
Pada saat ini, baik Joan dan Leighton sangat kesal dengan Talisa.
Aku yang datang lebih dulu, tetapi tidak dilayani...
Tetapi Edward yang baru tiba kemudian, langsung dibawa untuk melihat rumah....
Bukankah itu sungguh jelas, bahwa kamu memandang rendah orang?
Wajah Talisa tidak menunjukkan permintaan maaf sama sekali, tetapi malah tersenyum bangga, "Maaf, saya benar benar tidak bisa melihat bahwa kalian berdua di sini untuk membeli rumah."
"Saya pikir kalian berdua di sini hanya untuk melihat rumah saja. Seperti yang kalian ketahui, unit rumah di komplek Gem of Middle Hills yang termurah harganya sekitar 10 juta dolar."
"Apa kalian berdua, punya uang 10 juta?"
Talisa tertawa meremehkan.
Dia tidak takut menyinggung Leighton dan Joan sama sekali, karena dia merasa bahwa ini bukan target kliennya sama sekali.
Orang-orang seperti Edward adalah target kliennya.
Leighton hanya terkekeh, "Bagaimana jika aku mempunyai 10 juta?"
"Jika kamu mempunyai 10 juta dolar, kamu dapat memintaku untuk naik di tempat tidur, dan aku akan memanggilmu sebagai tuan ku, jika kau mau." Talisa mengangkat alisnya dan tertawa.
Kalimat ini sungguh memiliki makna yang dalam.
Artinya, jika Leighton benar-benar mempunyai 10 juta, Talisa akan rela tidur dengannya.
Walau Leighton masih muda, dia dapat secara alami memahami arti kata-kata Talisa itu.
Pada saat ini, Edward datang, dan dia memperhatikan bahwa Leighton juga ada di sini.
"Apakah kamu di sini untuk membeli rumah juga?" Edward datang dan bertanya.
Edward memandang Leighton dan tertawa menghina.
Edward telah menyelidiki detail latar belakang Leighton. Orang tuanya adalah petani biasa, dan kehidupan sekolah menengahnya sangat buruk. Setelah bertemu Peter, baru hidupnya membaik.
Tetapi setelah tiba di ibu kota provinsi, ia menjadi terasing dari Peter.
Dengan kata lain, Leighton sekarang tidak memiliki pendukung lagi.
Jika bukan karena ada Jolie, Edward pasti sudah dari tadi menendang Leighton ke tanah.
Jolie adalah tunangannya, pikir Edward, dia tidak boleh menunjukkan sisi kekerasannya kepada Jolie.
Leighton melirik Edward dan mengabaikannya.
Leighton hanya menatap Talisa dan berkata, "Bahkan jika kamu di tempat tidur dan memanggil ku tuan, aku juga tidak akan tertarik padamu."
"Sebaiknya kau membawaku untuk melihat rumah itu segera."
Talisa mengerutkan kening ketika dia mendengar ini.
Kalimat ini jelas ambigu, dia menoleh untuk melihat Edward dan berkata, "Tuan Edward, maaf, saya membuat Anda tertawa."
"Saya akan membawa Anda melihat unit rumah itu." Talisa menatap kosong pada Leighton dan berkata kepada Edward.
Talisa melewati Leighton dan mengambil kuncinya.
"Tunggu!" Leighton mengerutkan kening dan menghentikan Talisa
Leighton berkata dengan marah, "Melihat penampilanmu, kau seharusnya berusia tiga puluh tahunan, kan? Jika kau memang berusia tiga puluh tahun, tidakkah kau mengerti SOP tentang pelayanan tamu yang datang pertama dan yang datang kedua? Aku di sini datang pertama untuk melihat rumah, dan harusnya aku duluan yang dibawa untuk melihat rumah itu."
__ADS_1
Mendengar ini, wajah Talisa langsung menggelap.
Karena usianya yang sebenarnya baru dua puluh tiga tahun.
Selain itu, dia biasanya menggunakan kosmetik bermerek, dan kulitnya tidak berbeda dengan kulit seorang gadis berusia 18 tahun.
Terlepas dari pakaian profesionalnya, bagaimana bisa terlihat seperti tiga puluhan?
