Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 25 Kepala Sekolah Yang Licik


__ADS_3

Dalam tiga tahun terakhir, Jorah Peltz telah banyak melewati badai angin dan ombak besar, dia menghadapi


tantangan yang tak terhitung jumlahnya dan tidak pernah mundur selangkah pun, tetapi saat ini dia terhenti di depan pintu sebuah kantor kecil.


Dia bahkan berani masuk kegerbang neraka sekalipun, tetapi kali ini dia tidak berani untuk melangkah masuk ke sebuah kantor kecil.


"Mengapa kau tidak masuk, kau telah memikirkan ini selama tiga tahun. Milla Stout melirik Jorah Peltz dan


memimpin masuk.." Saat Leighton Peltz melihat ibunya, air mata dari sudut matanya mengalir keluar.


Leighton Peltz terus menangis dan tidak dapat mengontrol dirinya, dia merasa tidak lemah tapi juga tidak cukup kuat.


Dia sudah bertahan untuk tetap kuat selama ini, tetapi kali ini dia tidak dapat menahannya lagi ketika melihat sosok ibunya.


Leighton Peltz tidak pernah menangis seperti ini selama tiga tahun terakhir. Kali ini ketika melihat orang yang begitu ia rindukan, air matanya tidak dapat terbendung lagi, "Anakku, kau telah menderita selama ini." Milla Stout berjalan mendekat dan membawa Leighton Peltz ke dalam pelukannya.


Jorah Peltz mencoba mengumpulkan keberaniannya sebelum masuk ke dalam. Wajah Jorah Peltz tampak sangat serius dan tegas.


"Tahan air matamu!" Jorah Peltz memandang Leighton Peltz dan menatapnya tajam.


"Seorang laki-laki tidak boleh meneteskan air mata, itu hanya membuatmu terlihat lemah!" Jorah Peltz memelototi Leighton Peltz, namun satu kalimat ini membuat Leighton Peltz semakin meneteskan air mata.


"Kalian berdua adalah orang tua Leighton Peltz, jadi begini, anak kalian dicurigai telah mencuri barang milik


orang lain, jadi..." Sebelum wali kelas Leighton Peltz selesai, Jorah Peltz menjadi tidak sabar.


"Leighton, kemarilah!"


Jorah Peltz memanggil Leighton Peltz ke sisinya, "Aku tanya padamu, apakah kau mencuri barang milik orang lain?


"Ayah, aku tidak..."


Leighton Peltz belom selesai menjawab pertanyaannya namun Jorah Peltz memotongnya, "Baiklah, aku mengerti.


"Apa kalian dengar? Anakku berkata dia tidak mencuri." Jorah Peltz berkata dengan nada tegas, "Aku lebih percaya pada anakku daripada kalian, jika anakku berkata tidak mencuri, itu artinya dia tidak mencuri."


"Apa?"


Saat ini wali kelas Leighton Peltz dan wali kelas Alisson Pierce tercengang.

__ADS_1


Mereka telah banyak melihat orang tua murid, tetapi selama bertahun-tahun sebagai guru, ini adalah pertama kalinya mereka melihat orang tua yang begitu kasar dan tidak masuk akal.


"Putramu dicurigai mencuri barang milik orang lain. Jam tangan ini ditemukan di bawah mejanya." Wali kelas Leighton Peltz meletakkan barang curian itu di atas meja.


"Lalu kami juga sudah memanggil polisi, polisi akan segera datang."


Jorah Peltz mengerutkan kening dan melirik putranya.. Leighton Peltz menggelengkan kepalanya, "Ayah jam tangan itu, aku bahkan tidak pernah menyentuhnya. Seseorang telah diam-diam meletakkannya di bawah mejaku saat aku tidak ada."


"Jika kau tidak percaya, kau dapat melakukan tes sidik jari pada jam tangan itu. Jika ada sidik jariku, maka aku akan mengakuinya," kata Leighton Peltz tanpa rasa takut.


Jorah Peltz mengangguk puas, "Kalau begitu tunggu polisi datang dan kita lakukan tes sidik jari."


Jorah Peltz menyentuh kepala putranya dengan bangga karena mampu memikirkan tes sidik jari untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah, ini mengartikan bahwa putranya tidak bodoh.


"Lalu bagaimana dengan ponsel ini?"


"Aku mengeluarkan ponsel ini dari sakumu dengan tanganku sendiri. Bagaimana kau menjelaskan ini?" Wall kelas menatap Leighton Peltz dengan tajam dan ingin melihat bagaimana dia berdalih kali ini.


Leighton Peltz terdiam untuk waktu yang lama, "Kurasa kau harus menanyakan ini pada Alisson dan Dickson, mereka akan memberi tahumu jawabannya."


"Di mana mereka?" Wali kelas Leighton Peltz melihat sekeliling ruangan kantor dan menemukan bahwa Dickson McClain dan Alisson Pierce telah menghilang.


Saat ini Dickson McClain sedang menghubungi temannya yang merupakan seorang polisi. Setelah menutup telepon, Alisson Pierce bertanya dengan gugup, "Dickson, apakah semuanya baik-baik saja?"


"Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Temanku sudah dalam perjalanan dan akan segera tiba." Dickson McClain tersenyum, "Tunggulah Leighton, lihat bagaimana aku menghabisimu."


"Kepala Sekolah, kau sudah datang!" Kepala sekolah baru. saja datang dari lantai bawah.


