tak terhitung jumlahnya, dan tiba-tiba perasaan bersalah muncul di hatinya.


"Ngomong-ngomong, apakah semua hal sudah selesai dipersiapkan di ibu kota provinsi?" Milla bertanya.


"Jangan khawatir, semuanya telah diatur. Ini masih perkataan yang sama. Jika Leighton bisa menyelesaikannya sendiri, maka aku tidak akan campur tangan. Namun, jika dia tidak bisa menyelesaikannya, aku akan turun tangan."


Jorah berkata dengan menyepelekan, "Ini hanya kota provinsi kecil, berapa besar dampak yang bisa dihasilkan?"


Nanti, setelah Leighton pergi ke ibu kota provinsi, tentu akan banyak gelombang benar-benar muncul, dan dia bahkan telah beberapa kali berada di luar kendali Jorah.


Tentu saja, nantinya begitu.


Setelah Leighton kembali ke kamarnya, butuh satu jam penuh baginya untuk menyiapkan pesta jamuan masuk perguruan tinggi.


Dini hari keesokannya, Leighton bahkan tidak sarapan, jadi dia langsung mengemudikan mobilnya dan pergi.


Saat melewati rumah Alisson, Alisson baru saja keluar, dan dia berteriak pada Leighton di dalam mobil,"


Leighton, kau mau ke mana? Bisakah kau mengantarku."


Leighton tidak menanggapi, berpura- pura tidak mendengarnya.


Leighton yang berkendara langsung ke bar dan menemui Paman Joe.


"Paman Joe, ada berapa banyak uang yang tersisa di rekening bar?" Leighton bertanya.


"Beberapa hari ini telah mendapatkan 3 juta dolar." Paman Joe tahu bahwa Leighton sudah tidak punya uang, jadi dia pun memberikan semua uang tersebut.


Hitungan uang itu, untuk uang tunainya saja ada lebih dari 2 juta dolar.


Leighton cukup terkejut, hanya dalam beberapa hari, dia telah menghasilkan lebih dari jutaan dolar?


"Paman Joe, apa tidak kebanyakan? Apakah kamu tidak perlu membeli sesuatu?" Leighton bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Apa yang perlu kita beli? Kita telah memiliki kilang anggur sendiri. Sebagian besar anggur diambil langsung dari kilang anggur. Bangunan ini juga milik kita sendiri. Tidak perlu membayar sewa. Pada dasarnya kita dapat menghasilkan uang sebanyak yang kita jual." Paman Joe, tersenyum.


Leighton sedikit terkejut, "Apakah kita memiliki kilang anggur?"


"Kenapa, ayahmu tidak memberitahumu?" Paman Joe bertanya balik.


Leighton menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak."


"Mungkin terlalu malas untuk memberitahumu, Lagi pula, kilang anggur itu tidaklah terlalu berharga," kata Paman Joe menyepelekan.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen....


Terima kasih


__ADS_2