Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 30 Identitas sebagai keturunan orang kaya terungkap?


__ADS_3

Si kepala botak berjalan menuju pelayan itu dengan wajah kesal dan siap untuk melakukan sesuatu.


Si kepala botak ini bernama Claudio Wreck. Meskipun dia bukan berasal dari Westville, tapi dia adalah seorang tokoh terkenal di kota lain, di tempatnya berada semua orang cukup segan padanya.


Tapi hari ini mereka tiba di bar ini sepuluh menit lebih awal dari Leighton Peltz. Pesanannya belum datang sama sekali tetapi Leighton Peltz yang baru saja tiba dengan cepat semua makanan dan minuman sudah berada di atas mejanya, bukankah ini terlihat meremehkannya?


"Claudio, duduklah!" Seseorang yang tampaknya lebih terhormat daripada si kepala botak ini menyuruhnya kembali.


"Kak Nick, mereka keterlaluan." Kepala botak itu berkata dengan sedikit kesal.


"Jangan mencari keributan, Westville bukan wilayah kita." Pria itu melanjutkan.


Pelayan yang dimaki oleh kepala botak itu tetap tenang dari awal sampai akhir, bahkan jika kepala botak itu berani menyentuhnya sekalipun, tidak akan ada ketakutan ataupun permintaan maaf darinya.


Leighton Peltz kemudian memberi uang tip kepada pelayan, pelayan itu tersenyum, "Terima kasih bos."


"Baiklah, kau bisa melanjutkan pekerjaanmu, jangan biarkan para tamu lain menunggu." Leighton Peltz


menepuk bahu pelayan.


"Baik bos." Pelayan itu mengangguk dengan hormat.


"Apa, dia memanggilmu apa?" Peter Grig memandang Leighton Peltz dengan heran, "Pelayan tadi baru saja memanggilmu bos?"


"Beri saja dia 100 dolar dan dia akan memanggilmu bos juga, jika tidak percaya, coba saja sendiri." Leighton Peltz tersenyum dan berkata.


Leighton Peltz tidak menyadarinya sekarang, tetapi Peter Grig merasa ada sesuatu yang salah, sikap dan tindakannya benar-benar menyerupai bos di sini dan pelayan itu pun berperilaku seperti karyawannya.


Leighton Peltz juga berpikir apakah pelayan itu tahu identitasnya?


Lebih baik aku tidak memikirkannya dulu, aku harus menyapa meja si botak itu. Bagaimana jika mereka tidak datang lagi nanti, yang mengalami kerugian adalah bar ini


dan dirinya sendiri.


Leighton Peltz membawa selusin Budweiser ditangannya dan sebotol Royal Salute ke meja si botak.


Dia mengepalkan tinjunya dan memelototi Leighton Peltz, "Wah, aku baru saja ingin menegurmu, tetapi kau datang sendiri ke sini."


"Kakak, kejadian tadi hanyalah kesalahpahaman, aku di sini untuk meminta maaf kepada kalian."


Leighton Peltz membuka Budweiser dan memberi semua orang sebotol, "Kakak-kakak sekalian, silahkan nikmati."


"Apa maksudmu?" Kepala botak itu tidak mengerti.

__ADS_1


"Kakak, pelayan yang baru saja kau tegur itu adalah temanku, melihat bahwa aku datang, dia menyajikan meja kami terlebih dahulu dan mengabaikanmu."


"Kakak-kakakku, atas nama temanku, aku minta maaf kepada kalian dan berharap kalian akan tetap datang kesini lain kali." Leighton Peltz bersulang dan meminum setengah botol Budweiser.


"Wah hebat juga kau minumnya." Salah satu orang di meja itu memuji Leighton Peltz..


"Terima kasih, kalau begitu kalian silahkan melanjutkannya, aku akan pergi dulu." Leighton Peltz kemudian kembali ke tempat duduknya.


"Kak Nick, anak ini menarik juga, dia memberi kita sebotol whisky dan selusin bir." Setelah Leighton Peltz pergi, dia tersenyum dan berkata, "katanya orang orang kaya di Westville itu murah hati, sebelumnya aku tidak percaya, tapi sekarang aku percaya."


"Claudio, apakah menurutmu anak ini terlihat seperti keturunan orang kaya? Pria bernama Nick itu menyipitkan mata dan menatap Leighton Peltz.


"Ya, tapi juga tidak."


"Ya lihat saja meja itu, dia memesan begitu banyak alkohol dan bir, semua itu tidaklah murah, ditambah dia memberi kita satu botol Royal Salute ini cuma cuma, apa dia benar-benar orang kaya disini? Jika bukan orang tuanya yang kaya, apa dirinya yang kaya? Si botak. kemudian menggelengkan kepalanya dan berkata, " Usianya masih begitu muda, tidak mungkin dia memiliki bisnis sendiri."


"Tapi bisa juga salah, lihatlah sikapnya yang begitu sopan dan rendah hati tadi, bagaimana bisa orang kaya memiliki sikap seperti tadi." Si kepala botak itu sedikit bingung.


