Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 229 Keributan di Restoran BBQ


__ADS_3

Jorah Peltz tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.


Dengan status Jorah Peltz sekarang, siapa artis yang berani tidak menganggapnya?


Selebriti tidak kekurangan uang walau secara cuma-cuma mengendorse bisnisnya, yang dicari mereka saat ini adalah kesempatan untuk mengenal Jorah Peltz .....


"Ayah, berapa hari lagi resor-mu akan dibuka?" Leighton bertanya.


"Tepat seminggu lagi."


Begitu Jorah Peltz selesai berbicara, Leighton tercengang, "Dalam seminggu, bagaimana dirinya bisa punya waktu untuk membangun platform?"


"Sudah pasti terlambat untuk membangunnya sendiri, jadi ayo beli saja."


Jorah Peltz berkata, "Paman Joe akan membantumu dalam hal ini."


"Akuisisi langsung?"


Leighton sedikit tidak senang, untuk membelinya secara langsung pasti akan menghabiskan banyak uang.


Awalnya, Leighton berencana menginvestasikan 10 juta dolar untuk awal mendirikan bisnis ini, tetapi dia pada akhirnya telah menghabiskan 200 juta dolar untuk membeli rumah. Dia sendiri juga tidak tahu berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan platform video pendek.


Ngomong-ngomong, hari ini adalah hari terakhir Paman Patrick membuka restoran BBQ nya.


Tidak lama kemudian, Leighton dan yang lainnya datang ke restoran BBQ Paman Patrick.


"Kenapa ada begitu banyak tamu hari ini?" Setelah turun dari mobil, Leighton memandang Joan dan berkata.


Dari pintu masuk restoran hingga ke pinggir jalan, sudah ramai pengunjung yang makan di restoran tersebut.


Bukankah bisnis ini sungguh laris manis, bukan?


Joan menjelaskan sambil tersenyum: "Mereka semua adalah pelanggan tetap Paman Patrick. Bukankah hari ini hari terakhir? Jadi Paman Patrick memberikan makanan gratis untuk pelanggan tetapnya ini."


"Makanan gratis?" Leighton terkekeh, "Tidak heran, makanya ada begitu banyak tamu."


"Memang berapa banyak uang subsidi pembongkaran yang didapat Paman Patrick? Mengapa dia begitu murah hati?" Leighton bertanya dengan santai.


"Lebih dari 300 ribu dolar." Joan tersenyum, "Untuk Paman Patrick, ini adalah jumlah uang yang sangat besar."


Leighton mengangguk, banyak berpikir pada dirinya sendiri.


Tetapi ketika Jorah Peltz mendengar nominal uang itu, dia sedikit mengernyit, "Apakah halaman ini juga miliknya?"


"Ya, sebidang tanah ini milik keluarga Paman Patrick," kata Joan.


Jorah Peltz tersenyum, sedikit main-main.


"Ayo pergi, ayo duduk di ruang bilik. Aku sudah memesan tempat untuk duduk terlebih dahulu."


Setelah Joan selesai berbicara, semua orang naik ke atas.


"Paman, apakah kamu ingin minum?" Joan bertanya pada Jorah Peltz.


Leighton dengan cepat menjawab, "Ayahku suka minum bir, bawa satu krat ke sini."


Leighton masih ingat bahwa setiap kali Jorah Peltz pulang ke rumah ketika dia masih kecil, dia akan membawa dua piring camilan dan minum sebotol bir di halaman.


Joan keluar untuk waktu yang lama dan baru kembali.


Hanya saja ketika dia kembali, dahinya tampak merah.

__ADS_1


"Kakak, ada apa dengan dahimu?" Leighton segera bertanya setelah melihatnya.


Joan memalingkan wajahnya ke samping, rambutnya ke bawah untuk menutupi lukanya.


"Ketika aku naik ke atas sekarang, aku tidak sengaja menabrak dinding." Joan meletakkan bir dan berkata, " Aku akan pergi dan membantu Paman Patrick, tusuk sate daging akan segera disajikan untuk kalian."


