
Penjaga keamanan melirik Dickson, lalu ke Leighton, dan berkata kepada Leighton, "Tuan, tolong tunjukkan surat undangan Anda."
"Aku tidak punya surat undangan." Leighton tersenyum dingin.
"Tuan, jika tidak ada surat undangan, silakan tinggalkan resort. Resort kami belum resmi dibuka, dan untuk orang orang luar sementara tidak diizinkan masuk." Kata penjaga keamanan dengan tetap menjaga sikap ramah.
"Leighton, kamu dengar tidak, mereka menyuruhmu keluar. "Dickson tertawa.
Dan mata orang-orang di ruangan itu, tertuju melihat ke arah mereka.
"Lihat ada keributan lagi."
"Bagaimana anak ini bisa masuk?"
"Lihatlah wanita itu, dia benar-benar datang ke pesta dengan pakaian olahraga. Itu benar-benar membuatku tertawa sampai mati. Ini pertama kalinya aku melihat hal konyol seperti itu."
"Tapi wanita itu cukup menawan, jika dia berdandan sedikit saja, mungkin dia bisa menjadi gadis paling cantik."
Pada saat ini, penjaga keamanan mengambil beberapa langkah ke arah Leighton dan memberi isyarat, dan berkata, "Tuan, tolong Anda meninggalkan tempat ini sekarang."
Leighton bertanya, "Mengapa kamu tidak memeriksa mereka juga?"
Penjaga keamanan melirik semua orang, tetapi masih berkata kepada Leighton, "Tuan, silakan pergi, jika tidak, kami akan mengambil tindakan keras."
"Tindakan keras apa?" Leighton bertanya.
"Seperti namanya, ini berarti secara paksa mengusir Anda. "Kata penjaga keamanan.
Leighton paham bahwa penjaga keamanan ini hanya seorang atasan yang lebih rendah.
Dan juga pada saat ini, dia dan Sheila berpakaian tidak terlalu baik, jadi penjaga keamanan meragukan identitasnya.
Karena kelompok Dickson dan Justin semuanya berpakaian mewah, para penjaga keamanan bahkan tidak berani bertanya, karena dia takut menyinggung kelompok Dickson-Justin.
Leighton berpikir, pria dengan cara pandang yang merendahkan seperti ini tidaklah layak menjadi penjaga keamanan di resort.
Aku sekarang tidak tahu, si idiot Peter itu pergi ke mana, dan bahkan teleponnya tidak bisa dihubungi. Ketika Leighton hendak menelepon ayahnya, Nona Marion datang menghampiri.
"Mereka adalah temanku." Marion berkata kepada penjaga keamanan saat ia datang.
Setelah mendengar ini, penjaga keamanan segera menunjukkan ekspresi ketakutan, "Maaf, Nona Marion, saya tidak tahu bahwa mereka adalah teman Anda."
"Sepertinya ini hanya salah paham, sungguh salah paham, maaf, Tuan." Penjaga keamanan itu menundukkan kepalanya dan mulai meminta maaf kepada Leighton dan Sheila.
"Ternyata itu teman Nona Marion."
"Ada apa dengan Nona Marion, mengapa dia membawa dua pengemis, dan lihat merek brand pakaian olahraga pada gadis itu. Huruf mereknya dicetak salah, dan jelas pakaian olahraganya itu KW imitasi?"
"Haha, itu benar."
Sementara semua orang menertawakan Leighton dan Sheila, bahkan Marion menertawakannya.
Justin sedikit mengernyit: "Nona Marion, apakah mereka benar-benar temanmu?"
"Apakah kamu tahu nama mereka?" Justin bertanya.
"Tentu saja aku tahu, nama mereka adalah Leighton dan Sheila." Marion menunjuk Leighton dan Sheila.
Wajah Justin tiba-tiba menjadi gelap.
Justin menoleh dan melirik Dickson, Dickson mengangguk, dan berbisik: "Wanita itu bernama Sheila."
__ADS_1
Jadi, keduanya benar-benar teman Nona Marion?
Dengan ini, Justin pun tidak bisa mengusir mereka.
Justin menggelengkan kepalanya dan berkata kepada Dickson, "Saudaraku, hal ini nanti akan kubahas denganmu."
Dickson mengerti, mengangguk dan berkata, "Tidak apa apa, sepupu, bagaimanapun, kelas akan dimulai dalam beberapa hari ke depan, dan dia juga diterima di Universitas Cambridge."
"Dia juga diterima Universitas Cambridge? Bagus, ayo main-main nanti." Justin tersenyum sinis.
Dickson dan Justin hendak berbalik dan pergi, tiba-tiba Leighton bertanya kepada Marion, "Siapa kamu?"
"Sepertinya aku tidak mengenalmu, kan."
"Aku bahkan tidak tahu namamu."
Leighton menoleh untuk melihat Sheila dan bertanya, " Sheila, apakah kamu mengenalnya?"
Sheila terdiam beberapa saat, menatap Leighton, dan berpikir dalam hati, orang yang telah membantu kita, namun kita berkata bahwa tidak mengenalnya, bukankah ini seperti menampar wajah orang tersebut?
Ini sepertinya sungguh tidak pantas.
Tapi Leighton mengatakan bahwa dia memang tidak mengenal satu sama lain, jadi Sheila pun secara otomatis juga tidak mengenalnya.
Tentu saja, Sheila benar-benar tidak mengenal Nona Marion.
Sheila tidak punya pilihan selain mengatakan, "Aku juga tidak mengenalnya."
Jedaaaaar! Adegan dramatis kini dimulai, Marion terasa seperti dipukul di tempat.
Nama besar keluarga Llitch yang bermartabat benar-benar ditampar di wajahnya oleh kedua anak muda ini. Setelah beberapa detik kebingungan ini, semua orang pun tertawa terbahak-bahak..
