
"Aaaaaaaaa....
Aduhh sakit banget kakiku sakit banget"
Karena jalan disekitar makam itu dari tanah dan banyak sekali retakan retakan, kakkiku terperosok kedalam celah tanah yang kering. Kakiku berdarah dan terasa sangat sakit.
Ahmad yang sadar aku terjatuh terlihat panik sendiri. Sepertinya dia bingung mau gimana. Aku terus saja duduk ditanah sambil menangis meratapi kakiku, lalu tiba tiba Ahmad mengulurkan tangannya dan membantukku berdiri.
Ahmad memegang tanganku sambil mengajak ke sumber air di dekat makam itu.
dia menyiram kakiku yang terluka dengan sangat hati hati. dikala itu juga aku sadar.
Ahmad terlihat sangat tampan. Aku terus saja memandanginya hingga tak sadar Ahmad sudah selesai membersihkan lukaku dan dari tadi dia memanggilku.
Kita akan melanjutkan perjalanan, namun ternyata kakiku sakit sekali digunakan berjalan. Aku melihat kearah Ahmad berharap dia akan menggendongku, tapi... Ternyata dia hanya mengajaku duduk di tempat aku terjatuh tadi untuk meredakan sakitnya. Entah kenapa aku merasa sedikit kecewa
Kita sempat terdiam beberapa menit karena tak ada topik pembicaraan, sungguh itu momen yang sangat canggung.
Aku berusaha mengendalikan suasana
"Ahmad kau belum tau namaku kan, namaku Utari, tapi jangan panggil aku Ut ya"
Berharap menjadi topik tapi Ahmad hanya menjawab "iyaaa" seketika suasana jadi tambah canggung.
Aku terdiam sambil menatap lagit yang sudah mulai sore saat itu. tiba tiba saja Ahmad berkata
"Indah dan tenang sekaliya suasana disini.
Hey nona, kau pernah berfikir ngga tuhan ngga adil padamu?"
Aku bingung mau jawab apa, tapi lagi lagi belum sempat menjawab dia langsung melanjutkan ucapannya.
"Dulu ketika ibukku mulai sakit, jujur aku sudah mulai berfikir kenapa tuhan nggak adil padaku, aku berfikir jika tuhan sepertinya menghukumku.
Aku berfikir begitu hingga tak sadar justru tuhan sebenarnya sayang padaku.
Tuhan berusaha mengujiku dan berusaha meringankan bebanku di akhirat kelak.
Aku pernah mendengar sebuah ceramah. Katanya sangat beruntung orang orang yang sedang diuji oleh Allah. Mendengar ceramah itu hatiku sangat tenang dan bahagia.
Aku yang mendengar cerita Ahmad lantas menyahutnya
"Ahmad duduk ditempat seperti ini bersamamu membuatku tersadar sungguh besar kuasa tuhan yang bisa menciptakan alam semesta dan suasana seperti ini"
Itulah yang kuucapkan kepada Ahmad. kemudaian aku melihat Ahmad. dia meremas perutnya seperti kesakitan,,,
Lantas aku bertanya "Kau sakit?"
Ahmad pun menjawab "Ehm gapapa kok cuma mag, dari pagi belum makan soalnya"
Mendengar hal itu aku langsung berdiri tanpa memikirkan kakiku, dan mengajak Ahmad untuk pulang. Sepanjang pejalanan aku sangat kesakitan, Ahmad sepertinya sadar aku kesakitan lalu dia merobek sedikit kain di lengan bajunya dan mengikatkan di kakiku yang terluka agar tak tergesek dengan sandalku.
Yaa... Itu membuatku sedikit membaik
"Terimakasih" aku berbicara sedikit pelan, namun Ahmad tidak menjawab
Yahh.. Tidak apa sih dia tidak menjawab, kami terus melanjutkan perjalanan hingga sudah berada di depan masjid.
__ADS_1
Dan sebelum kita berpisah
"Ahmad,,, pinjam foto yang selalu kau bawa itu"
Ahmad kebingungan" untuk apa kau meminjamnya" dia berkata sambil memberikan fotonya
Aku tersenyum dan mengambil foto itu
"Ini akan aku bawa pulang sebagai jaminan kita bakalan sering ketemu,,, okehh"
Aku berjalan pulang sambil mengangkat foto itu ke atas.
Ahmad sedikit panik dan menggaruk kepalanya, lalu berbalik dan pulang.
Aku sudah sampai rumah, namun ternyata Mia dari tadi ada dirumahku sambil ngobrol dengan ibukku, tapi ibuku lantas pergi ketika tau aku sudah pulang.
"Udah pulang Ut, gimana sukses kencannya?" ucap Mia sambil memiringkan bibirnya
"Ihh kencan apaan sih Mi?" nada bicaraku sedikit sinis
"Ya namanya apa kalo cewe cowo keluar bareng, ya kencan lah" Mia terus saja mendesakku.
"Hemm.., serah lu deh Mi".
"Ut,,, lu jangan berubah ya, gue takut kalo nanti udah akrab sama dia, persahabatan kita merenggang ", Mia sepertinya benar benar khawatir.
lantas aku menenangkan Mia
"ya ngga lah Mi, kita itu kan best priend poreper"
Setelah itu Mia tersenyum dan kitapun tertawa bersama.