Setelah Joan selesai berbicara, dia buru-buru meninggalkan ruang bilik mereka.


Menabrak dinding?


Leighton tidak bodoh, bagaimana bisa menabrak dinding?


"Leighton, pergilah keluar dan lihat, tidakkah ada sesuatu yang salah?" Jorah Peltz juga melihat ada yang salah dan berkata kepada Leighton.


"Baik." Leighton mengangguk, bangkit dan pergi.


"Segera telepon ayah, jika kamu memiliki sesuatu untuk dilakukan." Jorah Peltz menambahkan.


Setelah Leighton meninggalkan ruang bilik itu, alis Jorah Peltz berkerut.


"Suamiku, tidakkah keluarga Sandish Weston telah menggelapkan banyak uang kita?!" kata Milla.


"Ya, menurut kompensasi yang kami alokasikan, sebidang tanah yang begitu besar setidaknya dapat memperoleh subsidi lebih dari satu juta." Jorah Peltz mengerutkan kening, matanya bersinar dengan sedikit tidak percaya, "Tidakkah yang dilakukan mereka ini sungguh terlalu kejam??"


Jorah Peltz mengeluarkan ponselnya dan menelepon nomor Paman Joe.


Ketika Leighton turun, dia kebetulan melihat sekelompok orang bersama dengan Scardov.


Pada saat ini, terlihat beberapa meja ditendang oleh Scardov dan anak buahnya.


Cucu perempuan Paman Patrick yang ketakutan menangis saat ini, memeluk paha Joan dan berteriak keras.


"Berengsek, apakah kamu tidak menganggap bos kami Scardov?" Seorang anak buah Scardov datang dan menendang Paman Patrick.


Paman Patrick ditendang ke lantai, tetapi tidak ada satu pun yang berani datang dan membantunya berdiri.


"Dan kamu, Joan, ke mana saja kamu beberapa hari terakhir ini? Aku sudah mencarimu ke mana-mana dan tidak menemukanmu, apakah kau bersama dengan seorang pria di luar sana?" Memutar kepalanya, dia menatap Joan dengan wajah dingin dan bertanya.


"Aku melakukan urusan pribadiku, apakah aku harus melapor padamu?" Joan menatap Scardov dengan kesal.


"Sialan, aku belum melihatmu selama beberapa hari. Dan beraninya memarahiku? Kalau kamu berani berbicara, coba katakan lagi padaku!" Wajah Scardov murka, dan dia berjalan menuju Joan.


Tangan Scardov langsung meraih Joan.


Saat ini, Joan belum berencana untuk menangkisnya.


Ketika Scardov menggertaknya sebelumnya, demi melindungi restoran BBQ Paman Patrick, Joan sengaja menahannya dan menyerah. Selama Scardov tidak terlalu berlebihan, Joan tidak akan menolak.


Tapi sekarang restoran Paman Patrick akan ditutup, mengapa Joan masih berpura-pura menyerah padanya?


Joan dengan cepat mengulurkan tangannya, meraih wajah Scardov secara langsung dengan tiga jarinya, dan menekannya dengan keras.


Wajah Scar menerima luka yang cukup parah, dan setelah beberapa teriakan, dia berjongkok.


"Bedebah! Apa kau sudah lama merencanakan ini?!"


Joan menendang dengan satu kaki, mengarahkan ke dagu wajah Scardov, lalu menendangnya langsung ke tanah.


"Sialan, bajingan, ternyata dirimu bisa bela diri?" Scardov, yang jatuh ke tanah, menatap Joan dengan tak percaya, dan menjadi marah.


"Tapi aku tidak percaya, kamu bisa mengalahkan kami yang lebih dari selusin." Kata Scardov sambil mencibir.

__ADS_1


Scardov membawa banyak orang, sekitar selusin orang.


"Kalian semua sudah cukup makannya, sekarang pulanglah!!" Setelah Scardov berdiri, dia memarahi semua pelanggan yang ada di restoran tersebut.


Semua tamu-tamu ini, ketika mereka mendengar omelan tersebut, segera melarikan diri.


