Selembar Hijab Untukku

Selembar Hijab Untukku
eps.15 penasaran


__ADS_3

Pagi pukul 07.00


Bos dan anak buah POV


Bos pulang kerumah dan langsung bertanya keadaan tentang Utari.


"Gimana keadaan cewe itu, apa dia udah terbiasa dengan rumah ini?" Tanya Bos pada anak buahnya.


"Bagaimana mau terbiasa, dia kan masih dikurung di ruangan itu Bos." Jawab anak buahnya.


"Tunggu dulu,,, jadi kau benar-benar masih mengurung cewe itu." Ucapnya sambil terkejut.


"Kan Bos sendiri yang suruh buat ngga ngeluarin dia sebelum diperintah." Jelas sang pengawal.


Namun tiba-tiba saja Bos malah memukul kepala belakang anak buahnya.


"Aduh, sakit Bos" Rintihnya.


"Lu pura-pura gob*ok atau emang gob*ok sih, kaya lu ga kenal gue aja, bisa-bisanya lu beneran kurung dia seharian penuh gitu...., dan jangan-jangan lu juga ga kasih selimut lagi?" Tanya Bos penasaran.


Anak buahnya hanya tersenyum terpaksa. Melihat hal itu sang Bos berlari kearah ruangan Utari. Dan ketika ia tiba diasana, ia buru-buru membuka pintunya.


Betapa terkejutnya dia melihat Utari tergeletak di lantai dengan wajah yang begitu pucat.


Dia menggendongnya dan membawa dia ke dalam kamarnya. Ia buru-buru memanggil asisten untuk segera merawat Utari.


"Dia ngga lu kasih makan ya?" Tanya Bos marah pada pengawalnya.


"Saya kasih kok, cuma waktu itu kan saya kasihnya pagi, terus katanya dia puasa, jadi aku suruh dia makannya nanti aja nasinya pas udah boleh makan, jadi bukan salah saya dong kalo dia ngga mau makan." Jawab anak buahnya dengan santai.


"Kayaknya otak lu emang harus dibenerin deh, makanan pagi lu suruh dia makan pas malem, ya pasti basi lah be*o, mana lantai diruangan itu tu dingin banget. Ucap Bos marah.


"Ya... maap bos, lagian saya kan cuma ngikutin perintah, saya kan juga ngga tau kalo Bos cuma mendidik dia supaya nurut." Ucap anak buah menyesal.


Mendengar hal itu Bos cuma bisa diam karena sadar dia juga bersalah.


Utari POV


Beberapa jam kemudian...


Uhhh... Kepalaku terasa sangat berat. Aku perlahan membuka mataku. Aku sadar dan berencana untuk mandi. Dan terkejutnya aku.

__ADS_1


"Aaaaaaaa..." Aku berteriak dan sontak membangunkan laki-laki yang tertidur di kursi kamarku. Ya tentu siapa lagi kalo bukan orang yang biasa disebut Bos itu.


Laki-laki itu terkejut dan menghampiriku dengan bingung.


"Ada apa." Tanyanya.


"Hei kau yang mengganti pakaianku ya..." Aku marah-marah padanaya.


"Bukan aku." Jawabnya singkat.


"Lalu siapa, lagipula jika bukan kau disini isinya laki-laki semua. Katakan siapa yang menggantinya." Aku semakin marah.


Ekspresinya seperti malas menjawab pertanyaan ku, jadi dia akan pergi dari kamar itu.


"Heiii... Tuan, kau tidak bisa menjawab ku haaa?" Ucapku.


Tiba-tiba saja, "Ceklek." ada yang membuka pintu. Dia masuk kekamarku sambil membawa makanan. Dan laki-laki yang dari tadi kumarahi menatapku sambil menunjuk orang yang baru saja masuk, mengisyaratkan dialah yang mengganti pakaianku.


Ternyata dia adalah seorang wanita parubaya yang bekerja untuk laki-laki itu.


"Aaaaa.... Malu bangettt" teriak dalam hatiku.


Wanita itu lantas menaruh makanan di meja sebelah kasur ku dan memberiku obat pereda rasa sakit. Sambil menyuruhku meminum obat dia berbicara padaku.


"Aldo, siapa Aldo...?" Aku kebingungan.


"Ya siapa lagi kalo bukan bos disini." Jelas wanita itu.


"Owww. Jadi dia namanya Aldo." Ucapku dalam hati.


"Emmm... Nyonya... Kalo boleh tau kok baju saya bisa ada disini semua." Tanyaku pada wanita itu.


