
"Alisson, Alisson, jangan membuatku takut."
Ibu Alisson dengan cepat berlari ke kamar dan memeluk Alisson.
"Kamu orang tua yang buruk, jika sampai terjadi sesuatu pada Alisson, aku juga akan ikut mati." Ibu Alisson menatap dengan mengerikan, sungguh ekspresi yang menakutkan.
"Aku ... aku akan pergi memanggil ambulans." Ayah Alisson buru-buru mengeluarkan ponselnya untuk menelepon.
"Kamu bodoh! Kenapa memanggil ambulans, cepat pergi cari mobil, jika menunggu ambulans datang, kamu tidak akan tahu berapa lama harus menunggu!" Suara ibu Alisson terdengar dingin.
"Betul, betul, aku akan cari mobil." Ayah Alisson juga terlihat panik, lalu bergegas keluar dari rumahnya.
Segera setelah ayah Allisson keluar, dia melihat Mercedes -Benz G milik Leighton dan segera berlari.
Saat itu Leighton sedang sibuk dengan undian lotre penduduk desa. Ayah Alisson tiba-tiba berlari dan meraih lengan Leighton, "Leighton, tolong selamatkan putriku."
"Selamatkan Alisson?" Leighton terkejut dan bertanya, "Apa yang terjadi dengan Alisson?"
"Putriku Alisson telah memotong nadi pergelangan tangannya, bisakah kamu mengemudikan mobilmu dan membawanya ke rumah sakit?" kata ayah Alisson dengan tatapan memohon padanya.
Alisson memotong nadi pergelangan tangannya?
Leighton terkejut pada awalnya, dan kemudian dengan tenang bertanya, "Ayah Alisson, kenapa aku harus melakukan ini untukmu?"
"Aku ingat dengan jelas bahwa kamu menunjuk hidungku malam itu dan memperingatkanku, bahwa jika aku berani melakukan kontak dengan Alisson, kakiku akan patah. Bukankah kamu mengatakan hal itu, kan?" Wajah Leighton terlihat kesal.
Penduduk desa di sampingnya juga ketakutan ketika mereka mendengar berita bahwa Alisson telah memotong nadi pergelangan tangannya.
"Leighton, jangan mengurusi undian lotre untuk saat ini, sebaiknya kamu mengirim Allisson ke rumah sakit dulu."
"Ya betul itu, lebih penting untuk menyelamatkan nyawa orang."
Leighton, bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, berkata, " Ayo kita lanjutkan undiannya, sampai mana tadi?"
"Leighton, undian lotre bisa nanti saja, kamu bisa menyelamatkan nyawa orang dulu," kata seorang tetua di desa.
"Paman, jika kamu tidak mau bermain lotre, diam saja dan biarkan Bibi Anny yang bermain nanti," kata Leighton acuh tak acuh.
"Kamu yah, dasar bocah ..."
"Selanjutnya." Wajah Leighton muram, "Bibi Anny, giliranmu."
Bibi Anny tidak bertele-tele, dia langsung merogoh kotak.
"Ponsel Apple." Leighton tersenyum dan berkata, "Selamat untuk Bibi Anny."
"Leighton, kamu bilang aku sudah sangat tua, dan tidak ada gunanya memiliki ponsel, bisakah aku menggantinya dengan mesin cuci?" tanya Bibi Anny.
Leighton menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kalau itu tidak boleh."
Wajah Bibi Anny sedikit kecewa.
Leighton tersenyum dan berkata, "Bibi Anny, ponsel ini bernilai lebih dari sepuluh ribu dolar, dan mesin cuci hanya dua hingga 3 ribu dolar. Apakah Anda yakin tidak menyesal?"
Kemudian Leighton mengambil segepok uang tunai untuk Bibi Anny, "Bibi Anny, saya akan membeli ponsel milikmu."
__ADS_1
"Terima kasih, terima kasih, Leighton, kamu sungguh anak yang baik, aku bersyukur tidak pernah menyia- nyiakanmu saat kamu masih kecil," kata Bibi Anny dengan gembira.
