Selembar Hijab Untukku

Selembar Hijab Untukku
Eps.23 Terus Bertengkar


__ADS_3

"Ouhhh... Menyebalkan sekali cewe itu, semoga dia cepat pergi dari sini." Gumamku sambil berbaring di kasur.


Saat di kampus...


Hari ini kelas sudah dimulai dengan normal. Aku duduk di kursiku sembari menunggu dosen untuk masuk ke kelas.


"Selamat pagi... Semua..." Dosenku datang.


"Selamat pa.....gi." Aku membelalakkan mataku.


"Halo semuanya, perkenalkan nama saya Grace panggil saja bu Grace. Saya juga baru ada di universitas X ini beberapa hari yang lalu, dan saya adalah dosen bahasa Inggris di sini. Semoga kita menjadi lebih akrab kedepannya." Dia memperkenalkan dirinya.


Dosenku adalah wanita yang kemarin malam berdebat denganku. Dia melihat sekeliling kelas dan...


"Owh... saya merasa tidak asing di sini, sepertinya saya akan betah berada di kelas ini." Ucapnya sambil menatap ke arahku dan tersenyum licik.


"Heh... Apa paan senyumnya itu." Batinku.


"Oke... Open your book now." Ucap wanita itu dan dia memulai materi pembelajarannya.


Untunglah dia tidak bertindak aneh-aneh saat itu.


Waktu istirahat...


Orang-orang keluar dari kelas begitu juga aku. Namun wanita itu memanggilku.


"Hei nona yang berbaju biru." Ucapnya padaku.


Aku menengok karena memang hanya aku wanita berbaju biru di tempat itu. Kemudian aku menyuruh temanku Dasha untuk pergi bersama teman yang lainnya.


Aku mendekati Grace.


"Ada apa?" Ucapku.


"Hei... tidak perlu kaku begitu, santai aja gue bukan tipe orang yang mencampur adukan masalah pribadi dan yang bukan. Tapi pliss... gue ngga mau lo sok kenal sama gue waktu di kampus." Ucapnya lagi-lagi menyebalkan.


"Haha... siapa juga yang mau sok kenal sama elu, pede banget." Ucapku sambil tersenyum kecut.


"Bagus deh..." Jawab Grace singkat.


"Udah mau ngomong gitu doang?, buang-buang waktu banget." Jawabku.


Akupun akan pergi dari kelas, tapi Grace memanggilku lagi.


"O ya... habis ini lu mau ke kantin kan?" Tanya Grace padaku.


"Kenapa emangnya." Jawabku.


"Nitip ini dong bawain ke kelas sebelah, penting banget ini. soalnya gue ngga searah, tadi lupa mau mampir kesana." Dia memintaku untuk membawakan sebuah flashdisk.


"Oke deh sini kasih ke gue." Aku menyetujuinya.


Author POV


Kelas sebelah yang di maksud Grace adalah kelas yang ditempati Ahmad.


Jela atau lebih tepatnya Utari menuju ke kelas itu dan berdiri di depan pintu untuk memberikan barang titipan Grace. Untungnya dosen di kelas itu masih di dalam.

__ADS_1


"Permisi, saya ingin memberikan barang titipan dari bu Grace." Ucap Jela di depan pintu kelas.


"Oh iya terimakasih." Ucap dosen di kelas itu.


Jela hanya tersenyum dan berbalik untuk segera ke kantin.


"Tari...?" Ahmad terkejut mengetahui ada perempuan mirip Utari di depan pintu kelasnya. Namun Ahmad tidak bisa mengejarnya karena masih ada jam kelas.


Utari POV


"Dasha... yang lain mana?" Tanyaku pada dasha yang dari tadi duduk sendirian.


"Udah pergi duluan." Jawab Dasha.


"Kok kamu nggak ikut?" Tanyaku.


"Aku masih mau ketemu sama penyejuk hati dan mataku." Ucapnya sambil salah tingkah.


"Ihh... Apaan deh." Jawabku.


"Hilihh... jangan bilang kamu juga kesemsem sama dia." Ucap Dasha menggodaku.


"Nggak lah. Yaudah kejar sono. Btw dia masih ada kelas, mungkin istirahatnya nggak barengan." Jawabku agak gimana gitu.


"Lah... bilang dari tadi kek!" Dasha tiba-tiba cemberut mendengar hal itu.


"Salah siapa nggak nanya haha..." Jawabku mengejeknya.


Geng Cakar Elang POV (Geng yang mengincar Utari dan kakaknya)


"Sepertinya akan lancar bos, dan mereka sampai sekarang masih berada dalam perlindungan kelompok Gagak Putih." Ucap anak buahnya.