"Ehhh... Jangan panggil nyonya, panggil saja Bibi, semua orang memanggilku begitu disini. Kalo soal bajumu, Tuan Aldo yang meminta kakakmu untuk membawanya kesini."


Wanita itupun pergi lagi. Dan aku terus berfikir, bagaimana bisa wanita itu bilang dia baik, jelas-jelas dia memperlakukan aku dengan begitu buruk.


"Ehh... Tapi melihatnya waktu tadi dia terkejut, dan berusaha mengelak dari pertanyaanku, dia memang terlihat sedikit imut, apalagi saat dia memakai baju santainya, dia benar-benar bukan seperti pria yang kutemui pertama kali. Ehhh... mikir apaan sih." Aku bergumam sendirian seperti orang gila.


Aku bangun dari kasur dan keluar untuk mandi. Dan yaa... Aku masih tidak tau dimana kamar mandinya. Aku terus saja melihat-lihat rumah itu, Aku semakin kesal karena tak kunjung menemukannya.


Aku melihat Bos itu sedang mondar-mandir dan aku memanggilnya.

__ADS_1


"Aldo..." Teriakku padanya. Dan tentu saja dia terkejut.


"Heiii, berani-beraninya kau memanggilku begitu, siapa yang memberitaumu?". Tanyanya binggung sambil melihat-lihat sekitar, dan Bibi lewat disitu. Mata Pria itu seketika menatap Bibi.


Bibi hanya tersenyum dan menggaruk kepala sampingnya lalu bergi. Dan pria itupun berbicara padaku.


"Pliss... Ngga usah sok akrab manggil gue pake nama, semua orang disini manggil gue Bos, paham sekarang." Ucapnya sambil menyombongkan diri.


"Hmmm... Iya iya, btw kamar mandinya dimana?" Tanyaku padanya.


"Perasaan kemarin lu udah tanya deh, masa ga ketemu sampe sekarang, dasar lola." Ucapnya menyebalkan.


"Heee asal lu tau ya, gue kemarin nyari muter-muter di sini, emang lu juga bakal tau kalo lu tanya arah terus cuma dijawab pake jari telunjuk doang." Ucapku kesal.


"Anterin lah. dari kemarin belum mandi nih." Aku berbicara padanya lagi.


"Ogah gue sibuk." Jawabnya singkat lalu dia akan pergi.


Aku terus diam di tempat itu sambil melihat-lihat arah. Dan sepertinya Pria sombong tadi menghentikan langkahnya dan melihat kearahku.


Dari kejauhan terlihat dia menggaruk kepala belakangnya dan menghampiriku.


"Cepet ikutin gue." Dia berjalan dengan sangat cepat. Aku terus mengikutinya dari belakang. Dan akhirnya kita sampai di kamar mandi. Aku masuk ke dalam dan pria itupun pergi.


Aku sontak masih terheran heran, kamar mandinya saja sebesar ini. Tapi yang membuatku jengkel adalah kenapa tempatnya sangat terpencil layaknya tempat rahasia. Pantas saja aku tidak kunjung menemukannya kemarin.


Aku akhirnya selesai mandi, airnya terasa begitu menyegarkan. Setelah itu aku bejalan-jalan sambil melihat lihat seisi rumah ini.


Aku melihat sebuah ruangan yang sepertinya itu adalah tempat kerjanya. Nampak seperti ruangan pertemuan atau semacamnya, entahlah aku tidak terlalu paham.


Aku mendekati ruangan itu karena aku penasaran, Namun aku sangat terkejut, di tempat itu ada kakakku dan si pria sombong tadi sedang membicarakan sesuatu. Jadi aku menguping pembicaraan mereka, disitu aku banyak mendengar obrolan yang membuatku sedikit bingung.


"Lu beneran belum berencana buat kasih tau kejadian yang sebenarnya terjadi." Tanya Aldo pada Kakak Utari.


"Gue belum siap bro, apa jadinya nanti kalo dia tau yang sebenarnya, dan penyebab kejadian itu bener-bener salah gue. Gue ngga bakal bisa maafin diri gue sendiri Do." Jawab kakak Utari pada Aldo.


Aku benar-benar tidak faham apa yang mereka obrolkan. Aku berencana menguping lagi, namun tiba-tiba salah satu pengawal itu meneriakiku.


"Heiii... Ngapain kau disitu." Teriak pengawal padaku.


Aku berlari meninggalkan tempat itu dan menuju kamarku.

__ADS_1


Author POV


Di satu sisi, Aldo dan Farhan terkejut ada yang mendengar pembicaraan mereka.


__ADS_2