Terutama Justin, dia tersenyum bahagia
"Apakah ini yang namanya teman?" Justin tertawa.
Wajah Marion berubah menjadi sangat malu, namun dia tidak bisa pergi begitu saja.
Marion melirik Leighton dengan dingin, matanya penuh kebencian. Sudah cukup baik bagiku rela membantumu, tetapi kamu secara terang-terangan mencoreng wajahku begitu saja?
Kamu sungguh tidak tahu terima kasih, dan dengan begini kamu juga telah menampar mukaku?!
Apakah kamu ini sungguh idiot?
"Haha, ini sangat menarik, pihak lain sepertinya tidak menghargainya."
"Ini pertama kalinya aku melihat Nona Marion sungguh makan hati!"
"Anak ini bernama Leighton, kan? Aku akan mengingatnya. Dia benar-benar hebat. Dia bisa menargetkan Justin, dan pada saat yang sama membuat Nona Marion makan hati."
"Ingat apa yang dia lakukan, anak ini sungguh akan mati, dia menyinggung Justin, dia tidak akan hidup dalam beberapa hari."
Marion berkata kepada Justin, "Justin, karena mereka berkata tidak mengenalku, maka kamu menyukainya kan."
Justin mengangguk dan berkata, "Tentu, tolong luangkan waktu, aku akan mengundangmu minum nanti."
"Aku yang mengundangmu ini baru benar." Selesai berkata Marion pun mengucapkan selamat tinggal.
Nona Marion dan Justin tidak ingin menyinggung kedua belah pihak.
Dan perilaku Leighton barusan tidak diragukan, bahwa itu menciptakan ilusi bahwa Nona Marion dengan sengaja menentang Justin, jadi dia berbohong tentang hal mengenal Leighton dan Sheila.
__ADS_1
Dan tanda barusan menunjukkan bahwa kesalahpahaman telah teratasi.
Tapi tanpa pengakuan dari Nona Marion, Leighton pun terhimpit di posisi akan diusir lagi.
"Anak muda, karena kau juga bukan teman Tuan dan Nyonya Llitch, jadi silakan pergi sesegera mungkin." Justin pun mengedipkan mata pada penjaga keamanan, dan penjaga keamanan berjalan mendekat dan melanjutkan.
Penjaga keamanan memandang Leighton dengan rumit, berpikir, ini sungguh konyol, bukan? Tuan dan Nyonya Llitch telah merendahkan diri untuk maju membantu Anda, tetapi Anda tidak menghargainya? Benar- benar tidak paham tentang hal ini.
Orang seperti ini sama sekali tidak cocok berada di lingkaran ini, dan tidak tahu diri sama sekali.
Tidak hanya tidak tahu diri, tetapi juga penuh dengan duri.
Leighton memandang para penjaga keamanan dan menggelengkan kepalanya dengan kecewa, "Kalian yah, benar-benar pandai mengubah wajah, lebih cepat daripada membalik buku."
"Tuan, tolong Anda pergi." Kata penjaga keamanan yang suaranya menjadi berat, setelah mendengar perkataan itu.
"Biarkan aku menelepon." Setelah Leighton berkata, dia mengeluarkan ponselnya dan berjalan ke samping.
Di sana, ada anak orang kaya yang tampaknya telah memperhatikan Sheila, dia berjalan ke arah Sheila dan berkata, "Cantik, apakah namamu Sheila?"
Sheila merespon iya, dengan suara pelan.
"Sheila, halo, namaku Edward, bisakah kita berteman?"
Edward tersenyum, "Jika kamu mau, aku bisa membuatmu tetap tinggal."
"Tidak perlu." Sheila bahkan tidak memikirkan hal itu, dia menggelengkan kepalanya dan menolak.
Tinggal? Sheila hanya ingin cepat-cepat pergi dari sini, dia tidak ingin tinggal lebih lama untuk saat ini.
"Hei, Sheila, kamu sebenarnya terlihat cantik, apa kamu tidak mau seperti gadis itu? Lihat dia, sedang kamu hanya bisa memakai baju kios jalanan, tetapi itu berbeda jika kau denganku. Aku akan membelikanmu tas dan pakaian, lipstik, kosmetik, dan semuanya bermerek luar negeri." Edward merayu.
"Selain membelanjakan mu, aku akan memberimu uang saku 30 ribu dolar setiap bulan, bagaimana?" Begitu Edward mengatakan ini, Sheila mengerti bahwa orang ini ingin menyewa dirinya.
Sheila yang ketakutan pun, segera melarikan diri. Ketika dia melarikan diri, sebuah kartu bank di sakunya jatuh ke tanah.
"Nona, ada sesuatu yang jatuh." Seseorang mengingatkannya.
Sheila menoleh, melihat kartu hitam di tanah, dan mengambilnya dengan tergesa-gesa.
Pada saat ini, banyak mata menatap kartu bank di tangan Sheila.
Justin bahkan hanya terbengong di tempat.
"Edward, gadis itu baru saja menjatuhkan sesuatu dari sakunya, apakah Kartu Hitam Internasional?" Justin bertanya dengan gugup.
Edward menelan ludahnya, terkejut, tapi lebih curiga.
"Aku pikir aku yang salah lihat, Justin, apakah kau melihatnya juga?"
Edward berkata, "Itu sepertinya kartu hitam international, jika itu benar, bukankah ini...."
Wajah Edward tiba-tiba menjadi pucat. Jika ini benar, bukankah dia akan menyebabkan bencana?
Di dunia ini, siapa yang bisa memiliki Kartu Hitam International, yang mana bisa dia beli?
Jangan bicarakan itu lagi Edward, bahkan Justin pun takut saat ini.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen.....
__ADS_1
Terima kasih