Sang Pewaris Terkuat

Sang Pewaris Terkuat
Bab 26 Hukuman Dickson McClain


__ADS_3

"Kepala Sekolah, aku tidak mengerti apa yang kau maksud, dapatkah kau menjelaskan lebih jelas." Wali kelas Leighton Peltz terkejut dan bertanya dengan suara rendah.


Sebenarnya bukan dia tidak mengerti maksud kepala sekolah yang menyuruhnya berbohong untuk menutupi kesalahan Leighton Peltz.


Yang tidak dia mengerti adalah mengapa kepala sekolah tiba-tiba membantu Leighton Peltz!


"Kalau begitu aku bertanya padamu, pemilihan guru terbaik akan segera dilaksanakan dan tidak banyak tempat bagi calon kandidat, apakah kau masih ingin mendapatkannya?" Kepala sekolah melirik wali kelas Leighton Peltz dan mengedipkan matanya.


"Kepala sekolah, aku mengerti. Ketika polisi datang, aku tahu apa yang harus aku katakan." Wali kelas Leighton Peltz segera mengangguk. Dia hanya peduli dengan sertifikat kualifikasinya sebagai guru terbaik.


Namun sebenarnya itu bukan mengertikan keputusan sepenuhnya berada di tangan kepala sekolah.


Daripada mencari tahu mengapa kepala sekolah membantu Leighton Peltz, lebih baik peduli pada dirinya


sendiri.


Ikutisaja instruksi dari kepala sekolah.


Tepat di luar ruangan kantor, Dickson McClain yang awalnya ingin kepala sekolah mengeluarkan Leighton Peltz tidak menyangka bahwa kepala sekolah berbalik membantu Leighton Peltz, dia pun tidak berusaha untuk


berbicara kepada kepala sekolah lagi.


Bagaimanapun, kepala sekolah adalah orang yang memiliki kedudukan paling tinggi disini.


Tentu saja Alisson Pierce juga mendengar apa yang dikatakan kepala sekolah, dia sedikit tidak senang," Dickson, bukankah kau bilang bahwa kau mempunyai dukungan dari kepala sekolah? Kenapa kepala sekolah berbalik mengatakan bahwa dia ada di sini untuk membantu Leighton? Bagaimana ini bisa terjadi?"


Sesuatu pasti telah terjadi, Dickson McClain juga sedikit malu. "Aku juga tidak mengerti kenapa kepala sekolah mau membantu Leighton."


Dickson McClain berpikir lama tetapi hanya satu kemungkinan yang mungkin terjadi, "Pasti Leighton meminta bantuan kakaknya."


"Maksudmu putri bos Palequin?"


"Siapa lagi jika bukan, Leighton pasti telah mengetaui latar belakang Joan Palequin dan memintanya mencari kepala sekolah, Dickson McClain berkata dengan percaya diri.


Alisson Pierce mengerutkan kening, "Sejak kapan Leighton dapat mengenal wanita itu, aku bahkan belum pernah mendengarnya nama itu sebelumnya."


"Apakah pada saat pesta makan malam beberapa hari yang lalu? Aku meminta seseorang untuk menanyakannya kemarin. Malam itu salah satu sepupu Joan Palequin mengadakan pesta pernikahan di sana dan terdapat tiga meja jamuan yang kosong. Menurut peraturan Imperial Lotus, mereka harus tetap membayar penuh seluruh biaya yang telah dipesan itu, saat itu Joan Palequin tiba-tiba bertemu dengan Leighton dan memintanya untuk membantu membayar tiga meja perjamuan itu, sejak saat itu mereka tampak semakin akrab." Dickson McClain berpikir bahwa kedekatan Joan Palequin dan Leighton Peltz melebihi kedekatan hubungan antara ayahnya dan bos Palequin.


"Tidak heran Leighton begitu murah hati malam itu dan memesan paket yang paling tinggi, ternyata ada orang lain yang membantunya." Alisson Pierce tersenyum meremehkan.


