Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 181 Sepuluh Juta Hanya Uang Saku


__ADS_3

Begitu dia keluar dari tempat pamannya, Richard hampir kencing di celananya.


Richard telah mengambil keuntungan 20 ribu dolar, jika pamannya tahu tentang ini, tidak mungkin seorang Tuan Pozzi akan melepaskannya begitu saja, kan?!


Bahkan walau itu adalah keponakan sendiri, Tuan Pozzi pasti akan memukulnya dengan kejam.


Bagaimanapun, 20 ribu dolar bukanlah jumlah yang kecil. Pada saat ini, Richard masih berdiri di depan pintu tempat bermain kartu dan billiard milik pamannya itu.


Adegan barusan masih melekat di benaknya.


Dia hendak kembali ke kampus, tapi tiba-tiba dia berbalik.


Dia sedang menunggu Ivanna turun dan ingin melakukan sesuatu dengannya.


Tapi butuh waktu hampir satu jam sebelum Ivanna akhirnya turun dari tempat itu.


Ada puntung rokok yang tak terhitung jumlahnya di bawah kaki Richard.


Ketika Richard melihat Ivanna, matanya berbinar dan dia menunjukkan ekspresi mesum, "Ivanna!"


"Kamu?"


"Aku keponakan Tuan Pozzi. Namaku Richard Pozzi."


Ivanna memutar matanya ke arah Richard, "Ngomong ngomong, siapa yang kamu tunggu?"


Ivanna melihat begitu banyak puntung rokok di bawah kaki Richard dan menebak bahwa dia sedang menunggu seseorang.


"Ivanna, aku menunggumu."


Richard tersenyum dan berkata, "Ivanna, bisakah aku mentraktirmu makan?"


"Makan?" Ivanna melirik Richard dengan curiga, "Apa yang ingin kamu lakukan?"


"Ivanna, aku tahu apa yang biasa kamu lakukan ...." kata Richard, sambil mengeluarkan segepok uang dari tangannya.


Tumpukan uang ini, setidaknya dua atau tiga ribu dolar.


"Sepertinya uangnya masih kurang." Ivanna mengerutkan kening, "Jika kamu bisa menambahkan lebih banyak, aku mungkin akan mempertimbangkannya...."


Richard juga tegas, dan segera mengeluarkan 1.000 dolar lagi, "Cukup?"


Ivanna meraih uang di tangannya, memeluk Richard, dan berjalan ke sebuah hotel kecil.


Ivanna yang adalah seorang wanita penghibur, jadi tentu saja dia tidak peduli tentang ini.


Selama ada yang memberinya uang, Ivanna tidak peduli dengan siapa dia berhubungan.


***


Setelah pelatihan militer hari itu, Leighton pergi mencari Harold Burch.


Harold juga di terima di universitas ternama, hanya sedikit lebih rendah peringkatnya dari Cambridge.


Begitu keduanya bertemu, Harold bertanya dengan rasa ingin tahu, "Mengapa tiba-tiba meluangkan waktu untuk datang kepadaku?"


"Aku sedang tidak sedang merindukanmu." Leighton tersenyum dan memberikan sebatang rokok kepada Harold.


Mercedes-Benz Big G Leighton berhenti di gerbang kampus Harold, seketika langsung menarik banyak mata.


"Kakak, apakah ini mobilmu?"


Harold dan Leighton sedang mengobrol ketika seorang gadis berambut pendek datang,


Leighton mengangguk, "Ini milikku, ada apa?"


"Kalau begitu bisakah kita berteman ?" Gadis berambut pendek itu mengangkat alisnya, yang artinya sudah jelas.


Leighton tertawa dan tidak menolak.


Gadis berambut pendek ini terlihat sangat agresif, dan dia cukup semampai tingginya.

__ADS_1


"Kami akan pergi makan malam, apakah kamu ingin pergi bersama?" Leighton bertanya pada gadis berambut pendek itu.


Gadis berambut pendek itu tentu saja tidak akan menolak.


Begitu gadis berambut pendek masuk ke dalam mobil, banyak teman sekelas mulai membicarakannya.


"Wow, sejak kapan Cayla mulai berhubungan dengan anak orang kaya?"


Banyak teman sekelas tercengang. Mereka semua tahu bahwa ini adalah Mercedes-Benz Big G. yang harganya lebih dari 2 juta dolar, dan kebanyakan orang biasa tidak mampu mengendarainya. Kecuali dia adalah anak orang yang kaya.