Scardov adalah gangster lokal di daerah ini. Bagi mereka yang hanya orang biasa, mana berani menyinggung perasaannya?


"Berengsek! Cuuuiiihhh!"


Melihat Joan, wajah Scardov mengeluarkan seteguk dahak berdarah.


Harus aku akui, tendangan Joan benar-benar sadis,


"Terakhir kali, ketika aku minum terlalu banyak untuk pulang, aku dipukuli oleh seorang wanita di jalan. Sial, bukankah itu kamu, kan?" kata Scardov dengan gigi terkatup.


Joan tersenyum, "Ya, itu aku."


"Kau sungguh wanita yang kejam. Kau telah memukuliku, sampai tiga hari lamanya, aku tidak bisa bangun dari tempat tidur," kata Scardov dengan wajah muram.


"Apa hanya tiga hari? Sepertinya kamu cukup tahan."


Joan berkata, "Aku benar-benar sedikit menyesalinya, mengapa aku tidak mematahkan kakimu saja, sehingga kau tidak dapat berlari untuk menyakiti orang lagi."


Pada saat itu, Scardov memeluk pinggang Joan, namun Joan tidak menghalanginya saat itu.


Tetapi setelah kejadian itu, Joan mengganti pakaiannya, menutupi mukanya dan menyergap Scardov, dan memukulnya saat itu.


Hanya saja saat itu, Scardov tidak pernah menyangka bahwa orang yang menyerangnya adalah Joan.


"Sial, aku sudah mencari pelakunya selama seminggu, tetapi belum menemukannya. Aku sungguh tidak menyangka itu adalah kamu,"


Scardov menggertakkan giginya, melambaikan tangannya dan berkata, "Kalian semua anak buahku! Cepat lepaskan pakaian perempuan ****** ini, untukku."


Begitu suara Scardov telah memerintahkan, selusin orang berkerumun dalam sekejap di restoran tersebut, dan mengepung Joan.


"Jangan main-main. Jika kamu berani, aku akan memanggil polisi." Paman Patrick mengeluarkan ponselnya dan mengatakan sesuatu.


"Silakan panggil polisi, kamu bisa mencobanya!" Scardov memandang Paman Patrick dengan jijik.


"Apakah kamu percaya bahwa aku melemparkan cucu perempuanmu ke dalam lubang api?" Scardov menunjuk cucu perempuan Paman Patrick, dan tersenyum sinis.


"Bedebah, jangan pernah berani kau melakukannya!" Joan berkata dengan dingin.


"Untuk membakar dia sampai mati, mungkin aku masih belum bisa kali ini. Tapi aku bisa melukai wajahnya." Scardov tersenyum sinis, "Lihatlah gadis kecil ini, betapa cantiknya dia, namun kecantikannya ini tidak akan dia bawa lagi sampai dewasa, wajahnya akan ditakuti dan dihina oleh orang-orang."


Setelah mengatakan itu, Scardov mengeluarkan pisau dari tangannya, "Seandainya aku menebas wajahnya 2 kali dengan pisau, tidak peduli seberapa cantik wajahnya, apakah masih ada orang yang menginginkannya?"


"Bos, tolong jangan lakukan itu, aku sangat suka bocah kecil ini, kenapa kamu ingin merusak wajahnya? Kenapa kamu tidak memberikannya padaku, dan aku akan merawatnya." Kata seorang pria gemuk dengan sedih.


"Oke, jangan bicara omong kosong, dan cepat lepaskan pakaian wanita ****** itu untukku!!" Scardov berkata dengan dingin, "Setelah menyelesaikan tugas terakhir di sini, kita akan meninggalkan ibu kota provinsi."


Setelah selesai berbicara, Scardov datang ke Paman Patrick dalam satu langkah, meraih ponsel Paman Patrick, dan melemparkannya ke dalam api.


"Orang tua tengik! Cepat berikan 300 ribu dolar uang subsidi itu! Jika tidak, aku akan menghancurkan cucumu!" Scardov memandang Paman Patrick dengan ekspresi muram di wajahnya.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2