Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 228 Teman Jorah Peltz


__ADS_3

Milla menatap mata Joan dengan tatapan penuh ketertarikan.


Saat Milla menanyakan sesuatu padanya.


Joan dengan segera mengerti apa yang dimaksud Milla.


"Bibi, tidakkah bibi hanya salah paham? Leighton dan aku sudah seperti kakak-adik, kami sungguh tidak seperti yang bibi pikirkan." Joan sedikit tersipu di hadapannya.


"Selain itu, aku sekarang berumur dua puluh lima tahun, lima tahun lebih tua dari Leighton."


Milla berkata dengan tidak setuju, "Apa yang salah dengan lima tahun lebih tua? Aku juga lima tahun lebih tua dari ayah Leighton."


Mendengar ini, Joan benar-benar terkejut.


Kulit Milla tampak cerah dan lembut, dan dengan operasi pengangkatan kantung mata, penampilannya akan tampak jauh lebih muda.


"Bibi, seandainya jika kamu bukan ibu Leighton, aku akan memanggilmu kakak," kata Joan.


Ketika Milla mendengar ini, dia sangat senang, "Mulut kecilmu sangat manis."


"Bagaimana bibi bisa semuda yang kamu katakan?" Milla tersenyum pada Joan.


Joan mengangguk, "Ya, bibi sepertinya merawat kulit dengan sangat baik, semua orang pasti akan percaya bahwa usia bibi sekitar tiga puluhan."


"Begini saja. Kenapa kita tidak melakukan ini, saat Leighton ada di sini, aku akan memanggilmu bibi, namun, jika Leighton tidak ada di sini, aku akan memanggilmu kakak, oke?" kata Joan.


"Oke, semaumu saja."


*****


Di dalam Mercedes-Benz Big G, Leighton memberi tahu Jorah Peltz tentang rencananya untuk memulai sebuah perusahaan.


"Ayah, apakah kamu punya pendapat tentang ini?" Leighton bertanya dengan ragu.


Jorah Peltz berkata dengan enteng, "Bagus kalau kamu ingin memulai bisnis, ayah tidak punya pendapat. Lagi pula ayah tidak tahu banyak tentang Internet, apalagi tentang sosial media yang kamu bicarakan, tapi kamu akan membuka perusahaan media, bukan? Apakah kau membutuhkan seorang artis berbakat?"


"Iya tentu saja. Selebgram, Influencer, Youtuber, Model, Artis. Aku ingin merekrut beberapa dari mereka."


Leighton berkata, "Aku sudah memikirkannya. Ibu kota provinsi adalah kota universitas, dan ada begitu banyak universitas. Saya akan menemukan beberapa agensi pencari bakat untuk menyaring beberapa anak muda yang cantik, yang bisa menari, menyanyi. Lalu akan mendaftarkan mereka. Seharusnya tidak banyak biaya untuk melatih mereka."


"Dan juga, para selebgram yang bertubuh tinggi, juga bisa menjadi model."


"Jika salah satu dari mereka sudah cukup populer, aku akan menghabiskan sejumlah uang untuk mendukungnya, untuk membiarkannya berpartisipasi dalam beberapa variety show. Agar dia menunjukkan wajahnya di TV untuk meningkatkan popularitasnya."


"Setelah itu sudah berhasil, aku ingin membangun platform agensi sendiri di sosial media."


"Tapi untuk awal platform baru, tentu para pengikutnya tidak terlalu banyak. Jadi, nanti aku akan mengundang beberapa artis, seperti BTS dan Blackpink, dan biarkan mereka mempromosikan platform milikku."


Ngomong-ngomong, Leighton sedikit mengernyit, "Walau bisnis media ini terdengar seperti bisnis kecil, namun biaya untuk menyewa artisnya, bisa dibilang cukup tinggi."


"Bisnis kecil?" Jorah Peltz tertawa, sedikit menghina.