"Kurasa Cayla tidak akan kembali malam ini."


Setelah Cayla masuk ke mobil, dia mulai mengambil selfie dengan berbagai pose. Kemudian mengambil gambar, dia pilih yang paling bagus, mengeditnya, dan mengirimkannya ke grup pertemanannya.


Segera, di grup pertemanannya Cayla mendapat banyak komen.


Ada yang berkata sungguh luar biasa, dan memuji Cayla, serta ada pula beberapa orang berkomentar pedas, tidak suka dengan hal itu.


Komentar ini dibuat oleh teman sekelas laki-lakinya. Karena tadi, teman sekelas laki-laki itu menyaksikan Cayla naik Mercedes-Benz Big G. Dia cemburu, dan melampiaskan di komen itu.


Setelah Cayla menghapus komentar itu, dia pun memblokirnya.


"Pecundang." Cayla juga bergumam.


"Ngomong-ngomong, Kakak, kemana kita akan pergi untuk makan malam?" Cayla mengangkat kepalanya dan bertanya.


"Gastro Bar and Lounge," kata Leighton ringan.


Cayla tampak sangat gembira, dia tentu sangat kaya, karena ini adalah resto bintang lima.


Sesampainya di depan Gastro Bar and Lounge, tiga orang ini pun masuk.


Begitu mereka masuk, manajer resto bergegas menyambutnya.


"Tuan Leighton, Anda di sini rupanya." Manajer itu tampak menghormati, dengan kekaguman tertulis di seluruh wajahnya.


Leighton mengangguk, "Apakah ada ruang VIP yang kosong?"


"Ya tentu, mari, saya akan mengantar Anda." Manajer secara pribadi memimpin, tidak berani meremehkan.


Siapa kakak ini? Mengapa manajer resto begitu segan padanya?


Sepanjang jalan, ketika Leighton berjalan ke sana, semua pelayan menyambutnya, seolah-olah Leighton adalah pemilik resto ini.


Tadi malam, Leighton menghabiskan lebih dari 600 ribu dolar dalam satu malam, dan semua orang di resto ini tentu akan mengingatnya dan menganggapnya sebagai tamu kehormatan.


"Peter, kamu belum datang?" Leighton mengeluarkan ponselnya dan menelepon Peter.


Dua jam yang lalu, Leighton telah memberi tahu Peter dan memintanya untuk datang langsung dari Westville.


Tapi dia belum sampai juga.


"Aku akan segera tiba di sana, kirimi aku alamat lengkapnya," kata Peter.


Leighton pun mengirim ke WeChat Peter, dan setengah jam kemudian Peter pun tiba dengan tergesa-gesa.


"Maaf aku terlambat."


Peter tersenyum canggung dan meletakkan kunci mobil Porsche di atas meja makan.


"Oke, pelayan, tolong kemari."


Pada saat ini, Leighton memulai topik pembicaraan.


"Cantik, apakah kamu bermain Instagram, namamu Cayla, kan?" Leighton memandang gadis berambut pendek itu dan tersenyum.


Cayla sedikit terkejut, "Apakah kamu penggemarku?"


"Yah, aku sudah menonton siaran langsung-mu. Kulihat cukup menarik, tetapi penontonmu masih belum terlalu banyak."


Leighton berkata, "Sejujurnya, aku berencana untuk membuka perusahaan media dan merekrut beberapa influencer social media, selebgram, artis dan selebritis. ...."

__ADS_1


"Apakah kamu tertarik?" Leighton bertanya.


Perusahaanmu masih belum berdiri, kan?" Wajah Cayla ragu-ragu, "Sebenarnya, beberapa agensi media entertainment telah mendekatiku sebelumnya, tetapi manajemennya terlalu buruk, awalnya memang terdengar menggiurkan, tetapi hanya memberiku 1.000 dolar dalam sebulan.


Dengan gaji itu, aku diharuskan siaran langsung selama empat jam dalam sehari."


"Kalau begitu, begini saja, aku akan memberimu 5 ribu dolar, bagaimana kalau kamu bekerja untukku?" Leighton mengangkat alisnya, "Selain itu, kau dapat membantuku dengan menjadi bintang endorsement, dan selama kontrak berhasil, aku akan memberikanmu hadiah 1.000 dolar."


"OKE!"


Begitu dia mendengar 5 ribu dolar, mata Cayla langsung berbinar.