"Heh... ini pasti akan seru, sebenarnya tujuan awalku hanya ingin menangkap dua tikus itu, tapi sekarang sekalian saja kita hancurkan kelompok s*a*an itu. Mereka juga sangat merepotkan untuk bisnis kita." Ucap bos sambil tersenyum sombong.


"Mulai besok kita jalankan misi yang sudah ditentukan. Dan tugas lo adalah mengawasi pergerakan mereka. Gue bakalan atur strategi.


"Tapi bos, mereka sangat kuat." Jawab anak buahnya.


"Brak..." Bos mereka menggebrak meja.


"Apa kau meragukanku ha?, kalau lu dulu ngga gue angkat jadi anak buah, lu udah nggembel dan mati disiksa sama gerombolan di luar sana. Paham lo." Bos mereka terlihat marah.


Jela dan Grace POV


Aku berjalan pulang ke rumah namun tiba-tiba.


"Eitss... tunggu tunggu tunggu." Grace menarik bajuku.


"Ada apa sih, katanya tadi ngga usah sok kenal, tapi di sini malah elo sendiri yang sok kenal." Ucapku pada Grace.


"Jangan kepedean dulu ya, di sini gue cuma mau nanya. Lagian ini juga udah di luar jam kerja, jadi ga masalah kan." Ucap Grace seenaknya sendiri.


"Oke oke gue kalah. Cepet mau nanya apaan." Ucapku.


"Gue mau nanya, sebenernya lu siapa sih, kok lu bisa sok kenal gitu sama Aldo, pliss ya lu jangan kegatelan sama dia." Ucapnya.


"Heehh... gue bukannya sok kenal, tapi gue emang kenal sama Aldo. Jawabku.

__ADS_1


"Gk mungkin, gue ngga percaya, Aldo ngga mungkin seleranya cewe kaya lo. Dan asal lu tau, dia bukan tipe orang yang gampang diajak kenalan. Gue aja yang kenal dari dulu, dia ngga bisa se friendly yang lo bilang." Ucapnya panjang lebar.


"Oke gini aja, kita buktiin, siapa yang lebih kenal sama Aldo." Ucap Grace.


Aku melihat Ahmad sedang memperhatikan kearahku dan Grace.


"Sori Grace gue pergi dulu." Aku meninggalkan Grace dan berlari dengan cepat.


Ternyata Grace juga tidak bisa diremehkan, larinya begitu cepat hingga berhasil mendahului aku.


"Stop... Jangan kabur ya lo, enak aja main lari ninggalin pembicaraan, lu pasti takut kan sama tantangan gue." Ucap Grace terus berbicara.


Aku yang tidak fokus dan terus melihat sekeliling. Tiba- tiba...


"Prak..." Aku menendang pot yang jatuh dari lantai atas sebuah rumah. Pot itu terlihat hendak terjatuh di atas kepala Grace.


Grace hanya terbelalak melihat pot itu pecah di hadapannya.


"Untung aja kepala lu ngga pecah." Ucapku pada Grace.


"Eh... tunggu dulu, lu denger suara mendekat ngga sih." Tanya Grace padaku.


"Suara apa an. Eh... ini kan rumah yang kemarin, jangan-jangan..." Ucapku kebingungan.


"Guk... Guk..." Terlihat anjing kemarin sedang berlari mendekati kami.


"Eh Grace lari Grace..." Aku menyuruhnya berlari.


"Halah Anjing gitu doang mah kena tinju gue juga habis." Jawabnya sombong.


"Pliss ngga usah banyak cing cong. Ini bukan seperti yang lu banyangin." Ucapku.


Setelah melihat dari jarak yang lebih dekat, Grace baru sadar kalo Anjing itu terlihat sangat besar dan galak.


"Woy... lari woy..." Grace lari menggandeng tanganku.


"Apa apaan ini." Batinku.


Akhirnya kami tiba di terminal dan memasuki bus. Dia baru sadar kalau dia menggandeng tanganku dari tadi.


"Hei... gara-gara elu ya, mobil gue ketinggalan di kampus." Grace menyalahkan aku.


"Ya siapa suruh ngikutin gue." Jawabku singkat.


"Btw makasih tadi dah nolongin kepala gue. Lu mau duit berapa, gue ngga suka utang budi sama orang." Ucap Grace lagi.


"Ngga usah, gue ngga perlu." Jawabku dan langsung pergi meninggalkan Grace ketika telah sampai di tujuan.


Anak buah geng Cakar Elang POV


Orang itu terlihat mengikuti Utari sejak tadi, namun tiba-tiba...


"Ekhhh... Ekhh..." Ada yang menikamnya dari belakang. Diapun berhasil melepaskan tikaman itu dan berbalik.


"Lohh... Ahmad." Ucap pria itu.


"Bang Ipul...?" Jawab Ahmad

__ADS_1


__ADS_2