Selembar Hijab Untukku

Selembar Hijab Untukku
eps.7 terluka


__ADS_3

"Aww... Maaf aku tidak sengaja"


Mia meminta maaf pada laki laki yang dia tabrak


"Saya tidak apa apa, bagaimana dengan nona?"


Laki laki bertanya dengan sangat halus,


Mia hanya mengatakan bahwa dia tidak apa apa, lalu Mia pergi meninggalkan laki laki itu,,,


Adzan magrib sudah berkumandang, kita semua bersegera membatalkan puasa dan sholat berjamaah di masjid itu, lantas setelah itu kami berbuka puasa bersama dengan makanan yang sudah disediakan, oh iya tempat laki laki dan perempuan diberikan sekat pemisah, jadi aku tak bisa melihat Ahmad.


Jujur dari awal aku mencari Ahmad, tapi hingga sekarang aku belum bertemu,,,


Dan hari itu kita tidak langsung pulang karena sekalian menunggu sholat tarawih.


Aku duduk di tempat yang mirip pondok tepat disamping masjid itu, aku memandangi langit sambil menunggu Mia datang karena dia masih mau cari makanan katanya.


Aku duduk termenung dan ada beberapa laki laki mendekatiku, ternyata itu Ahmad bersama teman temanya,,


Dia mengomeliku, "heiii ini tidak pantas, kau duduk di depan pintu pondok anak laki laki, sendirian pula!",, Ahmad berbicara dengan serius dan nada sedikit tinggi


Aku terkejut dan meminta maaf "i..ya maafin aku, aku nggak tau kalo ini pondok anak laki laki, aku juga baru pertama kali kesini" aku berkata seperti itu sambil berdiri dan menunduk karena malu


Namun ternyata teman Ahmad membelaku "Mad ngga usah sampe marah gitu, lagian dia juga ngga tau"


Akupun langsung menyautnya "Em nggak apa apa kok, emang akunya yang salah"


Mereka semua hanya terdiam karena tak tau lagi mau ngomong apa, Setelah itu Mia datang, namun melihat aku menunduk Mia langsung mengajaku untuk pergi,


Namun saat kita akan berbalik arah, salah satu dari laki laki itu memanggil


"Heii nona, kau yang tadi menabrakku kan, kenalin namaku Rendi?"


Mia hanya menengok sedikit dan mengangguk, kita lalu pergi meninggalkan pondok itu


Ahmad dan Rendi POV

__ADS_1


" kenal darimana lu cewe tadi?" tanya Ahmad kepada Rendi,,


"Oh.. Tadi kita ngga sengaja tabrakan, lu sendiri kenal cewe tadi darimana?" tanya balik Rendi


"Kita kenalnya ngga sengaja juga sih, tiba tiba aja dia sering dateng kesini" dia cewe yang aneh pokoknya..." Ahmad mengatakan itu sambil tersenyum


Rendi yang sadar akan hal itu langsung berusaha mengartikan sesuatu " ehhh,,, lu senyum senyum jangan jangan naksir ya sama cewe tadi, jangan sering sering ketemu, awas nanti bisa kebablasan loh"


"Apaan sih Ren... Baru juga kenal"


"Alaaah... Ga usah boong, keliatan kok, eh kalo ketemu kenalin juga ya gw, siapa tau malah jadi jodoh gw" gurau Rendi


"ya kalau dia mau ya gapapa" balas Ahmad


Kita bersama sama sholat tarawih, dan setelah beberapa menit kita selesai sholat...


Aku dan Mia akan pulang, kami mengemasi mukena dan barang yang kita bawa, oh ya sebelum aku pulang, aku menyempatkan jadwal acara yang ada di masjid itu, ternyata untuk hari dekat ini, belum ada acara yang sekiranya bisa aku datangi


Jadi aku dan Mia berjalan ke parkiran untuk mengambil sepeda, kami hanya memakai 1 sepeda karena sepeda Mia sedang rusak, aku membonceng Mia dibelakang,,,


Orang orang disekitar situ kaget, dan buru buru menolong kami


Aku dan Mia dibawa ke pondok khusus perempuan yang letaknya tak jauh dari pondok laki laki, tidak ada luka serius, hanya saja kaki kiri Mia terkilir, dan telapak tanganku terluka karena tergesek kerikil, jujur lumayan perih, tapi untungnya orang orang di pondok itu sepertinya ramah semua, kami diberikan obat agar sakitnya hilang, setelah sakitnya mereda,


aku berbincang bincang dengan salah satu perempuan disitu, dia bertanya padaku


"Kakak sepertinya bukan dari daerah sini ya?"


Akupun mengiyakan pertanyaan itu,. namun tak hanya sampai disitu, dia bertanya lagi


"Lalu bagaimana kakak bisa sampai ke sini, apa di sekitar rumah kakak tidak ada masjid?"


Aku pun menjawab "Emm ada kok... Hanya saja ada suatu kejadian hingga aku berakhir sampai disini"


Perempuan itu lumayan ingin tau, namun ternyata setelah berbincang agak lama, kita merasa jadi agak akrab, dan karena mulutku yang agak blak blakan, tanpa malu aku menceritakan saat aku bertemu dengan Ahmad,,,


Perempuan itu sedikit terkikik, lantas aku bingung apa alasannya, dan tak lama dia memeritahuku sesuatu

__ADS_1


"Kakak belum tau ya,,, kalo kakak mencari Ahmad, dia bakalan ada di masjid ini terus kok, soalnya dia emang tinggal di pondok itu sekarang, aku anak dari pemilik masjid ini, dan bapak itu udah nganggep kak Ahmad kaya anaknya sendiri," dia berkata seperti itu dengan santainya dan membuatku terkejut


"Aku kira kamu tadi cuma lagi acara pondok aja disini, karena lagi ramadhan"


Dia tersenyum dan menawariku


" Daripada kakak bolak balik kesana kemari sebenernya kakak juga boleh loh ikut mondok disini, gimana kak?"


Aku masih ragu dan meminta waktu untuk memikirkan, jadi aku mengalihkan pembicaraan,


" oh iya kenalin ini sahabat aku namanya Mia"


Akhirnya kita saling mengobrol, dan tak disangka kita bertiga merasa cocok.


Karena kaki Mia sudah membaik, aku memutuskan untuk pulang


Author POV


Sebenarnya tadi Ahmad mendengar bahwa Utari dan temannya jatuh, jadi dia khawatir dan menunggu di pintu keluar, namun bukan untuk menyapanya, tapi hanya untuk memastikan Utari dan temannya baik baik saja,


Jadi saat meliat Utari pulang bersama temannya dia sangat lega,,,


Hanya saja Utari tidak melihat Ahmad


DUA HARI KEMUDIAN


Orang orang di masjid sedang melaksanakan pengajian, semuanya tengah berkumpul,,,


Dan ada perempuan yang mengantarkan air minum


"Assalamu'alaikum..."


Jangan lupa baca eps berikutnya yaaa...


Saya memint maaf apabila terjadi kesalahan bahasa maupun pengetikan


Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2