Sebenarnya, Leighton sekilas telah melihat Cayla berbakat menjadi bintang endorsement, sehingga dia membawanya ke sini.


"Cayla, bisakah kamu keluar dulu, karena ada yang kita ingin bicarakan?" kata Leighton sambil memandang Cayla.


Cayla mengangguk, dan keluar.


Setelah Cayla keluar, Harold bertanya dengan heran," Leighton, apakah kamu ingin membuka perusahaan media?"


"Ya, tapi aku hanya bertugas sebagai inverstor."


"Harold, bukankah kamu telah diganggu oleh saudara tirimu, Clayton, selama bertahun-tahun di dalam keluargamu sendiri, karena dia mampu memiliki perusahaan media, dan kamu tidak?"


"Ketika aku dalam kondisi terpuruk, kau selalu ada membantuku. Sekarang aku telah berada di atas, saatnya untuk membayar budi baikmu. Aku akan membayarnya, dengan kita membuka perusahaan media di ibu kota provinsi."


"Kamu yang memutuskan namanya, dan nanti kamu juga yang menjadi manajer umum, dan Peter adalah wakil presiden. Akhir-akhir ini Peter telah menggali informasi di perusahaan media milik saudaranya, dan dari sana dia telah belajar banyak."


"Mampukah kita melakukannya?" Harold bertanya dengan tak yakin.


"Tidak perlu ragu dengan itu. Aku hanya perlu menanamkan modal. Kebetulan aku memiliki 10 juta dolar di kartuku. Kita pakai ini dulu, jika perusahaan membaik, aku akan menambah modal lagi." Leighton berkata dengan santainya.


"Bagaimana jika kita kehilangan 10 juta dolar ini?" Harold bertanya dengan cemas.


"Bagiku, 10 juta ini hanyalah uang saku." Leighton tersenyum menghina, "Jika kita rugi, yah sudah tidak masalah."


Sepuluh juta dolar hanya uang saku? Harold terkejut pada saat itu.


Cayla berdiri di pintu, menguping pembicaraan di dalam, dan langsung terkejut.


"Kami juga sebenarnya tidak terlalu paham. Kita dapat mempekerjakan profesional untuk mengelolanya."


"Harold, kamu kan belajar di jurusan media. Di jurusanmu seharusnya punya banyak talent, kan?"


"Kita bisa membayar mereka, untuk mendapatkan lebih banyak uang." Leighton berkata, "Saat ini, industri sedang berkembang, kita harus memanfaatkan kesempatan ini."


"Kita membangun platform itu sendiri, atau?"


"Pada tahap awal, kita akan menandatangani kontrak endorsement terlebih dahulu, dan membiarkan para talent untuk berpromosi di platform mereka sendiri, tetapi nantinya kita akan membangun platform milik perusahaan sendiri, di tahap selanjutnya, dan kemudian memindahkan traffic follower ke platform milik perusahaan."


"Jangan khawatir tentang masalah traffic follower. Pada saat itu, kita akan menghabiskan banyak uang untuk mengundang selebriti demi meningkatkan traffic follower, " kata Leighton.


"Menyewa selebritis, memang berapa harganya?"


Harold mengerutkan kening dan berkata, "Sebenarnya, Clayton, saudaraku, juga telah berpikir untuk mempekerjakan seorang artis, tetapi seorang artis pasti minta dibayar tidak kurang dari satu juta dolar, jadi saudaraku tidak pernah berani melakukannya."


"Dia tidak punya uang, aku yang punya." Leighton berkata dengan nada menghina.


Peter mengikuti dan berkata, "Aku telah memahami beberapa hal hari ini. Faktanya, jika sebuah perusahaan media ingin melakukan pekerjaan dengan baik, itu tidak lebih dari beberapa poin, yaitu, menjadi pemberitaan ramai, berani membuang uang, dan membina para talent."


Tepat ketika Leighton dan yang lainnya sedang mengobrol dengan lancar.


Richard menerima telepon dari Marion.


"Richard, kabari pamanmu untuk bersiap. Leighton sedang makan malam di Gastro Bar and Lounge. Ketika mereka meninggalkan tempat ini, suruh pamanmu untuk beraksi."


Richard menutup telepon dan mendorong Ivanna menjauh dari lengannya.


"Paman, anak itu ada di Gastro bar and lounge." Kata Richard menelepon Tuan Pozzi, pamannya.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


Terima kasih


__ADS_2