
Remembrance of the pas Bar memiliki lokasi yang cukup jauh, Leighton Peltz menghabiskan 50 dolar untuk naik taksi.
"Jika Dickson pada akhirnya tidak memberiku Porschenya, lebih baik aku membeli mobil juga, tetapi mobil apa yang harus kubeli?" Leighton Peltz berdiri di depan pintu masuk bar dan berkata pada dirinya sendiri.
Meskipun Leighton Peltz bisa mengendarai mobil sejak dulu, tapi dia tidak mengerti tentang mobil, terutama mobil mewah.
Ketika masih kecil, mobil mewah yang dilihat Leighton Peltz adalah BMW, Mercedes-Benz dan Audi, tetapi sekarang begitu banyak merek mobil mewah lainnya, mobil-mobil ini agak ketinggalan jaman pikirnya.
Lebih baik menunggu keputusan Dickson McClain terlebih dahulu.
Leighton Peltz sudah memutuskan untuk melaporkannya ke kantor polisi jika Dickson McClain tidak memberikan Porsche itu padanya.
Tetiba dia teringat terakhir kali dia berada disini, hari ini pun masih banyak mobil mewah mahal yang berdatangan kesini, Leighton Peltz melihat kegembiraan, "Tak disangka, lokasi bar ini cukup jauh tapi ada begitu banyak orang yang datang."
Lebih banyak orang datang mengartikan bisnisnya akan menghasilkan lebih banyak uang. Leighton Peltz sangat senang ketika dia melihat deretan mobil mewah.
Tak lama sebuah Ford merah berhenti di depan Leighton Peltz Tiga orang turun dari mobil, Haydee Lampson bersama seorang pria dan wanita lainnya
"Perkenalkan teman baikku, Sheila Bevelton, cantik kan?" Haydee Lampson berkata sambil tersenyum sambil menyampirkan lengan gadis itu.
Leighton Peltz mengangguk, gadis bernama Sheila Bevelton ini sangat pendiam, dia adalah tipe gadis yang sekilas terlihat sangat anggun dengan rambut terkulai, mengenakan celana jeans ketat, kaki ramping dan panjang berdiri di hadapan Leighton Peltz, berada di depannya, Leighton Peltz merasa dirinya tidak setinggi gadis ini.
"Ini Peter Grig, teman sekelas SMP ku, tapi sekarang dia sudah tidak sekolah dan sudah bekerja." wajah Haydee Lampson sangat datar saat memperkenalkan Peter.
Setelah semuanya saling mengenal, semua orang memasuki bar bersama.
Joan Palequin harusnya akan sedikit terlambat, jarak bandara cukup jauh dari bar ini. Begitu dia memasuki pintu, mata Peter Grig berbinar dan berhenti melangkah,
"Bar ini sangat luar biasa bagus, terutama patung naga ini, aku dengar itu terbuat dari emas, aku tidak dapat membayangkan berapa biaya yang
dihabiskan untuk membuat bar ini."
Tamu yang datang ke bar ini tidak hanya terbatas dari kota ini saja, beberapa tamu sengaja datang dari beberapa kota terdekat karena tertarik dengan keindahan bar ini terutama patung naga emas ini
Haydee Lamps tidak percaya bahwa naga ini terbuat dari emas murni, dia merasa bahwa naga itu paling hanya dilapisi emas, tetapi walaupun jika itupun hanya dilapisi emas, biayanya pun pasti tidak akan murah.
Haydee Lampson memberi Peter Grig tatapan datar, "Kau ini norak ya seperti baru pertama kalinya datang ke bar, ayo cepat cari tempat duduk!"
"Aku memang bukan pertama kalinya ke bar, tetapi bar seperti ini aku baru pertama kali melihatnya, ini pasti sangat mahal, orang yang datang kesini pasti hanya orang orang kaya.
Peter Grig memandang Leighton Peltz dengan penasaran, "Leighton, jangan-jangan kau orang kaya?"