Pada saat ini, Talisa sangat marah di dalam hatinya, tetapi di depan tamu terhormat seperti Edward, dia hanya bisa menahannya.
Mengatakan bahwa Talisa berusia tiga puluh, itu sungguh membuatnya lebih marah daripada memarahinya secara langsung.
Namun, Talisa telah menjadi sales marketing selama bertahun-tahun, jadi dia tidak lemah dalam hal mengkritik orang.
"Tuan, memang datang dulu, saya mengerti itu, tetapi tidak kah saya juga perlu memberi kesempatan pada klien yang berpotensi membeli, bukan begitu?"
Talisa tersenyum ringan dan berkata, "Katakan saja begini, jika sekelompok pengemis mengantre di pintu masuk restoran Michelin bintang tujuh, sehingga para tamu yang mengenakan kemeja berkerah dan pakaian mewah tidak dapat memperoleh tempat duduk, bukankah itu memperburuk situasinya?!"
Mulut Talisa sangat beracun, dan dia langsung membandingkan Leighton dengan seorang pengemis.
"Komplek perumahan kami yang berada di tengah-tengah bukit ini, adalah sebuah perumahan VIP yang bernilai puluhan juta. Dan misal saja, ada banyak orang miskin yang datang ke sini setiap hari, dan meminta membawa mereka untuk melihat rumah di sana, apakah menurut Anda, saya harus pergi?"
"Menemani orang miskin tersebut untuk melihat rumah, dan mengabaikan klien yang berpotensi untuk membeli, bukan hanya saya yang tidak mau, tetapi perusahaan kami pasti juga akan berpikir begitu."
"Jadi, Tuan, dengan sangat menyesal. Karena saya tidak berpikir bahwa Anda adalah calon penghuni di komplek perumahan kami, jadi saya mohon tidak membuang waktu berharga saya untuk Anda."
Setelah jeda, Talisa mencibir lagi, "Sungguh tidak ada gunanya bagi saya berbicara panjang lebar pada Anda."
Saat Leighton mendengar perkataanya yang sebelumnya, dia pun menjadi marah dan berkata dengan keras, "Siapa yang kamu anggap pengemis itu?!"
Namun Leighton telah melihat dirinya terlalu banyak diremehkan orang lain.
Dirinya juga telah mendengar terlalu banyak kata-kata buruk, sekarang Leighton telah kebal.
Yang terpenting adalah mencari staf sales marketing lain untuk membelinya besok. Dengan cara ini, Talisa akan ditampar wajahnya, dan dia tidak akan mendapatkan bonus komisi apa pun.
Bagaimanapun, Leighton tidak kekurangan waktu.
Ketika Leighton hendak pergi, Jolie berkata, "Bukankah tugas kalian hanya mengantar untuk melihat unit rumah yang akan dijual, bagaimana bisa ada alasan untuk menolak pelanggan? Tidakkah sikapmu itu sungguh tidak profesional?"
Jolie menatap Talisa dan menegur.
"Karena mereka datang untuk melihat rumah, dan kami juga akan datang untuk melihat rumah. Ini bukanlah masalah besar, kita semua harusnya bisa pergi bersama," kata Jolie.
Apa yang dikatakan Jolie cukup masuk akal.
Ini adalah pilihan terbaik untuk kedua tamu, yang datang pada saat yang sama.
Selain tidak menyinggung Leighton atau membuang terlalu banyak energi dan waktu, mengapa tidak melakukannya?
"Yang Nona Jolie katakan ada benarnya, baiklah kalau begitu kita semua pergi melihat rumah." Talisa tidak berani menyinggung Jolie, jadi dia mengangguk dan melakukan apa yang dia katakan,
Namun, Edward mengerutkan kening, sedikit tidak senang.
"Tunanganku, mengapa kau membantu Leighton!"
Leighton adalah musuhnya sendiri!
Bukankah itu seperti menyikutnya?
Edward mengerutkan kening dan berkata kepada Jolie," Aku rasa yang dikatakan wanita sales itu cukup benar kan? Lihat mereka, apakah terlihat seperti seseorang yang mampu membeli sebuah rumah di komplek perumahan ini?"
