
Leighton berpikir, apa sebenarnya maksud Joan?
Diriku dan Joan tidak mempunyai hubungan darah secara langsung, kami bisa saling kenal melalui komunitas di masyarakat. Mudah untuk sesuatu terjadi pada pria dan janda yang tinggal di ruang yang sama seperti ini.
Leighton yang ragu-ragu, lalu setuju.
Diriku adalah seorang pria, apa yang harus ditakuti?
Apartemen Joan terlihat cukup bagus.
"Bagaimana kamar kakakmu ini?" tanya Joan.
"Burung pipit makhluk kecil, tetapi memiliki kelima organ dalam." Leighton meliriknya. Ada toilet, kamar mandi, dan dapur terpisah.
"Hanya satu kamar?" Leighton tiba-tiba menyadari ada yang tidak beres.
"Ya." Joan mengangguk.
"Terus di mana aku harus tidur?"
"Sofa." Joan menunjuk ke sofa dan berkata, "Tentu saja, kamu tidak perlu takut aku akan memakanmu, kamu bisa tidur denganku di tempat tidur."
Joan tampaknya kelelahan setelah bekerja sepanjang hari.
Dia berjalan ke kamar mandi dan memperingatkan Leighton, "Jangan mengintip!"
Leighton duduk di sofa, merasa sedikit bersemangat...
Terutama suara air yang deras membuat Leighton tidak bisa menahan diri untuk tidak mengintipnya....
Kaca di kamar mandi menjadi buram. Meskipun buram, garis kasarnya masih bisa terlihat.
Setelah mandi, Joan keluar dari kamar mandi hanya dengan jubah mandi yang terbungkus di tubuhnya.
"Leighton, kenapa kamu tidak masuk dan mandi." Setelah Joan keluar, dia pun berkata begitu kepada Leighton.
Leighton berpikir, 'Setelah beraktivitas selama sehari, tentu dia harus mandi.
Dia pun berjalan ke kamar mandi, Leighton mencium bau yang harum. Dia tidak tahu apakah itu aroma tubuh yang ditinggalkan oleh Joan.
"Kakak, bolehkah aku menggunakan handukmu?" Leighton bertanya.
"Iya, pakailah."
Setelah Joan selesai berbicara, dia berhenti dan menambahkan, "Aku membuangnya setelah aku menggunakannya."
"..." Leighton sedikit terkejut, apakah juga begitu setelah ia menggunakannya, apakah dirinya begitu kotor?
Setelah mandi, Joan pun meletakkan kepalanya dan naik ke tempat tidur.
Leighton melirik sofa dan kemudian ke tempat tidur, tidak tahu harus memilih yang mana.
Pintu kamar Joan terbuka, itu artinya, Joan memperbolehkannya untuk naik ke tempat tidur.
"Kak, sofa mu terlalu sempit. Jika aku tidur di sofa, aku akan terjatuh di tengah malam."
Setelah Leighton selesai berbicara begitu, dia berjalan ke kamar Joan, "Jadi, aku akan tidur di kasur juga."
"Bukankah pacarmu akan cemburu jika mengetahuinya?" Joan bertanya.
"Apa yang kamu takutkan." Leighton terkekeh, bagaimana bisa dia memberi tahu Sheila tentang hal semacam ini.
Aku tidak bodoh.
__ADS_1
Setelah membuka selimut, Leighton pun masuk.
Begitu Leighton pun masuk, Joan mengambil bantal dan memasukkannya ke dalam selimut.
"Bantal adalah batasnya, jadi kamu tidak boleh melewati batas, tahu?" Joan memperingatkan Leighton.
"Apa, apa kamu takut?" Leighton tertawa.
Tidak tahu mengapa, Leighton menjadi lebih bersemangat ketika dia mendengarnya.
"Ngomong-ngomong, Leighton, keluargamu sangatlah kaya, tidakkah kamu ingin melakukan sesuatu?" tanya Joan sambil menoleh dan menatap Leighton.
Leighton menggelengkan kepalanya, "Sementara ini aku belum memikirkannya."
"Namun, Peter mengatakan bahwa bisnis di sektor media sangat menguntungkan, jadi aku berencana untuk membukanya," kata Leighton.
"Perusahaan media?"
"Ya, cukup membuat kerja sama dengan beberapa model, selebritas internet, artis, dan lain-lain. Keluarkan sedikit uang, melatih mereka, dan tunggu mereka menjadi terkenal, lalu kau dapat membiarkan mereka memulai siaran langsung di sosial media, melakukan endorsement, dan menjadi model E-commerce dan online shop.
"Hal ini memang sektor bisnis yang baru." Joan mengangguk, "Sekarang sektor ini memang berkembang sangat cepat."
"Apa ada yang lain, selain ini?" Joan terus bertanya. "Tidak ada." Leighton menggelengkan kepalanya.
"Cuma itu saja?"
Leighton mengangguk dan berkata, "Ya, bar ku saja telah menghasilkan jutaan setiap hari, mengapa aku harus memulai bisnis lagi?"
"Selain itu, resort dan tempat hiburan akan segera dibuka. Itu adalah properti keluarga kami."
"Aku merasa tidak perlu repot-repot untuk memutarkan uang lagi, aku hanya perlu membelanjakan uang tersebut."
Leighton terkekeh dan berkata, "Kakak, mengapa kamu tidak berhenti bekerja, bagaimana jika kamu mendapat masalah dengan Scardov lagi? Lagi pula, aku punya uang dan mampu membiayaimu."
"Tommy akan dapat masalah kah?"