Leighton Peltz menyentuh kepalanya dengan canggung dan hanya tersenyum.
"Aku hanya bercanda, aku tau kau bukan orang kaya kau hanya baru memenangkan lotre saja." Peter Grig tersenyum rumit, "Orang kaya mana mungkin akan bermain dengan kita."
"Apa sih, apa hebatnya orang kaya." Haydee Lampson cemberut.
__ADS_1
"Leighton juga tidak kalah hebatnya." Jika bukan karena Leighton Peltz berulang kali memberi tahunya untuk jangan mengungkapkan kekayaannya, Haydee Lampson pasti sudah memberitahu mereka tanpa henti sekarang.
Membeli sebuah rumah dengan harga lebih dari satu juta dolar sudah cukup untuk membuatnya dikatakan sebagai orang kaya di Westville ini.
Siapa diantara Dickson McClain atau Clayton Zarch yang mampu menghasilkan satu juta dolar?
"Ya, keberuntunganmu ini memang tidak kalah hebatnya dengan orang kaya, Leighton, bagaimana jika besok kau membeli tiket lotre lagi?" Peter Grig berkata hanya mengatakannya tanpa bermaksud untuk jelekkan atau hanya bercanda gurau.
"Sudah beli, aku membelinya setiap hari, tetapi hanya berhasil memenangkannya sekali." Setelah Leighton Peltz selesai berbicara, dia kemudian mencari tempat untuk. duduk.
Pelayan datang dan menatap Leighton Peltz, "tuan muda, kau datang lagi?(
"Ya, apa tidak boleh?" Leighton Peltz tersenyum bercanda dan menebak-nebak dalam hatinya apa pelayan itu tahu identitasnya?
"Tentu saja boleh dan kami senang menyambutmu." Pelayan itu tersenyum hangat, "tuan ingin memesan apa? Set makanan atau a la carte, ini daftar minumannya."
"Kau pesan saja." Leighton Peltz mendorong daftar anggur ke Peter Grig dan Haydee Lampson.
Peter Grig mengambil menu minuman itu, "Kalau begitu, aku tidak akan sungkan."
Leighton Peltz tersenyum sedikit dan tidak peduli.
"Sial, ini sangat mahal, bir termurah adalah 20 dolar, apa mereka mau menipu kita?" Peter Grig mengerutkan kening ketika dia meliriknya.
"Bir Salju ini paling hanya 10 dolar di bar lain, tetapi disini harganya dua kali lipat!"
bar penipu, mereka pasti hanya ingin menipu uang kita!
Leighton Peltz memiringkan wajahnya dan berkata kepada Peter Grig. "Tidak apa-apa Peter, kau bebas memesannya, jangan sungkan."
"Ya, lagi pula kita baru saja tiba, kenapa harus pindah tempat." Haydee Lampson mencubit lengan Peter Grig dan menyambar daftar minumnya.
"Kami pesan dua lusin Budweiser."
Begitu Haydee Lampson selesai memesan, Peter Grig memelototinya dan berbisik, "Budweiser ini 30 dolar satu botolnya!
"Jangan khawatir, teman sekelasku kaya dan tidak miskin sepertimu. Haydee Lampson menatap Peter Grig dengan kesal.
Peter Grig sangat marah sehingga dia tidak ingin menjawabnya lagi.
"Ada yang lain?"
"Shiela tidak minum alkohol, jadi bawakan dia cola." Haydee Lampson menambahkan.
"Haydee, aku minum air mineral saja." Shiela akhirnya berbicara. Ini adalah pertama kalinya dia berbicara di bar. "Baik, apakah ada lagi yang lainnya?' pelayan itu terus bertanya.
"Cukup, cukup." Peter Grig mengangguk cepat, dia merasakan tidak enak menghabiskan uang Leighton Peltz.
