
aku sangat terkejut, dia menghampiriku, dan berkata
"apa kau membawa foto ini kemarin?",
aku agak takut dia akan salah faham dan marah soalnya nada bicaranya keliatan dingin banget, aku kemudian aku menjawabnya,
"Maafin aku, iya kemarin kebawa sama aku, soalnya aku liat foto itu jatuh didepanku, aku liat foto itu, dan buru buru pulang dan foto itu kebawa."
Aku mengucapkan kalimat itu dengan cepat dan lantang agar dia tidak salah faham.
Setelah beberapa detik aku bicara, lalu dia menjawab.
" Terimakasih" sambil tersenyum pada foto itu.
Aku yang bingung lantas bertanya,
"Emang foto apaan sih?"
Dia hanya tersenyum kepadaku,
Tapi entah kenapa tiba tiba dia melihatku dengan aneh lagi dan buru buru menundukkan pandangannya,
Aku hanya bisa menggaruk kepala belakangku dan bertanya
"Kenapa sih dari kemarin tatapanmu aneh gitu?"
Dia hanya menunduk dan barkata
" Apa kau selalu bersepeda lewat sini?"
Aku sedikit terkejut, dan menjawab
"kalo iyyy...a kenapa?", aku hanya bisa melihatnya dari samping karena dia selalu menundukan wajahnya.
__ADS_1
dia sedikit tersenyum kemudian dia hanya terbatuk.
Adzan dzuhurpun berkumandang dan laki laki itu berdiri. dia berjalan ke arah masjid dan aku teringat
"Heeyyy tuan foto!!! Siapa namamu...???"
Dia berbalik dan menjawab " namaku Ahmad"
Aku pulang dan berbaring sambil melihat atap. "dia sepertinya orang yang baik, seandainya dunia itu dipenuhi laki laki seperti itu" dalam batinku.
Berjam jam aku berfikir, tak terasa hari sudah sore. lantas aku beranjak dari kasurku dan melihat kearah cermin besar didepanku
"Apakah aku pantas mendapatkan laki laki seperti itu, sifatku, kepribadianku, hidupku, rasanya tak ada yang pantas.
" Aku adalah perempuan yang dipenuhi dosa
Aku sadar aku telah bersalah atas hidupku selama ini, aku ingin memperbaiki hidupku, namun entah kenapa aku belum menemukan jalannya. bahkan aku ragu apakah dosaku dapat termaafkan" .
Kalimat itu selalu saja terngiang dikepalaku, mirip seperti sebuah kaset yang tak bernah berhenti diputar.
"Aku ingin kembali"
Lalu keesokan harinya, aku berpura pura lewat depan masjid itu, aku berhenti di sekitar situ sambil berpura pura rantai sepedaku lepas,,,
Ya... Aku sepertinya sudah gila, aku melepas rantai sepedaku padahal aku tidak tau apakah dia akan datang, namun sepertinya nasibku baik hari ini.
Tak lama setelah itu dia keluar dari masjid dan melihatku.
Diapun menghampiriku, dan aku menyapanya.
" ohh haii..." dan dia membalas sapaanku hanya dengan sebuah pertanyaan
"mau kubantu?"
__ADS_1
Aku langsung menjawab
"ya" tanpa malu malu.
Sambil dia membetulkan sepedaku, aku bertanya padanya
"apa kau hidup dilingkungan orang orang beriman sejak kecil?"
Dia menjawab "kenapa kau bertanya seperti itu?"
Lalu tanpa sadar aku bercerita tentang keresahanku selama ini. dia mendengarkan ceritaku sambil membetulkan sepeda, hingga aku bertanya padanya
"Apa kau bisa merubah hidupku"
Kita terdiam sejenak sambil saling menatap, namun selang tak begitu lama dia tersenyum padaku, dan dia mengatakan
"Sepedamu sudah beres,,, dan soal pertanyaanmu tadi jawabanku adalah tidak bisa"
Lantas aku sedikit menaikan nada bicaraku
"Aku menyesal telah mengatakannya padamu, aku tak mendapatkan apapun saat bertanya padamu"
Laki laki itu berdiri sambil mengatakan
" aku tak bisa mengubah hidupmu, kau sendirilah yang bisa merubah hidupmu, namun jika perkataanmu itu serius sepertinya aku bisa membantumu. besok akan kutunggu kau ditempat ini dan ikutlah denganku apa kau tidak keberatan?"
"Kemana?" kataku sambil bingung
"Ya terserah kau kau setuju tidak" kata laki laki itu.
Kemudian aku sedikit mengangguk, dan itu membuatnaya tersenyum.
"Oh ya lain kali kalau kesini berpakaianlah lebih sopan!" kata laki laki itu sambil berjalan.
__ADS_1
(Bagi yang gk tau... denggung itu sejenis tempat duduk dari semen didaerahku,,)
Jangan lupa baca kelanjutannya yaa...