
Pip....tiba tiba tinggal satu garis lurus
Dokter kemudian datang bersama para suster
Hiks hiks...
Heiii bangunlah
Ayoo cepat bangun
...
Tidakkk,,,,tidak ini tidak mungkin...
Air mata terus mengalir membasahi pipi dan pakaiannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
hah...hah...hah
Aku terbangun dari mimpi
"Kenapa aku selalu memimpikannya, aneh dan mengerikan sekali"
Haii namaku Utari nama panggilanku Tari, namun berbeda dengan teman temanku, mereka memanggilku "Ut", dann aku selalu berfikir
__ADS_1
Entah kenapa namaku terdengar emmm ya gitu deh ... terkadang aku selalu bergumam mengenai hal ini, kata ayah sih kata "Ut" diambil dari nama ayah lalu "Tari" artinya perempuan, yah tapi setelah kupikir pikir itu tidak terlalu buruk, yaaa lumayan sih nama yg mudah diingat orang, wkwkwk...
Aku adalah perempuan yg cukup sederhana, gaya rambut pendek dikuncir satu dibelakang, dan kaos oblong serta celana 3/4 adalah pakaian sehari hariku, oh yaaa sekarang ini aku sudah berusia 22 tahun.
aku juga tidak pandai pandai amat dan juga gk rajin rajin amat, untuk masalah agama yahhh...begitulah, aku bahkan tidak lancar membaca al-qur'an.
Sedih rasanya, dan nyesel dulu waktu TPA sering gk masuk, ayahku adalah seseorang yg aneh, ia bisa menjadi orang yang sangat galak hingga aku tak lagi berani berucap sepatah kata pun.
Namun ia juga bisa menjadi sangat penyayang dan friendly banget ,dan ibu juga seorang yang sabar dan sangat pemaaf,, jadi mereka tidak terlalu mengekangku.
aku bahagia...setidaknya itulah yang dikatakan oleh orang orang kepadaku.
ketika sore hari
"Ahhhh.. Kenapa denganku , perasaan hidup ini monoton banget, boring juga.
Sore sore gini enaknya naik sepeda kali yaa,,,"
Aku pun memutuskan untuk bersepeda sore itu.
Lantas aku ganti baju dulu, soalnya bajuku kucel banget dan kalo keluar itu wajib pakai celana 3/4 kesayanganku,,,
Akhirnya aku bersepeda dan setelah sekitar 15 menit aku kecapekan.
Oh..Ya disekitar situ ada sebuah masjid yang lumayan gede, dan jujur aku agak malu duduk disitu.
Tak lama setelah aku duduk tiba tiba ada rombongan cowok mau ke masjid itu. mereka semua berjalan bersama sama melewati depanku dan dengan saling mengobrol, terlihat semuanya membawa al- qur'an ditangan mereka.
Mereka semua tak menghiraukanku, kecuali salah satu dari mereka, dia melihatku, namun entah kenapa tatapannya aneh sekali.
Aku yang risih dengan hal itu lantas berteriak padanya
"Biasa aja dong kalo liat",
Mereka semua terkejut dan bergumam sambil melanjutkan langkah mereka.
"Malu banget" aku buru buru berdiri dan akan pulang, tapi aku melihat sesuatu di depan sepedaku.
"apa ini", aku memungutnya dan melihat benda apa itu ,ternyata selembar foto 2 orang laki laki dengan pose yang sok keren.
__ADS_1
Tanpa kusadari ternyata sudah mendung, aku buru buru pulang,,, namun foto tidak penting itu, yang tadinya mau ku tinggal disana justru kutaruh dikeranjangku dan kubawa pulang
Aku berniat tidak mengembalikannya,
"ya bodo amat lah, kalo penting pasti ya disimpen baik baik" fikirku.
aku meletakannya di meja, dan aku mau mandi, aku ambil handuk didekat situ namun tanpa sengaja handuk itu menjatuhkan foto tadi.
Disitu aku baru tau, dibelakang fotonya ada tulisan, "teman selamanya" dan aku baru sadar ternyata foto itu terlihat sudah lama sekali, dan warnanya juga sedikit pudar.
Kemudian aku mengepalkan tanganku, dan memutuskan untuk mengembalikannya, lalu aku mandi dan tidur,,,
Pagi pun tiba,,, aku memikirkan pria itu hingga siang, bukan karena apa ,,, tapi memikirkan caraku mengembalikannya nanti, aku sudah cukup malu kemarin, dan parahnya lagi aku tak tau apakah dia akan kemasjid itu jam berapa, atau bahkan dia tidak kemasjid itu lagi.
"haaa... Pikiranku kemana mana" aku sedikit berteriak sambil mengacak ngacak rambutku
"Okee tenangkan dirimu tar,,, letss gooo kita brangkat"
Aku sudah sampai di tempat dudukku kemarin.
Aku terus menunggu sambil berfikir
"apa ini terlalu pagi ya??, atau dia tidak datang?"
banyak sekali terlintas pertanyaan dikepalaku, aku menunggunya selama 3 jam dan ini sudah hampir jam 12.00 siang, panas sekali. sepertinya cuaca sedang cerah.
Aku meninggalkan foto itu di denggung tempatku duduk dan menindih foto itu dengan kerikil agar tidak tertiup angin.
Aku menaiki sepedaku dan pulang,,, namun saat ditengah jalan aku sangat khawatir
"Gimana kalo dia nggak datang dan fotonya rusak ya, ah bodo amat", aku mengayuh sepedaku, namun aku berfikir lagi
" tapi kalo kemarin nggak kebawa sama aku mungkin dia udah balik ambil foto itu kan, dan kalo rusak jadi salahku dong,,, haaa tapi kan kalo kemarin nggak aku bawa pulang palingan juga dah rusak kena air hujan" gumamku.
aku terus mengayuh sepedaku, namun tanpa sadar kakiku semakin pelan mengayuh, aku berhenti sejenak dan memutar balik arah sepeda untuk mengambil lagi foto itu.
Aku melaju cepat, namun setelah dekat dengan denggung itu aku terkejut.
Ternyata dia duduk disitu sambil menatap fotonya, aku berencana berbalik arah lagi, namun sepertinya laki laki itu sadar aku ada disitu, lantas ia berteriak kepadaku
__ADS_1
"heyyyy kau yang naik sepeda!!!",
Jangan lupa baca kelanjutan critanyaaa... See you next time:)