__ADS_1
"Tambah beberapa makanan ringan, Leighton, bolehkan aku memesan whisky? Aku tidak ingin minum bir." Haydee Lampson melihat ke arah Leighton Peltz.
"Bir itu untuk kalian berdua."
"Kalau begitu bawakan kami dua botol Hennessy."
Leighton Peltz berkata. "Lalu dua botol Royal Salute, lalu XO apa lah ini juga dua botol..."Leighton Peltz hanya melihat sekilas dan memesannya langsung,
"Camilan, fruit platter, dan yang
lainnya, aku tidak ingin meja ini kosong."
"Baik tuan, aku akan segera membawakan semuanya untukmu."
Setelah pelayan pergi, Peter Grig tercengang.
Shiela Bevelton juga lebih melirik Leighton Peltz, hanya Haydee Lampson yang sangat tenang saat ini.
Dibandingkan dengan kejadian di mana Leighton Peltz membayar lebih dari satu juta dolar tunai untuk membeli rumah, ini hanyalah hal kecil.
"Leighton, kau bukan keturunan orang kaya, tetapi kau jauh lebih royal daripada mereka!"
Peter Grig menelan air liurnya dan tidak dapat tenang, "Harga Royal Salute ini, ditambah XO. Dua lusin bir..belum camilan dan buah..." Peter Grig bahkan tidak sanggup memikirkannya. Dia bekerja di sebuah dealer mobil dan berpenghasilan kurang dari dua ribu dolar sebulan.
Leighton Peltz dengan santai menghabiskan gaji satu tahunnya, bagaimana dia tidak terkejut?
"Leighton, kita ada hanya berempat dan Shiela bahkan tidak minum, memesan begitu banyak akan sangat disayangkan." Haydee Lampson tidak merasa kasihan dengan uang itu, tetapi merasa itu agak berlebihan.
"Tidak apa-apa, dua temanku akan datang kesini nanti."
"Lagi pula kita bukan sedang makan all you can eat, jika tidak habis juga tidak akan didenda, kau takut apa." kata Leighton Peltz acuh tak acuh..
Kalau tidak habis ya simpan saja dulu, lagipula ini semua adalah miliknya, pikir Leighton Peltz.
"Leighton, aku sangat bersyukur mengenalmu." Peter Grig berpindah tempat duduk ke sebelah Leighton Peltz. "Senang sekali bisa saling mengenal seperti ini."
"Aku memang sering keluar untuk minum, tetapi belum pernah seperti ini. Ketika pelayan membawakan semua minumannya nanti, aku ingin memposting beberapa foto di media social dan memperlihatkannya kepada temanku." Peter Grig berkata dengan penuh semangat.
Leighton Peltz memandang Peter Grig, menggelengkan kepalanya dan hanya tersenyum.
Dia juga pernah berpikir untuk memamerkan uangnya kepada teman-temannya, tetapi kemudian dia memutuskan untuk tidak melakukannya, karena jika orang lain tahu identitas aslinya, akan sangat sulit untuk mendapatkan teman dekat yang tulus, sulit untuk mengetahui apakah orang lain ingin berteman karena dirinya atau hanya karena tertarik pada uangnya.
Tapi setidaknya Peter Grig ini cukup baik.
Pelayan dengan cepat menghidangkan makanan dan minuman, Peter Grig dan Haydee Lampson dengan cepat mengeluarkan ponsel untuk mengambil gambar dan kemudian mempostingnya ke media social untuk pamer, tetapi Shiela masih tetap tenang seperti biasanya.
Tetiba orang-orang yang duduk di meja sebelah Leighton Peltz tidak senang, seorang dengan kepala botak berdiri dan menunjuk ke pelayan yang sedang menyajikan minuman di meja Leighton Peltz, "Dasar sialan, apa maksudmu? Kami datang duluan, kenapa mereka duluan yang disajikan?"
__ADS_1
Bersambung......
Terima kasih