"Omong kosong macam apa ini? Anak baik? Apakah dia ini masih manusia? Ayah Alisson begitu baik padamu saat kamu masih kecil, mengapa kamu tidak tahu bagaimana cara berterima kasih?" Seorang tetua desa yang baru saja didiskualifikasi bermain lotre oleh Leighton, baru saja berdiri dan memarahinya.
"Ayah Alisson memang baik padaku saat aku masih kecil, tapi bukankah ayahku juga bersikap begitu pada Alisson?"
Leighton berkata dengan enteng. "Aku tidak berutang apa pun kepada ayah Alisson, tetapi setelah orang tuaku menghilang, apakah ayah Alisson dan keluarganya pernah memberiku sesuap nasi untuk aku makan?"
"Jika dikatakan kejam, aku masih jauh di belakang ayah Alisson."
"Sebelum orang tuaku menghilang, ayah Alisson telah memintaku dan Alisson untuk membuat ikatan perjodohan. Namun, setelah orang tuaku menghilang, dialah yang menyesali perjodohan itu."
"Orang seperti dia yang tidak memiliki akal dan integritas, mengapa aku harus tetap membantunya?"
Leighton memandang ayah Alisson, dan berkata dengan dingin, "Jangan katakan lagi omong kosong tentang menyelamatkan nyawa dan bersedekah untuk rumah ibadah. Aku bukanlah Tuhan dan aku tidak terlalu hebat."
Leighton berkata dengan dingin, "Undian lotre lanjut."
Sekarang, siapa yang masih berani untuk banyak bicara, maka tidak ingin ikut undian lotre.
Lagi pula, masih ada mobil sedan yang masih belum ditarik keluar.
"Leighton, paman mohon kepada mu, bagaimana membuatmu agar bersedia membantu?" Ayah Alisson sungguh menunjukkan keputusasaan di wajahnya.
"Bagaimanapun, kamu adalah orang yang lebih tua dari ku. Jika aku ingin kamu berlutut dan meminta maaf. Maka itu jelas tidak akan pantas."
Leighton tersenyum dan menatap ayah Alisson, "Atau, pergi dan bersujud pada ayahku dan minta maaf lah."
"Apa? Leighton... kamu sungguh....."
Wajah ayah Alisson menjadi sangat suram, "Kamu masih muda, tapi mengapa pikiranmu sudah begitu jahat."
Leighton tersenyum dan berkata, "Ayo, mari kita lanjutkan undian lotrenya."
"Masih ada hadiah besar yang belum diundi."
Ayah Alisson menggertakkan giginya dan berkata, " Baiklah, demi nyawa putriku, aku akan berlutut!"
"Jorah, aku bersujud padamu." Ayah Alisson menghadap Jorah dan berlutut dengan lesu.
Kemudian, dia bangkit dan menatap Leighton, serta berkata, "Leighton, apa dengan begini bisa menyelamatkan putriku sekarang."
"Kan aku sudah bilang, berlutut dan minta maaf. Kamu hanya berlutut, dan kamu tidak meminta maaf," kata Leighton dengan dingin.
"Ingat, hanya ketika kamu berlutut untuk meminta maaf." Leighton menambahkan.
"Kenapa aku harus minta maaf? Meminta maaf untuk kesalahan apa?" Ayah Alisson bertanya padanya.
"Ketika ayahku pergi, apakah dia memintamu untuk merawatku dengan baik? Dia pasti akan memberimu imbalan ketika dia kembali di masa depan."
Leighton mengerutkan kening dan bertanya, "Tiga tahun yang lalu, ketika ayahku mempercayakanku kepadamu, aku ingat bahwa kamu telah setuju!"
"Tapi, begitu ayahku pergi, kamu memalingkan wajahmu."
"Aku masih ingat hari-hari bersalju tahun itu, aku pergi ke rumahmu dan mengetuk pintu, aku ingin pergi ke rumahmu untuk makan makanan hangat, ayah Alisson, apakah kamu masih ingat apa yang kamu lakukan padaku?"