Setelah menunggu beberapa saat, telepon Dickson McClain berdering.


"Temanku sudah sampai, aku akan menjemputnya." Dickson McClain tersenyum dan bergegas menuruni


tangga untuk menjemput dua polisi muda.


Saat dalam perjalanan menuju ruang kantor, Dickson McClain melebih-lebihkan cerita yang terjadi, bahkan memberi tahunya bahwa giginya patah karena telah dipukul.


"Ini termasuk dalam penganiayaan dan dapat dituntut."

__ADS_1


"Kau dapat menuntutnya."


Teman polisi Dickson McClain ini bernama Jack Morrison. Meskipun baru bekerja sebagai polisi namun dia


cukup mengetahui tentang ilmu hukum.


"Tunggu nanti kau dapat kembali ke kantor bersamaku. aku akan membawamu untuk melakukan pengecekkan forensik, setelah hasilnya keluar kau dapat menuntutnya sebagai kasus penganiayaan." Jack Morrison melingkarkan lengannya di bahu Dickson McClain dan menepuknya.


"Jack, sebenarnya gigiku yang patah ini memang sudah waktunya." Dickson McClain tersenyum sinis. Dia juga tahu tentang pengecekkan forensik. Ada banyak orang yang sengaja berkelahi agar dapat membuat hasil forensik palsu.


Orang seperti Leighton Peltz tidak akan memiliki kemampuan untuk mengecek apakah hasil forensik itu asli atau palsu.


"Kau mengatakan bahwa anak itu mencuri jam tanganmu yang seharga 10.000 dolar kan?" Jack Morrison bertanya.


"Ya, jam tangan Rolexku kurang lebih seharga 10.000 dolar, Jika kau membutuhkan buktinya, aku akan memberimu bukti pembayarannya," kata Dickson McClain segera.


"Baiklah, kau dapat memberikan bukti pembayaran itu padaku nanti. Orang ini harus dihukum setidaknya tiga sampai lima tahun."


Mendengar tiga sampai lima tahun, wajah Dickson McClain sedikit tidak senang.


"Kupikir dia dapat dihukum delapan atau sepuluh tahun," Gumam Dickson McClain.


"Sebenarnya apa yang dilakukan anak ini padamu sampai kau begitu membencinya. Apakah tiga sampai lima tahun tidak cukup?" Jack Morrison menghela nafas dan berkata, "Tiga sampai lima tahun dipenjara sudah cukup membuat mental orang terganggu."


"Omong-omong, aku melihat Porsche diparkir di tempat parkir sekolah. Apa guru disekolahmu itu sangat terkenal sehingga dapat mengendarai mobil bagus untuk mengajar," Jack Morrison tiba-tiba bertanya.


Wajah Dickson McClain sedikit sombong, "Jack, mobil itu milikku."


Setibanya didepan pintu, dia langsung memasuki ruangan dengan ekspresi Jack tegas, "Siapa yang memanggil polisi barusan


"Aku yang memanggil polisi." Dickson McClain mengangkat tangannya.


Mereka tampak seperti tidak mengenal satu sama lainnya. Segera Jack Morrison berjalan kearah Leighton Peltz dan ingin menangkapnya.


"Tunggu!"


Kepala sekolah tiba-tiba berdiri pada saat ini dan berjalan dengan ponselnya.


"Petugas polisi, kau salah paham, bukan Leighton yang mencuri barang itu."


"Bukan dia?"


"Ya, Leighton adalah siswa yang memiliki prestasi dan sikap yang sangat baik di sekolah kami, bagaimana mungkin dia mencuri barang milik orang lain. Orang yang telah mencurinya adalah teman sekelasnya bernama Elliot Cotton. Lihatlah, aku punya video bukti ini." Kepala sekolah menunjukkan video itu kepada Jack Morrison.