"Aku tidak peduli harus menghabiskan uang berapa pun. Lagi pula, keluarga kita tidak kekurangan uang. Hanya saja aku tidak terlalu memahami soal bisnis kecil ini. Pertama, aku sendiri tidak memiliki keterampilan akting, dan kedua, aku juga tidak punya bakat yang menonjol. Suaraku juga tidak terlalu bagus. Mungkin akan terlihat sedikit lebih baik, jika ada perusahaan yang mengedit rekaman suaranya dan memberi arransemen musik yang baik, sehingga bisa membuatnya populer."

__ADS_1


"Nak, kita tidak perlu menghabiskan uang, untuk bagian itu."


"Tidakkah lebih baik jika kamu mengundang selebriti? Ayah punya beberapa teman yang akan datang ke resor kita dalam dua hari ke depan, atau haruskah ayah meminta mereka untuk mengiklankan bisnismu?" Jorah Peltz bertanya pada Leighton.


Leighton bertanya, "Apakah mereka selebriti terkenal ?"


"Satunya tidak terlalu eksis sekarang, tapi ayah yakin dia masih memiliki beberapa penggemar," kata Jorah Peltz.


"Siapa?" Leighton dengan cepat bertanya.


"Jennifer Lawrence, artis yang liontinnya pernah ayah beli. Dia semakin tua, dan tubuhnya tidak sebagus sebelumnya. Jadi dia tidak seaktif dulu saat berakting dalam film laga, sekarang dia hanya fokus sebagai aktivis pekerjaan amal. Ayah juga telah bertemu dengannya beberapa kali di konferensi amal. Ayah mengenalnya dengan cukup baik."


"Bukankah ini bertepatan dengan acara pembukaan resort? Dia bilang ingin datang dan merasakan pengalaman di resor tersebut, sekalian saja ayah suruh untuk mempromosikannya?"


"Baiklah, dia adalah superstar internasional. Meskipun dia tidak bermain film laga selama bertahun-tahun, namun popularitasnya masih ada. Tolong sampaikan padanya untuk mengiklankan dan mempromosikan platformku, ini pasti akan menarik perhatian besar dari masyarakat."


"Itu pasti akan menjadi berita utama." Leighton menggosok tangannya dengan penuh semangat.


"Serta ada satu ketinggalan, artis lainnya. Dia sekarang lebih fokus ke belakang layar dan menjadi sutradara. Dia sudah tidak ikut syuting selama sepuluh tahun." Pada saat ini, Jorah Peltz berkata lagi, "Ayah masih ingat, kamu sangat menyukai filmnya, jadi ayah memanggilnya juga."


"Mungkinkah Bradly Cooper?" Mata Leighton menjadi sedikit lembab ketika dia mengucapkan kata ini.


Bagaimanapun, Bradly Cooper adalah idola Leighton.


Terutama dalam tiga tahun sejak orang tuanya menghilang, kehidupan Leighton seperti di titik terendah di hidupnya.


Saat itu Leighton berlari ke stasiun kereta api, diam-diam bekerja sebagai pengemis kecil, dan menerima cemoohan, dikucilkan, dan ejekan dari banyak orang.


Pada saat itu, Leighton sering memikirkan tokoh protagonis dalam film 'A star is Born', Leighton pernah tertawa ketika melihat karakter dalam film.


Melalui film-film Bradly Cooper, Leighton belajar untuk memaksakan sebuah senyuman.


Setiap kali dia kembali ke sekolah, Leighton berpura-pura sangat bahagia, bahkan jika seseorang memberinya kaus kaki dan sepatu yang bau, dia akan mengucapkan terima kasih dengan wajah bersyukur.


Leighton meniru orang-orang di film dan menggunakan wajah tersenyum untuk menutupi rasa rendah dirinya.


Adapun cuplikan dialog dari film favorit Leighton itu,


"Hanya gelap gulita yang ada di depanku, dan aku tidak bisa melihat apa-apa,"


"Tidak, itu akan menjadi indah saat matahari terbit."


Kalimat ini tidak bisa lebih tepat untuk menggambarkan kondisi Leighton saat itu.


Tiga tahun kehidupan Leighton tanpa orang tuanya, dapat dikatakan sangat gelap gulita, tanpa masa depan yang terlihat, tetapi dia sangat percaya bahwa hidupnya akan membaik.


