Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 28 Musuh Joan Palequin


__ADS_3

"Jorah, sampai kapan kau akan menghindarinya? Apa kau tidak ingin berinvestasi di Westville ini lagi?" Tanya Milla Stout setelah keluar dari sekolah.


Jorah Peltz menggelengkan kepalanya, "Sekarang waktunya masih belum tepat."


"Aku telah meninggalkan Westville ini selama tiga tahun, tiga tahun terakhir ini Westville telah mengalami banyak perubahan, sebelum aku bertemu Robert Stein, aku harus mempersiapkan diri." kata Jorah Peltz


"Tapi orang itu sudah datang di hadapan kita, kita tidak dapat menghindarinya dan pergi begitu saja, terlebih lagi orang itu baru saja membantu putra kita." Milla Stout sedikit malu, "Pokoknya kita setidaknya harus menyapanya dan mengucapkan terima kasih."


Jorah Peltz sedikit kesal mendengarnya karena dia benci berbasa-basi dengan orang lain.


Leighton Peltz awalnya penasaran kenapa kepala sekolah tiba-tiba membantu dirinya, tapi sekarang dia sadar bahwa itu semua adalah berkat Robert Stein.


Sebagai kepala sekolah dan orang tertinggi di sekolah ini,.dia pasti tidak memiliki hubungan dengan Robert Stein, sepertinya Robert Stein menghubungi Direktur Lembaga Pendidikan terlebih dahulu sebelum itu.


Leighton Peltz akhirnya mengerti sekaligus senang dengan adanya dukungan besar dikeluarganya, setelah ini tidak perlu ada yang ditakutinya lagi kota ini.


"Aku sudah lama tidak kembali ke kota ini, aku sama sekali tidak mengenali kota ini lagi." Jorah Peltz memandang kota yang berbeda namun terasa akrab ini.


"Ayah, aku sudah membeli rumah, kau bisa tinggal disana." Leighton Peltz menyerahkan kunci rumah yang


dibeli.


"Yorkwraith terlalu terkenal dan tidak cocok untuk kami, kami berencana kembali kedesa." Jorah Peltz menggelengkan kepalanya.


"Ayah, bagaimana kau tahu bahwa rumah yang kubeli ada di Yorkwraith?" Leighton Peltz belum mengatakannya.


Milla Stout tersenyum, "Kau pikir kau dapat melarikan diri dari telapak tangan Tathagata ayahmu, rumah itu sebenamya dibeli untukmu, asrama itu penuh sesak dan kotor, lingkungannya pasti tidak nyaman, kami khawatir padamu.


Leighton Pelt kemudian bertanya, "Ngomong-ngomong. apakah Remembrance of the Past Bar adalah miliki kalian?


Jorah Peltz menggelengkan kepalanya.


"Bukan milik kalian?" Leighton Peltz terkejut dan sedikit tidak menduga, bukankah orang tuanya adalah orang kaya misterius yang digosipkan semua orang itu.


Tapi kemudian Milla Stout berkata, "Itu milikmu Leighton."


"Bar itu atas namamu, kau adalah bos di sana." Milla Stout tertawa lagi.


"Aku?" Leighton Peltz mengarahkan jari telunjuknya ke hidungnya, sedikit tidak percaya.


"Sudah cukup, ayo kita pergi, kau tetaplah disini, jika ada seseorang yang mengganggumu lagi, panggil saja orang ini, dia akan membantumu menyelesaikan semua masalahmu." Milla Stout meninggalkan sebuah kartu nama kepada Leighton Peltz dan kemudian pergi menggunakan bus umum.


"Ini sedikit keterlaluan kalian begitu kaya kenapa tidak naik taksi saja." Leighton Peltz memandang orang tuanya dan menggelengkan kepalanya dengan senyum masam.


Seandainya mereka bilang direkening mereka ada 1 milyar dolar kepada orang lain rasanya tidak akan ada yang percaya.


Orang kaya mana yang mau naik bus umum!


"Ternyata bar itu adalah milikku.."


Sepulang sekolah Leighton Peltz menelepon Haydee Lampson untuk mengajaknya pergi. Karena bar itu adalah miliknya, maka dia harus pergi untuk merayakannya.

__ADS_1


Leighton Peltz berpikir sejenak dan akhirnya juga menghubungi Joan Palequin, "Kakak, apakah kau ada waktu malam ini?"


"Aku sedang di bandara dan sudah menunggu orang itu selama dua hari tapi tidak nampak batang hidungnya, aku benar-benar kesal." Terdengar suara Joan Palequin marah di ujung telepon.


"Kakak, aku sedang berada di Remembrance of the Past Bar, apa kau ingin datang untuk minum?" Leighton Peltz bertanya.


"Minum? Baiklah, aku tidak bersenang-senang terakhir kali disana karena bertemu orang-orang idiot itu, aku akan menemanimu minum malam ini."Joan Palequin segera menjadi senang ketika dia mendengar kata minum itu.


Joan Palequin kemudian menutup telepon dan menepuk bahu si rambut tipis, "Bolton, bangun, ayo pergi.


"Orang kaya itu sudah keluar?" Bolton membuka matanya dan melihat sekitar.


"Keluar apanya, tidak perlu menunggu lagi, ayo pergi," kata Joan Palequin acuh tak acuh.


"Jika Bos Palequin bertanya, apa yang harus kulakukan? Bolton menggelengkan kepalanya, "Aku akan dimarahi."


"Apa yang kau takutkan? Ada aku disini." Joan Palequin langsung menarik kerah si rambut tipis dan tanpa penjelasan apa pun menyeretnya ke dalam mobil untuk


pergi ke bar.


***


Pada saat ini, Dickson McClain sedang duduk di Porsche nya dan tampak panik.


