
Liontin puluhan juta, jika dia berkata akan memberikannya, maka dia pun akan memberikannya.....
Di dalam hati Marion, ada gejolak besar saat ini.
Marion mengeluarkan ponselnya dan mulai membuat panggilan, "Paman, aku ingin minta tolong padamu untuk menemukan seseorang untukku. Dia berasal dari Westville, bernama Leighton, dan lulus dari Westville High School. Ya, aku ingin informasi detailnya. Semakin detail semakin baik.....
Marion meragukan identitas Leighton, dia percaya bahwa identitas Leighton tidak sesederhana yang dikatakan lan dan Clayton.
Ruang area hidangan pencuci mulut sedikit kurang baik, dan tidak banyak orang pula yang masuk.....
Untuk wanita tentunya akan takut gemuk dan ingin tetap langsing, sehingga mereka jelas menolak makanan manis, sedangkan untuk pria sudah tentu kurang berminat.
Ada banyak wanita-wanita cantik di vila. Hanya ada beberapa penampilan yang memang tidak memenuhi standart, namun kebanyakan dari mereka adalah wanita cantik kelas atas.
Dan juga wanita-wanita cantik ini sangatlah paham dengan dunia seperti ini. Di pertemuan para miliader ini, mereka dapat bermain dengan mudah. Kebanyakan dari mereka hanya mengangguk dan tidak akan pernah berbicara panjang lebar dengan pria-pria kaya di sana.
Namun, Leighton masih lebih suka Sheila yang ada di depannya. Dia apa adanya, sederhana, dan tidak memiliki maksud tersembunyi ....
Pada saat ini, Leighton melihat wajah yang dikenalnya berjalan di depan matanya.
"Dickson?" Leighton mengerutkan kening, menatap musuh lama ini.
Leighton berpikir, Tuan McClain, lelaki tua itu bukankah telah bangkrut, bagaimana bisa Dickson memenuhi syarat untuk hadir dalam pesta ini?
Dickson berjalan ke arah Clayton dan lan sambil menyapa mereka.
"Dickson, apa yang kamu lakukan di sini?" Clayton pun sama bingungnya saat melihat Dickson.
"Dickson, ayahmu telah berutang sejumlah uang kepada keluarga kami, apakah dia masih akan membayarnya kembali?" lan bertanya dengan lebih dingin.
Ketika ayah Dickson bangkrut, dia telah meminjam lebih dari 20 juta dari ayah lan, Devon Schultz, dan pada keluarga Clayton bisa jadi lebih dari 20 juta dolar.
Saat tahu utang ayahnya belum dilunasi, lan yang melihat Dickson muncul dengan cerah di pesta gala dinner milliarder, tentu saja dia tidak akan melepaskannya begitu saja.
"lan, tentang ayahku meminjam uang dari ayahmu. Perihal utang ini adalah masalah antar ayahmu dan ayahku. Kamu dan aku tidak ada hubungannya." Jawab Dickson acuh tak acuh, yang tampak jelas tidak ingin membayarnya kembali.
"lan, jangan menyudutkan Dickson lagi, keluarga Dickson baru saja mengalami musibah begitu besar, bagaimana mungkin ada uang untuk mengembalikannya kepadamu?" kata Clayton.
lan memberi Clayton tatapan polos, "Clayton, kamu masih pintar rupanya."
"Ahh atau mungkin keluargamu adalah orang yang baik hati seperti para nabi yang dikenal ...." Ian mengerutkan kening dan berkata dengan kesal, "Aku dengar bahwa sehari sebelum terjadi kebangkrutan keluarga McClain ayahmu tiba-tiba datang ke ayah Dickson, dan menyudahi hubungan bisnis kedua keluarga, meminta mengembalikan uang yang telah diinvestasikan."
Setelah lan selesai berbicara begitu, Dickson menatap Clayton, matanya penuh permusuhan.
Apa yang dilakukan keluarga Clayton hari itu memang agak tidak normal. Pada saat ini, semua investor di Westville ingin berinisiatif mengirim uang ke ayah Dickson untuk membantunya berinvestasi, tetapi keluarga Clayton tiba-tiba berubah pikiran dan meminta investasinya untuk dikembalikan!
Bahkan, hubungan kedua keluarga telah retak karena hal ini...
Dickson yang menatap Clayton, meminta jawaban.
Clayton pun menjawab dengan acuh tak acuh, "Pada saat ini, ada masalah dana juga dengan keluarga internal kami."
lan tersenyum rumit, "Perusahaan mediamu, semuanya berjalan normal, ada masalah apa memang?"
__ADS_1
"Dan juga dipihak ayahmu. Dia masih menghasilkan keuntungan tetap tanpa kehilangan uang. Bagaimana bisa kau berkata ada masalah keuangan?" lan dengan dingin mendengus.
Wajah Dickson berubah suram, "Clayton, katakan padaku dengan jujur, apakah kau telah menerima suatu berita sebelumnya?"
Wajah Clayton sangat malu, pada saat ini, dia melihat Leighton di area hidangan pencuci mulut, dan menunjuk kepadanya, "Dickson, lihat siapa itu?"
"Leighton?!!!"
Melihat Leighton, tangan Dickson mengepal erat.
Jika bukan karena masalah dengan Leighton pada hari itu, mungkin ayahnya akan mengikuti dirinya dan melarikan diri.
Saat itu Leighton mengemudikan mobil, dan ayah Dickson menjadi terluka oleh karena Leighton, kini telah kehilangan kakinya dan menjadi orang cacat.
"Berengsek, mengapa orang sialan ini ada di sini?" Dickson bertanya dengan marah.
