Selembar Hijab Untukku

Selembar Hijab Untukku
eps. 8 taaruf???


__ADS_3

Assalamu'alaikum


Author POV


Seorang wanita datang ketempat itu menghantarkan air minum.


Ia mengenakan gamis dan hijab yang panjang, suaranya sangat lembut ketika mengucap salam, semua orang disana menjawab salam dan melihat ke arah wanita itu, ketika itu Ahmad yang juga ada disitu terkejut.


Wanita itu adalah Utari. Dia baru saja datang dan ia memutuskan untuk mengikuti acara pondok di masjid itu.


Utari diminta untuk menghantarkan air minum sekalian untuk memperkenalkan diri. Utari ditemani oleh anak pemilik masjid itu, namanya Rani, dia 3 tahun lebih muda dariku, dan bisa dibilang dia adiknya Ahmad.


Ahmad sangat terkejut dan hampir tidak mengenali Utari karena penampilanya sudah benar benar berubah total. Utari tersenyum ramah pada semua orang disana, termasuk kepada Ahmad.


Melihat Utari tersenyum, pipi Ahmad memerah dan ia buru buru menundukkan wajahnya.


Utari setelah itu ikut duduk diantara rombongan para wanita dan berusaha menyesuaikan diri. Lalu Rani bertanaya


"Kak Tari,,, teman kakak nggak ikut sekalian mondok disini?" ucap Rani ingin tau


"Oh maksudmu Mia, entahlah... katanya dia ingin ikut tapi masih belum yakin" jawabku pada Rani.


Kami mengikuti acara yang ada di masjid itu hingga selesai, kami bersama sama kembali ke pondok khusus perempuan.


Namun aku tidak langsung kembali ke pondok karena harus pergi menemui ayah dan ibu Rani untuk mengurus kedatanganku.


Disitu aku diberikan banyak sekali nasehat oleh orang tua Rani, mereka menjelaskan dengan sangat sopan dan lemah lembut. Aku menerima semua nasehat yang diberikan. Dan aku diberi sebuah mukena, katanya untuk ucapan selamat datang. Aku sangat bahagia bisa bergabung dalam acara ini, aku seperti menemukan keluarga baru.


Aku berbincang bincang agak lama. Dan tiba tiba Ahmad mengetuk pintu untuk mengantarkan bekas piring piring dari acara tadi. Orang tua Ranipun meminta Ahmad untuk masuk.


Aku reflex memanggil namanya, dan orang tua Rani agak terkejut


" Loh kalian sudah saling kenal"


Ahmad pun menjelaskan


"Iya Ustadz, kami kenal sejak beberapa minggu yang lalu."

__ADS_1


Kemudian Ustadz itu berpesan kepadaku


"Nak Tari... Ini Ahmad, dia sudah saya anggap seperti anak saya sendiri, kalau ada apa apa, kamu juga boleh meminta bantuannya, percayalah Ahmad ini anak yang baik."


Mendengar hal itu Ahmad langsung mengubah topik dengan menanyakan, Rani ada dimana.


Walaupun mereka bukan saudara kandung, Ahmad dan Rani memiliki hubungan yang bisa dibilang akrab, dan mereka saling menjaga satu sama lain, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan.


Ahmad mencari Rani untuk memberikan rujak buah kesukaan Rani, karena katanya dari kemarin Rani pengen banget makan rujak buah.


Dan aku memutuskan untuk kembali kedalam pondok perempuan.


Aku masuk kedalam pondok itu, dan disana ada beberapa wanita juga, kami sudah tidak terlalu canggung karena sudah mengobrol tadi.


Aku duduk bersama mereka dan saling mengobrol, mereka sepertinya senang berkenalan denganku, jadi aku merasa nyaman dan tidak terganggu.


Tak lama dari itu, Rani datang membawa kantong plastik. Dan ternyata isinya rujak buah. Aku tersenyum melihat rujak itu, karena aku tau itu rujak dari Ahmad.