Setelah hari itu, Utari rajin sekali belajar sholat, dan kembali membuka Al-qur'an untuk melancarkan bacaannya yah walaupun belum lancar lancar amat hingga sekarang ,dan ia berusaha merubah penampilannya. Oh iya sekarang Utari sudah terbiasa menggunakan pakaian panjang, dan bahkan akhir akhir ini ia mulai membiasakan diri untuk berhijab.
Utari POV
1 minggu berlalu...
Aku selalu teringat dengan Ahmad, wajah Ahmad memang sangat tampan jika diperhatikan, namun yang membuatku ingat dengannya adalah kata katanya.
Hari itu aku terus saja memikirkan cara untuk bertemu dengan Ahmad, kan gk mungkin cuma ketemu buat diem dieman doang.
Jadi aku memutuskan untuk meminta Ahmad mendengar bacaan Al- qur'anku apakah sudah benar cara bacanya sebagai alasan aku menemuinya besok.
Malam itu di meja makan. Ada ibu dan ayah juga, aku terus saja melamun sambil memotong motong makanan dipiringku.
Bapak yang melihat itu sepertinya kesal
"Tari cepetan dimakan, nggak kasian apa sama ibumu yg sudah masak" nada bicara ayah agak kesal
Lalu aku bertanya "Yah dulu waktu pacaran yang nembak duluan siapa, ibu atau ayah?"
Lalu ayah menjawab "Mana ada kata nembak, ibu dan ayah gak pacaran terus tiba tiba nikah gitu aja, aneh banget kan?"
Trs aku bertanya lagi "Berarti ibu sama ayah gak saling cinta dong?"
Mendengar hal itu ayah menjawab lagi "Sebenernya ibumu dulu tu tergila gila benget sama ayah, jadi ayah nikahin deh"
__ADS_1
Mendengar itu ibu langsung nyaut "Mana ada, ayahmu nih yang tergila gila sama ibu"
merekapun malah asik flashback dan asik sendiri. Aku yg ada disitu cuma bisa diam sambil tersenyum membayangkan hal lain.
Keesokan harinya...
Hari itu dijam biasanya aku menemui Ahmad. namun kali itu aku tidak menunggu di denggung, tapi aku duduk di lantai depan masjid. tak lama dari itu, Ahmad keluar dari dalam masjid bersama temannya, dan temannya sedang berbisik pada Ahmad
"Eh itu bukannya cewek yang kemarin kemarin itu ya?"
melihat aku duduk disitu Ahmad menyuruh temannya untuk pergi duluan, lantas Ahmad menghampiriku dan menanyaiku ada apa.
Aku pun menjelaskan kedatanganku.
Mendengar hal itu Ahmad tersenyum dan mengajaku ke dalam masjid. Aku mulai membuka Al-qur'anku.
Aku tidak langsung membaca surat surat panjang. Disitu aku membaca surat surat pendek terlebih dahulu, dan ternyata masih banyak sekali kesalahan dalam pelafalan.
Ahmad sangat sabar mengajariku hingga tak sadar hari sudah sore, walau begitu Ahmad tak mengeluh sedikitpun.
untuk mengakhiri pertemuan itu Ahmad berkata padaku, "bacaanmu sudah lumayan lancar tadi."
Mendengar hal itu, aku agak malu dan menggaruk pipiku.
Aku akan pulang, dan sebelum pulang Ahmad mengajakku lagi
"Tari, beberapa hari lagi bulan ramadhan akan datang, kamu sering sering ke masjid ya!".
Aku agak ragu dan takut, karena aku tak kenal siapapun kecuali Ahmad di lingkungan itu, melihat aku ragu ragu Ahmad mengatakan lagi
"Kau juga boleh mengajak siapapun temanmu!"
Aku masih sedikit ragu, "emmm i...yya" tak sadar aku mengiyakannya,
Aku yang sadar akan hal itu langsung menutup mulutku, namun apa daya Ahmad sudah terliat bahagia. Aku tak bisa menolak setelah mengiyakannya, lalu ia menyuruhku pulang dan istirahat.
Oh.. iya tentu saja dia masih menagih foto itu, namun aku tak membawanya. jadi aku pulang.
Namun saat perjalanan pulang, tiba tiba saja ada segerombol lelaki, dan mereka berusaha menggodaku.
"Hei manis, sendirian aja,? Loh bukannya ini cewe yang kemarin sering duduk di denggung dekat masjid itu ya, sini abang temenin duduk yuk?"
Aku sangat ketakutan, dan aku gk kenal siapapun di wilayah ini, dan sore ini juga terlalu sepi. Aku terus berusaha lari, namun laki laki itu justru memegang tanganku dengan tatapan yang sangat aneh.
Aku berteriak minta tolong.
"Heii diamlah aku tak akan menyakitimu" kata salah satu pria itu dan mereka tertawa bersama sama.
Mereka bersama sama membawaku ke sebuah rumah yang nampak usang. Aku disekap dan disitu ada seorang pria lagi yang menjagaku agar tidak kabur, kemudian terdengar suara beberapa pria mendekat.
"Siapapun Tolong Aku,,,"
Mohon maaf apabila ada kesalahan bahasa, pengetikan dan penulisan
Happy reading...
Jangan lupa tambah ke favorit dan baca eps
__ADS_1
selanjutnya....
see you next time...