"Jika Scardov mengundang bos besar geng harimau untuk maju, itu akan sulit bagi Tommy. Lagi pula, di ibu kota provinsi, geng harimau sangatlah kuat dan ikatan persaudaraannya sangat erat. Tommy yang pendatang baru jelas bukan lawan geng harimau.
Leighton merasa tegang setelah mendengarkan itu.
Lagi pula, masalah ini disebabkan oleh Leighton. Jika sesuatu terjadi pada Tommy, itu jelas pasti di sebabkan oleh Leighton.
"Apakah kamu takut jika sesuatu terjadi pada Tommy?"
"Ya tentu saja, bagaimanapun juga orang itu sangat baik, mereka telah membantu kita." Leighton pun berkata, "Kak, menurutmu apa aku bisa membantu Tommy?"
"Apakah kamu benar-benar ingin membantunya ?" Joan tersenyum.
"Ya."
"Jika kamu ingin membantunya, ini sangat sederhana, beri dia uang. Joan tertawa, "Dalam kehidupan bermasyarakat, kebanyakan hal dapat diselesaikan dengan uang."
"Tommy adalah orang yang berbakat, tidak lebih buruk dari sepupuku. Dengan dukungan Mark, sepupuku saja mampu membuat nama untuk dirinya sendiri di ibu kota provinsi hanya dalam beberapa hari."
"Jika kau bersedia menjadi penyandang dana Tommy dan memberinya dukungan keuangan, aku yakin Tommy juga bisa punya nama di ibu kota provinsi.
Saat Joan berkata begitu, mata Leighton langsung berbinar, "Kak, terima kasih banyak."
"Tidak perlu berterima kasih padaku."
"Sebenarnya, aku juga ingin melakukan sesuatu, tetapi aku pikir, diriku masih muda dan memiliki sedikit pengalaman dalam bersosialisasi, jadi aku tidak tahu harus berbuat apa."
Leighton tersenyum dan berkata, "Baru saat aku mendengarmu mengatakan hal ini, aku barulah paham. Meskipun aku tidak memiliki pengalaman di masyarakat, tidak berarti bahwa aku tidak bisa menggunakan orang lain."
__ADS_1
"Seperti Hayam Wuruk yang memerintah Majapahit, meskipun dia tidak memiliki keterampilan pribadi, dia memiliki Patih Gajah Mada di bawah kepemimpinannya. Bukankah dia berhasil membuat Kerajaan Majapahit berjaya?!"
"Kenapa, aku tidak membuat Tommy menjadi orang andalanku, seperti Hayam Wuruk memiliki Gajah Mada, sehingga dia membantuku bertarung." Leighton berkata sambil tersenyum.
Leighton berpikir, Tommy cakap dalam bertarung, cukup kejam, dan anak buahnya setia padanya.
Tommy hanyalah seorang pemuda, yang menunggu suatu kesempatan baik untuk datang. Jika tiba moment tersebut, dia akan melesat di atas awan.
"Meskipun tidak untuk saat ini, namun aku percaya Tommy bukanlah orang serakah yang menusuk dari belakang," kata Leighton.
Leighton berpikir Tommy sangatlah setia.
"Hayam Wuruk mampu mengendalikan Gajah Mada dibawahnya, apakah kamu pikir kamu bisa mengendalikan Tommy? Bukankah kukatakan bahwa Tommy tidak lebih buruk dari sepupuku."
"Kita bisa kenal orang, kenal wajah, namun tidak dengan hati seseorang, Leighton, kamu tidak bisa terlalu mempercayai seseorang," kata Joan.
"Seperti sepupuku, aku sudah lama berada di ibu kota provinsi, namun aku tidak berani menghubunginya," kata Joan dengan ekspresi rumit.
"Mengapa, apakah kamu takut bahwa Kak Ryan akan mengkhianatimu?" Leighton bertanya. Joan mengangguk, "Dia berbeda dari Bolton. Bolton terpaksa mengikuti Mark karena ketidakberdayaan."
"Tapi sepupuku, secara sukarela mengikuti Mark."
Joan mengerutkan kening, "Dia tahu aku membenci Mark."
"Semenjak Ryan mengikuti Mark, Mark dan aku menjadi semakin terlibat. Akan semakin sulit untuk lepas darinya di masa depan."
"Ayahku bisa menjadi bos geng penguasa di Westville, itu juga berkat bantuan Mark, sehingga ayahku terus mendorongku untuk mendekati Mark."
Saat Joan berkata, matanya sedikit basah, "Sering kali, aku tidak paham, apakah aku ini putrinya atau aset miliknya yang dapat ditukar begitu saja?"
Leighton terdiam beberapa saat.
Bagaimanapun, dikhianati oleh kerabat adalah pengkhianatan terbesar di dunia.
Dan hal semacam ini adalah yang paling umum di antara orang kaya.
Pada saat ini, telepon Leighton berdering, itu adalah nomor Ryan Bailey.
"Kak Joan...."
Leighton bertanya kepada Joan, "Panggilan masuk dari Ryan, apa kamu ingin aku tidak menjawabnya?"
"Dia sering meneleponmu?"
Leighton menggelengkan kepalanya, "Sejak dia melarikan diri, ini adalah pertama kalinya aku menerima telepon darinya."
"Kalau begitu cepatlah, dia pasti memiliki sesuatu yang penting untuk mencarimu." Kata Joan.
Leighton mengangguk dan menekan tombol jawab.
"Kak Ryan?"
"Ini aku." Ryan berkata, "Leighton, aku tanya padamu, apa benar kamu memukul Mark hari ini?"
"Ya, ada apa?" Leighton mengangguk.
"Mark ingin membalas dendam, dia memintaku untuk berurusan denganmu," kata Ryan Bailey.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen
Terima kasih
__ADS_1