Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 22 Dijebak


__ADS_3

Saat tiba di kamar, Haydee Lampson sengaja menggoda Leighton Peltz.


Leighton Peltz dengan cepat menarik Haydee Lampson ke tempat tidur.


Malam ini Leighton Peltz dan Haydee Lampson tidak melakukan hubungan yang tidak seharusnya.


Keesokan harinya Dickson McClain membawa Porsche ke sekolah, dia dikelilingi oleh teman-teman sekelasnya saat keluar dari mobil..


"Dickson, kau sekarang mengendarai Porsche, berapa harganya?"


"Dickson, kapan kau akan mengajakku jalan-jalan? Aku belum pernah naik Porsche."


Dickson McClain tersenyum lebar menjawab, "Tidak masalah, tunggu ada kesempatan nanti kalian akan kubawa naik satu per satu, tetapi mobilku ini hanya dapat membawa wanita cantik."


Harold Burch lewat dan melihatnya, bukankah ini mobil sepupunya? Sejak kapan itu menjadi milik Dickson McClain?


Sebenarnya ini adalah mobil bekas yang dibeli Dickson McClain dari Clayton Zarch.


Tentu saja bagi seorang siswa kelas menengah untuk dapat membawa mobil Porsche jelaslah sesuatu hal yang luar biasa.


Dickson McClain yang melihat Leighton Peltz kemudian memberi isyarat dan memanggilnya, "Leighton, bagaimana dengan mobil ini?"


"Lumayan," Leighton Peltz menjawab dengan santai.


"Haha, aku tahu kau pasti iri, ku beritahu padamu satu hal, aku harus berterima kasih padamu karena berkatmu aku dapat membeli mobil ini." Dickson McClain mengira Leighton Peltz akan marah, tetapi dia tidak menyangka Leighton Peltz hanya mendengarnya dan berbalik untuk pergi.


"Sial, tunggu waktu yang tepat untuk aku menghabisimu." Dia hanya menatap punggung Leighton Peltz berjalan pergi.


Dickson McClain telah dipermalukan oleh Leighton Peltz berkali-kali dalam beberapa hari terakhir ini.


"Lihat saja apa kau masih dapat sombong nantinya!" Dickson McClain berpikir bahwa Leighton Peltz telah kehabisan uang.


Sepanjang hari Dickson McClain hanya mendengar pujian dari teman sekelasnya, saat pada jam kelas olahraga, Dickson McClain membawa Harvey Gantner dan Elliot Cotton mencari Leighton Peltz, "Leighton, kembalikan ponselku."


"Kau salah orang, ponselmu tidak ada padaku." Leighton Peltz mendorong Dickson McClain menjauh.


"Brengsek, semakin lama semakin berani, beraninya kau mendorongku." Dickson McClain menatap Leighton Peltz dengan dingin, mengancam, "Jangan sampai akan mematahkan tanganmu "


"Kalau begitu jangan sampai aku memanggil kakakku?"


Leighton Peltz sama sekali tidak takut Dickson McClain mencari masalah dengannya.


Leighton Peltz sangat tenang karena mendapat perlindungan oleh putri dari bos Peloqiun,


Siall Beraninya kau berlindung dibalik seorang wanita, apa kau pantas menganggap dirimu laki-laki." Dickson McClain tidak punya pilihan selain hanya menyerang menggunakan kata-kata.


Leighton Peltz tidak peduli dan hanya pergi.


Leighton Peltz juga tidak habis pikir bagaimana Dickson McClain yang telah menipunya begitu banyak masih peduli dengan ponselnya? Apa jangan-jangan ada sesuatu yang memalukan di ponsel ini?


Leighton Peltz kemudian pergi ke tempat yang tidak ada siapa pun dan mengeluarkan ponsel Dickson McClain. Dia menyalakan dan melihat isi ponsel Dickson, ternyata benar saja, ada banyak rahasia yang tersembunyi ponselnya.


Leighton Peltz tercengang, banyak video mesum yang telah diambil oleh Dickson McClain.

__ADS_1


Leighton Peltz yang melihat video Dickson McClain dan Alisson Pierce merasa sangat tidak nyaman. Dia tidak menyangka ada orang begitu bajingan seperti itu.


"Loraine?"