__ADS_1
Ekspresi Leighton tiba-tiba menjadi sangat suram," Apakah aku hanya seorang bocah kecil bagimu, yang sudah tak berarti apa pun kan?!"
Ayah Alisson sungguh tidak punya tempat untuk menunjukkan mukanya, dia berjongkok di depan Jorah dan mulai meminta maaf.
"Jorah, saya tahu saya salah, saya bukanlah manusia. Saya mendengar bahwa Anda melarikan diri dan tidak akan kembali lagi. Saya juga telah mengabaikan janji kepada Anda!"
"Tapi aku juga punya masalah sendiri. Kau tahu bagaimana kondisi keluargaku? Dan semua orang juga tahu itu. Jika aku menampung Leighton, dan harus membiayainya seumur hidupku. Bukankah itu sangat berat?"
Pada saat ini, ibu Alisson berlari ke rumah Leighton sambil menggendong Alisson.
"Kepala desa, aku serahkan acara undian kepadamu."
Leighton memandang Alisson yang tidak sadarkan diri, lalu buru-buru membuka pintu mobil dan menggendongnya ke dalam mobil.
Area ini cukup dekat dengan rumah sakit di kota. Dalam waktu kurang dari lima menit berkendara, Leighton sudah sampai ke pintu masuk rumah sakit.
"Orang tua jahat, jika ada sesuatu terjadi dengan Alisson, aku akan memenggalmu dengan pisau, dan kemudian aku gantung." Ibu Alisson mengancam lagi di depan bangsal rumah sakit.
Leighton melirik tangan Alisson, menggelengkan kepalanya dan pergi.
Ada beberapa jenis pemotongan pergelangan tangan, jika aorta dipotong, darah akan menyembur keluar, dan dalam waktu lima menit, orang tersebut akan mati.
Selain itu, jika vena yang dipotong, pendarahan akan sangat lambat dan tidak akan mati selama setengah jam, hanya akan kehilangan kesadaran karena kehilangan darah yang berlebihan.
Leighton mencibir, bagaimana mungkin seorang wanita yang rakus akan uang dan hal-hal materi bisa bunuh diri dengan mudah?
Leighton menyimpulkan, bahwa Alisson hanya ingin menakuti orang tuanya.
Setelah meninggalkan rumah sakit, Leighton pergi ke Peter.
Ketika bertemu dengan Peter, Clayton dan Loraine juga ada di sana.
Ketika Clayton melihat Leighton, wajahnya tampak tidak senang, "Kakak Peter, jangan bilang, orang yang kamu tunggu adalah Leighton!"
"Ya memang, ini dia, ada apa?" kata Peter mengangguk.
"Kakak Peter, bukankah aku sudah memberitahumu bahwa pesta kali ini adalah pesta anak orang yang kaya, apa Leighton terlihat seperti anak orang kaya? Dia kan orang miskin," kata Clayton dengan nada menghina.
Pada saat ini, Leighton datang dan mendengar Clayton berbicara tentang dia.
Leighton tersenyum dan menatap Clayton, "Pernahkah kau melihat pria miskin yang mengendarai mobil mercedes-benz G?"
Perkataan Leighton ini sungguh membuat Clayton tersedak hampir mati.
Mampu mengendarai mobil seperti ini, bagaimana bisa dikatakan miskin?
Ekspresi Peter juga agak marah. Pertama, Leighton sudah seperti saudaranya, dan kedua, Leighton adalah anak orang yang kaya raya, dan identitasnya sekarang sebagai orang berada itupun karena Leighton.
Jadi, Peter memandang Clayton dan berkata dengan dingin dan sinis, "Clayton, di mataku, kamu hanyalah orang miskin, mengerti?"
Ekspresi Clayton sedikit tidak terkendali.
Jika orang lain mengatakan ini, Clayton pasti akan naik pitam, tetapi ketika Peter yang mengatakan hal ini Clayton sungguh tidak berani mengatakan sepatah kata pun.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen....
Terima kasih