"Dickson, maksudmu Leighton benar-benar memiliki rekaman saat kita memerasnya?" Alisson Pierce, yang duduk di kursi penumpang juga panik.


"Jika dia benar-benar memiliki rekaman itu dan menyerahkannya ke polisi bukankah kita berdua akan mati." Alisson Pierce menelan ludah, nadanya penuh ketakutan.


dengan rekaman itu dan menginginkan Porsche ini, sialan!


Dickson McClain tidak rela memberikannya namun tidak


ingin masuk penjara.


"Inti dari masalahnya adalah dia memiliki sesuatu yang dapat mengancam kita, sedangkan kita tidak memiliki apapun untuk mengancamnya, ini sama dengan kita harus menuruti semua permintaannya." Dickson McClain mengerutkan kening.


"Tidak, aku harus memikirkan cara."


"Apa yang bisa kita lakukan, ada Joan Palequin yang membantu Leighton, dia sama sekali tidak takut pada kita sekarang. Alisson Pierce mengerutkan bibirnya dan berkata tanpa daya, "Lebih baik kau menyerahkan mobil ini padanya."


"Setidaknya kita tidak harus masuk penjara."


"Joan Palequin, bajingan ini, suatu hari aku akan membalasnyal" Dickson McClain berkata dengan kejam.


Jika tidak ada Joan Palequin, Dickson McClain dapat menggunakan cara kotor untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi jika Joan Palequin, siapa yang berani?


Siapa yang tidak tahu bahwa Joan Palequin dapat mengenal Leighton Peltz.


"Aku ingat." Dickson McClain tiba-tiba menepuk dahinya.


"Mungkin kita bisa meminta bantuannya." Sudut mulut Dickson McClain naik sedikit, menunjukkan sedikit kegembiraan.

__ADS_1


"Siapa?"


"Putra Flyn Walker, Kevin Walker, tidak ada yang berani menyentuh orang- orang Joan Palequin kecuali dia." Dickson McClain tersenyum.


Dickson McClain menyalakan mobil dan pergi dari sekolah.


"Wow, mobil siapa ini, keren sekali."


Porsche melaju keluar dengan sempurna dan menarik perhatian banyak orang.


Pada malam hari Dickson McClain menelpon Clayton Zarch, "Clayton, bisakah kau membantuku? Aku ingin


bertemu dengan putri Flyn Walker."


"Kebetulan sekali, aku memiliki janji untuk bertemu dengannya di Remembrance of the Past Bar malam ini, datang saja jika kau mau" kata Clayton Zarch di telepon.


"Jangan lupa untuk membawa dua wanita cantik yang bersamamu waktu itu, terutama yang bernama Candice Waber, lan selalu memikirkannya" Clayton Zarch tersenyum sinis.


"Baiklah, sampai jumpa malam ini."


Dickson McClain kemudian menoleh untuk melihat Alisson Pierce, "Hubungi Loraine dan Candice."


"Dickson, ini tidak baik." Alisson Pierce menjawab.


"Ada apa?" tanya Dickson McClain,


"Kurasa lan dan Clayton itu adalah playboy. Mereka tidak serius untuk berhubungan dengan Loraine dan Candice, menilai dari sikap mereka, sepertinya mereka hanya memanfaatkan mereka untuk bersenang-senang. Loraine dan Candice adalah teman baikku, aku tidak mau membahayakan mereka."


Di bar hari itu Alisson Pierce dapat melihat bahwa lan dan Clayton adalah laki-laki bajingan.


"Alisson, apa kau tidak salah? Kau memohon padaku untuk memperkenalkan mereka kepada orang kaya sebelumnya, sekarang setelah aku memperkenalkan mereka, kau malah menyesalinya?" Dickson McClain mengerutkan kening dan agak marah.


"lan dan Clayton sudah seperti saudaraku sendiri, jika aku menyinggung Clayton, itu sama saja dengan menyinggung Kevin, tanpa Kevin bagaimana kita bisa berurusan dengan Leighton dan bagaimana kita bisa mendapatkan kembali rekamannya?" Dickson McClain menatap Alisson Pierce dan berkata dengan dingin.


Alisson Pierce menggigit bibirnya dan berpikir sejenak, pada akhirnya memutuskan untuk menghubungi Loraine dan Candice Waber.


"Keputusan yang bagus Alisson, kau tidak perlu khawatir tentang itu, meskipun Loraine dan Candice tampak sangat polos, mereka sebenarnya lebih murahan daripada Haydee Lampson, jika tidak, mengapa mereka ingin mencari orang kaya? Apa lagi jika bukan untuk uang?"


"Mereka tidak seperti yang kau pikirkan, mereka tahu betul bahwa sekalipun jika mereka dapat menjalin hubungan dengan orang kaya, mereka tidak akan dapat menikah dengan mereka. Mereka hanya ingin merasakan kehidupan mewah yang tidak dapat dimiliki oleh gadis pada umumnya walaupun itu hanya sebentar."


Alisson Pierce mengerutkan kening dan menatap Dickson McClain, "Bagaimana denganku?"


"Kau berbeda. Aku punya perasaan padamu, kita pasti akan menikah." Melihat kemarahan Alisson Pierce, Dickson McClain kemudian berkata sambil tersenyum.


"Ngomong-ngomong, kau dapat meminta mereka untuk naik taksi. Porscheku hanya bisa membawa kita berdua, aku akan menggantian biaya taksinya nanti." Dickson McClain kemudian segera menuju bar.


"Ketika kita sudah mengenal Kevin Walker, kita tidak perlu takut pada Joan Palequin lagi." Kata Dickson McClain dil jalan


Bersambung.......


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2