Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 24 Pertemuan Ayah dan Anak


__ADS_3

"Jorah, apa kita harus pergi seperti ini?"


Istri Jorah Peltz bernama Milla Stout. Milla Stout adalah wanita yang anggun dan sangat pintar. Dia menarik lengan Jorah Peltz, "Karena para guru telah memanggil kita, itu berarti mereka memiliki cukup bukti."


"Kita baru saja kembali ke Westville dan tidak ada yang mengenal kita. Bagaimana cara kita untuk meyakinkan mereka," kata Milla Stout.


"Istriku, apa maksudmu adalah aku harus meneleponnya sekarang?"


Jorah Peltz kemudian mengeluarkan ponsel miliknya, " Sekolah ini berada di bawah pengelolaan lembaga pendidikan, tetapi aku tidak tahu nomor Direktur lembaga pendidikan itu. Anak kita telah dituduh melakukan pencurian dan pihak korban telah memanggil polisi, aku hanya memiliki nomor telepon kerabat polisi."


"Lupakan saja, lebih baik hubungi nomor itu." Setelah berpikir sejenak, Jorah Peltz menghubungi seseorang.


Setelah menutup telponnya, Jorah Peltz kemudian naik ke atas dengan tenang.


"Jangan khawatir, orang itu mengatakan anak kita pasti hanya korban, Robert Stein percaya kepada putra kita."


Jorah Peltz berkata dengan sedikit emosi.


"Dia bukan percaya pada orang, dia hanya percaya pada uang. Anak kita bernilai puluhan bahkan ratusan miliar, siapa yang akan percaya dia mencuri sesuatu?


Setelah Robert Stein menutup telepon, kepalanya mendadak sakit. Orang kaya misterius ini baru saja kembali, kenapa sudah terjadi masalah padanya. Dia segera menelepon direktur Lembaga pendidikan dan kemudian menelepon kantor polisi. Setelah menghubungi kedua orang tersebut, Robert Stein


memanggil sekretarisnya, "Cepat siapkan mobil untukku, aku akan pergi ke sekolah Westville."


"Tuan, kau memiliki pertemuan yang akan diadakan dalam sepuluh menit lagi. Jika kau pergi ke sekolah itu, maka pertemuan ini..."


Sebelum kata-kata sekretaris selesai, Robert Stein menepuk meja, "Jika aku memintamu untuk menyiapkan mobil, cepat siapkan! Tidak perlu banyak bicara!"


"Umumkan bahwa rapat dibatalkan!"


Sekretaris itu terkejut dan bergegas keluar untuk menyiapkan mobil. Dia telah bersama Robert Stein selama bertahun-tahun dan mengenalnya dengan baik.


Robert Stein telah berkecimpung di dunia politik selama


bertahun-tahun dan memiliki banyak rekan dan relasi, jika bukan karena sesuatu hal yang besar, dia tidak akan meledak seperti itu.


Robert Stein menarik napas dalam-dalam. Orang kaya misterius ini membawa ratusan miliar investasi kembali ke Westville. Rapat apa yang lebih penting dari pada ratusan miliar investasi ini?


Asalkan proses investasi Jorah Peltz berjalan dengan baik, Robert Stein yang merupakan tokoh politik di kota ini pun akan mendapatkan keuntungan.


Tapi siapa sangka sesuatu terjadi ketika Jorah Peltz baru saja kembali ke kota ini.


Seseorang telah menuduh putra Jorah Peltz mencuri. Jika karena hal ini Jorah Peltz marah dan menarik seluruh investasinya di Westville ini, kerugiannya yang akan terjadi akan sangat besar terhadap dirinya dan bahkan kota ini.


Sebelum Jorah Peltz kembali Westville, Robert Stein sudah melakukan segala kemungkinan untuk dapat bernegosiasi dengannya. Tidak peduli apa rencana atau kebijakan investasi yang akan dijalankan oleh Jorah Peltz, Robert Stein berjanji untuk mendukung sepenuhnya.

__ADS_1


"Cepat berangkat."


Robert Stein mendesak sopirnya untuk lebih cepat.


"Apa ayahmu akan datang? Sudah berapa lama, setengah jam sudah berlalu!" Semua orang sudah berada di kantor dan kepala sekolah pun sudah datang.


Semua orang sedang menunggu ayah Leighton Peltz, yaitu Jorah Peltz


Dickson McClain menatap Leighton Peltz dengan sangat tajam, dia menyadari benda yang ditunjukkan Leighton Peltz tadi adalah alat perekam suara, ditambah apa yang dikatakan Leighton Peltz tadi, dia dapat menebak benda apa itu sebenarnya.


Dickson McClain, Alisson Pierce, kau akan masuk penjara bersamaku!


Kalimat inilah yang mengingatkan Dickson McClain akan tindakannya memeras uang pada Leighton Peitz


"Alisson, keluarlah sebentar." Dickson McClain menyadari ada yang tidak beres dan memanggil Alisson Pierce


keluar dari kantor.


"Dickson, ada apa?"


"Apa kau melihatnya tadi? Benda yang ada di tangan Leighton Peltz adalah alat perekam." Dickson McClain mengerutkan kening, "Ditambah dengan apa yang dikatakan Leighton barusan, apakah ada sesuatu yang tidak beres menurutmu?"


Alisson Pierce berpikir sejenak dan berkata, "Baru saja Leighton mengatakan bahwa karena dia akan masuk penjara dan tidak takut karena kita pun akan masuk bersamanya Kenapa kita dapat masuk penjara dengannya?"


Alisson Pierce tertawa setelah dia selesai berbicara, tapi wajah Dickson McClain menjadi semakin muram. "Celaka! Anak itu pasti memiliki bukti kejahatan kita."