"Ahmad ternyata bisa jadi laki lki yang manis dan penyayang banget ya, kelihatanya dia begitu menyayangi Rani seperti adik kandungnya sendiri" ucap dalam batinku.


Rani mengeluarkan rujak itu dari plastik dan sedikit bergumam


Dan salah satu wanita disitu menjawab


"Yaudah sini kalo nggak mau, biar kita yang bantu abisin" sambil mengambil satu kotak mika rujak buah.


Kita memakan rujak itu bersama sama, seketika aku tersadar akan kehangatan suasana saat itu, kami bercanda tawa hingga lupa waktu, ternyata ini sudah lumayan malam, jadi kami bergegas tidur karena nanti juga harus bangun untuk sahur.


Pukul 03.00 am


Tidak biasanya aku bangun jam segitu, tapi karena ini peraturan, jadi aku harus menaatinya


Aku baru sadar, ternyata suasana ramadhan bisa terasa begitu indah. dan setelah itu anak laki laki terdengar sangat berisik membangunkan orang orang sahur, mereka berteriak dan berkeliling desa tersebut, sedangkan para perempuan memasak untuk dimakan bersama sama.


Kita memiliki tugas masing masing. Dan akhirnya kita semua makan bersama sama, namun tetap pada pondok masing masing, beberapa perempuan harus memberikan makanan ke tempat pondok laki laki selagi mereka keluar.


Beberapa hari kemudian...

__ADS_1


Aku menyapu depan pondok perempuan, dan aku melihat, Mia keluar dari rumah Ustadz.


Aku langsung menghampiri Mia dan bertanya


"Eh Mi Aku rindu padaamuuu" aku sangat senang dan memeluk Mia


"Aku juga rindu padamu Ut... Aku kesepian tau, gak ada lagi deh yang curhat sama aku, dan mungkin ramadhan ini, aku juga mau coba ubah sedikit kepribadianku" ucap Mia yang sedikit sok manja


"Apaan si Mi, ga usah lebay deh" jawab gurauku pada Mia.


Author POV


Saat Tari dan Mia saling bergurau, lagi lagi disitu ternyata ada Ahmad, ia juga ada di dalam rumah Ustadz tadi, namun karena Mia tidak mengenali Ahmad jadi tadi dia cuek aja didalam.


Ahmad berdiri di sekitar rumah itu dan melihat Utari yang sedang tersenyum dan bercanda. Seketika Ahmadpun ikut tersenyum. Dan tanpa ia sadari, Ustadz itu ada di sebelah Ahmad, ia juga sedang mengamati Tari, bukan karena apa, tapi karena melihat sepertinya Ahmad tertarik pada Tari.


"Ehm..." Ustadz itu terbatuk disamping Ahmad.


Seketika Ahmad terkejut. Dan ustadz itu bertanya pada Ahmad


"Bagaimana pendapatmu dengan nak Tari?"


Lagi lagi Ahmad menjawab


" Dia gadis yang Aneh"


Namun kali ini Ahmad tidak mengucapkan itu dengan tersenyum, dia berusaha membuat ekspresi yang sedikit cool.


Ustadz itu lantas bertanya lagi "Ahmad, aku lihat sepertinya kau selalu memperhatikan gadis itu, apakah kau tertarik kepadanya?"


Seketika Ahmad terbengong dan akan pergi dari tempat itu meninggalkan Ustadz. Namun usaha Ahmad sia sia, Ustadz itu langsung menanyakan pertanyaan tanpa basa basi lagi


" Bagaimana jika kau bertaaruf dengan nak Tari, sepertinya kalian akan cocok" ucap Ustadz tanpa ragu


"Taaruf???" ucap Ahmad syok


Mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam kalimat maupun pengetikan...

__ADS_1


Jangan lupa baca kelanjutan ya


Happy reading:)


__ADS_2