"Kau benar, dia tampak seperti orang kaya tapi juga bukan."


"Kak Nick, mari kita minum whisky kita dan tidak perlu mempedulikan anak itu, bahkan jika dia adalah orang kaya, memang apa gunanya bagi kita?" Si kepala botak tersenyum menghina.


"Mungkin saja dia adalah salah satu petunjuk dari orang kaya misterius ini. Kabar luar mengatakan bahwa pemilik bar ini memiliki seorang putra."


"Kak Nick, maksudmu dia..." Si kepala botak tercengang.


Nick mengangkat birnya saat ini dan menyela perkataan si botak, "Ayo kita minum. Karena anak muda tadi berharap kita datang lagi, mari lain kali kita datang lagi ke Westville untuk menyapanya."


Suara music bar memenuhi ruangan, walaupun mereka berada di sebelah Leighton Peltz, Leighton Peltz tidak


dapat mendengar apa yang dikatakan oleh mereka.


Tidak lama setelah Leighton Peltz kembali duduk, seseorang menghampirinya.


"Anak kaya, aku bertemu lagi denganmu."


Leighton Peltz terkejut dan melihatnya dengan bingung. "Maaf siapa?"


"Waktu itu kau mentraktir semua orang untuk minum, aku juga di sini waktu itu." Orang ini mengingatkan Leighton Peltz akan sesuatu.


"Waktu itu terlalu ramai dan aku tidak dapat berterima kasih secara langsung padamu. Kali ini aku datang ke sini untuk bersulang dengamu, terima kasih."


Leighton Peltz tersenyum tipis dan bersulang dengan orang ini.

__ADS_1


Dalam beberapa menit ada beberapa orang yang datang dan berterima kasih kepada Leighton Peltz, akhirnya dia harus meminjam topi dan memakainya karena takut orang lain akan mengenalinya.


"Leighton, sepertinya kau sangat terkenal disini? Berapa banyak orang yang kau undang untuk minum waktu itu? Kenapa begitu banyak orang datang untuk berterima kasih." Melihat ini, Peter Grig langsung mengagumi Leighton Peltz.


"Leighton, mereka bilang kau mengundang mereke semua, berapa biayanya yang dihabiskan untuk itu?" Haydee Lampson juga terkejut.


Leighton Peltz minum terlalu banyak dan kepalanya sedikit pusing, kata-kata keluar begitu saja dari mulutnya, "Tidak banyak, tidak banyak, hanya 200.000an dolar."


Setelah Leighton Peltz mengatakan ini, bahkan Shiela Bevelton yang sangat tenang tadinya melongo kaget


"Kau gila menghabiskan lebih dari 200.000 dolar hanya dalam semalam!" Peter Grig hampir pingsan.


"Aku tidak tahan, aku mau ke toilet untuk muntah sebentar." Leighton Peltz memakai topi dan berlari ke arah toilet.


Dalam perjalanan ke toilet, dia melihat sekelompok sosok yang dikenalnya.


Sial, dunia ini begitu sempit, kenapa aku harus bertemu dengan mereka lagi?


Di meja VIP, sekelompok pria dan wanita duduk di sana sedang bersenang-senang.


Setelah meneguk beberapa gelas alkohol, Kevin Walker memandang Clayton Zarch dan tersenyum dalam, "Clayton, kau sangat murah hati hari ini."


Beberapa botol whisky di atas meja semuanya sangat mahal, Kevin Walker tidak bodoh dan tau pasti ada maksud di balik ini semua.


"Baiklah, kau mengundangku secara khusus hari ini. apakah terjadi sesuatu?"Kevin Walker sangat akrab dengan Clayton Zarch, jika Clayton Zarch sedang dalam masalah, tidak mungkin dia akan mengabaikannya begitu saja.


"Kevin, akan kukatakan dengan jujur padamu, aku memang sedang mengali kesulitan." Clayton Zarch mengerutkan kening, "Aku sangat sulit untuk mengatakannya."


"Clayton, katakan saja padaku ada apa, apa yang sulit untuk dikatakan." Kevin Walker mengangkat alisnya dan bercanda, "Apa kau telah menjebakku?"


"Bagaimana mungkin, bagaimana mungkin aku melakukan hal seperti itu?"


"Bodoh, aku hanya bercanda denganmu." Kevin Walker menatap Clayton Zarch dengan tatapan datar, "Kau benar benar minum terlalu banyak."


"Seorang wanita sedang mencariku dan mengatakan bahwa dia akan membunuh ku jika menemukanku." Clayton Zarch berkata dengan susah payah.


"Kenapa, apa kau menghamili wanita itu? Wanita ini sepertinya sangat hebat sampai mengancam untuk membunuhmu!"


"Kau adalah sahabatku, siapa yang berani membunuhmu?" Kevin Walker mengerutkan kening dan berkata dengan sangat tenang.


"Katakan siapa namanya, aku akan menyuruh beberapa orang untuk menyelesaikan masalah ini untukmu." Kevin. Walker bertanya dengan santai. "Joan Palequin, putri bos Palequin."


Bersambung.......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2