"Dickson, tahukah kamu, sejak keluargamu bangkrut, Clayton telah berhubungan dekat dengan bocah itu. Ini adalah 'kontribusi' Clayton, sehingga bocah itu bisa datang ke pesta ini." Kata lan sinis.
"Clayton, beraninya kau!" Dickson menatap Clayton dengan marah, hingga tidak bisa berkata apa-apa.
Sungguh dua orang kakak lelaki yang baik, yang satu membuka mulutnya untuk menagih utang, yang lain bergaul dengan musuh bebuyutannya.
Pada saat ini, hati Dickson seolah-olah telah makan lalat dan kotoran, sungguh sangat tidak nyaman.
"Aku sungguh tidak pernah mengenal kalian berdua." Dickson pun meninggalkan kalimat dingin dan berjalan menuju area pencuci mulut.
Pada saat ini, seorang pria berkacamata menghentikan Dickson untuk pergi.
"Saudara, ada apa?"
"Bukankah kamu baru saja mengatakan ingin mencari temanmu? Apakah mereka yang melihat kebangkrutan keluargamu, makanya mereka membully mu?" Melihat ekspresi Dickson di wajahnya, Justin pun menebak.
Dickson tersenyum pahit, dan mengangguk, "Ya, salah satu dari mereka menuntut pengembalian dana dariku, yang lain berteman dengan musuhku."
"Benar-benar konyol." Dickson mencibir, "Mereka sama sekali tidak layak menjadi temanku."
"Karena itu bukan teman, itu adalah musuh."
Justin menepuk bahu Dickson dan berkata, "Pergilah, aku akan memberi pelajaran ke mereka untukmu."
"Saudara, bagaimana kamu akan mengajar mereka?" Dickson bertanya dengan curiga.
"Bukankah itu sederhana? Kau lihat saja mereka dengan saksama, dan dapat dilihat bahwa mereka ada di sini untuk mencari koneksi, dan aku, Justin Swift, dapat dikatakan bahwa aku mengenal lebih dari setengah orang di ruangan ini. Selama aku memalingkan muka dengan mereka, itu berarti, lebih dari setengah orang kaya yang hadir di sini akan menjaga jarak."
"Setengah lainnya akan memilih antara aku atau mereka."
Justin tersenyum penuh kemenangan, "Saudaraku, jika kita tidak berhubungan dan membiarkanmu memilih, antara aku atau mereka, mana yang akan kau pilih?"
"Saudara, jangan ditanya lagi, aku tentu saja memilihmu. Sekalipun kedua bisnis mereka digabungkan, bisnisnya tidak ada setengahnya dari milikmu." Dickson tersenyum, dan tiba-tiba mengerti.
"Nah, Itu dia."
Justin tersenyum, dan berjalan menuju Clayton dan lan.
__ADS_1
Clayton dan lan melihat Justin datang menghampiri, dan mereka hanya ingin berkenalan satu sama lain. Kemudian, Justin menumpahkan sampanye ke tangan mereka berdua secara langsung, dan mereka pun bertengkar.
Clayton dan lan yang terkejut terlebih lebih dahulu, kemudian tersulut emosi.
Di ruangan ini, Justin memiliki lebih banyak teman daripada Clayton dan lan.
Dalam masalah ini, penjaga keamanan bergegas turun menangani perselisihan tersebut.
Dickson mencibir ketika melihat adegan ini.
Kemudian, Dickson pun datang ke area hidangan pencuci mulut.
"Hei Yo, aku di sini datang untuk makan dan minum." Melihat Leighton, Dickson pun tersenyum meremehkan.
"Dasar orang miskin, ke mana pun kau pergi, kau selalu terlihat lusuh."
Pada saat ini, Justin pun juga datang.
"Saudara sepupu, kedua orang itu telah diusir oleh penjaga keamanan," kata Justin penuh kemenangan.
"Apakah kamu mengenal orang dalam di resort ini?" Leighton bertanya dengan heran.
"Ada ribuan personel pelayan di resort ini, dan semua seragam pakaian mereka disediakan oleh perusahaanku secara gratis. Kamu masih bertanya kenal atau tidak?" Justin mengangkat alisnya.
"Bagus, sepupu. Bisakah kau meminta keamanan untuk mengusir mereka juga?"
Dickson menunjuk Leighton dan berkata, "Saudaraku, apakah kamu ingat orang yang terus kubicarakan denganmu? Bocah yang menentangku, itu adalah dia."
"Dia adalah Leighton? Bukankah kamu mengatakan bahwa dia adalah orang miskin, bagaimana orang miskin ini bisa datang ke tempat seperti ini?" Justin bertanya dengan curiga.
"Clayton lah yang membawanya masuk." Dickson mencibir, "Bocah ini ada di sini untuk makan dan minum."
"Orang seperti ini memang harus diusir."
Justin memberi isyarat dan memanggil dua penjaga keamanan di kejauhan.
"Tuan Justin, apakah ada hal lain yang Anda perlukan?" tanya penjaga keamanan.
"Singkirkan mereka dariku," kata Justin dengan dingin.
"Begini... apa Anda melihat sesuatu hal yang salah, Tuan Justin?" Penjaga keamanan itu sedikit malu.
"Tentu ada yang salah, dua orang ini hanya datang kemari untuk makan dan minum, tidakkah kamu melihat ini?" kata Justin mengerutkan kening.
Penjaga keamanan menoleh dan menatap Leighton," Tuan, tolong keluarkan surat undangan Anda dan biarkan saya melihatnya?"
"Apakah perlu memeriksa surat undangan lagi?" Leighton bertanya sambil tersenyum.
"Ya, Pak." Penjaga keamanan itu mengangguk dengan hormat.
"Mengapa kamu tidak memeriksa mereka terlebih dahulu?" Leighton menunjuk ke Dickson dan yang lainnya.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen.....
Terima kasih