Jack Morrison tampak sangat canggung setelah melihatnya, "Di mana anak yang bernama Elliot Cotton ini?


"Dia sedang berada di kelas, pergi dan tangkaplah dia." Kepala sekolah berkata acuh tak acuh.


Ketika melihat kepala sekolah memiliki video rekaman itu, wajah Dickson McClain langsung berubah.

__ADS_1


Dialah yang menyuruh Elliot Cotton untuk diam-diam memasukkan Rolex itu ke bawah meja Leighton Peltz. Jika Elliot Cotton tertangkap, dia pasti akan menyeretnya juga.


Kalau begitu bukannya ini bunuh diri?


Dickson McClain panik dan berusaha menghentikan Jack Morrison untuk pergi, "Jack... bukan, petugas polisi, Elliot Cotton adalah temanku, ini pasti hanya salah paham."


"Salah paham?" Leighton Peltz mencibir.


"Sekarang buktinya sudah jelas, kau dan Elliot bersekongkol untuk menjebakku dan ingin memasukkanku ke penjara, Ini adalah sebuah kesengajaan bukan kesalah pahaman, apa kau mengerti?"


"Jangan asal bicara kau Leighton, bahkan jika kau tidak mencuri jam tanganku, bagaimana dengan ponselku dan Alisson, wali kelas sendiri yang menemukannya didalam sakumu, bagaimana kau menjelaskan ini?" Dickson McClain mencibir, dia ingin tahu bagaiman Leighton Peltz akan berkutit soal ini.


Dia tidak akan memiliki barang bukti untuk pencurian ponsel ini.


Kepala sekolah tiba tiba terbatuk saat ini, wali kelas Leighton Peltz kemudian segera berdiri, "Dickson, aku lupa memberi tahumu bahwa kedua ponsel itu bukan aku temukan dari saku Leighton, melainkan Leighton sendirilah yang secara inisiatif memberikannya padaku."


"Pak..."


Perkataan wali kelas membuat Dickson McClain benar benar tercengang.


Dia awalnya ingin menjebak Leighton Peitz sepenuhnya namun sekarang situasinya menjadi terbalik, semua bukti dan saksi tidak ada yang mendukungnya.


Tiba-tiba satu polisi lainnya menerima panggilan dan berlari ke Jack Morrison, "Jack, pak kepala ingin kita kembali."


"Kembali? Kenapa? Kita sedang menangani sebuah kasus." Jack Morisson bertanya dengan heran.


"Pak kepala mengatakan apapun yang terjadi kita tidak dapat menangkap seorang siswa yang bernama Leighton, dia menyuruh kita untuk segera kembali."


Setelah Jack Morrison mendengarkannya, dia hanya melirik Leighton Peltz dengan sangat kebingungan.


Dia tidak mengerti kenapa siswa SMA biasa ini memiliki begitu banyak kekuatan yang bahkan dapat membuat pak kepala meneleponnya secara langsung.


"Kalau begitu mari kita pergi." Jack Morrison melambaikan tangannya dan pergi.


Perintah ini sebenarnya tidak merugikannya, apabila penyelidikan tentang Leighton Peltz dinyatakan tidak bersalah, maka Dickson McClain dan Elliot Cotton lah


yang akan menjadi tersangka.


"Leighton, bagaimana kau ingin menyelesaikan masalah ini?" Jorah Peltz bertanya.


Sekarang semua bukti telah terkuak, Leighton Peltz hanyalah korban yang dijebak oleh Dickson McClain dan


Elliot Cotton. Jorah Peltz yang berdiri di belakang Leighton Peltz tampak seperti raksasa yang sedang melindunginya.


Dickson McClain yang ditatap oleh Leighton Peltz dan Jorah Peltz meraskan tubuhnya bergidik.


"Dickson, Porschemu kelihatan bagus juga, bagaimana jika kau memberikannya kepadaku? Setelah berpikir sesat, Leighton Peltz menjawab.


Bersambung.......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2