"Ternyata Dickson McClain. Ayahmu baik-baik saja bukan akhir-akhir ini. Aku sudah lama tidak bertemu ayahmu." Kepala sekolah tersenyum dan menepuk bahu Dickson McClain, Dickson McClain tidak bodoh, dia mengerti apa yang dimaksud kepala sekolah.


"Haha, kepala sekolah, ayahku sedang ada waktu luang minggu ini, bagaimana dengan pak kepala sekolah. Jika kau pun ada waktu luang, ayahku hendak berkunjung kerumahmu." kata Dickson McClain.


Tentu saja kepala sekolah tidak akan menolaknya," Kebetulan aku tidak punya janji akhir pekan, minta ayahmu untuk datang, aku akan menyiapkan jamuan serta permainan mahjong untuknya."


Terakhir kali kepala sekolah memenangkan lebih dari 20.000 dolar saat bermain mahjong dengan ayah Dickson McClain. Kepala sekolah ini tidak bodoh dan mengetahui bahwa ayah Dickson McClain memang sengaja untuk kalah.


"Kepala Sekolah, aku memerlukan bantuanmu hari ini." Dickson McClain berdiri di samping telinga kepala sekolah dan berbisik dengan suara rendah.


Dickson McClain awalnya berpikir bahwa kepala sekolah akan setuju, tetapi dia tidak menyangka bahwa saat ini kepala sekolah mengerutkan kening dan wajahnya tiba tiba tenggelam.

__ADS_1


"Dickson McClain, sepertinya aku tidak punya waktu untuk bermain mahjong dengan ayahmu di akhir pekan ini." Kepala sekolah menghela nafas dan berkata dengan sedikit takut.


"Kepala sekolah, apa maksudmu dengan ini? Bukankah kau baru saja mengatakan bahwa kau memiliki waktu luang? Mengapa kau tiba-tiba membatalkannya? Tidaki masalah jika kau tidak memiliki waktu luang akhir pekan ini, kau dapat membuat janji di akhir pekan depan." Kata Dickson McClain.


"Dickson, kau tidak mengerti apa yang kumaksud. Kau baru saja memintaku untuk melakukan sesuatu, aku khawatir aku tidak dapat membantumu kali ini. Aku disini bukan untuk menangkap Leighton."


Kepala sekolah mengerutkan kening, "Sebaliknya, aku datang ke sini untuk membantunya menyelesaikan masalah."


"Apa? Kepala Sekolah, apa kau tidak salah? Apa kau tidak memandang hubungan ayahku denganmu? Kenapa kau malah membantu orang lain?" Dickson McClain sedikit kesal, "Jangan lupa, ayahku telah memberikan donasi yang begitu banyak kepada sekolah ini tahun lalu."


"Bahkan jika ayahmu memberikan donasi lebih banyak lagi kepada sekolah ini, aku tidak dapat membantumu dengan masalah ini. Aku adalah kepala sekolah. Aku harus menangani banyak hal dengan adil. Kembalilah ke kelasmu, ini adalah jam pelajaran."


Setelah berbicara, kepala sekolah masuk ke dalam ruang kantor.


Wali kelas Leighton Peltz kemudian memberi tahu kepala sekolah tentang apa yang terjadi. Setelah mendengarnya, wali kelas Leighton Peltz bertanya, "Kepala Sekolah, haruskah kita mengeluarkan Leighton terlebih dahulu?""


(Jika menunggu polisi datang, kurasa itu sudah terlambat."


"Jika kau mengeluarkan Leighton sekarang, itu berarti bahwa dia sudah bukan menjadi murid sekolah kita. Kita dapat mengatakan bahwa dia bukan murid sekolah ini lagi ketika berurusan dengan polisi dan Lembaga Pendidikan. Wali kelas Leighton Peltz hanya ingin menyelesaikan masalah ini secepatnya."


Kepala sekolah hanya mengerutkan keningnya.


"Kau menyarankan untuk mengeluarkannya terlebih dahulu dari sekolah ini, apa ada guru yang tidak bertanggung jawab sepertimu? Kau hanya mengambil kesimpulan tanpa melakukan penyelidikan serius." Kepala sekolah berkata dengan dingin sambil menatap wall kelas Leighton Peltz.


"Kepala Sekolah, aku..."


"Apa kau tahu jika kau telah berbuat salah pada orang baik? Leighton memiliki nilai dan perilaku yang sangat baik disini, bagaimana mungkin dia bisa mencuri barang milik orang lain? Ini jelas karena teman sekelasnya iri padanya dan sengaja menjebaknya," Kepala sekolah itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah video, "Lihatlah sendiri, apa ini artinya bukan dijebak?"


"Kepala sekolah, ternyata Elliot Cotton lah yang telah mencuri jam tangan Dickson McClain dan menyalahkan Leighton Peltz." Wali kelas Leighton Peltz mengerti apa yang sedang terjadi.


Setiap kelas memiliki kamera CCTV untuk memantau para murid, namun sayangnya hal ini telah banyak dilupakan oleh semua orang.


"Jam tangan ini ternyata adalah ulah dari Eliot, tetapi bagaimana dengan ponsel ini? Aku menemukan ponsel ini dari saku Leighton." Wali kelas Leighton Peltz mengerutkan keningnya, dia menyadari kedatangan


kepala sekolah kali ini jelas untuk membantu Leighton Peltz.


Raut wajah kepala sekolah berubah, dia menatap wall kelas Leighton Peltz dan berkata dengan suara tegas, "Dia menemukan dua ponsel ini dari lapangan olahraga dan memberikannya kepadamu, bukan kau yang menemukan dari saku celananya, apa kau mengerti?"


Bersambung.......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2