Leighton Peltz bahkan lebih terkejut setelah membuka video berikutnya, Dickson McClain bahkan pernah berhubungan dengan Loraine.


Dengan bukti video-video ini dan pena rekaman sudah cukup bagi Leighton Peltz untuk membuat hidup Dickson McClain hancur.


Hanya saja Leighton Peltz tidak mau melakukan ini kecuali terpaksa. Alasan utamanya adalah karena menyebarkan video cabul seperti ini adalah illegal. Alasan lainnya adalah karena Leighton Peltz takut jika video


dirinya dan Alisson Pierce juga akan tersebar. Ini semua pasti akan membuat mereka menjadi gila dan hanya akan membalas dendam kepada dirinya.


Kemungkinan terburuknya mungkin mereka dapat menyuruh orang untuk membunuh dirinya.


Jika sebelumnya Leighton Peltz tidak akan takut mereka akan membunuhnya, tetapi sekarang dia adalah keturunan orang kaya, dia tidak bisa begitu saja kehilangan nyawanya.


Oleh karena itu, dia memutuskan untuk menghadapi Dickson McClaicara lainnya.


Setelah kelas olahraga selesai, semua semua orang kembali ke kelas bersama-sama kecuali Dickson McClain.


Tak lama, wali kelas tiba-tiba datang ke kelas dan menatap Leighton Peltz untuk waktu yang lama," Leighton, keluarlah, ada yang ingin aku tanyakan padamu."


Tatapan wali kelas agak aneh dan Leighton Peltz menyadari ada sesuatu yang sudah terjadi.


"Pak, ada apa kau mencariku?" Leighton Peltz bertanya ketika dia keluar.


"Leighton, jawab aku dengan jujur, apa kau mencuri jam tangan Dickson McClain? Jika kau mengambilnya, cepat keluarkan dan kembalikan. Jika kau menunggu bapak yang menemukannya, akibatnya akan lebih parah." Wali kelas mengerutkan keningnya dan bertanya.


"Maksudmu kau tidak mencurinya, kan??"


"Tidak." Leighton Peltz menggelengkan kepalanya.


"Jika tidak, apakah kau tidak keberatan jika aku menggeledah sakumu?" Setelah mendapat izin Leighton Peltz, wali kelas menyentuh sakunya dan menemukan tiga ponsel.


"Leighton, mengapa kau memiliki tiga ponsel di sakumu?" Wajah wali kelas menjadi dingin, "Aku bertanya padamu, milik siapa dua lainnya?"


"Pak, telepon putih itu milik saya." Alisson Pierce berjalan keluar dan menghampiri, "Aku heran kenapa aku tidak dapat menemukan ponselku? Ternyata kau mencurinya!"


"Leighton Peltz, kau sangat tidak tahu malu, kenapa kau mencuri ponsel orang lain." Alisson Pierce berkata dengan keras, 'Pak, kau harus menangani masalah ini dengan serius."


"Ya aku pasti akan menangani ini." Wajah wali kelas menjadi semakin suram, "Leighton, apa lagi yang telah


kau curi? Cepat keluarkan semuanya"


Leighton Peltz tidak dapat menjawabnya saat ini.


"Ikut aku ke kantor!"


Leighton Peltz mengikuti wali kelas ke kantor dan melihat Dickson McClain duduk di sofa.


Melihat ponsel di tangan wali kelas, wajah Dickson McClain terkejut, "Pak, kenapa ponselku ada di tanganmu?"


"Aku baru saja menemukannya dari saku Leighton." Wali kelas terkejut dan mengembalikan telepon ke Dickson McClain, "Ternyata ini adalah ponselmu, kalau begitu aku kembalikan kepadamu."

__ADS_1


"Leighton, apa salahku padamu? Kau tidak hanya mencuri ponselku, tetapi juga jam tanganku,"


Dickson McClain berjalan ke arah Leighton Peltz dan bertanya, "Katakan, di mana jam tanganku."


"Dickson, jangan berpura-pura, jam tanganmu tidak hilang sama sekali."


"Diam kau, jelas-jelas aku kehilangan jam tanganku! Tidak, bukan kehilangan, tapi dicuri olehmu, Harvey Gantner dan Elliot Cotton melihatmu mencuri jam tanganku dengan mata kepala mereka sendiri. Apa kau masih ingin menyangkalnya?" Dickson McClain bahkan memakai nama orang lain untuk menjadi saksi.