Langit akan cerah suatu hari nanti.


Dan sekarang, langit milik Leighton berwarna biru, hampir tanpa awan gelap.


"Ini dia." Jorah Peltz mengangguk.


Air mata di mata Leighton tiba-tiba jatuh.

__ADS_1


Bradly Cooper, pria ini sungguh memberi kesan spiritual yang mendalam pada Leighton.


Sekarang dia datang ke hadapan Leighton, bagaimana mungkin Leighton tidak bersemangat?!


"Ayah tahu bahwa kamu akan menyukainya, jadi terakhir kali ayah bertemu dengannya, ayah meminta informasi kontak pribadinya. Kebetulan kali ini ada acara pembukaan resort, serta ada acara lelang amal. Ayah pun memintanya menjadi duta amal, dan dia setuju."


"Dia masih mempunyai beberapa penggemar," kata Jorah Peltz sambil tersenyum.


"Ya, menurutku masih ada terlalu banyak orang yang menyukainya. Banyak platform di sosial media, menunjukkan rating film 'A Star is Born' adalah yang tertinggi," kata Leighton dengan gembira.


"Ayah, kapan Bradly Cooper akan datang?" Leighton bertanya, menyeka air mata gembira di wajahnya.


"Dia seharusnya baru akan datang di hari pembukaan resor dan taman hiburan, tapi Jennifer Lawrence akan ada di sana besok malam."


"Awalnya, ayah tidak berencana mengumumkan kedatangan mereka. Lagi pula, begitu diumumkan, pasti akan menarik perhatian banyak media. Ketika berita itu keluar, pasti akan ada penggemar dari seluruh negeri yang bergegas ke sini."


"Tapi demi kamu, ayah akan menciptakan momentum untuk mereka."


"Ngomong-ngomong, selain mereka berdua, ada bintang lain yang juga harus kamu ketahui." Jorah Peltz tiba-tiba berkata.


"Siapa itu?"


"Musisi yang bernama John Legend. Ayah pernah melihatnya bernyanyi di acara konsernya, itu sungguh sangat memukai. Ayah tidak terlalu suka mendengarkan penyanyi lain, terutama boyband dan girlband. Setelah mendengarkannya, kepala ayah akan sakit," kata Jorah Peltz.


Lagi pula, Jorah Peltz telah berusia empat puluhan, jadi dia tidak terbiasa mendengarkan musik yang terlalu nge beat.


"John Legend?" Leighton memandang Jorah Peltz dengan


tidak percaya.


"Ayah, apakah benar akan mengundang John Legend?" Pada saat ini, Leighton benar-benar terkejut.


Bukankah ayahmu orang kaya?


Bagaimana ayah kenal begitu banyak artis?


"Ya, terakhir kali John Legend bepergian ke Dubai, dia mengalami sedikit keadaan darurat. Jadi ayah mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah itu untuknya, jadi dia merasa berutang budi kepada ayah."


"Kali ini dia mendapat kabar bahwa ayah akan mengadakan acara lelang amal, jadi dia berinisiatif untuk menghubungi ayah dan bersikeras untuk datang."


"Kudengar dia akan datang langsung dari Amerika ke sini."


Jorah Peltz memandang Leighton dan tertawa, "Dia mungkin membawa beberapa teman artis lainnya, semuanya adalah bintang populer."


"Ketika saatnya tiba, ayah akan mengundang mereka makan malam dan meminta mereka agar ikut memberikan kesan yang bagus pada platform bisnismu," kata Jorah Peltz.


Leighton melirik ayahnya, dan berkata, "Ayah, apakah tidak terlalu naif? Semua artis ini, pasti membutuhkan biaya yang sangat besar untuk mereka mau ikut mempromosikan, dan ayah hanya mentraktir mereka makan, dan meminta mereka secara gratis untuk mengiklankan. Apakah itu mungkin?"


"Mungkinkah cukup dengan makan malam yang bernilai jutaan, bisa menarik mereka?" kata Leighton.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2