"Ya aku ingat."


Tidakkah menurutmu itu terlalu kebetulan? Dia mengetahui bahwa kita berada di hotel itu."


"Maksudmu Leighton yang memberitahu mereka?" Wajah Alisson Pierce berubah, tapi kemudian dia kembali tersadar, "Bahkan jika Leighton memberitahu mereka, apa yang akan terjadi?'


"Dasar bodoh, itu berarti Leighton telah mengharapkan kita untuk menjebaknya waktu itu, kurasa dia telah mempersiapkan suatu hal!" Dickson McClain mengerutkan kening dan berkata, "Dia mungkin tidak hanya memberi tahu putri Bos Palequin untuk menunggu diluar, tetapi mungkin saja telah merekam pembicaraan kita.


"Merekam?" Alisson Pierce panik, Dickson, maksudmu Leighton merekam pembicaraan kita saat berada di hotel itu?"


"Ya, Leighton baru saja mengeluarkan perekam daril sakunya dan berkata bahwa jika dia masuk penjara, kita pun akan masuk penjara juga. Pikirkanlah, jika dia tidak memiliki rekamannya, bagaimana dia bisa mengatakan hal ini tanpa alasan?" Dickson McClain mengerutkan


kening.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, jika Leighton Peltz tiba di kantor polisi dan menyerahkan pena perekam kepada polisi, bukankah kita berdua benar-benar harus menemaninya di penjara? Dickson, kau harus menemukan jalan keluar! Aku tidak ingin masuk penjara, penjara wanita itu terlalu menakutkan." Alisson Pierce hampir menangis.


Dia hanya ingin menjebak Leighton Peltz ke dalam penjara, tetapi tidak menyangka dia pun akan ikut terseret. Bagaimanapun juga, kehidupan di penjara bukanlah sesuatu yang menyenangkan.


Bukan saja tidak ada kebebasan, tetapi makanan yang diberikan pun sangatlah buruk.

__ADS_1


"Kau pikir aku mau masuk penjara? Kuncinya adalah bagaimana cara mendapatkan perekam itu dari tangan Leighton!" Dickson McClain mengerutkan kening. membalikkan pintu kantor dengan cemas


"Begini saja!" Tiba-tiba, Dickson McClain tertawa.


"Aku kebetulan mengenal seorang polisi. Ketika Leighton ditangkap di kantor polisi nanti, aku akan memintanya untuk menyelinap pergi untuk mengambil alat perekam itu, ketika barang bukti itu telah berada ditangan kita, tidak ada lagi yang harus di takuti."


"Ide bagus, kalau begitu cepat kau hubungi kenalanmu itu." Saat Dickson McClain mengeluarkan ponselnya, Jorah Peltz dan Milla Stout menghampiri mereka.


"Bukankah ini Alisson, aku sudah lama tidak bertemu denganmu, kau telah tumbuh begitu besar!"


"Kemarilah dan biarkan aku melihatmu dengan lebih jelas,


menantuku yang baik."


Ketika masih kecil, Alisson Pierce dan Leighton terikat perjodohan untuk menikah ketika dewasa nanti. Jorah Peltz dan Milla Stout selalu menyebut Alisson Pierce sebagai menantunya.


"Siapa yang mau jadi menantumu, paman Jorah, tolong jangan asal bicara." Alisson Pierce mengerutkan kening dan berkata dengan jijik.


"Alisson Pierce, siapa dua orang yang berpakaian seperti orang desa ini, apakah mereka orang tua Leighton?" Dickson McClain memandang Jorah Peltz dan istrinya sambil tertawa sinis.


"Ya mereka adalah orang tua Leighton." Kata Alisson Pierce.


Faktanya Jorah Peltz dan Milla Stout bukanlah memakai baju jelek, pakaian mereka dirancang khusus oleh desainer asing terkenal diluar negeri, Dickson McClain dan Alisson Pierce yang belum pernah melihat dunia luar dan busana seperti itu menganggapnya sebagai pakaian lusuh.


"Kau berpakaian seperti badut." Dickson McClain tersenyum ringan. Jorah Peltz mengerutkan kening, dia tidak pernah dihina oleh orang lain dalam beberapa tahun terakhir ini!


"Lupakan saja, kita harus menemui putra kita terlebih dahulu." Jorah Peltz hendak marah namun Milla Stout menarik lengannya dan membujuknya.


"Alisson, apakah kau tahu di mana Leighton sekarang?"


Jorah Peltz menahan amarahnya dan bertanya.


Alisson Pierce menunjuk ke arah ruang kantor dan berkata, "Leighton sedang berada diruangan guru, dia ditangkap karena mencuri dan polisi akan datang sebentar lagi."


"Tampaknya dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi sesuatu dalam hubungan Alisson dan Leighton." Milla Stout menghela nafas.


Jorah Peltz menghela nafas, "Aku pikir setelah kami pergi, keluarga Pierce akan membantu Leighton, tetapi kurasa tidak sama sekali."


Tiba-tiba hati Jorah Peltz sedih.


"Bahkan keluarga Pierce pun tidak membantu Leighton selama ini, lalu bagaimana Leighton dapat bertahan selama ini?" Jorah Peltz gemetar dan dia tiba-tiba memikirkan sesuatu.


"Berarti dia hanya berjuang sendiri selama ini." Milla Stout juga sangat sedih, dia mendorong pintu ruang guru sambil menangis.


Tiga tahun telah berlalu, aku bahkan tidak tahu seperti apa penampilan anakku sekarang.

__ADS_1


Bersambung.....


Terima kasih


__ADS_2