"Panggil Harvey Gantner dan Elliot Cotton."


Tak lama Harvey Gantner dan Elliot Cotton datang. Begitu mereka masuk. Elliot Cotton menuduh Leighton Peltz, " Pak, begini keadaannya. Ketika kami berada di kelas olahraga tadi, beberapa dari kami pergi untuk bermain basket. Dickson takut jika jam tangannya akan jatuh ketika bermain jadi dia melepasnya dan meletakkannya di bawah ring basket, tapi ketika kita selesai bermain basket, jam tangan itu sudah hilang."


"Tapi Itu tidak membuktikan bahwa Leighton yang mencurinya." Wall kelas bertanya dengan curiga.


"Tapi kami melihat Leighton pergi ke bawah ring basket sendirian. Kami tidak terlalu memikirkannya saat itu, tetapi jam tangan Dickson McClain menghilang setelah dia pergi." Elliot Cotton menatap wali kelas, "Pak Leighton pasti menyembunyikan jam tangan Dickson di bawah mejanya."


"Pak, jam tanganku berharga lebih dari 10.000 dolar. Itu adalah hadiah ulang tahun yang dibelikan oleh ayahku saat perjalanan bisnis ke Eropa terakhir kali," kata Dickson McClain


"Itu sangat mahal." Wall kelas terkejut. Dia tahu Dickson McClain berasal dari keluarga kaya, tetapi dia tidak menyangka bahwa sebuah jam tangan akan berharga lebih dari 10.000 dolar.


"Kalau begitu mari kita pergi bersama-sama untuk melihat apakah jam tangan itu berada di sana atau tidak."


Setelah wali kelas selesai berbicara, Dickson McClain dan yang lainnya menunjukkan senyum sinis di wajah mereka.


Jam tangan itu ditemukan di bawah meja Leighton Peltz.


Leighton Peltz sudah menduga ini. Karena Elliot Cotton berani mengatakan ini pada wali kelas sebelumnya, pasti dia pasti telah mengaturnya semuanya. Ini jelas sangatlah licik, tetapi Leighton Peltz tidak memiliki bukti untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah.


"Pak, tindakan mencuri oleh Leighton Peltz ini adalah sebuah tindakan kejahatan. Haruskah kita memanggil polisi dulu," Dickson McClain tersenyum kejam, akhirnya dia dapat membalas Leighton Peltz.


"Leighton, apakah ada hal lain yang ingin kau katakan?" Wali kelas memandang Leighton Peltz dan menghela nafas.


Dia tidak ingin melihat Leighton Peltz dibawa pergi oleh polisi, tetapi jika Dickson McClain bersikeras memanggil polisi, maka Leighton Peltz pasti tidak akan lolos dari penjara. Bagaimanapun, jumlah barang yang dicuri oleh Leighton berharga lebih dari 10.000 dolar.


"Tidak ada yang ingin aku katakan." Raut wajah Leighton Peltz polos dan tidak terlalu takut. Jika Dickson McClain benar-benar ingin memanggil polisi, dia tidak punya pilihan untuk mengeluarkan pen rekamannya.


"Leighton, apa kau sudah cukup umur?" Wali kelas bertanya lagi.


"Setau ku kau masih di bawah 18 tahun. Menurut hukum, orang tua atau wali harus bertanggung jawab atas anak di bawah umur yang melakukan tindak kejahatan. Berapa nomor telepon orang tuamu? Jika kau tidak berani memberitahu mereka, biar aku yang berbicara dengannya."


Leighton Peltz tidak punya pilihan selain memberikan ponselnya ke wali kelas. Setelah wall kelas selesai melakukan panggilan, dia berkata, "Leighton, ayahmu akan datang kesekolah dalam waktu setengah jam."


"Benarkah?" Leighton Peltz tiba-tiba menjadi bersemangat, "Ayahku benar-benar akan datang?"


Bukannya dia baru akan tiba disini dua hari lagi?


Apakah ayah bukan naik kereta biasa?


"Bodoh, kenapa kau malah senang! Ketika ayahmu datang, polisi akan menangkapmu dan ayahmu." Dickson McClain mencibir dengan perasaan puas.


Bersambung.......


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2