"Mereka terlihat seperti orang miskin. Membawa mereka untuk melihat rumah itu hanya membuang- buang waktu dan energi."
__ADS_1
"Juga, Jolie, tidakkah menurutmu sedikit memalukan bagi mereka untuk ikut dengan kita melihat rumah?" kata Edward.
Jolie menatap Edward dan tersenyum, "Memalukan? Apakah mereka mengenakan pakaian buruk? Pakaian yang saya kenakan harganya hampir sama dengan mereka kan?"
"Kamu bilang itu memalukan, bagi mereka untuk pergi melihat unit rumah bersama, bagaimana denganku?" Jolie sedikit marah.
"Edward, kenapa kamu begitu sombong!" Setelah mengatakan ini, Jolie langsung memarahinya.
Saat Jolie memarahinya, tidak hanya menyebut Edward an*ing, tapi juga menyebut Edward berengsek.
Wajah Edward tiba-tiba sangat kesal.
Edward berkata dengan wajah cemberut, "Jolie, apa yang kamu lakukan? Bagaimana kamu bisa egois dan membandingkan dirimu dengan mereka."
"Kamu adalah penerus keluarga Sandish, dan ayahmu adalah pebisnis besar di dunia keuangan. Kamu memakai pakaian seperti ini, karena kau ingin bersikap sederhana. Sedangkan mereka, orang tua anak itu, adalah petani biasa yang memakai pakaian mahal ribuan dolar, ini lah yang disebut pura-pura kaya."
"Berapa penghasilan orang tuanya dalam sebulan? Pakaiannya ini, tentu akan menghabiskan gaji orang tuanya sebulan."
Setelah mendengarkan kata-kata Edward, Jolie menatap Leighton dengan tatapan aneh.
"Jika apa yang baru saja kamu katakan itu benar, maka anak itu memang hanya berpura-pura kaya. Karena keluarganya tidak mampu, mengapa dia harus membeli pakaian mahal seperti itu."
Jolie memandang Leighton dan mengerutkan kening," Tidak mudah bagi orang tuamu untuk bekerja sepanjang waktu. Kamu hampir dua puluh tahun, jadi mengapa kamu tidak bisa memikirkan orang tuamu?"
Setelah Leighton mendengar ini, dia hanya ingin tertawa.
Orang Leighton memiliki kekayaan ratusan miliar dolar, dan dirinya hanya mengenakan pakaian yang harganya beberapa ribu dolar, bisa-bisanya mereka berkata dirinya hanya pura-pura kaya!
Meskipun Jolie menegur Leighton secara langsung, Leighton sama sekali tidak sedih di hatinya.
Karena Jolie benar, dia hanya tidak tahu identitas aslinya.
Dia adalah gadis dengan pandangan yang sangat positif. Mengapa dia bisa menjadi buta dan mengikuti Edward?
Jolie berpikir bahwa, 'Leighton pasti akan marah, dan memarahi dirinya karena mengucapkan kata-kata ini, atau wajahnya akan memerah dan dia akan malu.'
Namun, Leighton tidak menanggapi sama sekali.
"Kamu tidak mendengarku ?" Jolie memandang Leighton dan bertanya.
"Aku mendengar mu."
"Apakah kamu tidak marah?" Jolie bertanya.
"Kenapa aku harus marah?" Leighton tertawa dan berkata,
"Apa yang kamu katakan tadi benar."
Kemudian, Leighton melirik Edward dan tertawa, "Ya ampun, jangan membuka kedokku yang yang hanya berpura-pura kaya ini."
"Beli baju atau beli rumah haruslah apa adanya. Kalau tidak sanggup dengan harga mahal, ya jangan memaksa."
Leighton berjalan ke Edward dan menepuk pundaknya," Edward, apakah aku benar?"
"Apa maksudmu?" Edward mengerutkan kening.
"Ini tidak masuk akal, aku hanya berpikir, sesuai dengan kondisi keluarga Jansenlin sekarang, harusnya kau tidak boleh membeli rumah di komplek ini. Harga rumah di sini terlalu mahal untuk keluargamu." Leighton tersenyum.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen
Terima kasih
__ADS_1